Pengaruh Model Cooperative Learning Technique Jigsaw Terhadap Hasil Belajar Akuntansi Siswa Kelas X Smk Pab 2 Helvetia Tahun Pelajaran 2016/2017
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan [JIMEDU]
Vol 1 Nomor 3 November 2021, hal: 1-14
ISSN: 2808-0866
Pengaruh Model Cooperative Learning Technique Jigsaw
Terhadap Hasil Belajar Akuntansi Siswa Kelas X Smk Pab 2
Helvetia Tahun Pelajaran 2016/2017
Rika Manurung1
1Pendidikan
Akuntansi, Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan , Universitas Muhammadiyah
Sumatera Utara
email:
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Cooperative
Learning Technique Jigsaw terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran akuntansi
pada kompetensi pengertian, fungsi dan jenis uang siswa kelas XI Ak SMK PAB 2
Helvetia. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Bagaimana hasil belajar
akuntansi siswa sebelum dan sesudah menggunakan model Cooperative Learning
Technique Jigsaw juga apakah ada pengaruh model pembelajaran Cooperative Learning
Technique Jigsaw terhadap hasil belajar akuntansi siswa kelas XI AK 1 PAB 2 Helvetia.
Populasi penelitian ini adalah kelas XI AK 1 yang terdiri dari 30 siswa. Teknik
pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Instrumen yang
digunakan adalah berupa tes bentuk subjetif berbentuk uraian yang berjumlah 10 soal
yang terlebih dahulu sudah diuji validitas dan reliabilitasnya. Dari hasil analisis data pre
tes diperoleh mean 69,47 dan standart deviasi 10,05. Sedangkan untuk data pos tes
diperoleh mean 84,34 dan standart deviasi 8,60. Teknik analisis data dalam penelitian ini
yaitu uji normalitas menggunakan uji liliefors untuk mengetahui uji normalitas data hasil
belajar. Uji homogenitas menggunakan uji 2 pihak dengan signifikan α=0,05. Uji Hipotesis
dilakukan dengan menggunaka uji t 2 pihak dengan dk=N-1 pada α=0,05 dari data
hipotesis diperoleh thitung>ttabel yaitu 9,89>1,687 maka Ho ditolak dan Haditerima.
Berdasarkan uji hipotesis tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh model
pembelajaran Students Centered Learning (SCL) terhadap hasil belajar akuntansi siswa
kelas X SMK PAB 2 Helvetia Tahun Pembelajaran 2015/2016.
Kata Kunci : Students Centered Learning (SCL), Hasil Belajar
1
http://jurnalmahasiswa.umsu.ac.id/index.php/jimedu
1. PENDAHULUAN
Belajar pada hakikatnya adalah proses interaksi terhadap semua situasi
yang ada disekitar individu, belajar dapat di pandang sebagai proses yang di
arahkan kepada tujuan dan proses berbuat melalui berbagai pengalaman.
Belajar juga merupakan proses memahami sesuatu kegiatan pembelajaran
dilakukan oleh dua orang pelaku, yaitu guru dan siswa, perilaku guru adalah
mengajar dan perilaku siswa adalah belajar. Perilaku mengajar dan perilaku
belajar tersebut terkait dengan bahan pembelajaran, bahan pembelajaran dapat
berupa nilai dan keterampilan, hubungan antara guru, siswa dan bahan ajar
bersifat dinamis dan konfleks. Untuk mencapai keberhasilan dalam kegiatan
pembelajar terhadap beberapa komponen yang dapat menjunjung, yaitu tujuan
dan komponen evaluasi.
Model-model pembelajaran biasanya disusun berdasarkan berbagai prinsip
atau teori dalam pengembangannya, para ahli menyusun model pembelajaran
berdasarkan prinsip-prinsip pendidikan. Model tersebut merupakan pola umum
perilaku pembelajaran untuk mencapai kompetensi/tujuan pembelajaran yang
diharapkan. Model pembelajaran juga salah satu rencana atau pola yang dapat
digunakan untuk membentuk kurikulum dan pembelajaran jangka panjang dalam
merencanakan bahan-bahan pembelajaran dan membimbing pembelajaran
dapat dijadikan pola pilihan, artinya para guru boleh memilih model
pembelajaran yang sesuai dan efisien untuk mencapai tujuan pembelajaran.
Salah satu faktor menentukan kualitas pembelajaran adalah model
pembelajaran, model pembelajaran berarti cara-cara yang dilakukan dalam
proses pembelejaran sehingga dapat di peroleh hasil yang optimal. Dengan kata
lain, model pembelajaran juga bisa diartikan sebagai teknik pembelajaran yang
akan diterapkan atau dipergunakan pelajaran untuk memberikan pengajaran
dikelas. Dari pengertian tentang model pembelajaran di atas yang harus di
perhatikan adalah penerapan dalam pembelajaran yang tepat akan dapat
meningkatkan hasil belajar siswa.
Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan penulis pada Tanggal 19
Januari 2018 dengan guru mata pelajaran akuntansi di SMK PAB 2 HELVETIA,
menunjukkan bahwa hasil belajar siswa pada mata pelajaran akuntansi selama
ini masih belum memuaskan, masih banyak siswa yang mendapat nilai dibawah
Kriteria Ketuntasa Minimum (KKM) yaitu 80. Hal ini dapat dilihat dari data hasil
ulangan tengah semester siswa pada mata pelajaran akuntansi perusahaan jasa
di SMK PAB 2 HELVETIA. Dari 30siswa di kelas XI AK 1 hanya 40% (sekitar
12orang) yang mendapatkan Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM > 80) dan 60%
(sekitar 18 orang) yang belum memenuhi Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM<
80) Untuk itu penelitian tertarik untuk melakukan penelitian ini karena melihat
rendahnya hasil belajar akuntansi pada kelas tersebut.
Fenomena ini terjadi dikarenakan proses pembelajaran yang dilakukan oleh
guru cenderung pada pencapaian target materi kurikulum, lebih mementingkan
pada penghafalan konsep bukan pada pemahaman. Dalam penyampaian
materi, biasanya guru menggunakan metode ceramah, dimana siswa hanya
duduk, mencatat, dan mendengarkan apa yang disampaikannya dan sedikit
peluang bagi siswa untuk bertanya. Dengan demikian, suasana pembelajaran
menjadi tidak kondusif sehingga siswa menjadi pasif.
Upaya peningkatan prestasi belajar siswa tidak terlepas dari berbagai faktor
yang mempengaruhinya. Dalam hal ini, diperlukan guru kreatif yang dapat
membuat pembelajaran menjadi lebih menarik dan disukai oleh peserta didik.
2
http://jurnalmahasiswa.umsu.ac.id/index.php/jimedu
Suasana kelas perlu direncanakan dan dibangun sedemikian rupa dengan
menggunakan model pembelajaran yang tepat agar siswa dapat memperoleh
kesempatan untuk berinteraksi satu sama lain sehingga pada gilirannya dapat
diperoleh prestasi belajar yang optimal.
Bila keadaan ini terus berlanjut, maka dikhawatirkan keadaan tersebut dapat
menimbulkan proses belajar mengajar yang tidak ada interaksi, membosankan
dan kurang menarik yang dapat mengakibatkan siswa menjadi mengantuk,
melamun, dan membuat keributan di dalam kelas, sehingga hasil belajar yang
diperoleh siswa rendah. Untuk mengatasi masalah yang terjadi tersebut,
dilakukan suatu upaya pemahaman siswa terhadap akuntansi menjadi lebih
baik. Selain guru harus mengatasi bahan materi yang diajarkan guru juga harus
mampu memilih model pembelajaran yang sesuai dengan materi yang akan
diajarkan kepada siswa dan tujuan pembelajaran.
Salah satu model pembelajaran yang dapat diterapkan untuk meningkatkan
hasil belajar akuntansi siswa, penulis mengambil model pembelajaran
cooperative learning technique jigsaw sebagai alternative dalam meningkatkan
hasil belajar siswadan sangat cocok untuk diterapkan dalam pendidikan di
Indonesia karena sesuai dengan budaya bangsa Indonesia yang menjunjung
tinggi nilai gotong royong.
Model pembelajaran cooperative adalah sebuah model pembelajaran yang
m (...truncated)