Pengaruh Model Cooperative Learning Technique Jigsaw Terhadap Hasil Belajar Akuntansi Siswa Kelas X Smk Pab 2 Helvetia Tahun Pelajaran 2016/2017

Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan, Nov 2021

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Cooperative Learning Technique Jigsaw terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran akuntansi pada kompetensi pengertian, fungsi dan jenis uang siswa kelas XI Ak SMK PAB 2 Helvetia. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Bagaimana hasil belajar akuntansi siswa sebelum dan sesudah menggunakan model Cooperative Learning Technique Jigsaw juga apakah ada pengaruh model pembelajaran Cooperative Learning Technique Jigsaw terhadap hasil belajar akuntansi siswa kelas XI AK 1 PAB 2 Helvetia. Populasi penelitian ini adalah kelas XI AK 1 yang terdiri dari 30 siswa. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah berupa tes bentuk subjetif berbentuk uraian yang berjumlah 10 soal yang terlebih dahulu sudah diuji validitas dan reliabilitasnya. Dari hasil analisis data pre tes diperoleh mean 69,47 dan standart deviasi 10,05. Sedangkan untuk data pos tes diperoleh mean 84,34 dan standart deviasi 8,60. Teknik analisis data dalam penelitian ini yaitu uji normalitas menggunakan uji liliefors untuk mengetahui uji normalitas data hasil belajar. Uji homogenitas menggunakan uji 2 pihak dengan signifikan ?=0,05. Uji Hipotesis dilakukan dengan menggunaka uji t 2 pihak dengan dk=N-1 pada ?=0,05 dari data hipotesis diperoleh thitung>ttabel yaitu 9,89>1,687 maka Ho ditolak dan Haditerima. Berdasarkan uji hipotesis tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh model pembelajaran Students Centered Learning (SCL) terhadap hasil belajar akuntansi siswa kelas X SMK PAB 2 Helvetia Tahun Pembelajaran 2015/2016. Kata Kunci : Students Centered Learning (SCL), Hasil Belajar

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

http://jurnalmahasiswa.umsu.ac.id/index.php/jimedu/article/download/543/pdf

Pengaruh Model Cooperative Learning Technique Jigsaw Terhadap Hasil Belajar Akuntansi Siswa Kelas X Smk Pab 2 Helvetia Tahun Pelajaran 2016/2017

Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan [JIMEDU] Vol 1 Nomor 3 November 2021, hal: 1-14 ISSN: 2808-0866 Pengaruh Model Cooperative Learning Technique Jigsaw Terhadap Hasil Belajar Akuntansi Siswa Kelas X Smk Pab 2 Helvetia Tahun Pelajaran 2016/2017 Rika Manurung1 1Pendidikan Akuntansi, Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan , Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara email: Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Cooperative Learning Technique Jigsaw terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran akuntansi pada kompetensi pengertian, fungsi dan jenis uang siswa kelas XI Ak SMK PAB 2 Helvetia. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Bagaimana hasil belajar akuntansi siswa sebelum dan sesudah menggunakan model Cooperative Learning Technique Jigsaw juga apakah ada pengaruh model pembelajaran Cooperative Learning Technique Jigsaw terhadap hasil belajar akuntansi siswa kelas XI AK 1 PAB 2 Helvetia. Populasi penelitian ini adalah kelas XI AK 1 yang terdiri dari 30 siswa. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah berupa tes bentuk subjetif berbentuk uraian yang berjumlah 10 soal yang terlebih dahulu sudah diuji validitas dan reliabilitasnya. Dari hasil analisis data pre tes diperoleh mean 69,47 dan standart deviasi 10,05. Sedangkan untuk data pos tes diperoleh mean 84,34 dan standart deviasi 8,60. Teknik analisis data dalam penelitian ini yaitu uji normalitas menggunakan uji liliefors untuk mengetahui uji normalitas data hasil belajar. Uji homogenitas menggunakan uji 2 pihak dengan signifikan α=0,05. Uji Hipotesis dilakukan dengan menggunaka uji t 2 pihak dengan dk=N-1 pada α=0,05 dari data hipotesis diperoleh thitung>ttabel yaitu 9,89>1,687 maka Ho ditolak dan Haditerima. Berdasarkan uji hipotesis tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh model pembelajaran Students Centered Learning (SCL) terhadap hasil belajar akuntansi siswa kelas X SMK PAB 2 Helvetia Tahun Pembelajaran 2015/2016. Kata Kunci : Students Centered Learning (SCL), Hasil Belajar 1 http://jurnalmahasiswa.umsu.ac.id/index.php/jimedu 1. PENDAHULUAN Belajar pada hakikatnya adalah proses interaksi terhadap semua situasi yang ada disekitar individu, belajar dapat di pandang sebagai proses yang di arahkan kepada tujuan dan proses berbuat melalui berbagai pengalaman. Belajar juga merupakan proses memahami sesuatu kegiatan pembelajaran dilakukan oleh dua orang pelaku, yaitu guru dan siswa, perilaku guru adalah mengajar dan perilaku siswa adalah belajar. Perilaku mengajar dan perilaku belajar tersebut terkait dengan bahan pembelajaran, bahan pembelajaran dapat berupa nilai dan keterampilan, hubungan antara guru, siswa dan bahan ajar bersifat dinamis dan konfleks. Untuk mencapai keberhasilan dalam kegiatan pembelajar terhadap beberapa komponen yang dapat menjunjung, yaitu tujuan dan komponen evaluasi. Model-model pembelajaran biasanya disusun berdasarkan berbagai prinsip atau teori dalam pengembangannya, para ahli menyusun model pembelajaran berdasarkan prinsip-prinsip pendidikan. Model tersebut merupakan pola umum perilaku pembelajaran untuk mencapai kompetensi/tujuan pembelajaran yang diharapkan. Model pembelajaran juga salah satu rencana atau pola yang dapat digunakan untuk membentuk kurikulum dan pembelajaran jangka panjang dalam merencanakan bahan-bahan pembelajaran dan membimbing pembelajaran dapat dijadikan pola pilihan, artinya para guru boleh memilih model pembelajaran yang sesuai dan efisien untuk mencapai tujuan pembelajaran. Salah satu faktor menentukan kualitas pembelajaran adalah model pembelajaran, model pembelajaran berarti cara-cara yang dilakukan dalam proses pembelejaran sehingga dapat di peroleh hasil yang optimal. Dengan kata lain, model pembelajaran juga bisa diartikan sebagai teknik pembelajaran yang akan diterapkan atau dipergunakan pelajaran untuk memberikan pengajaran dikelas. Dari pengertian tentang model pembelajaran di atas yang harus di perhatikan adalah penerapan dalam pembelajaran yang tepat akan dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan penulis pada Tanggal 19 Januari 2018 dengan guru mata pelajaran akuntansi di SMK PAB 2 HELVETIA, menunjukkan bahwa hasil belajar siswa pada mata pelajaran akuntansi selama ini masih belum memuaskan, masih banyak siswa yang mendapat nilai dibawah Kriteria Ketuntasa Minimum (KKM) yaitu 80. Hal ini dapat dilihat dari data hasil ulangan tengah semester siswa pada mata pelajaran akuntansi perusahaan jasa di SMK PAB 2 HELVETIA. Dari 30siswa di kelas XI AK 1 hanya 40% (sekitar 12orang) yang mendapatkan Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM > 80) dan 60% (sekitar 18 orang) yang belum memenuhi Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM< 80) Untuk itu penelitian tertarik untuk melakukan penelitian ini karena melihat rendahnya hasil belajar akuntansi pada kelas tersebut. Fenomena ini terjadi dikarenakan proses pembelajaran yang dilakukan oleh guru cenderung pada pencapaian target materi kurikulum, lebih mementingkan pada penghafalan konsep bukan pada pemahaman. Dalam penyampaian materi, biasanya guru menggunakan metode ceramah, dimana siswa hanya duduk, mencatat, dan mendengarkan apa yang disampaikannya dan sedikit peluang bagi siswa untuk bertanya. Dengan demikian, suasana pembelajaran menjadi tidak kondusif sehingga siswa menjadi pasif. Upaya peningkatan prestasi belajar siswa tidak terlepas dari berbagai faktor yang mempengaruhinya. Dalam hal ini, diperlukan guru kreatif yang dapat membuat pembelajaran menjadi lebih menarik dan disukai oleh peserta didik. 2 http://jurnalmahasiswa.umsu.ac.id/index.php/jimedu Suasana kelas perlu direncanakan dan dibangun sedemikian rupa dengan menggunakan model pembelajaran yang tepat agar siswa dapat memperoleh kesempatan untuk berinteraksi satu sama lain sehingga pada gilirannya dapat diperoleh prestasi belajar yang optimal. Bila keadaan ini terus berlanjut, maka dikhawatirkan keadaan tersebut dapat menimbulkan proses belajar mengajar yang tidak ada interaksi, membosankan dan kurang menarik yang dapat mengakibatkan siswa menjadi mengantuk, melamun, dan membuat keributan di dalam kelas, sehingga hasil belajar yang diperoleh siswa rendah. Untuk mengatasi masalah yang terjadi tersebut, dilakukan suatu upaya pemahaman siswa terhadap akuntansi menjadi lebih baik. Selain guru harus mengatasi bahan materi yang diajarkan guru juga harus mampu memilih model pembelajaran yang sesuai dengan materi yang akan diajarkan kepada siswa dan tujuan pembelajaran. Salah satu model pembelajaran yang dapat diterapkan untuk meningkatkan hasil belajar akuntansi siswa, penulis mengambil model pembelajaran cooperative learning technique jigsaw sebagai alternative dalam meningkatkan hasil belajar siswadan sangat cocok untuk diterapkan dalam pendidikan di Indonesia karena sesuai dengan budaya bangsa Indonesia yang menjunjung tinggi nilai gotong royong. Model pembelajaran cooperative adalah sebuah model pembelajaran yang m (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: http://jurnalmahasiswa.umsu.ac.id/index.php/jimedu/article/download/543/pdf
Article home page: http://jurnalmahasiswa.umsu.ac.id/index.php/jimedu/article/view/543/pdf

Rika Manurung. Pengaruh Model Cooperative Learning Technique Jigsaw Terhadap Hasil Belajar Akuntansi Siswa Kelas X Smk Pab 2 Helvetia Tahun Pelajaran 2016/2017, Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan, 2021,