Efektivitas Model Pembelajaran Predict - Observe Explain (Poe)Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Matematis Pada Siswa Smp Muhammadiyah 05 Medan T.P 2020/ 2021
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan [JIMEDU]
Vol 1 Nomor 4 Desember 2021, hal: 1-9
ISSN: 2808-0866
Efektivitas Model Pembelajaran Predict - Observe – Explain
(Poe)Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Matematis
Pada Siswa Smp Muhammadiyah 05 Medan
T.P 2020/ 2021
Fadnisa Putri
1
Program Studi Pendidikan Matematika, 2Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara
Abstrak
Penelitian ini bertujuan : (1) Untuk mengetahui apakah ada pengaruh penggunaan model
pembelajaran Predict-Observe-Explain (POE) terhadap kemampuan berpikir kreatif
matematis pada siswa SMP Muhammadiyah 05 Medan T.P 2020/2021. (2) Untuk
mengetahui Bagaimana pengaruh penggunaan model pembelajaran Predict-ObserveExplain (POE) terhadap kemampuan berpikir kreatif matematis pada siswa SMP
Muhammadiyah 05 Medan T.P 2020/2021. Penelitian ini termasuk kedalam penelitian
eksperimen semu dengan pendekatan kuantitatif. Desain penelitian ini adalah Quasi
Eksperimental dengan menggunakan model pembelajaran Predict-Observe-Explain (POE)
pada kelas eksperimen 1 dan tanpa menggunakan model pembelajaran Predict-ObserveExplain (POE) pada kelas eksperimen 2. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas
VII semester ganjil T.P 2020/2021 yang berjumlah 60 siswa, sedangkan yang menjadi
sampel untuk kelas eksperimen satu 30 siswa di kelas VII-A dan untuk kelas eksperimen
dua 30 siswa di kelas VII-B. Teknik pengumpulan data menggunakan tes yaitu tes awal
(Pretest) dan tes akhir (Posttest). Teknik analisis data menggunakan uji prasyarat(uji
normalitas, uji homogenitas, dan uji linearitas) dan uji hipotesis. Dan hasil yang diperoleh
dalam penelitian dengan menggunakan uji hipotesis (uji mancova) yaitu harga Fhitung =
3,551 setelah dibandingkan dengan Ftabel = 2,92, ternyata Fhitung (3,551) > Ftabel (2,92)
sehingga Ha diterima dan Ho ditolak. Hal ini berarti ada pengaruh penggunaan model
pembelajaran Predict-Observe-Explain (POE) terhadap kemampuan berpikir kreatif
matematis pada siswa SMP Muhammadiyah 05 Medan T.P 2020/2021.
Kata Kunci: Kemampuan Berpikir Kreatif, Model Pembelajaran Predict-Observe-Explain
(POE).
1
Jurnal Homepage: http://jurnalmahasiswa.umsu.ac.id/index.php/jimedu
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan [JIMEDU]
Vol 1 Nomor 4 Desember 2021, hal: 1-9
ISSN: 2808-0866
1. PENDAHULUAN
Pendidikan merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan dan
beradaban manusia. Peranan pendidikan adalah menyiapkan generasi masa
depan yang lebih baik dari generasi sekarang dan sebelumnya. Oleh karena itu,
pemerintah sangat serius menangani bidang pendidikan, sebab dengan sistem
pendidikan yang baik diharapkan muncul generasi penerus bangsa yang
berkualitas serta mampu mengembangkan kemampuan berpikir secara kritis,
kreatif, dan inovatif. Hal ini merupakan modal yang sangat berharga bagi generasi
penerus bangsa agar mampu bersaing dengan negara lain. Keberhasilan suatu
bangsa di masa yang akan datang sangat ditentukan oleh keberhasilan pemuda
di masa kini. Matematika merupakan ilmu universal yang mendasari
perkembangan teknologi modern, mempunyai peran penting dalam berbagai
disiplin dan memajukan daya pikir manusia. Jika dilihat dari sudut pandang ilmu
pengetahuan, matematika termasuk ke dalam kelompok ilmu-ilmu eksak yang
lebih banyak memerlukan pemahaman dibangdingkan hafalan. oleh karena itu,
untuk dapat memahami suatu pokok bahasan dalam matematika, siswa harus
menguasai konsep, bukan hanya menghafal materi saja. Menurut peraturan
menteri No 22 tahun 2006 tentang standar isi untuk satuan Pendidikan Dasar dan
Menengah menyebutkan bahwa matematika perlu diberikan kepada semua
peserta didik, mulai dari sekolah dasar untuk membekali peserta didik dengan
kemampuan berpikir logis, analitis, sistematis, kritis, dan kreatif, serta kemampuan
bekerja sama.
Menurut Undang-Undang Republik Indonesia No. 20 tahun 2003 tentang
Sistem Pendidikan Nasional pada bab II pasal 3 dijelaskan, bahwa Pendidikan
nasional berfungsi untuk mengembangkan kemampuan dan membentuk watak
serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan
kehidupan bangsa dan bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik
agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha
Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu,cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga
negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Rumusan tersebut
memperlihatkan bahwa Pendidikan di Indonesia sudah memperhatikan
pengembangan kemampuan peserta didik, salah satunya adalah berpikir kreatif.
Upaya mendukung tujuan Pendidikan tersebut, maka pembelajaran di sekolah
hendaknya tidak hanya mementingkan penguasaan materi peserta didik saja
tetapi juga mampu mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi salah
satunya adalah kemampuan berpikir kreatif. Kemampuan berpikir kreatif perlu
dikembangkan oleh peserta didik karena memiliki manfaat yang sangat banyak,
diantaranya yaitu berpikir kreatif dapat mewujudkan dirinya karena perwujudan diri
merupakan kebutuhan pokok dakam hidup manusia. Perkembangan teknologi dan
informasi tidak lepas dari kemampuan kreatif manusia. Kemampuan berpikir kreatif
sangat penting bagi peserta didik dalam menghadapi tantangan hidup di masa
yang akan datang. Oleh karena itu, sudah seharusnya kreativitas siswa menjadi
tujuan dalam pembelajaran matematika bukan pemahaman materi saja.
Kemampuan berpikir kreatif merupakan potensi alamiah yang dimiliki manusia,
namun berpikir kreatif juga merupakan suatu proses alamiah yang bisa di
tingkatkan melalui kesadaran atau latihan. Peserta didik yang telah memiliki
potensi kreatif sejak lahir membutuhkan lingkungan yang mendukung untuk
mengembangkan kemampuannya agar lebih optimal. Matematika sebagai salah
satu pelajaran yang diajarkan di sekolah memiliki peran penting dalam membekali
2
Jurnal Homepage: http://jurnalmahasiswa.umsu.ac.id/index.php/jimedu
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan [JIMEDU]
Vol 1 Nomor 4 Desember 2021, hal: 1-9
ISSN: 2808-0866
dan mendorong peserta didik untuk mengembangkan kemampuan berpikir kreatif
tersebut.
Kemampuan berpikir kreatif hingga saat ini kurang mendapat perhatian dalam
pendidikan formal. Hal ini terlihat dari kurang berkembangnya kemampuan
matematika siswa terutama kemampuan berpikir kreatif disebabkan peserta didik
masih diajarkan dengan metode konvensional dengan teknik ceramah dan teknik
drilling soal. Hal ini menyebabkan kurangnya kesempatan siswa untuk
mengekspresikan pengetahuan yang dimilikinya atau menjawab soal dengan cara
atau bahasanya sendiri. Selain itu, buku siswa atau LKPD yang digunakan di
sekolah cenderung menekankan pada penguasaan konsep dengan tidak
memberikan kebebasan berpikir secara mandiri dan kreatif.
Berdasarkan permasalahan diatas perlu diupayakan inovasi-inovasi dalam
model pembelajaran yang meliputi penerapan strategi, metode, dan pendekatan
pembelajaran yang lebih inovatif. Pembelajaran matematika tidak cukup hanya
dilaksanakan dengan penyampaian materi saja tetapi juga peserta didik harus
terlibat aktif dalam proses pembelajaran dan harus mampu m (...truncated)