Pengujian Kolimator Pada Pesawat Sinar-X Mobile Unit Merek Siemens Di Instalasi Radiologi RSUD K.R.M.T Wongsonegoro Semarang

Journal of Health (JoH), Jul 2018

The quality control program includes several tests, including collimator testing. According to Kepmenkes No.1250 Year 2009, collimator testing is done once a month or after repair. Radiology Installation RSUD K.R.M.T Wongsonegoro Semarang, when examined baby gram and thoraks using aircraft X-ray mobile unit with wide field settings according to object size, the result of the resulting radiograph cut off. This X-ray plane was used in 2006. During the use, no collimator testing has been performed. This study aims to determine the results of the suitability of light beam collimator. His type of research is quantitative research with observational approach. This research uses Collimator Test Tool tool with variation of FFD 100 cm and 150 cm, the field of irradiation is set 14x18 cm. The test results were tabulated, then analyzed based on Kepmenkes No.1250 in 2009. Limit tolerance value of shift ≤ 2% of FFD used. The result of collimator test shows that in FFD 100 cm we get the average X axis = 1.38%, Y axis = 1.5%. FFD 150 cm obtained average X axis = 1.73%, Y axis = 1.42%. The value of the shift that occurs is still within the limits of tolerance. We recommend that you do a periodical test once a month to ensure the quality of radiography.

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://journal.gunabangsa.ac.id/index.php/joh/article/download/134/97

Pengujian Kolimator Pada Pesawat Sinar-X Mobile Unit Merek Siemens Di Instalasi Radiologi RSUD K.R.M.T Wongsonegoro Semarang

Pengujian Kolimator Pada Pesawat Sinar-X Mobile Unit Merek Siemens Di Instalasi Radiologi RSUD K.R.M.T Wongsonegoro Semarang Collimator Testing On Siemens X-Ray Mobile Unit At Radiology Installations K.R.M.T Wongsonegoro Semarang General Hospital Kesawa Sudarsih, Nanik Suraningsih, Mega Indah Puspita Intisari Program kendali mutu mencakup beberapa pengujian, termasuk pengujian kolimator. Menurut Kepmenkes No.1250 Tahun 2009, pengujian kolimator dilakukan sebulan sekali atau setelah perbaikan. Instalasi Radiologi RSUD K.R.M.T Wongsonegoro Semarang, saat dilakukan pemeriksaan baby gram dan thoraks menggunakan pesawat Sinar-X mobile unit dengan pengaturan luas lapangan sesuai ukuran objek, ternyata hasil radiograf yang dihasilkan terpotong. Pesawat Sinar-X ini digunakan pada tahun 2006. Selama digunakan belum pernah dilakukan pengujian kolimator. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil kesesuaian berkas cahaya kolimator. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan observasional. Penelitian ini menggunakan alat Collimator Test Tool dengan variasi FFD 100 cm dan 150 cm, luas lapangan penyinaran diatur 14x18 cm. Hasil pengujian ditabulasi, kemudian dianalisis berdasarkan Kepmenkes No.1250 tahun 2009. Batas toleransi nilai pergeseran ≤ 2% dari FFD yang digunakan. Hasil pengujian kolimator menunjukkan bahwa pada FFD 100 cm diperoleh rata-rata sumbu X= 1,38%, sumbu Y=1,5%. FFD 150 cm diperoleh rata-rata sumbu X= 1,73% , sumbu Y= 1,42%. Nilai pergeseran yang terjadi masih dalam batas toleransi. Sebaiknya dilakukan pengujian secara berkala satu bulan sekali untuk menjamin mutu radiografi. Kata kunci: Kendali mutu, pengujian kolimator, collimator test tool, RSUD K.R.M.T Wongsonegoro Semarang Afiliasi Penulis Prodi D3 Teknik Rontgen STIKES Widya Husada Semarang Korespondensi kepada K. Sudarsih 67 | V o l . 5 | N o . 2 Abstract The quality control program includes several tests, including collimator testing. According to Kepmenkes No.1250 Year 2009, collimator testing is done once a month or after repair. Radiology Installation RSUD K.R.M.T Wongsonegoro Semarang, when examined baby gram and thoraks using aircraft X-ray mobile unit with wide field settings according to object size, the result of the resulting radiograph cut off. This X-ray plane was used in 2006. During the use, no collimator testing has been performed. This study aims to determine the results of the suitability of light beam collimator. His type of research is quantitative research with observational approach. This research uses Collimator Test Tool tool with variation of FFD 100 cm and 150 cm, the field of irradiation is set 14x18 cm. The test results were tabulated, then analyzed based on Kepmenkes No.1250 in 2009. Limit tolerance value of shift ≤ 2% of FFD used. The result of collimator test shows that in FFD 100 cm we get the average X axis = 1.38%, Y axis = 1.5%. FFD 150 cm obtained average X axis = 1.73%, Y axis = 1.42%. The value of the shift that occurs is still within the limits of tolerance. We recommend that you do a periodical test once a month to ensure the quality of radiography. Keywords: Quality control, collimator testing, collimator test tool, RSUD K.R.M.T Wongsonegoro Semarang Pendahuluan Progam kendali mutu merupakan salah satu progam jaminan mutu yang bertujuan untuk melakukan monitoring dan perawatan yang bersifat teknis agar tidak mengurangi gambaran kualitas yang dihasilkan. Selain itu, program kendali mutu merupakan bagian dari progam jaminan mutu yang berhubungan dengan instrumentasi atau pemakaian pesawat dan peralatan (Papp, 2011). Salah satu pengujian dalam kendali mutu radiologi adalah uji kesesuaian kolimator. Kolimator berbentuk kotak dan berfungsi sebagai pembatas Sinar-X yang keluar (Puspitasari, 2010). Pengujian terhadap kolimator perlu dilakukan untuk mengetahui kesesuaian berkas kolimator dengan arah berkas sinar-X. Kolimator merupakan salah satu parameter utama yang harus dilakukan uji kesesuaian. Maksud dari parameter utama uji kesesuaian adalah parameter yang secara langsung mempengaruhi dosis radiasi pasien dan kualitas citra yang dihasilkan (Bapeten, 2011). Pada pengujian kolimator ini ada beberapa metode yaitu metode kawat “L”, metode koin, dan metode Collimator Test Tool. Menurut Kemenkes No. 1250 Tahun 2009 tentang Pedoman Kendali Mutu batas pergeseran kolimator adalah ≤ 2% dari FFD (Focus Film Distance). Frekuensi pengujian kolimator adalah satu bulan sekali atau setelah perbaikan kolimator dan satu bulan sekali apabila pencahayaan kolimator berkurang. Berdasarkan observasi di Instalasi Radiologi RSUD K.R.M.T Wongsonegoro Semarang, untuk pemeriksaan babygram di ruang perinatologi dan di ruang ICU untuk proyeksi thoraks, dilakukan menggunakan pesawat Sinar-X mobile unit merek Siemens. Dalam melakukan pemotretan baby gram dan thoraks pengaturan kolimator menggunakan luas lapangan yang lebar, tidak sesuai dengan ukuran objek yang diperiksa.Pada saat pemotretan baby gram dan thoraks pengaturan luas lapangan sesuai ukuran objek, ternyata hasil radiograf terpotong sehingga terjadi pengulangan radiograf. Pesawat ini dipasang dan digunakan pada tahun 2006 selama digunakan pesawat tersebut belum pernah dilakukan pengujian kolimator sampai sekarang. Kondisi shutter pada kolimator tersebut kurang baik saat dilakukan penutupan sehingga terjadi ketidaksejajaran pada kolimator atau tidak simetris antara kanan dan kiri sehingga saat melakukan pemotretan harus dibuka selebarlebarnya. Hal ini dimungkinkan disebabkan karena ketidaksesuaian antara luas lapangan kolimator dengan berkas Sinar-X yang dihasilkan. Dari latar belakang tersebut, penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul J o u r n a l o f H e a l t h | 68 journal.gunabangsa.ac.id “Pengujian Kolimator pada Pesawat Sinar-X Mobile Unit Merek Siemens di Instalasi Radiologi RSUD K.R.M.T Wongsonegoro Semarang”. Metode Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan observasional. Penelitian ini dilakukan di Instalasi Radiologi RSUD K.R.M.T Wongsonegoro Semarang pada bulan Juni 2017. Pengumpulan data dilakukan dengan cara melakukan pengamatan, pengujian, dan dokumentasi. Pengujian menggunakan alat collimator test tool dengan luas lapangan yang digunakan adalah ukuran 14 x 18 cm dengan variasi FFD 100 cm dan 150 cm. Hasil pengujian berupa radiograf yang kemudian diukur nilai pergeseran dalam sajian tabel. Kemudian hasil dianalisis berdasarkan Kepmenkes No.1250 tahun 2009 yaitu batas toleransi nilai pergeseran ≤ 2% dari FFD yang digunakan. Hasil & Pembahasan Prosedur Pengujian kolimator Menggunakan Metode Collimator Test Tool pada Pesawat Sinar-X Mobile Unit Merek Siemens di Instalasi Radiologi K.R.M.T Wongsonegoro Semarang Prosedur pengujian kolimator dengan metode Collimator Test Tool pada pesawat sinar-X mobile unit merek Siemens dilakukan dengan cara yaitu: Menghidupkan Pesawat Sinar-X mobile unit merek Siemens beserta CR (Computed Radiography). Tunggu b (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://journal.gunabangsa.ac.id/index.php/joh/article/download/134/97
Article home page: https://journal.gunabangsa.ac.id/index.php/joh/article/view/134/97

Kesawa Sudarsih, Nanik Suraningsih, Puspita Mega Indah. Pengujian Kolimator Pada Pesawat Sinar-X Mobile Unit Merek Siemens Di Instalasi Radiologi RSUD K.R.M.T Wongsonegoro Semarang, Journal of Health (JoH), 2018, pp. 67-71,