Pengujian Kolimator Pada Pesawat Sinar-X Mobile Unit Merek Siemens Di Instalasi Radiologi RSUD K.R.M.T Wongsonegoro Semarang
Pengujian Kolimator Pada Pesawat Sinar-X Mobile
Unit Merek Siemens Di Instalasi Radiologi RSUD
K.R.M.T Wongsonegoro Semarang
Collimator Testing On Siemens X-Ray Mobile Unit
At Radiology Installations K.R.M.T Wongsonegoro
Semarang General Hospital
Kesawa Sudarsih, Nanik Suraningsih, Mega Indah Puspita
Intisari
Program kendali mutu mencakup beberapa pengujian, termasuk pengujian kolimator. Menurut
Kepmenkes No.1250 Tahun 2009, pengujian kolimator dilakukan sebulan sekali atau setelah perbaikan.
Instalasi Radiologi RSUD K.R.M.T Wongsonegoro Semarang, saat dilakukan pemeriksaan baby gram dan
thoraks menggunakan pesawat Sinar-X mobile unit dengan pengaturan luas lapangan sesuai ukuran
objek, ternyata hasil radiograf yang dihasilkan terpotong. Pesawat Sinar-X ini digunakan pada tahun
2006. Selama digunakan belum pernah dilakukan pengujian kolimator. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui hasil kesesuaian berkas cahaya kolimator.
Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan observasional. Penelitian ini
menggunakan alat Collimator Test Tool dengan variasi FFD 100 cm dan 150 cm, luas lapangan
penyinaran diatur 14x18 cm. Hasil pengujian ditabulasi, kemudian dianalisis berdasarkan Kepmenkes
No.1250 tahun 2009. Batas toleransi nilai pergeseran ≤ 2% dari FFD yang digunakan.
Hasil pengujian kolimator menunjukkan bahwa pada FFD 100 cm diperoleh rata-rata sumbu X= 1,38%,
sumbu Y=1,5%. FFD 150 cm diperoleh rata-rata sumbu X= 1,73% , sumbu Y= 1,42%. Nilai pergeseran
yang terjadi masih dalam batas toleransi. Sebaiknya dilakukan pengujian secara berkala satu bulan sekali
untuk menjamin mutu radiografi.
Kata kunci: Kendali mutu, pengujian kolimator, collimator test tool, RSUD K.R.M.T Wongsonegoro
Semarang
Afiliasi Penulis
Prodi D3 Teknik Rontgen STIKES Widya Husada Semarang
Korespondensi kepada
K. Sudarsih
67 | V o l . 5 | N o . 2
Abstract
The quality control program includes several tests, including collimator testing. According to Kepmenkes
No.1250 Year 2009, collimator testing is done once a month or after repair. Radiology Installation RSUD
K.R.M.T Wongsonegoro Semarang, when examined baby gram and thoraks using aircraft X-ray mobile
unit with wide field settings according to object size, the result of the resulting radiograph cut off. This
X-ray plane was used in 2006. During the use, no collimator testing has been performed. This study aims
to determine the results of the suitability of light beam collimator.
His type of research is quantitative research with observational approach. This research uses Collimator
Test Tool tool with variation of FFD 100 cm and 150 cm, the field of irradiation is set 14x18 cm. The test
results were tabulated, then analyzed based on Kepmenkes No.1250 in 2009. Limit tolerance value of
shift ≤ 2% of FFD used.
The result of collimator test shows that in FFD 100 cm we get the average X axis = 1.38%, Y axis = 1.5%.
FFD 150 cm obtained average X axis = 1.73%, Y axis = 1.42%. The value of the shift that occurs is still
within the limits of tolerance. We recommend that you do a periodical test once a month to ensure the
quality of radiography.
Keywords: Quality control, collimator testing, collimator test tool, RSUD K.R.M.T Wongsonegoro Semarang
Pendahuluan
Progam kendali mutu merupakan salah satu
progam jaminan mutu yang bertujuan untuk
melakukan monitoring dan perawatan yang
bersifat teknis agar tidak mengurangi gambaran
kualitas yang dihasilkan. Selain itu, program kendali
mutu merupakan bagian dari progam jaminan
mutu yang berhubungan dengan instrumentasi
atau pemakaian pesawat dan peralatan (Papp,
2011). Salah satu pengujian dalam kendali mutu
radiologi adalah uji kesesuaian kolimator.
Kolimator berbentuk kotak dan berfungsi sebagai
pembatas Sinar-X yang keluar (Puspitasari, 2010).
Pengujian terhadap kolimator perlu dilakukan
untuk mengetahui kesesuaian berkas kolimator
dengan arah berkas sinar-X. Kolimator merupakan
salah satu parameter utama yang harus dilakukan
uji kesesuaian. Maksud dari parameter utama uji
kesesuaian adalah parameter yang secara langsung
mempengaruhi dosis radiasi pasien dan kualitas
citra yang dihasilkan (Bapeten, 2011).
Pada pengujian kolimator ini ada beberapa
metode yaitu metode kawat “L”, metode koin, dan
metode Collimator Test Tool. Menurut Kemenkes
No. 1250 Tahun 2009 tentang Pedoman Kendali
Mutu batas pergeseran kolimator adalah ≤ 2% dari
FFD (Focus Film Distance). Frekuensi pengujian
kolimator adalah satu bulan sekali atau setelah
perbaikan kolimator dan satu bulan sekali apabila
pencahayaan kolimator berkurang.
Berdasarkan observasi di Instalasi Radiologi
RSUD K.R.M.T Wongsonegoro Semarang, untuk
pemeriksaan babygram di ruang perinatologi dan di
ruang ICU untuk proyeksi thoraks, dilakukan
menggunakan pesawat Sinar-X mobile unit merek
Siemens. Dalam melakukan pemotretan baby gram
dan thoraks pengaturan kolimator menggunakan
luas lapangan yang lebar, tidak sesuai dengan
ukuran objek yang diperiksa.Pada saat pemotretan
baby gram dan thoraks pengaturan luas lapangan
sesuai ukuran objek, ternyata hasil radiograf
terpotong sehingga terjadi pengulangan radiograf.
Pesawat ini dipasang dan digunakan pada tahun
2006 selama digunakan pesawat tersebut belum
pernah dilakukan pengujian kolimator sampai
sekarang. Kondisi shutter pada kolimator tersebut
kurang baik saat dilakukan penutupan sehingga
terjadi ketidaksejajaran pada kolimator atau tidak
simetris antara kanan dan kiri sehingga saat
melakukan pemotretan harus dibuka selebarlebarnya. Hal ini dimungkinkan disebabkan karena
ketidaksesuaian antara luas lapangan kolimator
dengan berkas Sinar-X yang dihasilkan.
Dari latar belakang tersebut, penulis tertarik
untuk melakukan penelitian dengan judul
J o u r n a l o f H e a l t h | 68
journal.gunabangsa.ac.id
“Pengujian Kolimator pada Pesawat Sinar-X Mobile
Unit Merek Siemens di Instalasi Radiologi RSUD
K.R.M.T Wongsonegoro Semarang”.
Metode
Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif
dengan pendekatan observasional. Penelitian ini
dilakukan di Instalasi Radiologi RSUD K.R.M.T
Wongsonegoro Semarang pada bulan Juni 2017.
Pengumpulan data dilakukan dengan cara melakukan pengamatan, pengujian, dan dokumentasi.
Pengujian menggunakan alat collimator test tool
dengan luas lapangan yang digunakan adalah
ukuran 14 x 18 cm dengan variasi FFD 100 cm dan
150 cm. Hasil pengujian berupa radiograf yang
kemudian diukur nilai pergeseran dalam sajian
tabel. Kemudian hasil dianalisis berdasarkan
Kepmenkes No.1250 tahun 2009 yaitu batas
toleransi nilai pergeseran ≤ 2% dari FFD yang
digunakan.
Hasil & Pembahasan
Prosedur Pengujian kolimator Menggunakan
Metode Collimator Test Tool pada Pesawat
Sinar-X Mobile Unit Merek Siemens di Instalasi
Radiologi K.R.M.T Wongsonegoro Semarang
Prosedur pengujian kolimator dengan metode
Collimator Test Tool pada pesawat sinar-X mobile
unit merek Siemens dilakukan dengan cara yaitu:
Menghidupkan Pesawat Sinar-X mobile unit merek
Siemens beserta CR (Computed Radiography).
Tunggu b (...truncated)