UJI KESESUAIAN BERKAS SINAR-X DENGAN BERKAS KOLIMATOR PADA PESAWAT SINAR-X DI INSTALASI RADIOLOGI RSUD RADEN MATTAHER JAMBI
Komunikasi Fisika Indonesia
Edisi April 2018 | Vol. 15 | No. 01
Jurusan Fisika FMIPA Univ. Riau Pekanbaru
p-ISSN.1412-2960 | e-2579-521X
Web: http://ejournal.unri.ac.id./index.php/JKFI
Email:
UJI KESESUAIAN BERKAS SINAR-X DENGAN BERKAS
KOLIMATOR PADA PESAWAT SINAR-X DI INSTALASI
RADIOLOGI RSUD RADEN MATTAHER JAMBI
Enggel Fransiska*, Nehru, Muhammad Ficky Afrianto
Program Studi Fisika
Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Jambi
Jl. Jambi-Ma. Bulian KM 15 Mendalo Darat Jambi 36361
*E-mail:
ABSTRACT
The collimator test is one of the X-ray Quality Control (QC) program, one of the central point beam testing and
the area of the collimator beam using the RMI unit. The purpose of the collimator test is to find out the
suitability of the broad field of collimator with the area of X-ray beam in tolerance of ≤ 2% Focus Film
Distance (FFD) and the correspondence of the X-ray center point in tolerance Ɵ = 3˚ as determined by the
Minister of Health Decree No . 1250 / SK / XII / 2009. The study was conducted using variations of FFD at 100
Cm, 90 Cm, 80 Cm, on three X-ray radiation radiology radiation RSUD Raden Matther Jambi. In this study
using digital radiograph unit (DR) or computed radiographaphy, no longer using conventional radiographs
such as previous studies. Irregularities or wide discrepancies in the area of the X-ray beam are evaluated by
evaluating the firm boundary of the line formed by the X-axis and Y-axis, then determining the midpoint between
the line boundary and the radiation boundary of the scatter. The deviation results concluded that there was no
deviation at the central point of X-ray beam for all X-ray aircraft tested by all aircraft still within the tolerance
threshold Ɵ = 3˚. But for the value of the collimator area all the X-ray macine tested has deviations exceeding
the predefined 2% FFD threshold where the radiologie france plane occurs deviation on the Y axis with FFD 90
Cm and 80 Cm, hyundai medicaly X- ray on X axis with FFD 100 Cm and 80 Cm, Y axis with FFD 80 Cm, and
on villa sistei medicali SpA plane on X axis with FFD 80 Cm, Y axis at FFD 80 Cm.
Keywords : X-ray beam, computed radiographaphy, X-ray macine, Focus Film Distance.
ABSTRAK
Pengujian kolimator merupakan salah satu program Quality Control (QC) pesawat sinar-X, salah satu
pengujian berkas titik pusat dan luas berkas kolimator dengan menggunakan unit RMI. Tujuan pengujian
kolimator adalah untuk mengetahui kesesuaian luas lapang kolimator dengan luas lapang berkas sinar-X dalam
toleransi ≤ 2% Focus Film Distance (FFD) dan kesesuaian berkas titik pusat sinar-X dalam toleransi Ɵ = 3˚
yang telah ditentukan oleh Keputusan Menteri Kesehatan No. 1250/SK/XII/2009. Penelitian dilakukan
menggunakan variasi FFD pada jarak 100 Cm, 90 Cm, 80 Cm, pada tiga pesawat sinar-X diinstalasi radiologi
RSUD Raden Matther Jambi. Dalam penelitian ini menggunakan unit radiograf digital (DR) atau computed
radiogrhaphy, tidak lagi menggunakan radiograf konvesional seperti penelitian-penelitian sebelumnya.
Penyimpangan atau ketidaksesuaian luas lapang kolimator dengan luas lapang berkas sinar-X dilakukan
dengan cara mengevaluasi batas tegas garis yang dibentuk oleh sumbu X dan sumbu Y, kemudian menentukan
titik tengah antara batas tegas garis dan batas radiasi hambur. Hasil penyimpangan disimpulkan bahwa tidak
terjadi penyimpangan pada titik pusat berkas sinar-X utuk ketiga pesawat sinar-X yang diuji semua pesawat
masih berada dalam ambang batas toleransi Ɵ = 3˚. Tetapi untuk nilai luas kolimator semua pesawat sinar-X
yang telah diuji mengalami penyimpangan yang melebihi ambang batas 2% FFD yang telah ditetapkan dimana
pesawat trophy radiologie france terjadi penyimpangan pada sumbu Y dengan nilai FFD 90 Cm, dan 80 Cm,
pesawat hyundai medicaly X-ray pada sumbu X dengan FFD 100 Cm dan 80 Cm, sumbu Y dengan nilai FFD
80 Cm, dan pada pesawat villa sistei medicali S.p.A pada sumbu X dengan FFD 80 Cm, sumbu Y pada FFD 80
Cm.
Kata kunci : Sinar-X, computer radiografi, pesawat sinar-X, Focus Film Distance (FFD).
PENDAHULUAN
Pesawat sinar-X adalah pesawat yang
menghasilkan gelombang elektromagnetik
frekuensi tinggi (sinar-X) untuk digunakan
dalamdiagnostik atau terapi.Sinar-X berenergi
tinggi yang mampu menembus objek dan
membentuk
gambaran
pada
kaset
77
radiografi,sedangkan yang energinya rendah
akan diserap oleh bahan objek. Besarnya
penyerapan oleh bahan tergantung dari
panjang gelombang sinar-X, susunan obyek
yang terdapat pada alur berkas sinar-X, dan
ketebalan serta kerapatanbahan.
Uji Kesesuaian (Compliance Testing)
adalah uji untuk memastikan bahwa pesawat
Sinar-X memenuhi persyaratan keselamatan
radiasi dan memberikan informasi diagnosis
atau pelaksanaan radiologi yang tepat dan
akurat [1]. Uji kesesuaian merupakan dasar
dari suatu program jaminanmutu radiologi
diagnostik yang mencakup sebagian tes
program jaminan mutu, khususnya parameter
yang menyangkut keselamatan radiasi. Tujuan
utama Program Jaminan Kualitas (Quality
Assurance Program) pada Instalasi Radiologi
adalah diagnosa pasien yang tepat dan akurat.
Tujuan ini akan terkait dengan program
jaminan kualitas menyeluruh yang disesuaikan
dengan kebutuhan fasilitas yang mencakup 3
(tiga) hal, yaitu: mengurangi paparan radiasi,
peningkatan citra diagnostik dan siasat
penekanan biaya [2].
Pada penelitian ini penulis menguji
pesawat sinar-X dengan tiga variasi jarak
tabung dengan kaset (FFD) yaitu, 80 cm, 90
cm, dan 100 cm. Pengujian dilakukan pada
tiga pesawat X-Ray yang tersedia diinstalasi
radiologi RSUD Raden Mattaher. Penelitian
ini dilakukan untuk memastikan pesawat sinarX yang tersedia diinstalasi radiologi masih
berada pada ambang batas atau telah melewati
ambang batas yang ditetapkan oleh Keputusan
Menteri Kesehatan No. 1250/SK/XII/2009. Uji
kesesuaian ini seharusnya dilakukan secara
rutin minimal enam bulan sekali, tetapi
pesawat yang ada diinstalasi radiologi RSUD
Raden Mattaher sangat jarang dilakukan
pengujian satu atau dua tahun sekali pengujian
yang dilakukan oleh BATAN menyebabkan
pernah terjadinya kesalahan diagnosa pada
hasil film radiografi sehingga berakibat fatal
pada pendiagnosaan penyakit. Sehingga
menjadi salah satu faktor peneliti ingin
melakukan uji kesesuaian pada pesawat sinarX diinstalasi radiologi.
METODE
Bahan penelitian
Adapun alat yang digunakan pada
penelitian kali ini adalah tiga pesawat sinar-X,
tropy radiologie france, hyundai medicaly xray, dan villa sistemi medical S.p.A, unit RMI
colimator test tool dan beam alighment test
tool, computed radiografi, imaging plate, dan
waterpass.
Pengambilan citra radiografi
Pengambilan citra radiografi dilakukan
dengan persiapan alat beam alighment tes tool
dan colimator test tool ditempatkan diatas
imaging plate tanpa adanya kemiringan
kemudian diatur jarak antara tabung dan kaset
atau imaging plate setinggi 80 Cm, tempatkan
kaset dan unit RMI colimator tes tool dan
beam alighment tes tool dibawah penyinaran
pesawat sinar-X yang digunakan kemudian
dilakukan pengambilan citra (...truncated)