UJI KESESUAIAN BERKAS SINAR-X DENGAN BERKAS KOLIMATOR PADA PESAWAT SINAR-X DI INSTALASI RADIOLOGI RSUD RADEN MATTAHER JAMBI

Komunikasi Fisika Indonesia, Apr 2018

The collimator test is one of the X-ray Quality Control (QC) program, one of the central point beam testing and the area of the collimator beam using the RMI unit. The purpose of the collimator test is to find out the suitability of the broad field of collimator with the area of X-ray beam in tolerance of ≤ 2% Focus Film Distance (FFD) and the correspondence of the X-ray center point in tolerance Ɵ = 3˚ as determined by the Minister of Health Decree No . 1250 / SK / XII / 2009. The study was conducted using variations of FFD at 100 Cm, 90 Cm, 80 Cm, on three X-ray radiation radiology radiation RSUD Raden Matther Jambi. In this study using digital radiograph unit (DR) or computed radiographaphy, no longer using conventional radiographs such as previous studies. Irregularities or wide discrepancies in the area of the X-ray beam are evaluated by evaluating the firm boundary of the line formed by the X-axis and Y-axis, then determining the midpoint between the line boundary and the radiation boundary of the scatter. The deviation results concluded that there was no deviation at the central point of X-ray beam for all X-ray aircraft tested by all aircraft still within the tolerance threshold Ɵ = 3˚. But for the value of the collimator area all the X-ray macine tested has deviations exceeding the predefined 2% FFD threshold where the radiologie france plane occurs deviation on the Y axis with FFD 90 Cm and 80 Cm, hyundai medicaly X- ray on X axis with FFD 100 Cm and 80 Cm, Y axis with FFD 80 Cm, and on villa sistei medicali SpA plane on X axis with FFD 80 Cm, Y axis at FFD 80 Cm.

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://kfi.ejournal.unri.ac.id/index.php/JKFI/article/download/5905/5446

UJI KESESUAIAN BERKAS SINAR-X DENGAN BERKAS KOLIMATOR PADA PESAWAT SINAR-X DI INSTALASI RADIOLOGI RSUD RADEN MATTAHER JAMBI

Komunikasi Fisika Indonesia Edisi April 2018 | Vol. 15 | No. 01 Jurusan Fisika FMIPA Univ. Riau Pekanbaru p-ISSN.1412-2960 | e-2579-521X Web: http://ejournal.unri.ac.id./index.php/JKFI Email: UJI KESESUAIAN BERKAS SINAR-X DENGAN BERKAS KOLIMATOR PADA PESAWAT SINAR-X DI INSTALASI RADIOLOGI RSUD RADEN MATTAHER JAMBI Enggel Fransiska*, Nehru, Muhammad Ficky Afrianto Program Studi Fisika Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Jambi Jl. Jambi-Ma. Bulian KM 15 Mendalo Darat Jambi 36361 *E-mail: ABSTRACT The collimator test is one of the X-ray Quality Control (QC) program, one of the central point beam testing and the area of the collimator beam using the RMI unit. The purpose of the collimator test is to find out the suitability of the broad field of collimator with the area of X-ray beam in tolerance of ≤ 2% Focus Film Distance (FFD) and the correspondence of the X-ray center point in tolerance Ɵ = 3˚ as determined by the Minister of Health Decree No . 1250 / SK / XII / 2009. The study was conducted using variations of FFD at 100 Cm, 90 Cm, 80 Cm, on three X-ray radiation radiology radiation RSUD Raden Matther Jambi. In this study using digital radiograph unit (DR) or computed radiographaphy, no longer using conventional radiographs such as previous studies. Irregularities or wide discrepancies in the area of the X-ray beam are evaluated by evaluating the firm boundary of the line formed by the X-axis and Y-axis, then determining the midpoint between the line boundary and the radiation boundary of the scatter. The deviation results concluded that there was no deviation at the central point of X-ray beam for all X-ray aircraft tested by all aircraft still within the tolerance threshold Ɵ = 3˚. But for the value of the collimator area all the X-ray macine tested has deviations exceeding the predefined 2% FFD threshold where the radiologie france plane occurs deviation on the Y axis with FFD 90 Cm and 80 Cm, hyundai medicaly X- ray on X axis with FFD 100 Cm and 80 Cm, Y axis with FFD 80 Cm, and on villa sistei medicali SpA plane on X axis with FFD 80 Cm, Y axis at FFD 80 Cm. Keywords : X-ray beam, computed radiographaphy, X-ray macine, Focus Film Distance. ABSTRAK Pengujian kolimator merupakan salah satu program Quality Control (QC) pesawat sinar-X, salah satu pengujian berkas titik pusat dan luas berkas kolimator dengan menggunakan unit RMI. Tujuan pengujian kolimator adalah untuk mengetahui kesesuaian luas lapang kolimator dengan luas lapang berkas sinar-X dalam toleransi ≤ 2% Focus Film Distance (FFD) dan kesesuaian berkas titik pusat sinar-X dalam toleransi Ɵ = 3˚ yang telah ditentukan oleh Keputusan Menteri Kesehatan No. 1250/SK/XII/2009. Penelitian dilakukan menggunakan variasi FFD pada jarak 100 Cm, 90 Cm, 80 Cm, pada tiga pesawat sinar-X diinstalasi radiologi RSUD Raden Matther Jambi. Dalam penelitian ini menggunakan unit radiograf digital (DR) atau computed radiogrhaphy, tidak lagi menggunakan radiograf konvesional seperti penelitian-penelitian sebelumnya. Penyimpangan atau ketidaksesuaian luas lapang kolimator dengan luas lapang berkas sinar-X dilakukan dengan cara mengevaluasi batas tegas garis yang dibentuk oleh sumbu X dan sumbu Y, kemudian menentukan titik tengah antara batas tegas garis dan batas radiasi hambur. Hasil penyimpangan disimpulkan bahwa tidak terjadi penyimpangan pada titik pusat berkas sinar-X utuk ketiga pesawat sinar-X yang diuji semua pesawat masih berada dalam ambang batas toleransi Ɵ = 3˚. Tetapi untuk nilai luas kolimator semua pesawat sinar-X yang telah diuji mengalami penyimpangan yang melebihi ambang batas 2% FFD yang telah ditetapkan dimana pesawat trophy radiologie france terjadi penyimpangan pada sumbu Y dengan nilai FFD 90 Cm, dan 80 Cm, pesawat hyundai medicaly X-ray pada sumbu X dengan FFD 100 Cm dan 80 Cm, sumbu Y dengan nilai FFD 80 Cm, dan pada pesawat villa sistei medicali S.p.A pada sumbu X dengan FFD 80 Cm, sumbu Y pada FFD 80 Cm. Kata kunci : Sinar-X, computer radiografi, pesawat sinar-X, Focus Film Distance (FFD). PENDAHULUAN Pesawat sinar-X adalah pesawat yang menghasilkan gelombang elektromagnetik frekuensi tinggi (sinar-X) untuk digunakan dalamdiagnostik atau terapi.Sinar-X berenergi tinggi yang mampu menembus objek dan membentuk gambaran pada kaset 77 radiografi,sedangkan yang energinya rendah akan diserap oleh bahan objek. Besarnya penyerapan oleh bahan tergantung dari panjang gelombang sinar-X, susunan obyek yang terdapat pada alur berkas sinar-X, dan ketebalan serta kerapatanbahan. Uji Kesesuaian (Compliance Testing) adalah uji untuk memastikan bahwa pesawat Sinar-X memenuhi persyaratan keselamatan radiasi dan memberikan informasi diagnosis atau pelaksanaan radiologi yang tepat dan akurat [1]. Uji kesesuaian merupakan dasar dari suatu program jaminanmutu radiologi diagnostik yang mencakup sebagian tes program jaminan mutu, khususnya parameter yang menyangkut keselamatan radiasi. Tujuan utama Program Jaminan Kualitas (Quality Assurance Program) pada Instalasi Radiologi adalah diagnosa pasien yang tepat dan akurat. Tujuan ini akan terkait dengan program jaminan kualitas menyeluruh yang disesuaikan dengan kebutuhan fasilitas yang mencakup 3 (tiga) hal, yaitu: mengurangi paparan radiasi, peningkatan citra diagnostik dan siasat penekanan biaya [2]. Pada penelitian ini penulis menguji pesawat sinar-X dengan tiga variasi jarak tabung dengan kaset (FFD) yaitu, 80 cm, 90 cm, dan 100 cm. Pengujian dilakukan pada tiga pesawat X-Ray yang tersedia diinstalasi radiologi RSUD Raden Mattaher. Penelitian ini dilakukan untuk memastikan pesawat sinarX yang tersedia diinstalasi radiologi masih berada pada ambang batas atau telah melewati ambang batas yang ditetapkan oleh Keputusan Menteri Kesehatan No. 1250/SK/XII/2009. Uji kesesuaian ini seharusnya dilakukan secara rutin minimal enam bulan sekali, tetapi pesawat yang ada diinstalasi radiologi RSUD Raden Mattaher sangat jarang dilakukan pengujian satu atau dua tahun sekali pengujian yang dilakukan oleh BATAN menyebabkan pernah terjadinya kesalahan diagnosa pada hasil film radiografi sehingga berakibat fatal pada pendiagnosaan penyakit. Sehingga menjadi salah satu faktor peneliti ingin melakukan uji kesesuaian pada pesawat sinarX diinstalasi radiologi. METODE Bahan penelitian Adapun alat yang digunakan pada penelitian kali ini adalah tiga pesawat sinar-X, tropy radiologie france, hyundai medicaly xray, dan villa sistemi medical S.p.A, unit RMI colimator test tool dan beam alighment test tool, computed radiografi, imaging plate, dan waterpass. Pengambilan citra radiografi Pengambilan citra radiografi dilakukan dengan persiapan alat beam alighment tes tool dan colimator test tool ditempatkan diatas imaging plate tanpa adanya kemiringan kemudian diatur jarak antara tabung dan kaset atau imaging plate setinggi 80 Cm, tempatkan kaset dan unit RMI colimator tes tool dan beam alighment tes tool dibawah penyinaran pesawat sinar-X yang digunakan kemudian dilakukan pengambilan citra (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://kfi.ejournal.unri.ac.id/index.php/JKFI/article/download/5905/5446
Article home page: https://kfi.ejournal.unri.ac.id/index.php/JKFI/article/view/5905/5446

Enggel Fransiska, Nehru Nehru, Afrianto Muhammad Ficky. UJI KESESUAIAN BERKAS SINAR-X DENGAN BERKAS KOLIMATOR PADA PESAWAT SINAR-X DI INSTALASI RADIOLOGI RSUD RADEN MATTAHER JAMBI, Komunikasi Fisika Indonesia, 2018, pp. 77-83,