Hubungan Pengetahuan Ibu dengan Tingkat Kecemasan Tentang Efek Samping Pemberian Imunisasi Difteri Pertusis Tetanus (DPT) Di Posyandu Desa Kajuara

Jurnal Ilmiah Mappadising, Mar 2024

Immunization is a way to cause immunity or immunity to a person by preparing and causing antibodies, so that the body is ready to cope with the germs that come. That person becomes painless, or even if only mild pain without complications. The purpose of this research is to know the correlation between mother's knowledge level with mother's anxiety toward side effect of immunization at Posyandu Kajuara village Regency of Bone. Descriptive analytic research design with cross sectional type (design). This research was conducted at Posyandu Kajuara village Regency of Bone with total sample of 20 respondents. According to the result of statistical test with Chi-square test, the value of α = 0,022 where the value is <α = 0,05 which means there is correlation of knowledge level with maternal anxiety to the side effect of immunization at Kajuara village Regency of Bone. Abstrak Imunisasi adalah cara untuk menimbulkan imunitas atau kekebalan pada seseorang dengan menyiapkan dan menimbulkan antibodi, sehingga tubuh siap mengatasi kuman yang datang. Orang itupun menjadi tidak sakit, atau kalaupun sakit hanya yang ringan saja tanpa komplikasi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu dengan tingkat kecemasan tentang efek samping imunisasi di Posyandu Desa Kajuara Kabupaten Bone. Desain penelitian deskriptif analitic dengan jenis (rancangan) cross sectional. Penelitian ini dilaksanakan di Posyandu Desa Kajuara Kabupaten Bone dengan jumlah sampel sebanyak 20 responden. Menurut hasil uji statistik yang dilakukan dengan metode uji Chi-square didapatkan nilai ρ=0,022 dimana nilainya < α = 0,05 yang berarti ada hubungan pengetahuan ibu dengan tingkat kecemasan tentang efek samping imunisasi di Posyandu Desa Kajuara Kabupaten Bone.

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://ojs.univprima.ac.id/index.php/mappadising/article/download/575/439

Hubungan Pengetahuan Ibu dengan Tingkat Kecemasan Tentang Efek Samping Pemberian Imunisasi Difteri Pertusis Tetanus (DPT) Di Posyandu Desa Kajuara

Jurnal Ilmiah Mappadising Volume 6 Nomor 1 Maret 2024 p-ISSN: 2686-3324 e-ISSN: 2808-4292 HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU DENGAN TINGKAT KECEMASAN TENTANG EFEK SAMPING PEMBERIAN IMUNISASI DIFTERI PERTUSIS TETANUS (DPT) DI POSYANDU DESA KAJUARA Nirmawati Darwis1*, Ruslang2, Ery Wardanengsih1 1 2 Program Studi Keperawatan, Fakultas Ilmu Kesehatan,Universitas Puangrimaggalatung, Wajo, Indonesia Program Studi Administrasi Kesehatan, FakultasI lmu Kesehatan, Universitas Puangrimaggalatung, Wajo, Indonesia * Corresponding author: email: Abstract Immunization is a way to cause immunity or immunity to a person by preparing and causing antibodies, so that the body is ready to cope with the germs that come. That person becomes painless, or even if only mild pain without complications. The purpose of this research is to know the correlation between mother's knowledge level with mother's anxiety toward side effect of immunization at Posyandu Kajuara village Regency of Bone. Descriptive analytic research design with cross sectional type (design). This research was conducted at Posyandu Kajuara village Regency of Bone with total sample of 20 respondents. According to the result of statistical test with Chi-square test, the value of α = 0,022 where the value is <α = 0,05 which means there is correlation of knowledge level with maternal anxiety to the side effect of immunization at Kajuara village Regency of Bone. Keywords: Level of knowledge, Anxiety Abstrak Imunisasi adalah cara untuk menimbulkan imunitas atau kekebalan pada seseorang dengan menyiapkan dan menimbulkan antibodi, sehingga tubuh siap mengatasi kuman yang datang. Orang itupun menjadi tidak sakit, atau kalaupun sakit hanya yang ringan saja tanpa komplikasi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu dengan tingkat kecemasan tentang efek samping imunisasi di Posyandu Desa Kajuara Kabupaten Bone. Desain penelitian deskriptif analitic dengan jenis (rancangan) cross sectional. Penelitian ini dilaksanakan di Posyandu Desa Kajuara Kabupaten Bone dengan jumlah sampel sebanyak 20 responden. Menurut hasil uji statistik yang dilakukan dengan metode uji Chi-square didapatkan nilai ρ=0,022 dimana nilainya < α = 0,05 yang berarti ada hubungan pengetahuan ibu dengan tingkat kecemasan tentang efek samping imunisasi di Posyandu Desa Kajuara Kabupaten Bone. Kata Kunci: Tingkat pengetahuan, Kecemasan PENDAHULUAN Imunisasi merupakan salah satu upaya untuk mencegah penyakit menular dan meningkatkan derajat kesehatan nasional (Rakhmawati M, 2020). Program imuisasi merupakan salah satu kegiatan prioritas Kementrian Kesehatan Republik Indonesia dan salah bentuk nyata komitmen peerintah untuk mencapai Sustainable Development Goals (SDGs) khususnya daIam menurunkan angka kematian pada anak. Indikator dari keberhasilan pelaksanaan imunisasi diukur dengan pencapaian dari Universal Child Immunization (UCI) yaitu ≥ 95% dari jumlah bayi yang berusia 0-11 bulan yang berada di desa ataupun kelurahan itu yang telah mendapatkan imunisasi dasar lengkap, yang terdiri atas BCG, Hepatitis B, DPT-HBHiB, Polio, dan Campak (mustika WI, 2020). Pada saat ini anak-anak di Indonesia masih ada yang belum mendapatkan imunisasi lengkap, bahkan ada yang belum mendapatkan dari lahir. Itu menyebabkan anak-anak tersebut https://ojs.univprima.ac.id/index.php/mappadising 22 Jurnal Ilmiah Mappadising Volume 6 Nomor 1 Maret 2024 p-ISSN: 2686-3324 e-ISSN: 2808-4292 mudah terkena penyakit menular karena tidak ada kekebalan terhadap penyakit tersebut (Kemenkes RI, 2018). WHO telah melaporkan bahwa terdapat sekitar 42% kematian bayi yang baru lahir yang disebabkan dari berbagai penyakit infeksi seperti, infeksi pada saIuran napas, tetanus neonatorum, sepsis, meningitis, dan infeksi gastrointestinal. Ada juga beberapa penyebab dari penyakit yang mematikan bayi yaitu namun dapat dicegah dengan imunisasi yaitu tetanus, campak, dan difteri (Sari P, dkk, 2022). Imunisasi DPT adalah suatu upaya pemberian toksoid difteri vaksin pertusis dan vaksin tetanus yang bertujuan untuk menimbulkan kekebalan aktif terhadap penyakit difteri, pertusis, dan tetanus dalam waktu yang bersamaan (Mansjoer et al, 2000). Terdapat efek samping setelah pelaksanaan imunisasi DPT yang merupakan suatu kejadian sakit yang terjadi setelah menerima imunisasi yang diduga berhubungan dengan imunisasi. Peran seorang ibu pada program imunisasi sangatlah penting, Karena suatu pengetahuan tentang program imunisasi amat diperlukan dalam pelaksanaan imunisasi (Muliani, N.S. 2013). Pemahaman persepsi dan pengetahuan ibu tentang imunisasi membantu pengembangan program kesehatan. Imunisasi DPT dasar diberikan 3 kali sejak anak umur dua bulan dengan interval 4 - 6 minggu. DPT 1 diberikan umur 2 – 4 bulan, DPT 2 umur 3 -5 bulan, dan DPT 3 umur 4 -6 bulan. Imunisasi DPT pada bayi tiga kali (3 dosis ) akan memberikan imunitas satu sampai 3 tahun. Rendahnya beberapa cakupan imunisasi dan tidak lengkapnya imunisasi dasar yang tinggi di daerah indonesia tak lepas dari pengetahuan dan sikap orang tua terutama ibu dalam memberikan imunisasi pada anak. Kesalahpahaman tentang kontraindikasi dan efek yang tidak diinginkan dari imunisasi sering dijadikan alasan untuk membatalkan niat ibu dalam memberikan pencegahan dengan imunisasi pada anak. Setiap bulan sudah dijadwalkan sebagai hari pelayanan dan pemberian imunisasi di Posyandu di Desa Kajuara Kabupaten Bone, kebanyakan ibu tidak membawa anaknya melakukan imunisasi karena minimnya pengetahuan ibu tentang pentingnya imunisasi dan meningkatnya kecemasan ibu terhadap efek samping yang ditimbulkan imunisasi. Seperti demam yang terjadi sehingga bulan berikutnya tidak datang lagi membawa anaknya untuk imunisasi. Imunisasi pada anak tentunya memberi pengaruh besar bagi seorang ibu karena imunisasi dapat memberikan efek samping pada anak tersebut. Berdasarkan data yang diperoleh dari Posyandu Desa Kajuara Kabupaten Bone sekitar 40 anak telah melakukan imunisasi selama selama tiga bulan terkahir ini terus menurun dan berdasarkan hasil wawancara pada 20 ibu didapatkan ada 8 ibu (20%) yang mengatakan tidak cemas dengan efek samping yang terjadi pada bayi setelah mendapatkan imunisasi, selebihnya sebanyak 12 ibu (80%) mengatakan cemas. Hal ini menunjukkan banyak ibu balita merasakan kecemasan sehungga kebanyakan ibu tidak membawa anaknya untuk dilakukan imunisasi meskipun dalam survey ini belum dilakukan identifikasi tingkat kecemasannya (kategori cemas ringan, sedang atau berat). Berdasarkan uraian tersebut maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “HubunganPengetahuan Ibu dengan Tingkat Kecemasan tentang Efek Samping Imunisasi Difteri Pertusis Tetanus (DPT) di Posyandu Desa Kajuara Kabupaten Bone. METODE Penelitian ini adalah yaitu yang menghubungkan tingkat pengetahuan dengan tingkat kecemasan ibu tentang efek samping pada pemberian imunisasi DPT dengan pendekatan cross sectional karena antara variabel bebas dan variabel terikat diukur secara bers (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://ojs.univprima.ac.id/index.php/mappadising/article/download/575/439
Article home page: https://ojs.univprima.ac.id/index.php/mappadising/article/view/575/439

Darwis Nirmawati, Ery Wardanengsih, Ruslang. Hubungan Pengetahuan Ibu dengan Tingkat Kecemasan Tentang Efek Samping Pemberian Imunisasi Difteri Pertusis Tetanus (DPT) Di Posyandu Desa Kajuara, Jurnal Ilmiah Mappadising, 2024, pp. 22-27,