Hubungan Pengetahuan Ibu dengan Tingkat Kecemasan Tentang Efek Samping Pemberian Imunisasi Difteri Pertusis Tetanus (DPT) Di Posyandu Desa Kajuara
Jurnal Ilmiah Mappadising
Volume 6 Nomor 1 Maret 2024
p-ISSN: 2686-3324
e-ISSN: 2808-4292
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU DENGAN TINGKAT KECEMASAN
TENTANG EFEK SAMPING PEMBERIAN IMUNISASI DIFTERI
PERTUSIS TETANUS (DPT) DI POSYANDU DESA KAJUARA
Nirmawati Darwis1*, Ruslang2, Ery Wardanengsih1
1
2
Program Studi Keperawatan, Fakultas Ilmu Kesehatan,Universitas Puangrimaggalatung, Wajo, Indonesia
Program Studi Administrasi Kesehatan, FakultasI lmu Kesehatan, Universitas Puangrimaggalatung, Wajo,
Indonesia
*
Corresponding author: email:
Abstract
Immunization is a way to cause immunity or immunity to a person by preparing and causing antibodies,
so that the body is ready to cope with the germs that come. That person becomes painless, or even if
only mild pain without complications. The purpose of this research is to know the correlation between
mother's knowledge level with mother's anxiety toward side effect of immunization at Posyandu Kajuara
village Regency of Bone. Descriptive analytic research design with cross sectional type (design). This
research was conducted at Posyandu Kajuara village Regency of Bone with total sample of 20
respondents. According to the result of statistical test with Chi-square test, the value of α = 0,022 where
the value is <α = 0,05 which means there is correlation of knowledge level with maternal anxiety to the
side effect of immunization at Kajuara village Regency of Bone.
Keywords: Level of knowledge, Anxiety
Abstrak
Imunisasi adalah cara untuk menimbulkan imunitas atau kekebalan pada seseorang dengan
menyiapkan dan menimbulkan antibodi, sehingga tubuh siap mengatasi kuman yang datang. Orang
itupun menjadi tidak sakit, atau kalaupun sakit hanya yang ringan saja tanpa komplikasi. Tujuan
penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu dengan tingkat kecemasan tentang efek
samping imunisasi di Posyandu Desa Kajuara Kabupaten Bone. Desain penelitian deskriptif analitic
dengan jenis (rancangan) cross sectional. Penelitian ini dilaksanakan di Posyandu Desa Kajuara
Kabupaten Bone dengan jumlah sampel sebanyak 20 responden. Menurut hasil uji statistik yang
dilakukan dengan metode uji Chi-square didapatkan nilai ρ=0,022 dimana nilainya < α = 0,05 yang
berarti ada hubungan pengetahuan ibu dengan tingkat kecemasan tentang efek samping imunisasi di
Posyandu Desa Kajuara Kabupaten Bone.
Kata Kunci: Tingkat pengetahuan, Kecemasan
PENDAHULUAN
Imunisasi merupakan salah satu upaya untuk mencegah penyakit menular dan
meningkatkan derajat kesehatan nasional (Rakhmawati M, 2020). Program imuisasi merupakan
salah satu kegiatan prioritas Kementrian Kesehatan Republik Indonesia dan salah bentuk nyata
komitmen peerintah untuk mencapai Sustainable Development Goals (SDGs) khususnya daIam
menurunkan angka kematian pada anak. Indikator dari keberhasilan pelaksanaan imunisasi
diukur dengan pencapaian dari Universal Child Immunization (UCI) yaitu ≥ 95% dari jumlah
bayi yang berusia 0-11 bulan yang berada di desa ataupun kelurahan itu yang telah mendapatkan
imunisasi dasar lengkap, yang terdiri atas BCG, Hepatitis B, DPT-HBHiB, Polio, dan Campak
(mustika WI, 2020).
Pada saat ini anak-anak di Indonesia masih ada yang belum mendapatkan imunisasi
lengkap, bahkan ada yang belum mendapatkan dari lahir. Itu menyebabkan anak-anak tersebut
https://ojs.univprima.ac.id/index.php/mappadising
22
Jurnal Ilmiah Mappadising
Volume 6 Nomor 1 Maret 2024
p-ISSN: 2686-3324
e-ISSN: 2808-4292
mudah terkena penyakit menular karena tidak ada kekebalan terhadap penyakit tersebut
(Kemenkes RI, 2018). WHO telah melaporkan bahwa terdapat sekitar 42% kematian bayi yang
baru lahir yang disebabkan dari berbagai penyakit infeksi seperti, infeksi pada saIuran napas,
tetanus neonatorum, sepsis, meningitis, dan infeksi gastrointestinal. Ada juga beberapa
penyebab dari penyakit yang mematikan bayi yaitu namun dapat dicegah dengan imunisasi
yaitu tetanus, campak, dan difteri (Sari P, dkk, 2022).
Imunisasi DPT adalah suatu upaya pemberian toksoid difteri vaksin pertusis dan vaksin
tetanus yang bertujuan untuk menimbulkan kekebalan aktif terhadap penyakit difteri, pertusis,
dan tetanus dalam waktu yang bersamaan (Mansjoer et al, 2000). Terdapat efek samping setelah
pelaksanaan imunisasi DPT yang merupakan suatu kejadian sakit yang terjadi setelah menerima
imunisasi yang diduga berhubungan dengan imunisasi. Peran seorang ibu pada program
imunisasi sangatlah penting, Karena suatu pengetahuan tentang program imunisasi amat
diperlukan dalam pelaksanaan imunisasi (Muliani, N.S. 2013). Pemahaman persepsi dan
pengetahuan ibu tentang imunisasi membantu pengembangan program kesehatan. Imunisasi
DPT dasar diberikan 3 kali sejak anak umur dua bulan dengan interval 4 - 6 minggu. DPT 1
diberikan umur 2 – 4 bulan, DPT 2 umur 3 -5 bulan, dan DPT 3 umur 4 -6 bulan. Imunisasi
DPT pada bayi tiga kali (3 dosis ) akan memberikan imunitas satu sampai 3 tahun.
Rendahnya beberapa cakupan imunisasi dan tidak lengkapnya imunisasi dasar yang
tinggi di daerah indonesia tak lepas dari pengetahuan dan sikap orang tua terutama ibu dalam
memberikan imunisasi pada anak. Kesalahpahaman tentang kontraindikasi dan efek yang tidak
diinginkan dari imunisasi sering dijadikan alasan untuk membatalkan niat ibu dalam
memberikan pencegahan dengan imunisasi pada anak.
Setiap bulan sudah dijadwalkan sebagai hari pelayanan dan pemberian imunisasi di
Posyandu di Desa Kajuara Kabupaten Bone, kebanyakan ibu tidak membawa anaknya
melakukan imunisasi karena minimnya pengetahuan ibu tentang pentingnya imunisasi dan
meningkatnya kecemasan ibu terhadap efek samping yang ditimbulkan imunisasi. Seperti
demam yang terjadi sehingga bulan berikutnya tidak datang lagi membawa anaknya untuk
imunisasi.
Imunisasi pada anak tentunya memberi pengaruh besar bagi seorang ibu karena
imunisasi dapat memberikan efek samping pada anak tersebut. Berdasarkan data yang
diperoleh dari Posyandu Desa Kajuara Kabupaten Bone sekitar 40 anak telah melakukan
imunisasi selama selama tiga bulan terkahir ini terus menurun dan berdasarkan hasil wawancara
pada 20 ibu didapatkan ada 8 ibu (20%) yang mengatakan tidak cemas dengan efek samping
yang terjadi pada bayi setelah mendapatkan imunisasi, selebihnya sebanyak 12 ibu (80%)
mengatakan cemas. Hal ini menunjukkan banyak ibu balita merasakan kecemasan sehungga
kebanyakan ibu tidak membawa anaknya untuk dilakukan imunisasi meskipun dalam survey
ini belum dilakukan identifikasi tingkat kecemasannya (kategori cemas ringan, sedang atau
berat).
Berdasarkan uraian tersebut maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan
judul “HubunganPengetahuan Ibu dengan Tingkat Kecemasan tentang Efek Samping Imunisasi
Difteri Pertusis Tetanus (DPT) di Posyandu Desa Kajuara Kabupaten Bone.
METODE
Penelitian ini adalah yaitu yang menghubungkan tingkat pengetahuan dengan tingkat
kecemasan ibu tentang efek samping pada pemberian imunisasi DPT dengan pendekatan cross
sectional karena antara variabel bebas dan variabel terikat diukur secara bers (...truncated)