HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN TINGKAT KECEMASAN PERAWAT DALAM MEMBERIKAN IMUNISASI TAMBAHAN DI POSYANDU WILAYAH KERJA UPT. PUSKESMAS BUNYU
Aspiration of Health Journal
e-ISSN 2985-8267
Vol. 01 No. 01, Maret 2023: 127-134
DOI : https://doi.org/10.55681/aohj.v1i1.93
Website : https://ejournal.itka.ac.id/index.php/aohj
HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN TINGKAT KECEMASAN PERAWAT DALAM
MEMBERIKAN IMUNISASI TAMBAHAN DI POSYANDU WILAYAH KERJA UPT.
PUSKESMAS BUNYU
Patimah1*, Gajali Rahman2, Badar3
1,2,3
Politeknik Kesehatan Kalimantan Timur
*Corresponding Author:
Article Info
Abstract
Article History:
Received:
25 February 2023
Accepted:
20 March 2023
Perawat memiliki peran penting dalam menjalankan program imunisasi,
tentunya dalam hal ini didukung dengan pengetahuan yang dimiliki tentang
penatalaksanaan imunisasi di posyandu. Namun tak jarang perawat juga
berisiko mengalami kecemasan terhadap tindakan pemberian imunisasi yang
telah dilakukan, mengingat efek jangka panjang dari imunisasi jika tidak
diberikan secara tepat dan benar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
hubungan pengetahuan dan tingkat kecemasan perawat dalam memberikan
imunisasi tambahan di Posyandu Wilayah Kerja UPT. Puskesmas Bunyu.
Desain penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan
menggunakan metode cross sectional. Sampel yang digunakan sebanyak 25
perawat dengan teknik purposive sampling. Data yang diperoleh kemudian
dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi square. Hasil
penelitian ini didapatkan p=0,032 < 0,05 yang artinya H0 ditolak sehingga Ha
diterima. Secara statistik ada hubungan antara variabel pengetahuan dengan
tingkat kecemasan perawat dalam memberikan imunisasi tambahan di
Posyandu Wilayah Kerja UPT. Puskesmas Bunyu. Ada hubungan
pengetahuan dengan tingkat kecemasan perawat dalam memberikan
imunisasi tambahan di Posyandu Wilayah Kerja UPT. Puskesmas Bunyu.
Sehingga pengetahuan perawat sangat penting ditingkatkan agar pemberian
imunisasi dilakuan secara tepat dan benar serta diikuti dengan risiko
kecemasan yang tidak terjadi.
Keywords:
pengetahuan, imunisasi,
posyandu, kecemasan perawat
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
127
Aspiration of Health Journal, Vol. 01 No. 01, Maret 2023: 127-134
e-ISSN 2985-8267
PENDAHULUAN
Dalam rangka mewujudkan derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya
diperlukan upaya untuk mencegah terjadinya suatu penyakit melalui imunisasi. Menurut
Dewi dan Megaputri (2021), Imunisasi berasal dari kata imun, kebal atau resisten. Imunisasi
dapat didefinisikan sebagai pemberian kekebalan kepada seseorang secara aktif buatan di
mana seseorang diberikan suatu virus atau bakteri atau toxin yang dilemahkan dan
kemudian tubuh seseorang secara aktif membuat antibodi terhadap virus atau bakteri atau
toxin sehingga bila terpapar dengan penyakit tersebut tidak akan menderita penyakit
tersebut. Seseorang yang diimunisasi berarti diberikan kekebalan terhadap suatu penyakit
tertentu. Anak kebal atau resisten terhadap suatu penyakit tetapi belum tentu kebal terhadap
penyakit yang lain (Demsa, 2019).
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), pada tahun 2018 ada sekitar 20 juta
anak di dunia yang tidak mendapatkan imunisasi lengkap. Di Indonesia jumlah anak yang
tidak mendapatkan imunisasi lengkap pada tahun 2019 hingga tahun 2021 adalah sebanyak
1.714.471. Kalimantan Utara merupakan salah satu provinsi di Indonesia dengan jumlah
anak yang belum mendapatkan imunisasi lengkap sebanyak 13.692 (Kemenkes, 2021).
Pada wilayah posyandu Puskesmas Bunyu capaian imunisasi DPT-HB-Hib sebanyak
58,8% tahun 2021 dan capaian imunisasi campak rubela pada tahun 2021 sebanyak 47,8%.
Menurut Damsa (2019), terlaksananya program imununisasi di posyandu tidak
terlepas dari peran perawat sebagai tenaga kesehatan. Perawat memiliki peran penting
dalam menjalankan program Imuniasasi, dimana perawat sebagai pelaksana dalam
Tindakan pemberian Imunisasi. Keberhasilan kegiatan imunisasi di posyandu harus
ditopang dengan pengetahuan perawat dalam hal ini penatalaksanaan imunisasi di
posyandu (Fazrin dkk, 2021). Pengetahuan yang dimiliki oleh perawat dapat menjadi acuan
untuk membantu dalam memeriksa maupun menganalisa dalam proses pelayanan
kesehatan (Rukmi dkk, 2022).
Menurut Swarjana (2022), kecemasan adalah keadaan emosional yang kompleks dan
berkepanjangan yang terjadi ketika seseorang mengantisipasi bahwa beberapa situasi,
peristiwa, atau keadaan di masa depan mungkin melibatkan ancaman yang secara pribadi
menyusahkan, tidak terduga, dan tidak terkendali terhadap kepentingan vitalnya.
Kecemasan memiliki lima tingkatan yaitu normal, ringan, sedang, berat hingga tinngkat yang
paling tinggi adalah panik.
Jumlah perawat di Puskesmas Bunyu berjumlah 25 perawat sebagai pelaksana dalam
melakukan tindakan imunisasi. Imunisasi dilakukan setiap bulan di posyandu dan perawat
dibebankan untuk melakukan tindakan imunisasi tambahan pada Balita. Capaian imunisasi
tambahan campak-rubella tahun 2021 47,8%, dan DPT-HB-Hib 58,5%, tidaknya
tercapainya target imunisasi di pengaruhi oleh rasa takut dan cemas dari tenaga kesehatan
yaitu perawat dalam melakukan Tindakan pemberian imunisasi kepada bayi balita yang
ada diwilayah kerja Puskesmas Bunyu, rasa cemas atau takut dalam memberikan imunisasi
disebabkan tidak adanya monitoring tanggal penggunaan obat vaksinasi sehingga
dikhawatirkan obat yang digunakan telah rusak dan bisa mengakibatkan KIPI kepada bayi
balita yang diberikan imunisasi.
Selain itu adanya pemberian imunisasi tambahan 2 jenis vaksin dalam waktu
bersaamaan misalnya imunisasi campak usia 24 bulan diberikan bersamaan dengan
128
Aspiration of Health Journal, Vol. 01 No. 01, Maret 2023: 127-134
e-ISSN 2985-8267
imunisasi IPV,atau imunisasi DPT 18 bulan diberikan bersamamaan dengan imunisasi IPV,
serta pemberian imunisasi MR tanpa memandang status imunisasi pada bayi yang berusia
9 bulan. Berdasarkan latar belakang diatas, peneliti tertarik melakukan penelitian tentang
Hubungan Pengetahuan Perawat Dengan Tingkat Kecemasan Perawat Dalam Memberikan
Imunisasi Tambahan Di Posyandu wilayah kerja UPT Puskesmas Bunyu.
METODE PENELITIAN
Desain penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan
metode cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah perawat dengan tingkat
kecemasan dalam memberikan imunisasi tambahan di posyandu wilayah kerja UPT.
Puskesmas Bunyu sebanyak 25 orang. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini
menggunakan total sampling. Penelitian dilakukan pada bulan Agustus tahun 2022 di
Posyandu Wilayah Kerja UPT. Puskesmas Bunyu. Instrumen yang digunakan untuk
mengukur pengetahuan dan kecemasan adalah kuesinoner. Data yang diperoleh kemudian
dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi square.
HASIL
Tabel 1 Karakteristik Responden Perawat di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Bunyu
Karakteristik
Frekuensi (n) Persentase (%)
Umur (Tahun)
17 - 25
1
4
26 - 35
9
36
36 - 45
15
60
Jenis Kelamin
Laki-laki
7
28
Perempuan
18
72
Pendidikan
Diploma
25
100
Total
25
100
Berdasarkan tabel di atas dapat diketah (...truncated)