HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN TINGKAT KECEMASAN PERAWAT DALAM MEMBERIKAN IMUNISASI TAMBAHAN DI POSYANDU WILAYAH KERJA UPT. PUSKESMAS BUNYU

Aspiration of Health Journal, Mar 2023

Perawat memiliki peran penting dalam menjalankan program imunisasi, tentunya dalam hal ini didukung dengan pengetahuan yang dimiliki tentang penatalaksanaan imunisasi di posyandu. Namun tak jarang perawat juga berisiko mengalami kecemasan terhadap tindakan pemberian imunisasi yang telah dilakukan, mengingat efek jangka panjang dari imunisasi jika tidak diberikan secara tepat dan benar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan tingkat kecemasan perawat dalam memberikan imunisasi tambahan di Posyandu Wilayah Kerja UPT. Puskesmas Bunyu. Desain penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan metode cross sectional. Sampel yang digunakan sebanyak 25 perawat dengan teknik purposive sampling. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi square. Hasil penelitian ini didapatkan p=0,032 < 0,05 yang artinya H0 ditolak sehingga Ha diterima. Secara statistik ada hubungan antara variabel pengetahuan dengan tingkat kecemasan perawat dalam memberikan imunisasi tambahan di Posyandu Wilayah Kerja UPT. Puskesmas Bunyu. Ada hubungan pengetahuan dengan tingkat kecemasan perawat dalam memberikan imunisasi tambahan di Posyandu Wilayah Kerja UPT. Puskesmas Bunyu. Sehingga pengetahuan perawat sangat penting ditingkatkan agar pemberian imunisasi dilakuan secara tepat dan benar serta diikuti dengan risiko kecemasan yang tidak terjadi.

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://ejournal.itka.ac.id/index.php/aohj/article/download/93/93

HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN TINGKAT KECEMASAN PERAWAT DALAM MEMBERIKAN IMUNISASI TAMBAHAN DI POSYANDU WILAYAH KERJA UPT. PUSKESMAS BUNYU

Aspiration of Health Journal e-ISSN 2985-8267 Vol. 01 No. 01, Maret 2023: 127-134 DOI : https://doi.org/10.55681/aohj.v1i1.93 Website : https://ejournal.itka.ac.id/index.php/aohj HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN TINGKAT KECEMASAN PERAWAT DALAM MEMBERIKAN IMUNISASI TAMBAHAN DI POSYANDU WILAYAH KERJA UPT. PUSKESMAS BUNYU Patimah1*, Gajali Rahman2, Badar3 1,2,3 Politeknik Kesehatan Kalimantan Timur *Corresponding Author: Article Info Abstract Article History: Received: 25 February 2023 Accepted: 20 March 2023 Perawat memiliki peran penting dalam menjalankan program imunisasi, tentunya dalam hal ini didukung dengan pengetahuan yang dimiliki tentang penatalaksanaan imunisasi di posyandu. Namun tak jarang perawat juga berisiko mengalami kecemasan terhadap tindakan pemberian imunisasi yang telah dilakukan, mengingat efek jangka panjang dari imunisasi jika tidak diberikan secara tepat dan benar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan tingkat kecemasan perawat dalam memberikan imunisasi tambahan di Posyandu Wilayah Kerja UPT. Puskesmas Bunyu. Desain penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan metode cross sectional. Sampel yang digunakan sebanyak 25 perawat dengan teknik purposive sampling. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi square. Hasil penelitian ini didapatkan p=0,032 < 0,05 yang artinya H0 ditolak sehingga Ha diterima. Secara statistik ada hubungan antara variabel pengetahuan dengan tingkat kecemasan perawat dalam memberikan imunisasi tambahan di Posyandu Wilayah Kerja UPT. Puskesmas Bunyu. Ada hubungan pengetahuan dengan tingkat kecemasan perawat dalam memberikan imunisasi tambahan di Posyandu Wilayah Kerja UPT. Puskesmas Bunyu. Sehingga pengetahuan perawat sangat penting ditingkatkan agar pemberian imunisasi dilakuan secara tepat dan benar serta diikuti dengan risiko kecemasan yang tidak terjadi. Keywords: pengetahuan, imunisasi, posyandu, kecemasan perawat This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License. 127 Aspiration of Health Journal, Vol. 01 No. 01, Maret 2023: 127-134 e-ISSN 2985-8267 PENDAHULUAN Dalam rangka mewujudkan derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya diperlukan upaya untuk mencegah terjadinya suatu penyakit melalui imunisasi. Menurut Dewi dan Megaputri (2021), Imunisasi berasal dari kata imun, kebal atau resisten. Imunisasi dapat didefinisikan sebagai pemberian kekebalan kepada seseorang secara aktif buatan di mana seseorang diberikan suatu virus atau bakteri atau toxin yang dilemahkan dan kemudian tubuh seseorang secara aktif membuat antibodi terhadap virus atau bakteri atau toxin sehingga bila terpapar dengan penyakit tersebut tidak akan menderita penyakit tersebut. Seseorang yang diimunisasi berarti diberikan kekebalan terhadap suatu penyakit tertentu. Anak kebal atau resisten terhadap suatu penyakit tetapi belum tentu kebal terhadap penyakit yang lain (Demsa, 2019). Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), pada tahun 2018 ada sekitar 20 juta anak di dunia yang tidak mendapatkan imunisasi lengkap. Di Indonesia jumlah anak yang tidak mendapatkan imunisasi lengkap pada tahun 2019 hingga tahun 2021 adalah sebanyak 1.714.471. Kalimantan Utara merupakan salah satu provinsi di Indonesia dengan jumlah anak yang belum mendapatkan imunisasi lengkap sebanyak 13.692 (Kemenkes, 2021). Pada wilayah posyandu Puskesmas Bunyu capaian imunisasi DPT-HB-Hib sebanyak 58,8% tahun 2021 dan capaian imunisasi campak rubela pada tahun 2021 sebanyak 47,8%. Menurut Damsa (2019), terlaksananya program imununisasi di posyandu tidak terlepas dari peran perawat sebagai tenaga kesehatan. Perawat memiliki peran penting dalam menjalankan program Imuniasasi, dimana perawat sebagai pelaksana dalam Tindakan pemberian Imunisasi. Keberhasilan kegiatan imunisasi di posyandu harus ditopang dengan pengetahuan perawat dalam hal ini penatalaksanaan imunisasi di posyandu (Fazrin dkk, 2021). Pengetahuan yang dimiliki oleh perawat dapat menjadi acuan untuk membantu dalam memeriksa maupun menganalisa dalam proses pelayanan kesehatan (Rukmi dkk, 2022). Menurut Swarjana (2022), kecemasan adalah keadaan emosional yang kompleks dan berkepanjangan yang terjadi ketika seseorang mengantisipasi bahwa beberapa situasi, peristiwa, atau keadaan di masa depan mungkin melibatkan ancaman yang secara pribadi menyusahkan, tidak terduga, dan tidak terkendali terhadap kepentingan vitalnya. Kecemasan memiliki lima tingkatan yaitu normal, ringan, sedang, berat hingga tinngkat yang paling tinggi adalah panik. Jumlah perawat di Puskesmas Bunyu berjumlah 25 perawat sebagai pelaksana dalam melakukan tindakan imunisasi. Imunisasi dilakukan setiap bulan di posyandu dan perawat dibebankan untuk melakukan tindakan imunisasi tambahan pada Balita. Capaian imunisasi tambahan campak-rubella tahun 2021 47,8%, dan DPT-HB-Hib 58,5%, tidaknya tercapainya target imunisasi di pengaruhi oleh rasa takut dan cemas dari tenaga kesehatan yaitu perawat dalam melakukan Tindakan pemberian imunisasi kepada bayi balita yang ada diwilayah kerja Puskesmas Bunyu, rasa cemas atau takut dalam memberikan imunisasi disebabkan tidak adanya monitoring tanggal penggunaan obat vaksinasi sehingga dikhawatirkan obat yang digunakan telah rusak dan bisa mengakibatkan KIPI kepada bayi balita yang diberikan imunisasi. Selain itu adanya pemberian imunisasi tambahan 2 jenis vaksin dalam waktu bersaamaan misalnya imunisasi campak usia 24 bulan diberikan bersamaan dengan 128 Aspiration of Health Journal, Vol. 01 No. 01, Maret 2023: 127-134 e-ISSN 2985-8267 imunisasi IPV,atau imunisasi DPT 18 bulan diberikan bersamamaan dengan imunisasi IPV, serta pemberian imunisasi MR tanpa memandang status imunisasi pada bayi yang berusia 9 bulan. Berdasarkan latar belakang diatas, peneliti tertarik melakukan penelitian tentang Hubungan Pengetahuan Perawat Dengan Tingkat Kecemasan Perawat Dalam Memberikan Imunisasi Tambahan Di Posyandu wilayah kerja UPT Puskesmas Bunyu. METODE PENELITIAN Desain penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan metode cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah perawat dengan tingkat kecemasan dalam memberikan imunisasi tambahan di posyandu wilayah kerja UPT. Puskesmas Bunyu sebanyak 25 orang. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan total sampling. Penelitian dilakukan pada bulan Agustus tahun 2022 di Posyandu Wilayah Kerja UPT. Puskesmas Bunyu. Instrumen yang digunakan untuk mengukur pengetahuan dan kecemasan adalah kuesinoner. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi square. HASIL Tabel 1 Karakteristik Responden Perawat di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Bunyu Karakteristik Frekuensi (n) Persentase (%) Umur (Tahun) 17 - 25 1 4 26 - 35 9 36 36 - 45 15 60 Jenis Kelamin Laki-laki 7 28 Perempuan 18 72 Pendidikan Diploma 25 100 Total 25 100 Berdasarkan tabel di atas dapat diketah (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://ejournal.itka.ac.id/index.php/aohj/article/download/93/93
Article home page: https://ejournal.itka.ac.id/index.php/aohj/article/view/93/93

Patimah Patimah, Rahman Gajali, Badar Badar. HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN TINGKAT KECEMASAN PERAWAT DALAM MEMBERIKAN IMUNISASI TAMBAHAN DI POSYANDU WILAYAH KERJA UPT. PUSKESMAS BUNYU, Aspiration of Health Journal, 2023, pp. 127-134,