CATCH UP IMMUNIZATION : PENERAPAN IMUNISASI KEJAR DALAM MENGATASI PENURUNAN CAKUPAN IMUNISASI ANAK PADA ERA NEW NORMAL (STUDI KASUS DI KOTA BANDAR LAMPUNG)
jurnal.balitbangda.lampungprov.go.id/
P-ISSN 2354-5704 | E-ISSN 2622-190X
Desember 2022
Catch up Immunization : Penerapan Imunisasi Kejar Dalam Mengatasi
Penurunan Cakupan Imunisasi Anak Pada Era New Normal (Studi Kasus
di Kota Bandar Lampung)
Implementation of Catching Immunization in Overcoming a Decrease in
Child Immunization Coverage in the New Normal Era (Case Study in Bandar
Lampung City)
Rini Fathonah1, Daffa Ladro Kusworo2, Maghfira Nur Khaliza Fauzi3, Sukma Kencana4
1
Dosen Fakultas Hukum Universitas Lampung;
Fakultas Hukum Universitas Lampung;
3
Fakultas Hukum Universitas Lampung;
4
Fakultas Hukum Universitas Lampung;
2
Dikirim 25 Oktober 2022, Direvisi 12 November 2022, Disetujui 28 November 2022
Abstrak: Pencegahan penyakit berbahaya pada anak diberikan melalui gerakan program imunisasi. Secara
esensial, prioritas pelayanan kesehatan oleh pemerintah menjadi catatan penting dalam rangka pencapaian
Sustainable Development Goals (SDGs) di tahun 2030, melalui transformasi kebijakan dan langkah-langkah
alternatif. Namun saat ini, masih didapati hambatan dalam pelaksanaan imunisasi dari berbagai perspektif, baik
pembatasan pelayanan kesehatan di puskesmas dan kecemasan masyarakat terhadap penularan covid-19.
Konsekuensinya, jumlah angka cakupan imunisasi rutin pada anak juga berpengaruh. Degradasi perolehan
imunisasi memerlukan transformasi strategis sebagai langkah proaktif terhadap aspek pelayanan kesehatan,
disertai dengan kepatuhan terhadap protokol kesehatan. Pemberlakuan catch up immunization (imunisasi kejar)
melalui pemetaan pertimbangan risiko diharapkan dapat mengatasi ketertinggalan imunisasi anak di daerah.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan peraturan perundang-undangan
dan studi kepustakaan, serta menggunakan analisis deskriptif dalam pengelolahan data kualitatif dengan penerapan
metode deduktif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perlunya adaptasi terhadap kondisi pada era new normal,
terkhusus aspek pelayanan imunisasi di puskesmas melalui perwujudan catch up immunization dan peningkatan
teknis imunisasi keliling, guna mencapai target cakupan imunisasi rutin pada anak di daerah.
Kata Kunci : Imunisasi, Puskesmas, SDGs
Abstract: Prevention of dangerous diseases in children is provided through the immunization program movement.
Essentially, the priority of health services by government is important note in order to achieve Sustainable
Development Goals (SDGs) in 2030, through policy transformation and alternative measures. However, currently,
there are still obstacles in implementation immunization from various perspectives, both restrictions on health
services at health centers and public anxiety about transmission covid-19. Consequently, the number of routine
immunization coverage rates for children also has an effect. The degradation immunization acquisition requires
strategic transformation as step towards aspects health services, accompanied by compliance with health
protocols. Implementation of catch up immunization through risk consideration mapping is expected to overcome
the lagging behind in child immunization in the regions. This research uses normative legal research methods
using a statutory approach and literature study, and using descriptive analysis in qualitative data processing with
the application of the deductive method. The results of this study indicate that there is need for adaptation to
Covid-19 pandemic conditions, especially aspects of immunization services at health centers through realization
catch-up immunization and technical improvement mobile immunization, in order to achieve target routine
immunization coverage for children in regions.
Keywords: Immunization, Health Centers, SDGs
INOVASI PEMBANGUNAN – JURNAL KELITBANGAN | VOLUME 10 NO. 3
255
[Catch up Immunization : Penerapan Imunisasi Kejar Dalam Mengatasi Penurunan Cakupan Imunisasi Anak Pada Era New Normal (Studi
Kasus di Kota Bandar Lampung)]
- Rini Fathonah, Daffa Ladro Kusworo, Maghfira Nur Khaliza Fauzi, Sukma Kencana
PENDAHULUAN
Pelaksanaan Imunisasi dasar merupakan
suatu prioritas pelayanan kesehatan esensial,
bahkan
sebagai
wujud
tercapainya
Sustainable Development Goals (SDGs)
dalam reformasi tatanan Kesehatan Indonesia
di tahun 2030. Dampak imunisasi secara
langsung memberikan kontribusi SDGs
dalam mengakhiri kemiskinan
dan
mengurangi kesenjangan sosial, terutama
pada masyarakat strata menengah kebawah di
indonesia. Intervensi berkelanjutan dalam
mengembangkan
pelayanan
imunisasi
sebagai wujud responsif pemerintah terhadap
dinamika situasi darurat saat ini.1 Hakikatnya,
Implementasi imunisasi rutin menjadi
langkah preventif melalui pembentukan
antibodi pada tubuh anak secara optimal dari
penyakit berbahaya yang menyebabkan
infeksi, sakit berat, dan kematian.2 Orientasi
mutu pelayanan imunisasi didasari oleh
kematian sekitar 1,5 juta anak setiap tahunnya
di seluruh dunia 3 . Namun, konsekuensi
adanya pandemi covid-19 saat ini
menyebabkan
terganggunya
cakupan
imunisasi sebesar 56,9 persen pada fasilitas
kesehatan tingkat pertama, refleksi sebagian
besar
Posyandu
dan
Puskesmas
menghentikan program imunisasi rutin pada
anak serta kekhawatiran orang tua terhadap
penularan covid-19. 4 Lebih lanjut,
pemberlakuan batasan jam kerja pada teknis
pelayanan kesehatan secara explisit menjadi
Rahma Dhani Fitri, “Studi Fenomenologi
Tentang Penolakan Orang Tua Terhadap Pemberian
Imunisasi MR (Measles Rubella) Pada Anak Di
Puskesmas Dadok Tunggul Hitam Kota Padang Tahun
2019” (Universitas Andalas, 2019).
2
Gustavo Corrêa et al., “Immunization
Programmes and Notifications of Vital Events,”
Bulletin of the World Health Organization 97, no. 4
(2019):
306–8,
https://doi.org/10.2471/BLT.18.210807.
3
Gustavo Corrêa et al., “I,” Bulletin of the World
Health Organization 97, no. 4 (2019): 306–8,
https://doi.org/10.2471/BLT.18.210807.
1
256
kendala capaian imunisasi, prioritas upaya
pemerintah menanggulangi penyebaran
covid-19 di berbagai wilayah, berisiko
menghambat laju tingkat imunisasi pada anak
seperti penurunan jumlah kunjungan pasien
secara drastis, sehingga berpotensi timbulnya
wabah baru seperti difteri, pertusis, dan
tetanus (DPT3) maupun campak dan rubella
(MR1).
Ancaman krisis imunisasi pada masa
pandemi memerlukan langkah proaktif dalam
mengatasi permasalahan. Imunisasi kejar
(Catch up Immunization)
sebagai
pemenuhan pelaksanaan imunisasi tertunda
pada anak serta pemanfaatan program
imunisasi keliling dan pos pelayanan, dapat
mengatasi degradasi imunisasi pada setiap
daerah. Tercapainya target imunisasi akan
meningkatkan kualitas kesehatan pada anak
di Indonesia. 5
Penelitian ini berdasar acuan survei
data realisasi cakupan imunisasi tahun 2020
oleh Pemertinah melalui Kementerian
Kesehatan (Kemenkes) yang didukung
dengan hasil penelitian terdahulu melalui
penyajian
permasalahan
keberlanjutan
layanan
imunisasi
dengan
mempertimbangkan pemetaan risiko dari
berbagai daerah. Dapat disimpulkan bahwa
pelaksanaan i (...truncated)