CATCH UP IMMUNIZATION : PENERAPAN IMUNISASI KEJAR DALAM MENGATASI PENURUNAN CAKUPAN IMUNISASI ANAK PADA ERA NEW NORMAL (STUDI KASUS DI KOTA BANDAR LAMPUNG)

Jurnal Inovasi Pembangunan, Dec 2022

Abstrak : Pencegahan penyakit berbahaya pada anak diberikan melalui gerakan program imunisasi. Secara esensial, prioritas pelayanan kesehatan oleh pemerintah menjadi catatan penting dalam rangka pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) di tahun 2030, melalui transformasi kebijakan dan langkah-langkah alternatif. Namun saat ini, masih didapati hambatan dalam pelaksanaan imunisasi dari berbagai perspektif, baik pembatasan pelayanan kesehatan di puskesmas dan kecemasan masyarakat terhadap penularan covid-19. Konsekuensinya, jumlah angka cakupan imunisasi rutin pada anak juga berpengaruh. Degradasi perolehan imunisasi memerlukan transformasi strategis sebagai langkah proaktif terhadap aspek pelayanan kesehatan, disertai dengan kepatuhan terhadap protokol kesehatan. Pemberlakuan catch up immunization (imunisasi kejar) melalui pemetaan pertimbangan risiko diharapkan dapat mengatasi ketertinggalan imunisasi anak di daerah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan peraturan perundang-undangan dan studi kepustakaan, serta menggunakan analisis deskriptif dalam pengelolahan data kualitatif dengan penerapan metode deduktif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perlunya adaptasi terhadap kondisi pada era new normal, terkhusus aspek pelayanan imunisasi di puskesmas melalui perwujudan catch up immunization dan peningkatan teknis imunisasi keliling, guna mencapai target cakupan imunisasi rutin pada anak di daerah.

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://jurnal.balitbangda.lampungprov.go.id/index.php/jip/article/download/322/211

CATCH UP IMMUNIZATION : PENERAPAN IMUNISASI KEJAR DALAM MENGATASI PENURUNAN CAKUPAN IMUNISASI ANAK PADA ERA NEW NORMAL (STUDI KASUS DI KOTA BANDAR LAMPUNG)

jurnal.balitbangda.lampungprov.go.id/ P-ISSN 2354-5704 | E-ISSN 2622-190X Desember 2022 Catch up Immunization : Penerapan Imunisasi Kejar Dalam Mengatasi Penurunan Cakupan Imunisasi Anak Pada Era New Normal (Studi Kasus di Kota Bandar Lampung) Implementation of Catching Immunization in Overcoming a Decrease in Child Immunization Coverage in the New Normal Era (Case Study in Bandar Lampung City) Rini Fathonah1, Daffa Ladro Kusworo2, Maghfira Nur Khaliza Fauzi3, Sukma Kencana4 1 Dosen Fakultas Hukum Universitas Lampung; Fakultas Hukum Universitas Lampung; 3 Fakultas Hukum Universitas Lampung; 4 Fakultas Hukum Universitas Lampung; 2 Dikirim 25 Oktober 2022, Direvisi 12 November 2022, Disetujui 28 November 2022 Abstrak: Pencegahan penyakit berbahaya pada anak diberikan melalui gerakan program imunisasi. Secara esensial, prioritas pelayanan kesehatan oleh pemerintah menjadi catatan penting dalam rangka pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) di tahun 2030, melalui transformasi kebijakan dan langkah-langkah alternatif. Namun saat ini, masih didapati hambatan dalam pelaksanaan imunisasi dari berbagai perspektif, baik pembatasan pelayanan kesehatan di puskesmas dan kecemasan masyarakat terhadap penularan covid-19. Konsekuensinya, jumlah angka cakupan imunisasi rutin pada anak juga berpengaruh. Degradasi perolehan imunisasi memerlukan transformasi strategis sebagai langkah proaktif terhadap aspek pelayanan kesehatan, disertai dengan kepatuhan terhadap protokol kesehatan. Pemberlakuan catch up immunization (imunisasi kejar) melalui pemetaan pertimbangan risiko diharapkan dapat mengatasi ketertinggalan imunisasi anak di daerah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan peraturan perundang-undangan dan studi kepustakaan, serta menggunakan analisis deskriptif dalam pengelolahan data kualitatif dengan penerapan metode deduktif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perlunya adaptasi terhadap kondisi pada era new normal, terkhusus aspek pelayanan imunisasi di puskesmas melalui perwujudan catch up immunization dan peningkatan teknis imunisasi keliling, guna mencapai target cakupan imunisasi rutin pada anak di daerah. Kata Kunci : Imunisasi, Puskesmas, SDGs Abstract: Prevention of dangerous diseases in children is provided through the immunization program movement. Essentially, the priority of health services by government is important note in order to achieve Sustainable Development Goals (SDGs) in 2030, through policy transformation and alternative measures. However, currently, there are still obstacles in implementation immunization from various perspectives, both restrictions on health services at health centers and public anxiety about transmission covid-19. Consequently, the number of routine immunization coverage rates for children also has an effect. The degradation immunization acquisition requires strategic transformation as step towards aspects health services, accompanied by compliance with health protocols. Implementation of catch up immunization through risk consideration mapping is expected to overcome the lagging behind in child immunization in the regions. This research uses normative legal research methods using a statutory approach and literature study, and using descriptive analysis in qualitative data processing with the application of the deductive method. The results of this study indicate that there is need for adaptation to Covid-19 pandemic conditions, especially aspects of immunization services at health centers through realization catch-up immunization and technical improvement mobile immunization, in order to achieve target routine immunization coverage for children in regions. Keywords: Immunization, Health Centers, SDGs INOVASI PEMBANGUNAN – JURNAL KELITBANGAN | VOLUME 10 NO. 3 255 [Catch up Immunization : Penerapan Imunisasi Kejar Dalam Mengatasi Penurunan Cakupan Imunisasi Anak Pada Era New Normal (Studi Kasus di Kota Bandar Lampung)] - Rini Fathonah, Daffa Ladro Kusworo, Maghfira Nur Khaliza Fauzi, Sukma Kencana PENDAHULUAN Pelaksanaan Imunisasi dasar merupakan suatu prioritas pelayanan kesehatan esensial, bahkan sebagai wujud tercapainya Sustainable Development Goals (SDGs) dalam reformasi tatanan Kesehatan Indonesia di tahun 2030. Dampak imunisasi secara langsung memberikan kontribusi SDGs dalam mengakhiri kemiskinan dan mengurangi kesenjangan sosial, terutama pada masyarakat strata menengah kebawah di indonesia. Intervensi berkelanjutan dalam mengembangkan pelayanan imunisasi sebagai wujud responsif pemerintah terhadap dinamika situasi darurat saat ini.1 Hakikatnya, Implementasi imunisasi rutin menjadi langkah preventif melalui pembentukan antibodi pada tubuh anak secara optimal dari penyakit berbahaya yang menyebabkan infeksi, sakit berat, dan kematian.2 Orientasi mutu pelayanan imunisasi didasari oleh kematian sekitar 1,5 juta anak setiap tahunnya di seluruh dunia 3 . Namun, konsekuensi adanya pandemi covid-19 saat ini menyebabkan terganggunya cakupan imunisasi sebesar 56,9 persen pada fasilitas kesehatan tingkat pertama, refleksi sebagian besar Posyandu dan Puskesmas menghentikan program imunisasi rutin pada anak serta kekhawatiran orang tua terhadap penularan covid-19. 4 Lebih lanjut, pemberlakuan batasan jam kerja pada teknis pelayanan kesehatan secara explisit menjadi Rahma Dhani Fitri, “Studi Fenomenologi Tentang Penolakan Orang Tua Terhadap Pemberian Imunisasi MR (Measles Rubella) Pada Anak Di Puskesmas Dadok Tunggul Hitam Kota Padang Tahun 2019” (Universitas Andalas, 2019). 2 Gustavo Corrêa et al., “Immunization Programmes and Notifications of Vital Events,” Bulletin of the World Health Organization 97, no. 4 (2019): 306–8, https://doi.org/10.2471/BLT.18.210807. 3 Gustavo Corrêa et al., “I,” Bulletin of the World Health Organization 97, no. 4 (2019): 306–8, https://doi.org/10.2471/BLT.18.210807. 1 256 kendala capaian imunisasi, prioritas upaya pemerintah menanggulangi penyebaran covid-19 di berbagai wilayah, berisiko menghambat laju tingkat imunisasi pada anak seperti penurunan jumlah kunjungan pasien secara drastis, sehingga berpotensi timbulnya wabah baru seperti difteri, pertusis, dan tetanus (DPT3) maupun campak dan rubella (MR1). Ancaman krisis imunisasi pada masa pandemi memerlukan langkah proaktif dalam mengatasi permasalahan. Imunisasi kejar (Catch up Immunization) sebagai pemenuhan pelaksanaan imunisasi tertunda pada anak serta pemanfaatan program imunisasi keliling dan pos pelayanan, dapat mengatasi degradasi imunisasi pada setiap daerah. Tercapainya target imunisasi akan meningkatkan kualitas kesehatan pada anak di Indonesia. 5 Penelitian ini berdasar acuan survei data realisasi cakupan imunisasi tahun 2020 oleh Pemertinah melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang didukung dengan hasil penelitian terdahulu melalui penyajian permasalahan keberlanjutan layanan imunisasi dengan mempertimbangkan pemetaan risiko dari berbagai daerah. Dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan i (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://jurnal.balitbangda.lampungprov.go.id/index.php/jip/article/download/322/211
Article home page: https://jurnal.balitbangda.lampungprov.go.id/index.php/jip/article/view/322/211

Kusworo Daffa Ladro. CATCH UP IMMUNIZATION : PENERAPAN IMUNISASI KEJAR DALAM MENGATASI PENURUNAN CAKUPAN IMUNISASI ANAK PADA ERA NEW NORMAL (STUDI KASUS DI KOTA BANDAR LAMPUNG), Jurnal Inovasi Pembangunan, 2022, pp. 255,