ANALISIS PENURUNAN CAKUPAN IMUNISASI DASAR LENGKAP SELAMA PANDEMI COVID-19 DI BANDAR LAMPUNG
pISSN:2355-7583 | eISSN:2549-4864
http://ejurnalmalahayati.ac.id/index.php/kesehatan
ANALISIS PENURUNAN CAKUPAN IMUNISASI DASAR LENGKAP SELAMA
PANDEMI COVID-19 DI BANDAR LAMPUNG
Astri Pinilih1, Dessy Hermawan1, Dhiny Easter Yanti1
Program Magister Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Kesehatan Masyarakat
Universitas Malahayati
*Email Korespondensi:
1
Abstract: Analysis Of Declining Complete Basic Immunization Coverage
During COVID-19 Pandemic Era At Bandar Lampung. Immunization in one of
the effective efforts to prevent child morbidity and mortality. Basic immunization
coverage has decrease during COVID-19 pandemic due to delays in immunization
services, declining public demand and access difficulty. The low immunization
coverage can lead to outbreak of vaccine preventable diseases. This study aims to
analyze the complete basic immunization coverageduring the COVID-19 pandemic
at Bandar Lampung in 2020. The type of research is quantitative method with cross
sectional design was conducted at 30 Public Health in Bandar Lampung. Data was
analyzed with descriptive statistic and presented in the form of frequency distribution
and factors influencing coverage of complete basic immunization were analyzed with
chi square test. The results showed that as many as 20 Public Health (67%) decreased
in complete basic immunization coverage in 2020. There is no relatioship between
complete basic immunization coverage and socialization of immunization
implementation, notification of immunization schedules, availability of personal
protective equipment and implementation of health protocols and infection prevention
procedures during the COVID-19 pandemic in Bandar Lampung. There is a
relationship between complete basic immunization coverage and the implementation
of multiple immunization during the COVID-19 pandemic in Bandar Lampung. It is
recommended that the Public Health conduct data collection on immunization targets
and carry out cacth up immunization to increase complete basic immunization
coverage.
Keywords: Immunization Coverage, COVID-19 Pandemic
Abstrak: Analisis Penurunan Cakupan Imunisasi Dasar Lengkap Selama
Pandemi COVID-19 Di Bandar Lampung. Imunisasi merupakan salah satu usaha
yang efektif untuk mencegah kesakitan dan kematian anak. Cakupan imunisasi dasar
mengalami penurunan selama pandemi COVID-19 karena adanya penundaan
layananan imunisasi, menurunnya permintaan masyarakat serta hambatan akses.
Rendahnya cakupan imunisasi dapat menyebabkan terjadinya Kejadian Luar Biasa
(KLB) Penyakit Yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi di kemudian hari. Penelitian ini
bertujuan untuk menganalisis cakupan imunisasi dasar lengkap selama pandemi
COVID-19 di Bandar Lampung Tahun 2020. Jenis penelitian adalah metode kuantitatif
dengan pendekatan Cross Sectional yang dilakukan di 30 Puskesmas Bandar
Lampung. Data diolah dengan statistik deskriptif dan disajikan dalam bentuk
distribusi frekuensi dan faktor yang mempengaruhi cakupan imunisasi dasar lengkap
dianalisis dengan menggunakan uji chi square. Hasil penelitian diketahui sebanyak
20 Puskesmas (67%) mengalami penurunan cakupan imunisasi dasar lengkap di
tahun 2020. Tidak ada hubungan antara cakupan imunisasi dasar lengkap dengan
sosialisasi pelaksanaan imunisasi, pemberitahuan jadwal imunisasi, ketersediaan
APD dan pelaksanaan protokol kesehatan serta PPI selama pandemi COVID-19 di
Bandar Lampung. Terdapat hubungan antara cakupan imunisasi dasar lengkap
dengan pelaksanaan imunisasi ganda selama pandemi COVID-19 di Bandar
Lampung. Disarankan pihak Puskesmas untuk melakukan pendataan sasaran
imunisasi dan melakukan imunisasi kejar untuk meningkatkan cakupan imunisasi
dasar lengkap.
Kata Kunci: Cakupan Imunisasi, Pandemi COVID-19
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan, Vol. 9, No. 1, Maret 2022
548
pISSN:2355-7583 | eISSN:2549-4864
http://ejurnalmalahayati.ac.id/index.php/kesehatan
PENDAHULUAN
Imunisasi merupakan salah satu
usaha yang efektif dan banyak dilakukan
untuk mencegah kesakitan dan kematian
anak.
Imunisasi
melindungi
anak
terhadap beberapa Penyakit Yang Dapat
Dicegah
Dengan Imunisasi (PD3I)
seperti tuberkulosis, difteri, tetanus,
hepatitis B, pertusis, campak, rubella,
polio, meningitis dan pneumonia. Setiap
tahun, lebih dari 1,4 juta anak di dunia
meninggal karena berbagai penyakit
yang sebenarnya dapat dicegah dengan
imunisasi (Ranuh, 2017).
Survei Kementerian Kesehatan dan
UNICEF terhadap 5329 vaksinator dan
koordinator di 34 provinsi, 388 Kota dan
Kabupaten menunjukkan hasil 83,8%
layanan imunisasi terganggu dengan
rincian 32% layananan Puskesmas
berhenti total dan 68% berhenti
sebagian. Sedangkan Posyandu 64%
layanan berhenti total dan 36% berhenti
sebagian.
Rendahnya
cakupan
pelayanan imunisasi dapat beresiko
terjadinya KLB. Dalam masa pandemi
COVID-19 ini, imunisasi tetap harus
diupayakan lengkap sesuai jadwal untuk
melindungi anak dari PD3I. Pelayanan
imunisasi pada masa pandemi COVID-19
dilaksanakan sesuai dengan kebijakan
pemerintah
daerah
setempat,
berdasarkan analisis situasi epidemiologi
penyebaran
COVID-19,
cakupan
imunisasi rutin, dan situasi epidemiologi
PD3I (Kemenkes, 2020).
Keberhasilan cakupan imunisasi
juga
dipengaruhi
oleh
perilaku
masyarakat dimana terdapat faktor
predisposisi, faktor pendukung dan
faktor pendorong. Faktor pendukung
cakupan
imunisasi
yaitu
fasilitas
kesehatan, pelayanan kesehatan serta
keterampilan petugas kesehatan, seperti
sosialisasi terhadap petugas kesehatan,
pengetahuan petugas kesehatan, serta
pelaksanaan imunisasi yang sesuai
dengan prosedur dan prinsip yang aman
(Notoatmodjo, 2014). Berdasarkan data
survey didapatkan adanya penundaan
layanan Posyandu di Bandar Lampung di
masa pandemi COVID-19 pada bulan
Mei-Juni 2020 dimana 704 Posyandu
menutup layanan. Pengkajian data
cakupan imunisasi dan data PD3I di
daerah terdampak pandemi COVID-19
perlu
untuk
dilakukan
untuk
mengindentifikasi kelompok masyarakat
yang berisiko tinggi terjadinya KLB untuk
menjadi prioritas dalam kegiatan catch
up imunisasi.
METODE
Jenis penelitian yang digunakan
adalah penelitian analitik observasional
dengan pendekatan cross sectional.
Penelitian ini dilakukan di Dinas
Kesehatan Kota Bandar Lampung dan 30
Puskesmas di Bandar Lampung. Waktu
penelitian adalah bulan Juli sampai
dengan Agustus 2021. Penelitian ini
menganalisis
penurunan
cakupan
imunisasi dasar lengkap sebagai variabel
dependen serta sosialisasi pelaksanaan
imunisasi,
pengumuman
jadwal
imunisasi, ketersediaan APD dalam
pelayanan
imunisasi,
pelaksanaan
imunisasi ganda, serta penerapan PPI dan
protokol
kesehatan
di
Puskesmas
sebagai variabel independen.
Kriteria inklusi adalah petugas
vaksinator
di
Puskesmas
Bandar
Lampung yang melakukan pelayanan
imunisasi tahun 2020. Sedangkan
kriteria
eksklusi
adalah
peugas
vaksinator
Puskesmas
yang
tidak
bersedia menjadi responden. Data yang
digunakan pada penelitian ini adalah
data sekunder yaitu cakupan imunisasi
dasar lengkap tahun 2019 dan 2020.
Sedangkan data mengenai faktor yang
mempengaruhi
cakupa (...truncated)