PENGARUH FAKTOR EKONOMI, SOSIAL EKONOMI DAN IKLIM TERHADAP BENCANA ALAM DI INDONESIA

Jurnal Ecogen, Feb 2019

This purpose of the research are to the analyse the Economic Growth, Education Participation Rate, Urban Population, Population Density, Number of Rainfall in terms of Damage Natural Disasters in Indonesia. This type of research is associative descriptive research. This study is based on data 2015 obtained from institutions and related institution. Methods that being used are Ordinary Least Square (OLS). The estimation results show that Economic Growth has a significant negative effect the Damage Natural Disasters in Indonesia, Education Participation Rate has a not significant effect the Damage Natural Disasters in Indonesia, Urban Population has a significant positive effect the Damage Natural Disasters in Indonesia, Population Density has a not significant effect the Damage Natural Disasters in Indonesia, Number of rainfall has a not significant effect the Damage Natural Disasters in Indonesia. Keywords: Economic Growth, Education Participation Rate, Urban Population, Population Density, Number of Rainfall

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://ejournal.unp.ac.id/students/index.php/pek/article/download/5023/2759

PENGARUH FAKTOR EKONOMI, SOSIAL EKONOMI DAN IKLIM TERHADAP BENCANA ALAM DI INDONESIA

EcoGen Volume 1, Nomor 3, 5 September 2018 |539 PENGARUH FAKTOR EKONOMI, SOSIAL EKONOMI DAN IKLIM TERHADAP BENCANA ALAM DI INDONESIA Surya Irmayani, Zul Azhar, Melti Roza Adry Jurusan Ilmu Ekonomi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri padang Email: Abstrak: This purpose of the research are to the analyse the Economic Growth, Education Participation Rate, Urban Population, Population Density, Number of Rainfall in terms of Damage Natural Disasters in Indonesia. This type of research is associative descriptive research. This study is based on data 2015 obtained from institutions and related institution. Methods that being used are Ordinary Least Square (OLS). The estimation results show that Economic Growth has a significant negative effect the Damage Natural Disasters in Indonesia, Education Participation Rate has a not significant effect the Damage Natural Disasters in Indonesia, Urban Population has a significant positive effect the Damage Natural Disasters in Indonesia, Population Density has a not significant effect the Damage Natural Disasters in Indonesia, Number of rainfall has a not significant effect the Damage Natural Disasters in Indonesia. Keywords: Economic Growth, Education Participation Rate, Urban Population, Population Density, Number of Rainfall PENDAHULUAN Bencana adalah peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat yang disebabkan oleh faktor alam dan atau faktor non alam maupun faktor manusia sehingga mengakibatkan timbulnya korban jiwa, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda dan dampak psikologis (Lilik, Yunus, Muhammd, & Narwawi, 2011). Dampak negatif yang ditimbulkan akibat terjadinya bencana alam adalah terganggunya laju pertumbuhan ekonomi suatu wilayah pasca bencana alam. Bencana alam menyebabkan terjadinya penyusutan kapasitas produksi dalam skala besar yang berdampak pada kerugian finansial. Bencana alam tidak hanya menimbulkan korban jiwa tetapi juga kerusakan dan kerugian ekonomi yang akhirnya memerosotkan kesejahteraan dan ekonomi masyarakat. Peristiwa bencana alam yang membawa kerusakan fisik dan korban jiwa dapat berakibat pada penurunan cost perekonomian wilayah namun tidak hanya membawa dampak negatif tetapi juga dapat memicu pertumbuhan ekonomi yang baru di wilayah tersebut. Menurut UU No. 24 tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana dan PP No. 21 tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana, yang bertujuan untuk menjamin terselenggaranya pelaksanaan penanggulangan bencana secara terencana, terpadu, terkoordinasi, dan menyeluruh dalam rangka memberikan perlindungan kepada masyarakat dari ancaman, risiko, dan dampak bencana. Salah satu upaya yang dapat dilaksanakan untuk tujuan tersebut diatas adalah dengan melakukan pengurangan risiko bencana dan pemaduan pengurangan risiko bencana dengan program pembangunan. Fungsi atau peranan lingkungan menjadi merosot disebabkan karena sifat atau ciri yang melekat pada lingkungan itu sendiri sehingga menyebabkan manusia mengeksploitasinya secara berlebihan melebihi daya dukung lingkungan tersebut. Beberapa ciri atau sifat yang menonjol dan melekat pada lingkungan adalah adanya ciri atau sifat sebagai barang publik, adanya sifat atau ciri sebagai barang milik bersama (common property) dan adanya ciri atau sifat eksternalitas (Azhar, 2018). Melalui kegiatan ekonomi, sumber daya alam di eksploitasi untuk menghasilkan barang dan jasa. Meningkatnya kesejahteraan ekonomi yang diikuti oleh meningkatnya permintaan atas jumlah dan kualitas barang dan jasa, maka akan meningkatkan pula permintaan akan Sumber Daya Alam. Ketika eksploitasi sumber daya tersebut meningkat terus menerus serta diikuti usaha lain untuk melestarikannya, daya dukung alam (suplai lingkungan) akan menjadi berkurang seperti berkurangnya jumlah, jenis dan kualitas sumber daya dari waktu ke waktu. Bahkan, pada saat yang sama keadaan itu akan menyebabkan terjadinya penurunan kualitas lingkungan (Yakin, 2015:125). Pengaruh Faktor Ekonomi, Sosial Ekonomi Dan Iklim Terhadap Bencana Alam di Indonesia EcoGen Volume 1, Nomor 3, 5 September 2018 |540 Pada penelitian mengenai kerugian bencana alam diantaranya adalah Songwathana (2018) menyatakan bahwa GDP perkapita, partisipasi pendidikan, penduduk perkotaan memiliki dampak signifikan pada jumlah kerusakan dari bencana alam. Koefesien estimasi PDB per kapita adalah positif dan signifikan secara statistik. Koefesien estimasi pada partisipasi pendidikan adalah negatif dan signifikan secara statistik, sedangkan koefesien estimasi populasi perkotaan adalah positif. Pada penelitian (Toya dan Skidmore, 2007) menyatakan bahwa ketika pendapatan naik jumlah kematian, cedera dan tunawisma berkurang, dan negara yang lebih demokratis mengalami kerugian manusia lebih sedikit daripada negara yang kurang demokratis. Pada penelitian (Hoffman dan Muttarak, 2017) menyatakan bahwa filipina memiliki hasil yang tidak signifikan dan negatif terhadap kerugian bencana alam. Hal ini dikarenakan pendidikan tidak memainkan peranan penting karena siapapun yang terkena dampak bencana memiliki kesempatan untuk belajar risiko bencana alam. Penelitian (Schumacher dan Strobl, 2011) menyatakan negara-negara yang bahaya bencana rendah cenderung meningkatnya kerugian bencana alam dan pembangunan ekonomi juga akan menurun. Pada saat yang sama negara-negara yang menghadapi bahaya bencana tinggi cenderung mengalami penurunan kerugian dan meningkatnya pembangunan. Pada penelitian (Johansson, 2015) menyatakan bahwa jumlah curah hujan tidak berpengaruh terhadap jumlah kerugian bencana alam untuk 14 hujan ekstrem pada tahun 2000-2012 selama 48 jam. Dimana daerah dengan curah hujan yang estrem tidak selalu terjadi kerusakan paling parah dan tindakan tenggap darurat bencana untuk menangani kerugian yang ditimbulkan dari bencana alam berupa penyelamatan secara nasional. Penelitian (Marin dan Modica, 2017) menyatakan bahwa semua indikator sosio-ekonomi (paparan langsung dan tidak langsung) berkorelasi positif terhadap bencana alam. Menurut Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB, 2015) menyatakan terdapat 1.582 kejadian bencana di Indonesia pada tahun 2015 dengan 240 korban tewas, 1,18 juta jiwa pengungsi, 24.365 unit rumah yang rusak dan 484 fasilitas umum yang rusak. Lebih dari 95% merupakan bencana hidrometeorologi. Puting beliung, longsor dan banjir paling dominan. Longsor Sukabumi, Jawa Barat tanggal 28 Maret 2015 menyebabkan 11 rumah rusak berat. Gempa bumi Sorong, Papua Barat 6,8 Skala Richter menyebabkan 1.661 rumah rusak berat, 1.247 rumah rusak sedang, 2.860 rumah rusak ringan, dan 27 fasilitas umum rusak. Gempa Bumi Alor, Nusa Tenggara Timur pada 4 November 2015 berkekuatan 6,2 Skala Richter menyebabkan 579 rumah rusak berat, 382 rumah rusak sedang, 1.114 rumah rusak ringan, dan 47 fasilitas umum rusak. Gempa Halmahera Barat berkekuatan 5,2 SR Maluku Utara menyebabkan 145 rumah rusak berat, 273 rumah rusak sedang dan 1.175 rumah rusak ringan. Longso (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://ejournal.unp.ac.id/students/index.php/pek/article/download/5023/2759
Article home page: https://ejournal.unp.ac.id/students/index.php/pek/article/view/5023/2759

Surya Irmayani, Zul Azhar, Adry Melti Roza. PENGARUH FAKTOR EKONOMI, SOSIAL EKONOMI DAN IKLIM TERHADAP BENCANA ALAM DI INDONESIA, Jurnal Ecogen, 2019, pp. 539-548,