available athttp://ejournal.unp.ac.id/students/index.php/pek/index
ONLINE ISSN 2654-8429
Published by JurusanPendidikanEkonomi
Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Padang, Indonesia
Vol. 3 No. 3, 2020
Page 385-399
Pengaruh Profitabilitas, Efisiensi Operasional, Kualitas Aset, dan Likuiditas
Terhadap Tingkat Kecukupan Modal Pada Sektor Perbankan yang Terdaftar
di Bursa Efek Indonesia
Putri Utami1, Abel Tasman 2
Jurusan Pendidikan Ekonomi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Padang
[email protected], .id2
Abstract: This study aims to examine the effect of profitability, operational efficiency,
asset quality, and liquidity on the capital adequacy level of thebanking sector which is
listed on the Indonesia Stock Exchange. This type of research is classified as causative
descriptive research. The sample of this study was 28 banking companieslisted on the
Indonesia Stock Exchange in 2016-2018 selected using the purposive sampling method.
The type of data in this study is secondary data. Data were collected by documentation
techniques and analyzed using multiple regression analysis methods. Analysis
prerequisite tests conducted include normality test, heterokedasticity test,
multicollinearity test, and autocorrelation test. The data collected is processed with
SPSS version 26.0.The results showed that profitability has asignificant positive effect
on the level of capital adequacy, Operational efficiency has a positive and not significant
effect on the level of capital adequacy, asset quality has a significant negative effect on
the level of capital adequacy, and liquidity has a negative and insignificant effect on the
level of capital adequacy in the sector banks which are listed on the Indonesia Stock
Exchange.
Keywords: profitability, operational efficiency, asset quality, liquidity
This is an open access article distributed under the Creative Commons 4.0 Attribution License, which permits unrestricted use,
distribution, and reproduction in any medium, provided the original work is properly cited. ©2018 by author.
PENDAHULUAN
Perbankan adalah sebuah lembaga keuangan yang mempunyai fungsi sebagainperantara
antara pihak-pihak yang surplus dana atau kelebihan dana dengan pihak-pihak yang
memerlukanndana atau defisit dana, dan perbankan juga berfungsi dalam memperlancar lalu
lintas pembayaran (Rivai, dkk, 2007:109).Bagi perbankannnasional aspek permodalan sangatlah
penting, hal ini disebabkan karena dalam persaingannglobal kekuatan permodalan yang sangat
besar diperlukan. Dalam menyangga risiko-risiko yang akan terjadi saat ini dan risiko-risiko
dimasa mendatang maka aspek permodalan dapat dinilai dari tingkat kecukupan modal bank.
Kecukupan modal adalah indikator kemampuannbank untuk menutupi penurunannaset akibat
dari kerugian yang dialami bank dan digunakannuntuk mengukur kemampuannbank dalam
memenuhi liabilitas jangka-pendek bank pada saat ditagih (Faturrohman, 2012).
Kasus Bank Century pada tahun 2008, dimana nasabah besar dari Bank Century
melakukan penarikan dana secara besar-besaran, sedangkan Bank Century tidak sanggup
385
Pengaruh Profitabilitas, Efisiensi Operasional, Kualitas Aset, dan Likuiditas Terhadap
Tingkat Kecukupan Modal Pada Sektor Perbankan yang Terdaftar di Bursa Efek
Indonesia
mengembalikannuang nasabah tersebut karena dana di Bank Centuryytidak ada, sehingga
Bank Century menghadapi kesulitan dalammlikuiditas. Bank Century ditetapkan sebagai bank
gagal yang berdampak sistematik oleh Bank Indonesia dalam rapat dewan gubernur. Sebagai
ketua KSSK Sri-Mulyani Menteri Keuangan bersama sekretarisnya Raden Pardede menghadiri
rapat tertutup, dari rapat tersebut di putuskan untuk menyuntikan dana untuk menambah
jumlah modal Bank Century sebesar Rp 632smiliar sehingga nilai Capital Adequacy Ratio (CAR)
Bank Century naik dari yang sebelumnya mencapai minus 2,3% saat diambil alih menjadi 8%
sesuai dengan persyaratan Bank Indonesia.
Menurut Bank Indonesia (BI) rasio kecukupan modal industri perbankan pada tahun
2016 cukup tinggi yaitu sebesar 22.91%. Meningkatnya Capital Adequacy Ratio/CAR dan modal
inti dibandingkan tahun sebelumnya menunjukkan membaiknya kualitas bank dalam meyerap
risiko-risiko yang muncul (Okezone.com). Menurut Bank Indonesia pada tahunn2017 tingkat
kecukupan modal perbankan dari tahun sebelumnya mengalami peningkatan menjadi 23,2%,
hal
ini
menandakan
bahwa
kestabilitassstruktur
keuangan
perbankan
tetap
stabil(Okezone.com). Pada tahun-2018, menurut Bank Indonesia rasiookecukupan modal atau
Capital AdequacyoRatioperbankan masih terjaga pada tingkat yang aman yaitu mencapai 22,9%,
walaupun angka ini menurun dari tahun sebelumnya (Okezone.com).
AngkaCapital AdequacyoRatioperbankan nasional pada periode pengamatan tersebut
masih berada pada batassaman yang ditentukan oleh BankkIndonesia, namun dengan angka
yang berfluktuasi dari tahun ke tahun. Sesuai dengan Peraturan Bank IndonesiaaNomor
15/12/PBI/2013, bahwasanya permodalanmminimum yang harus dimiliki oleh perbankan
nasional adalah 8%. Bagi bank yang memiliki nilai Capital AdequacyoRatio yang tinggi
menandakan bank tersebut memiliki modal yang cukup untuk membiayai kegiatan
operasionalnya dan mampu menyangga risiko-risikokkerugian yang sewaktu-sewaktu
mungkin akan terjadi. Sedangkan bank yang tidak dapat memenuhi batas nilai Capital Adequacy
Ratiosesuai dengan yang ditentukan oleh Bank Indonesia, maka akan mendapatkan
pengawasannkhusus dari BanknIndonesia.
Kecilnya rasio permodalan atau Capital Adequacy Ratio menunjukkan kemampuan bank
dalam melakukan ekspansi-kredit dan menyerapprisiko-risiko juga kecil. Oleh sebab itu, upaya
penguatanndalam permodalannperbankan pada waktu mendatang menjadi fokussperhatian
utama. Bank Indonesia akan terus menerus memonitor secara dekat perkembangan modal
perbankan, karena fungsi intermediasinperbankan tidak bisa berjalan secara optimal tanpa
modal yang aman dannmemadai dari bank yang bersangkutan, sehingga ketahanannindustri
perbankan juga akan diragukan dalam menghadapi kondisissulit seperti saat sekarang ini.
Pemilihan variabel Capital AdequacyoRatiosebagainvariabel terikat karena menurut Bank
Indonesia Capital AdequacyoRatio (CAR) adalah indikatorryang sangat penting dalam mengukur
tingkat kesehatannbank. Capital Adequacy Ratiomerupakan rasio yang digunakan untuk
menghitung
kecukupanmmodal
minimummsuatu
bank
agar
dapat
mengontrol
dan
mengantisipasirrisiko-risiko yang akan terjadi yang akan mempengaruhi jumlah modal dan
menunjukkan bagaimana kemampuan bank tersebut dalam mempertahankannmodal yang
cukup.Nilai Capital AdequacyoRatiobank yang tinggi, menandakan bank tersebutmmemiliki
jumlah modal yang cukupubanyak untuk membiayaiikegiatan operasionalnya sehingga dapat
386
Pengaruh Profitabilitas, Efisiensi Operasional, Kualitas Aset, dan Likuiditas Terhadap
Tingkat Kecukupan Modal Pada Sektor Perbankan yang Terdaftar di Bursa Efek
Indonesia
menyangga risikokkerugian yang sewaktu-waktu akan terjadi (Kuncoro dan Suhardjono,
2011: (...truncated)