Pengaruh Profitabilitas, Efisiensi Operasional, Kualitas Aset, dan Likuiditas Terhadap Tingkat Kecukupan Modal Pada Sektor Perbankan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia

Jurnal Ecogen, Sep 2020

This study aims to examine the effect of profitability, operational efficiency, asset quality, and liquidity on the capital adequacy level of the banking sector which is listed on the Indonesia Stock Exchange. This type of research is classified as causative descriptive research. The sample of this study was 28 banking companies listed on the Indonesia Stock Exchange in 2016-2018 selected using the purposive sampling method. The type of data in this study is secondary data. Data were collected by documentation techniques and analyzed using multiple regression analysis methods. Analysis prerequisite tests conducted include normality test, heterokedasticity test, multicollinearity test, and autocorrelation test. The data collected is processed with SPSS version 26.0. The results showed that profitability has a significant positive effect on the level of capital adequacy, Operational efficiency has a positive and not significant effect on the level of capital adequacy, asset quality has a significant negative effect on the level of capital adequacy, and liquidity has a negative and insignificant effect on the level of capital adequacy in the sector banks which are listed on the Indonesia Stock Exchange.Keywords : profitability, operational efficiency, asset quality, liquidity

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://ejournal.unp.ac.id/students/index.php/pek/article/download/9915/4074

Pengaruh Profitabilitas, Efisiensi Operasional, Kualitas Aset, dan Likuiditas Terhadap Tingkat Kecukupan Modal Pada Sektor Perbankan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia

available athttp://ejournal.unp.ac.id/students/index.php/pek/index ONLINE ISSN 2654-8429 Published by JurusanPendidikanEkonomi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Padang, Indonesia Vol. 3 No. 3, 2020 Page 385-399 Pengaruh Profitabilitas, Efisiensi Operasional, Kualitas Aset, dan Likuiditas Terhadap Tingkat Kecukupan Modal Pada Sektor Perbankan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Putri Utami1, Abel Tasman 2 Jurusan Pendidikan Ekonomi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Padang [email protected], .id2 Abstract: This study aims to examine the effect of profitability, operational efficiency, asset quality, and liquidity on the capital adequacy level of thebanking sector which is listed on the Indonesia Stock Exchange. This type of research is classified as causative descriptive research. The sample of this study was 28 banking companieslisted on the Indonesia Stock Exchange in 2016-2018 selected using the purposive sampling method. The type of data in this study is secondary data. Data were collected by documentation techniques and analyzed using multiple regression analysis methods. Analysis prerequisite tests conducted include normality test, heterokedasticity test, multicollinearity test, and autocorrelation test. The data collected is processed with SPSS version 26.0.The results showed that profitability has asignificant positive effect on the level of capital adequacy, Operational efficiency has a positive and not significant effect on the level of capital adequacy, asset quality has a significant negative effect on the level of capital adequacy, and liquidity has a negative and insignificant effect on the level of capital adequacy in the sector banks which are listed on the Indonesia Stock Exchange. Keywords: profitability, operational efficiency, asset quality, liquidity This is an open access article distributed under the Creative Commons 4.0 Attribution License, which permits unrestricted use, distribution, and reproduction in any medium, provided the original work is properly cited. ©2018 by author. PENDAHULUAN Perbankan adalah sebuah lembaga keuangan yang mempunyai fungsi sebagainperantara antara pihak-pihak yang surplus dana atau kelebihan dana dengan pihak-pihak yang memerlukanndana atau defisit dana, dan perbankan juga berfungsi dalam memperlancar lalu lintas pembayaran (Rivai, dkk, 2007:109).Bagi perbankannnasional aspek permodalan sangatlah penting, hal ini disebabkan karena dalam persaingannglobal kekuatan permodalan yang sangat besar diperlukan. Dalam menyangga risiko-risiko yang akan terjadi saat ini dan risiko-risiko dimasa mendatang maka aspek permodalan dapat dinilai dari tingkat kecukupan modal bank. Kecukupan modal adalah indikator kemampuannbank untuk menutupi penurunannaset akibat dari kerugian yang dialami bank dan digunakannuntuk mengukur kemampuannbank dalam memenuhi liabilitas jangka-pendek bank pada saat ditagih (Faturrohman, 2012). Kasus Bank Century pada tahun 2008, dimana nasabah besar dari Bank Century melakukan penarikan dana secara besar-besaran, sedangkan Bank Century tidak sanggup 385 Pengaruh Profitabilitas, Efisiensi Operasional, Kualitas Aset, dan Likuiditas Terhadap Tingkat Kecukupan Modal Pada Sektor Perbankan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia mengembalikannuang nasabah tersebut karena dana di Bank Centuryytidak ada, sehingga Bank Century menghadapi kesulitan dalammlikuiditas. Bank Century ditetapkan sebagai bank gagal yang berdampak sistematik oleh Bank Indonesia dalam rapat dewan gubernur. Sebagai ketua KSSK Sri-Mulyani Menteri Keuangan bersama sekretarisnya Raden Pardede menghadiri rapat tertutup, dari rapat tersebut di putuskan untuk menyuntikan dana untuk menambah jumlah modal Bank Century sebesar Rp 632smiliar sehingga nilai Capital Adequacy Ratio (CAR) Bank Century naik dari yang sebelumnya mencapai minus 2,3% saat diambil alih menjadi 8% sesuai dengan persyaratan Bank Indonesia. Menurut Bank Indonesia (BI) rasio kecukupan modal industri perbankan pada tahun 2016 cukup tinggi yaitu sebesar 22.91%. Meningkatnya Capital Adequacy Ratio/CAR dan modal inti dibandingkan tahun sebelumnya menunjukkan membaiknya kualitas bank dalam meyerap risiko-risiko yang muncul (Okezone.com). Menurut Bank Indonesia pada tahunn2017 tingkat kecukupan modal perbankan dari tahun sebelumnya mengalami peningkatan menjadi 23,2%, hal ini menandakan bahwa kestabilitassstruktur keuangan perbankan tetap stabil(Okezone.com). Pada tahun-2018, menurut Bank Indonesia rasiookecukupan modal atau Capital AdequacyoRatioperbankan masih terjaga pada tingkat yang aman yaitu mencapai 22,9%, walaupun angka ini menurun dari tahun sebelumnya (Okezone.com). AngkaCapital AdequacyoRatioperbankan nasional pada periode pengamatan tersebut masih berada pada batassaman yang ditentukan oleh BankkIndonesia, namun dengan angka yang berfluktuasi dari tahun ke tahun. Sesuai dengan Peraturan Bank IndonesiaaNomor 15/12/PBI/2013, bahwasanya permodalanmminimum yang harus dimiliki oleh perbankan nasional adalah 8%. Bagi bank yang memiliki nilai Capital AdequacyoRatio yang tinggi menandakan bank tersebut memiliki modal yang cukup untuk membiayai kegiatan operasionalnya dan mampu menyangga risiko-risikokkerugian yang sewaktu-sewaktu mungkin akan terjadi. Sedangkan bank yang tidak dapat memenuhi batas nilai Capital Adequacy Ratiosesuai dengan yang ditentukan oleh Bank Indonesia, maka akan mendapatkan pengawasannkhusus dari BanknIndonesia. Kecilnya rasio permodalan atau Capital Adequacy Ratio menunjukkan kemampuan bank dalam melakukan ekspansi-kredit dan menyerapprisiko-risiko juga kecil. Oleh sebab itu, upaya penguatanndalam permodalannperbankan pada waktu mendatang menjadi fokussperhatian utama. Bank Indonesia akan terus menerus memonitor secara dekat perkembangan modal perbankan, karena fungsi intermediasinperbankan tidak bisa berjalan secara optimal tanpa modal yang aman dannmemadai dari bank yang bersangkutan, sehingga ketahanannindustri perbankan juga akan diragukan dalam menghadapi kondisissulit seperti saat sekarang ini. Pemilihan variabel Capital AdequacyoRatiosebagainvariabel terikat karena menurut Bank Indonesia Capital AdequacyoRatio (CAR) adalah indikatorryang sangat penting dalam mengukur tingkat kesehatannbank. Capital Adequacy Ratiomerupakan rasio yang digunakan untuk menghitung kecukupanmmodal minimummsuatu bank agar dapat mengontrol dan mengantisipasirrisiko-risiko yang akan terjadi yang akan mempengaruhi jumlah modal dan menunjukkan bagaimana kemampuan bank tersebut dalam mempertahankannmodal yang cukup.Nilai Capital AdequacyoRatiobank yang tinggi, menandakan bank tersebutmmemiliki jumlah modal yang cukupubanyak untuk membiayaiikegiatan operasionalnya sehingga dapat 386 Pengaruh Profitabilitas, Efisiensi Operasional, Kualitas Aset, dan Likuiditas Terhadap Tingkat Kecukupan Modal Pada Sektor Perbankan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia menyangga risikokkerugian yang sewaktu-waktu akan terjadi (Kuncoro dan Suhardjono, 2011: (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://ejournal.unp.ac.id/students/index.php/pek/article/download/9915/4074
Article home page: https://ejournal.unp.ac.id/students/index.php/pek/article/view/9915/4074

Utami Putri, Abel Tasman. Pengaruh Profitabilitas, Efisiensi Operasional, Kualitas Aset, dan Likuiditas Terhadap Tingkat Kecukupan Modal Pada Sektor Perbankan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia, Jurnal Ecogen, 2020, pp. 385-399,