PERENCANAAN LANSKAP SUNGAI KELAYAN SEBAGAI UPAYA REVITALISASI SUNGAIDI KOTA BANJARMASIN KALIMANTAN SELATAN

Jurnal Lanskap Indonesia, Sep 2012

Kelayan River is a small river in Banjarmasin City. Urbanization in the city has caused the physical development expansion up to the river bank and its impact has decreased the biophysical quality of the area. The objectives of this study are to identity landscape potencies and problems in Kelayan River area; to analize biophysical, social, cultural and economical aspect of Kelayan River which will influence the river landscape planning based on biophysical aspect tosupport Kelayan River revitalization; which able to reflect waterfront city. Method of the study following the landscape planning process of Simonds (1983)consisted of preparation, collecting data, analysis, synthesis, and planning. This study uses biophysical approach modified from Astuti and Fandeli (2009). Biophysical aspects to be considered are rain fall, land coverage (Land Coverage Index IPL), inundated area, land use (Land Use Suitability/KPL), vegetation and fauna. In analysis phase, the river is divided to seven segments based on administrative boundary. Each aspect will be analized quantitatively using scoring and weighting, as well as spatially. The analysis results biophysical quality classification i.e. very critical, critical, moderate, and good quality. The synthesis is directed to improve biophysical condition and to accommodate proposed land use through rehabilitation and conservation. The good biophysical quality segment is allocated to non-intensive rehabilitation zone, while the moderate biophysical quality segment is developed tosemi-intensive rehabilitation zone, and the critical and very critical segments are used for intensive rehabilitation zone and will be utilized for non-conservation area. Functional river with good quality of biophysical condition and reflecting waterfront city is the concept in the landscape plan for this area. The plan divides the area into three zones which are: (1) Non-intensive Rehabilitation Zone (16%), (2) Semi-intensive Rehabilitation Zone (33%), and Intensive Rehabilitation Zone (51%). The landscape plan is developed to spatial, circulation, vegetation, and settlement plans.

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

http://journal.ipb.ac.id/index.php/jli/article/download/5768/4464

PERENCANAAN LANSKAP SUNGAI KELAYAN SEBAGAI UPAYA REVITALISASI SUNGAIDI KOTA BANJARMASIN KALIMANTAN SELATAN

PERENCANAAN LANSKAP SUNGAI KELAYAN SEBAGAI UPAYA REVITALISASI SUNGAI DI KOTA BANJARMASIN KALIMANTAN SELATAN Landscape Planning for Kelayan River to Support Revitalization in Banjarmasin City South Kalimantan Province Kukuh Widodo Departemen Arsitektur Lanskap, Fakultas Pertanian, IPB e-mail: Vera D Damayanti Departemen Arsitektur Lanskap, Fakultas Pertanian, IPB e-mail: Setia Hadi Departemen Arsitektur Lanskap, Fakultas Pertanian, IPB PENDAHULUAN Latar Belakang Urbanisasi merupakan perkembangan dan pertumbuhan suatu kota yang melibatkan proses alih fungsi atau konversi lahan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat kota akan infrastruktur dan fasilitas yang dibutuhkan dalam pengembangan kota. Perubahan penutupan dan penggunaan lahan yang terjadi akibat urbanisasi pada suatu kota merupakan interaksi kompleks dari faktor-faktor sosial ekonomi, politik, dan adat budaya yang pada akhirnya mempengaruhi terjadinya perubah-an lingkungan secara global (Meyer dan Turner, 1994; Sherbinin, 2001). Seiring dengan pertumbuhan penduduk dan kebutuhan tempat tinggal, orang cenderung menggunakan ruang yang masih tersisa termasuk diantaranya di bantaran ABSRACT Kelayan River is a small river in Banjarmasin City. Urbanization in the city has caused the physical development expansion up to the river bank and its impact has decreased the biophysical quality of the area. The objectives of this study are to identity landscape potencies and problems in Kelayan River area; to analize biophysical, social, cultural and economical aspect of Kelayan River which will influence the river landscape planning based on biophysical aspect to support Kelayan River revitalization; which able to reflect waterfront city. Method of the study following the landscape planning process of Simonds (1983) consisted of preparation, collecting data, analysis, synthesis, and planning. This study uses biophysical approach modified from Astuti and Fandeli (2009). Biophysical aspects to be considered are rain fall, land coverage (Land Coverage Index IPL), inundated area, land use (Land Use Suitability/KPL), vegetation and fauna. In analysis phase, the river is divided to seven segments based on administrative boundary. Each aspect will be analized quantitatively using scoring and weighting, as well as spatially. The analysis results biophysical quality classification i.e. very critical, critical, moderate, and good quality. The synthesis is directed to improve biophysical condition and to accommodate proposed land use through rehabilitation and conservation. The good biophysical quality segment is allocated to non-intensive rehabilitation zone, while the moderate biophysical quality segment is developed to semi-intensive rehabilitation zone, and the critical and very critical segments are used for intensive rehabilitation zone and will be utilized for non-conservation area. Functional river with good quality of biophysical condition and reflecting waterfront city is the concept in the landscape plan for this area. The plan divides the area into three zones which are: (1) Nonintensive Rehabilitation Zone (16%), (2) Semi-intensive Rehabilitation Zone (33%), and Intensive Rehabilitation Zone (51%). The landscape plan is developed to spatial, circulation, vegetation, and settlement plans. Keyword: riverscape planning, revitalization, waterfront city dan badan sungai sebagai tempat tinggal, perdagangan, perkantoran, dan sebagainya. Hal tersebut memberikan dampak negatif terhadap lanskap sungai seperti keseimbangan ekosistem terganggu, dan menyebabkan fungsi-fungsi sungai berubah, sebagaimana yang terjadi pada lanskap sungai di Kota Banjarmasin. Salah satu sungai di Kota Banjarmasin yang mengalami kondisi penurunan kualitasnya yaitu Kawasan Sungai Kelayan. Fungsi utama kawasan tersebut menurut RDTRK Kecamatan Banjarmasin Selatan Tahun 2008 adalah sebagai kawasan komersial dan permukiman. Kondisi kawasan telah mengalami penurunan vitalitas maupun kualitas secara fisik dan fungsi. Di sepanjang sempadan sungai ini masyarakat membangun pemukiman serta penggunaan lahan lainnya di atas ban- taran sungai yang dianggapnya sebagai daerah bebas. Hal ini semakin mendorong pertumbuhan bangunan liar di bantaran sungai di Sungai Kelayan, yang berakibat pada kerusakan ekosistem Sungai Kelayan. Berdasarkan kondisi tersebut, permasalahan ruang kota dan lingkungan pada kawasan ini memerlukan penanganan yang baik. Pemerintah Kota Banjarmasin telah berupaya untuk menangani masalah kerusakan lingkungan khususnya pada bantaran sungai melalui program revitalisasi sungai dan pencanangan waterfront city. Dalam rangka revitalisasi sungai, salah satu aspek yang perlu diperbaiki yaitu kualitas biofisik lingkungan sungai, yang mana hal tersebut dapat dicapai melalui penataan lanskap kawasan sungai melalui pendekatan aspek biofisik. Oleh karena itu, perencanaan lanskap Sungai Kelayan perlu JURNAL LANSKAP INDONESIA | VOL 4 NO 1 2012 15 WIDODO, HADI, DAN DAMAYANTI dilakukan untuk mendukung upaya revitalisasi sungai di Kota Banjarmasin agar dapat mengembalikan fungsi ekologi sungai dan dapat mendukung terciptanya waterfront city di perkotaan. Tujuan Studi ini bertujuan untuk: 1. Mengidentifikasi permasalahan dan potensi lanskap yang ada di kawasan Sungai Kelayan. 2. Menganalisis kondisi biofisik, sosial, dan budaya serta ekonomi Sungai Kelayan yang berpengaruh terhadap proses perencanaan lanskap sungai berbasis pendekatan biofisik sebagai upaya revitalisasi Sungai Kelayan. 3. Membuat suatu rencana lanskap sungai berbasis pendekatan biofisik yang dapat mencirikan waterfront city. studi sebagai langkah awal, pengumpulan informasi awal mengenai lokasi studi, melakukan persiapan administrasi guna mengurus perijinan survey lapang. 2. Pengumpulan data: meliputi data biofisik mengenai kondisi tapak, aspek sosial, ekonomi, budaya dan data pendukung lain yang mempengaruhi proses perencanaan lanskap kawasan Sungai Kelayan. Metode pengumpulan data dilakukan dengan dua cara, yaitu survey lapang dan studi pustaka. 3. Analisis dan Sintesis: Data dan informasi yang didapat dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan dalam bentuk spasial. Analisis dilakukan persegmen, dimana Peta Kota dasar dalam pembagian segmen adalah batas administratif kelurahan. Kelurahan Kelayan Barat, Kelayan Luar, Kelayan Tengah, Kelayan Dalam, Kelayan Timur, Tanjung Pagar Dan Murung Raya adalah kelurahankelurahan yang dilalui dan menggunakan Sungai Kelayan sebagai batas wilayah administratif. Sehingga akan terdapat 7 segmen yang akan dijadikan unit dalam analisis. Ilustrasi dari pembagian segmen di tapak dapat dilihat pada Gambar 2 dan Tabel 1 menunjukkan batas segmen dan luasan masing-masing segmen. Analisis aspek biofisik dilakukan untuk mengetahui kondisi kualitas biofisik sungai. Parameter aspek biofisik yang dianalisis meliputi Peta Kec. Banjarmasin METODOLOGI Lokasi dan Waktu Studi Studi ini berlokasi di Kawasan Sungai Kelayan di Kota Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan (Gam (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: http://journal.ipb.ac.id/index.php/jli/article/download/5768/4464
Article home page: http://journal.ipb.ac.id/index.php/jli/article/view/5768/4464

Kukuh Widodo, Vera D Damayanti, hadi Setia. PERENCANAAN LANSKAP SUNGAI KELAYAN SEBAGAI UPAYA REVITALISASI SUNGAIDI KOTA BANJARMASIN KALIMANTAN SELATAN, Jurnal Lanskap Indonesia, 2012,