PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN REFLEKTIF BERBASIS UNITY OF SCIENCES BAGI CALON GURU SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN PROFESIONAL
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran, Volume 6 Nomor 2, 2023 | 2030
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran
http://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/jrpp
Volume 6 Nomor 4, 2023
P-2655-710X e-ISSN 2655-6022
Siraj1
Muhammad Yusuf2
Islami Fatwa3
Faizar Rianda4
Mulyadi5
Submitted : 27/10/2023
Reviewed : 16/11/2023
Accepted : 22/11/2023
Published : 23/11/2023
PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN
REFLEKTIF BERBASIS UNITY OF SCIENCES
BAGI CALON GURU SEKOLAH MENENGAH
KEJURUAN PROFESIONAL
Abstrak
Lembaga Pendidik Tenaga Kependidikan berkewajiban menyiapkan guru SMK yang profesional
dengan pembelajaran refleksi (reflective learning) yang merupakan model kegiatan pembelajaran
dengan melibatkan kegiatan berpikir reflektif dalam prosesnya. Refleksi dalam konteks pembelajaran
merupakan kegiatan intelektual dan afektif untuk mengekplorasi pengalaman dalam mencapai
pemahaman dan apresiasi-apresiasi baru. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kenyataan yang
menunjukkan pentingnya Micro Teaching dalam membentuk calon guru SMK yang professional.
Untuk mengatasi permasalahan tersebut, maka diperlukan pengembangan model pembelajaran reflektif
berbasis Unity of Sciences untuk pembentukan calon guru SMK yang profesional. Pentingnya
penelitian ini dilakukan adalah agar dapat menghasilkan suatu model pembelajaran reflektif berbasis
Unity of Sciences yang dilakukan melalui tiga pilar utama yaitu spiritualisasi ilmu-ilmu sains,
humanisasi ilmu-ilmu agama, dan pemanfaatan local wisdom sehingga dapat membentuk calon guru
SMK profesional. Kontribusi penelitian ini adalah menghasilkan suatu model pembelajaran reflektif
berbasis Unity of Sciences untuk meningkatkan daya saing calon guru SMK pada era revolusi digital
yang memiliki kekuatan NASIONALISME, IPTEKS dan IMTAQ dalam mendukung Indonesia Maju.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan model pembelajaran reflektif berbasis Unity of
Sciences untuk pembentukan calon guru Sekolah Menengah Kejuruan profesional. Metode penelitian
menggunakan desain model pengembangan yang digunakan adalah pengembangan pendidikan umum
(Plomp, 1997) implementasi, yaitu (1) fase investigasi awal, (2) fase desain, (3) fase realisasi, (4) fase
tes, evaluasi dan revisi, (5) fase implementasi luas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model
pembelajaran reflektif berbasis Unity of Sciences yang dikembangkan telah valid, praktis dan efektif
untuk meningkatkan daya saing calon guru SMK pada era revolusi digital yang memiliki kekuatan
NASIONALISME, IPTEKS dan IMTAQ dalam mendukung Indonesia Maju.
Kata Kunci: Guru; Unity of Sciences; Profesional.
Abstract
Education is obliged to prepare professional vocational teachers with reflective learning which is a
model of learning activities by involving reflective thinking activities in the process. Reflection in the
context of learning is an intellectual and affective activity to explore experience in achieving new
understanding and appreciations. This research is motivated by the fact that shows the importance of
Micro Teaching in forming professional vocational teacher candidates. To overcome these problems, it
is necessary to develop a reflective learning model based on Unity of Sciences for the formation of
professional vocational teacher candidates. The importance of this research is to produce a reflective
learning model based on Unity of Sciences which is carried out through three main pillars, namely the
spiritualization of sciences, the humanization of religious sciences, and the use of local wisdom so that it
can form prospective professional vocational teachers. The contribution of this research is to produce a
reflective learning model based on Unity of Sciences to increase the competitiveness of prospective
1)
Pendidikan Profesi Guru, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Malikussaleh
Magister Teknik Energi Terbarukan, Fakultas Teknik, Universitas Malikussaleh
3,4,5)
Pendidikan Vokasional Teknik Mesin, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Malikussaleh
email: , , ,
,
2)
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP)
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran, Volume 6 Nomor 2, 2023 | 2031
vocational teachers in the era of the digital revolution that has the strength of NATIONALISM, Science
and Technology and IMTAQ in supporting Advanced Indonesia. The purpose of this study is to develop
a reflective learning model based on Unity of Sciences for the formation of prospective professional
Vocational High School teachers. The research method using the development model design used is
general education development (Plomp, 1997) implementation, namely (1) initial investigation phase,
(2) design phase, (3) realization phase, (4) test, evaluation and revision phase, (5) broad implementation
phase. The results showed that the reflective learning model based on Unity of Sciences developed has
been valid, practical and effective to increase the competitiveness of prospective vocational teachers in
the era of the digital revolution that has the strength of NATIONALISM, Science and Technology and
IMTAQ in supporting Advanced Indonesia.
Keywords: teacher; Unity of Sciences; Professional.
PENDAHULUAN
Perkembangan dunia yang semakin cepat dan pesat telah memasuki era knowledge based society
and economy serba digital dan bertumpu pada persaingan bebas. Era tersebut ditandai dengan
persaingan dalam menguasai pengetahuan dan perlombaan ketat penemuan pengetahuan baru.
Kesiapan kerja sangat diperlukan karena merupakan suatu kesiapan mental dan fisik serta sumberdaya
kejuruan lainnya dalam memasuki dunia kerja yang kompetitif (Robert dan Diene, 2004). Tujuan
utama pendidik dan pemangku kebijakan pendidikan adalah bagaimana dapat membentuk peserta
didik pada proses pembelajaran yang berorintasi pada kesiapan kerja. Irwanto (2021) menjelaskan
bahwa SMK memerlukan mitra seperti SMK lain, LPTK, pemerintah daerah, dinas pendidikan
setempat, industri, asosiasi profesi kependidikan dan lembaga-lembaga lain yang relevan. Untuk itu,
diperlukan ada dan terpeliharanya jaringan kemitraan yang berkelanjutan antara SMK dengan semua
unsur tersebut. Kemitraan SMK dengan lembaga mitranya harus didasarkan pada prinsip manfaat
timbal balik dalam meningkatkan kemitraan dan mutu kinerja pihak-pihak yang bermitra.
Salah satu isu strategis yang menjadi prioritas revitalisasi SMK adalah inovasi pembelajaran dan
pemenuhan dan peningkatan profesionalitas guru yang mengajar mata pelajaran yang sesuai dengan
kejuruannya. Guru SMK dituntut memiliki kompetensi pedagogik, kepribadian, profesional dan sosial.
Selain itu guru kejuruan dalam program produktif perlu memiliki karakteristik dan persyaratan
kompetensi profesional yang spesifik, antara lain memiliki keahlian praktis yang memadai pada semua
bidang studi produktif, mampu menyelenggarakan pembelajaran yang relevan dengan kompetensi
yang dibutuhkan oleh dunia kerja, mampu merancang pembelajaran baik di sekolah maupun di dunia
usaha dan industri.
Untuk menjawab tantangan ke (...truncated)