Gambaran Asuhan Keperawatan pada Klien yang Mengalami Hipertermi dengan Dengue Haemorrhagic Fever di RS Bhakti Asih
5
Online ISSN: 2622-4666
Print ISSN: 2356-3281
Jurnal Persada Husada Indonesia
Vol. 8 No. 30 (2021) : 45 - 52
Gambaran Asuhan Keperawatan pada Klien yang Mengalami Hipertermi
dengan Dengue Haemorrhagic Fever di RS Bhakti Asih
Andi Saputra 1 dan Revie Fitria Nasution 2
Abstrak
Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit yang sangat umum di Indonesia dan negara tropis
lainnya. Penyakit ini lebih banyak terjadi di daerah urban dan sub-urban. Pada tahun 2013 dilaporkan terdapat
sebanyak 2,35 juta kasus di Amerika, dimana 33.687 kasus merupakan DBD berat. (WHO, 2016). Angka
Kematian (AK)/Case Fatality Rate (CFR) pada tahun-tahun awal kasus DBD merebak di Indonesia sangat tinggi.
Kemudian dari tahun ke tahun mulai menurun dari 41,4% pada tahun 1968 terus menurun sampai menjadi 0,89%
pada tahun 2009. Tujuan penelitian ini untuk memperoleh gambaran pelaksanaan asuhan keperawatan pada klien
yang mengalami Hipertermi dengan Dengue Haemorragic Fever di RS Bhakti Asih
Desain penelitian ini adalah kualitatif deskriptif tanpa intervensi. Penelitian ini dilaksanakan di Rumah
Sakit Bhakti Asih, Waktu penelitian dilakukan pada bulan Juli-Agustus 2019, pengumpulan data dilaksanakan
tanggal 10-13 Juli 2019. Dilakukan kajian literatur baik cetak maupun online. Analisis data menggunakan
triangulasi.
Pengkajian pada Tn. R yang mengalami DHF memiliki gejala peningkatan suhu tubuh 38,80C, dengan
gejala kekurangan cairan. Ada beberapa tanda dan gejala teori yang tidak muncul, yaitu kejang dan penurunan
kesadaran. Pada tahap diagnosa ini ditemukan 4 diagnosa keperawatan. Pada tahap perencanaan ditemukan
persamaan diagnosa prioritas secara teori. Tidak dilakukan implementasi khusus pada kasus Tn. R. Pada tahap
evaluasi, berdasarkan hasil penelitian terdahulu dinyatakan bahwa pemberian kompres hangat sangat memberikan
efektifitas yang baik untuk menurunkan hipertermia.
Kata Kunci: Asuhan keperawatan, DBD, Hipertermia
Overview Of Nursing Care To Clients Who Have Hypertermy
With Dengue Haemorrhagic Fever At Bhakti Asih Hospital
Abstract
Dengue hemorrhagic fever (DHF) is a very common disease in Indonesia and other tropical countries. This
disease is more common in urban and sub-urban areas. In 2013 there were reported as many as 2.35 million cases
in America, of which 33,687 cases were severe dengue. (WHO, 2016). The case fatality rate (CFR) in the early
years of dengue cases spreading in Indonesia was very high. Then from year to year it began to decline from
41.4% in 1968 and continued to decline to 0.89% in 2009. The purpose of this study was to obtain an overview of
the implementation of nursing care for clients experiencing Hyperthermia with Dengue Haemorragic Fever at
Bhakti Asih Hospital.
The design of this research is descriptive qualitative without intervention. This research was carried out at
the Bhakti Asih Hospital, when the research was carried out on July 10-13 2019. A literature review was carried
out both in print and online. Data analysis using tri angulation
The assessment on Mr. R who had DHF had symptoms of an increase in body temperature of 38.80C, with
symptoms of fluid deficiency. There are some theoretical signs and symptoms that do not appear, namely seizures
and decreased consciousness. At this stage of diagnosis, 4 nursing diagnoses were found. At the planning stage,
the priority diagnosis equations were found in theory. No special implementation was carried out in the case of
Mr. R. At the evaluation stage, based on the results of previous studies, it was stated that giving warm compresses
was very effective in reducing hyperthermia.
Keywords: Nursing care, DHF, Hyperthermia
1
2
Alumni Prodi Keperawatan STIKES Persada Husada Indonesia
Dosen Akademi Keperawatan Berkala Widya Husada
Copyright © 2014-2021 STIKES Persada Husada Indonesia
http://jurnal.stikesphi.ac.id/index.php/kesehatan
Jurnal Persada Husada Indonesia
Vol. 8 No. 30 (Juli 2021)
Gambaran Asuhan Keperawatan pada Klien yang Mengalami Hipertermi
Pendahuluan
Demam berdarah dengue (DBD) adalah
penyakit yang sangat umum di Indonesia dan
negara tropis lainnya. Penyakit ini lebih banyak
terjadi di daerah urban dan sub-urban. Infeksi
DBD terjadi setelah digigit nyamuk Aedes
aegypti dan Ae. albopictus yang membawa virus
tersebut. Pengidap DBD akan mengalami
demam tinggi yang disertai sakit kepala, nyeri
sendi, nyeri otot, dan nyeri tulang. Beberapa
pasien DBD juga mengalami sakit di bagian
belakang mata. Demam berdarah dan demam
dengue adalah dua penyakit yang berbeda tetapi
cenderung dikelompokan bersamaan di
Indonesia. Dengue Hemorrhagic Fever (DBD)
atau demam berdarah adalah komplikasi dari
demam dengue atau dengue fever yang semakin
memburuk. Salah satu gejala utama DBD adalah
kerusahakan pembuluh darah dan kelenjar getah
bening. Selain itu, darah akan muncul saat
muntah dan dari gusi serta hidung. Pernapasan
akan terasa berat, dimana penderita terengahengah. Perut biasanya terasa sakit karena terjadi
pembengkakan organ hati. DBD adalah penyakit
yang bisa dialami bayi, anak kecil hingga orang
dewasa.
Penyakit dengue akan menyebabkan
gejala berikut selama 2 hingga 7 hari setelah
masa inkubasi yaitu 4 hingga 12 hari setelah
digigit oleh nyamuk yang membawa virus DBD.
Gejala
umum
DBD
adalah
sebagai
berikut: Tubuh menggigil, Suhu tubuh mencapai
41 derajat celsius, kehilangan nafsu makan, sakit
kepala berlebihan, badan terasa lelah, sakit
tenggorokan, wajah nampak kemerahan, nyeri
sendi, otot, dan tulang. bentuk klasik dari demam
berdarah dengue (DBD) diawali dengan demam
mendadak tinggi, berlangsung 2-7 hari. pada hari
ke-3 mulai terjadi penurunan suhu namun perlu
hati-hati karena dapat sebagai awal syok. Fase
kritis mulai terjadi pada hari ke 3-5. DBD dapat
disertai dengan muka kemerahan, dapat juga
terjadi keluhan sakit kepala, nyeri otot, tulang,
sendi dan juga sering ditemukan mual dan
muntah (Arsin, 2013).
Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) atau
biasa yang dikenal dengan Demam Berdarah
Copyright © 2021 STIKES Persada Husada Indonesia
Dengue (DBD) merupakan penyakit infeksi
virus akut yang disebabkan oleh virus dengue
yang tergolong Arthropod-borne virus, genus
flavivirus, famili flaviviridae. DBD dapat
ditularkan melalui gigitan nyamuk dari genus
Aedes, terutama Aedes aegypti, atau Aedes
albopictus. Penyakit DBD biasanya muncul
sepanjang tahun dan dapat menyerang seluruh
manusia di berbagai kelompok umur. Penyakit
ini berkaitan dengan kondisi lingkungan dan
perilaku masyarakat. Sejak tahun 1968 terjadi
peningkatan jumlah provinsi dan kabupaten/kota
dari 2 provinsi dan 2 kota, menjadi 34 provinsi
dan 436 (85%) kabupaten/kota pada tahun 2015.
Terjadi juga peningkatan jumlah kasus DBD dari
tahun 1968 yaitu 58 kasus menjadi 126.675
kasus pada tahun 2015. Peningkatan dan
penyebaran kasus DBD tersebut dapat
disebabkan oleh mobilitas penduduk yang
tinggi, perkembangan wilayah perkotaan,
perubahan iklim, perubahan kepadatan dan
distribusi penduduk, dan faktor epidemiologi
lainnya yang masih memerlukan penelitia (...truncated)