Gambaran Asuhan Keperawatan pada Klien yang Mengalami Hipertermi dengan Dengue Haemorrhagic Fever di RS Bhakti Asih

Jurnal Persada Husada Indonesia, Jul 2021

Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit yang sangat umum di Indonesia dan negara tropis lainnya. Penyakit ini lebih banyak terjadi di daerah urban dan sub-urban. Pada tahun 2013 dilaporkan terdapat sebanyak 2,35 juta kasus di Amerika, dimana 33.687 kasus merupakan DBD berat. (WHO, 2016). Angka Kematian (AK)/Case Fatality Rate (CFR) pada tahun-tahun awal kasus DBD merebak di Indonesia sangat tinggi. Kemudian dari tahun ke tahun mulai menurun dari 41,4% pada tahun 1968 terus menurun sampai menjadi 0,89% pada tahun 2009. Tujuan penelitian ini untuk memperoleh gambaran pelaksanaan asuhan keperawatan pada klien yang mengalami Hipertermi dengan Dengue Haemorragic Fever di RS Bhakti Asih. Desain penelitian ini adalah kualitatif deskriptif tanpa intervensi. Penelitian ini dilaksanakan di Rumah Sakit Bhakti Asih, Waktu penelitian dilakukan pada bulan Juli-Agustus 2019, pengumpulan data dilaksanakan tanggal 10-13 Juli 2019. Dilakukan kajian literatur baik cetak maupun online. Analisis data menggunakan triangulasi. Pengkajian pada Tn.R yang mengalami DHF memiliki gejala peningkatan suhu tubuh 38,80C, dengan gejala kekurangan cairan. Ada beberapa tanda dan gejala teori yang tidak muncul, yaitu kejang dan penurunan kesadaran. Pada tahap diagnosa ini ditemukan 4 diagnosa keperawatan. Pada tahap perencanaan ditemukan persamaan diagnosa prioritas secara teori. Tidak dilakukan implementasi khusus pada kasus Tn. R. Pada tahap evaluasi, berdasarkan hasil penelitian terdahulu dinyatakan bahwa pemberian kompres hangat sangat memberikan efektifitas yang baik untuk menurunkan hipertermia.

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

http://jurnal.stikesphi.ac.id/index.php/kesehatan/article/download/325/218

Gambaran Asuhan Keperawatan pada Klien yang Mengalami Hipertermi dengan Dengue Haemorrhagic Fever di RS Bhakti Asih

5 Online ISSN: 2622-4666 Print ISSN: 2356-3281 Jurnal Persada Husada Indonesia Vol. 8 No. 30 (2021) : 45 - 52 Gambaran Asuhan Keperawatan pada Klien yang Mengalami Hipertermi dengan Dengue Haemorrhagic Fever di RS Bhakti Asih Andi Saputra 1 dan Revie Fitria Nasution 2 Abstrak Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit yang sangat umum di Indonesia dan negara tropis lainnya. Penyakit ini lebih banyak terjadi di daerah urban dan sub-urban. Pada tahun 2013 dilaporkan terdapat sebanyak 2,35 juta kasus di Amerika, dimana 33.687 kasus merupakan DBD berat. (WHO, 2016). Angka Kematian (AK)/Case Fatality Rate (CFR) pada tahun-tahun awal kasus DBD merebak di Indonesia sangat tinggi. Kemudian dari tahun ke tahun mulai menurun dari 41,4% pada tahun 1968 terus menurun sampai menjadi 0,89% pada tahun 2009. Tujuan penelitian ini untuk memperoleh gambaran pelaksanaan asuhan keperawatan pada klien yang mengalami Hipertermi dengan Dengue Haemorragic Fever di RS Bhakti Asih Desain penelitian ini adalah kualitatif deskriptif tanpa intervensi. Penelitian ini dilaksanakan di Rumah Sakit Bhakti Asih, Waktu penelitian dilakukan pada bulan Juli-Agustus 2019, pengumpulan data dilaksanakan tanggal 10-13 Juli 2019. Dilakukan kajian literatur baik cetak maupun online. Analisis data menggunakan triangulasi. Pengkajian pada Tn. R yang mengalami DHF memiliki gejala peningkatan suhu tubuh 38,80C, dengan gejala kekurangan cairan. Ada beberapa tanda dan gejala teori yang tidak muncul, yaitu kejang dan penurunan kesadaran. Pada tahap diagnosa ini ditemukan 4 diagnosa keperawatan. Pada tahap perencanaan ditemukan persamaan diagnosa prioritas secara teori. Tidak dilakukan implementasi khusus pada kasus Tn. R. Pada tahap evaluasi, berdasarkan hasil penelitian terdahulu dinyatakan bahwa pemberian kompres hangat sangat memberikan efektifitas yang baik untuk menurunkan hipertermia. Kata Kunci: Asuhan keperawatan, DBD, Hipertermia Overview Of Nursing Care To Clients Who Have Hypertermy With Dengue Haemorrhagic Fever At Bhakti Asih Hospital Abstract Dengue hemorrhagic fever (DHF) is a very common disease in Indonesia and other tropical countries. This disease is more common in urban and sub-urban areas. In 2013 there were reported as many as 2.35 million cases in America, of which 33,687 cases were severe dengue. (WHO, 2016). The case fatality rate (CFR) in the early years of dengue cases spreading in Indonesia was very high. Then from year to year it began to decline from 41.4% in 1968 and continued to decline to 0.89% in 2009. The purpose of this study was to obtain an overview of the implementation of nursing care for clients experiencing Hyperthermia with Dengue Haemorragic Fever at Bhakti Asih Hospital. The design of this research is descriptive qualitative without intervention. This research was carried out at the Bhakti Asih Hospital, when the research was carried out on July 10-13 2019. A literature review was carried out both in print and online. Data analysis using tri angulation The assessment on Mr. R who had DHF had symptoms of an increase in body temperature of 38.80C, with symptoms of fluid deficiency. There are some theoretical signs and symptoms that do not appear, namely seizures and decreased consciousness. At this stage of diagnosis, 4 nursing diagnoses were found. At the planning stage, the priority diagnosis equations were found in theory. No special implementation was carried out in the case of Mr. R. At the evaluation stage, based on the results of previous studies, it was stated that giving warm compresses was very effective in reducing hyperthermia. Keywords: Nursing care, DHF, Hyperthermia 1 2 Alumni Prodi Keperawatan STIKES Persada Husada Indonesia Dosen Akademi Keperawatan Berkala Widya Husada Copyright © 2014-2021 STIKES Persada Husada Indonesia http://jurnal.stikesphi.ac.id/index.php/kesehatan Jurnal Persada Husada Indonesia Vol. 8 No. 30 (Juli 2021) Gambaran Asuhan Keperawatan pada Klien yang Mengalami Hipertermi Pendahuluan Demam berdarah dengue (DBD) adalah penyakit yang sangat umum di Indonesia dan negara tropis lainnya. Penyakit ini lebih banyak terjadi di daerah urban dan sub-urban. Infeksi DBD terjadi setelah digigit nyamuk Aedes aegypti dan Ae. albopictus yang membawa virus tersebut. Pengidap DBD akan mengalami demam tinggi yang disertai sakit kepala, nyeri sendi, nyeri otot, dan nyeri tulang. Beberapa pasien DBD juga mengalami sakit di bagian belakang mata. Demam berdarah dan demam dengue adalah dua penyakit yang berbeda tetapi cenderung dikelompokan bersamaan di Indonesia. Dengue Hemorrhagic Fever (DBD) atau demam berdarah adalah komplikasi dari demam dengue atau dengue fever yang semakin memburuk. Salah satu gejala utama DBD adalah kerusahakan pembuluh darah dan kelenjar getah bening. Selain itu, darah akan muncul saat muntah dan dari gusi serta hidung. Pernapasan akan terasa berat, dimana penderita terengahengah. Perut biasanya terasa sakit karena terjadi pembengkakan organ hati. DBD adalah penyakit yang bisa dialami bayi, anak kecil hingga orang dewasa. Penyakit dengue akan menyebabkan gejala berikut selama 2 hingga 7 hari setelah masa inkubasi yaitu 4 hingga 12 hari setelah digigit oleh nyamuk yang membawa virus DBD. Gejala umum DBD adalah sebagai berikut: Tubuh menggigil, Suhu tubuh mencapai 41 derajat celsius, kehilangan nafsu makan, sakit kepala berlebihan, badan terasa lelah, sakit tenggorokan, wajah nampak kemerahan, nyeri sendi, otot, dan tulang. bentuk klasik dari demam berdarah dengue (DBD) diawali dengan demam mendadak tinggi, berlangsung 2-7 hari. pada hari ke-3 mulai terjadi penurunan suhu namun perlu hati-hati karena dapat sebagai awal syok. Fase kritis mulai terjadi pada hari ke 3-5. DBD dapat disertai dengan muka kemerahan, dapat juga terjadi keluhan sakit kepala, nyeri otot, tulang, sendi dan juga sering ditemukan mual dan muntah (Arsin, 2013). Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) atau biasa yang dikenal dengan Demam Berdarah Copyright © 2021 STIKES Persada Husada Indonesia Dengue (DBD) merupakan penyakit infeksi virus akut yang disebabkan oleh virus dengue yang tergolong Arthropod-borne virus, genus flavivirus, famili flaviviridae. DBD dapat ditularkan melalui gigitan nyamuk dari genus Aedes, terutama Aedes aegypti, atau Aedes albopictus. Penyakit DBD biasanya muncul sepanjang tahun dan dapat menyerang seluruh manusia di berbagai kelompok umur. Penyakit ini berkaitan dengan kondisi lingkungan dan perilaku masyarakat. Sejak tahun 1968 terjadi peningkatan jumlah provinsi dan kabupaten/kota dari 2 provinsi dan 2 kota, menjadi 34 provinsi dan 436 (85%) kabupaten/kota pada tahun 2015. Terjadi juga peningkatan jumlah kasus DBD dari tahun 1968 yaitu 58 kasus menjadi 126.675 kasus pada tahun 2015. Peningkatan dan penyebaran kasus DBD tersebut dapat disebabkan oleh mobilitas penduduk yang tinggi, perkembangan wilayah perkotaan, perubahan iklim, perubahan kepadatan dan distribusi penduduk, dan faktor epidemiologi lainnya yang masih memerlukan penelitia (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: http://jurnal.stikesphi.ac.id/index.php/kesehatan/article/download/325/218
Article home page: http://jurnal.stikesphi.ac.id/index.php/kesehatan/article/view/325/218

Andi Saputra, Nasution Revie Fitria. Gambaran Asuhan Keperawatan pada Klien yang Mengalami Hipertermi dengan Dengue Haemorrhagic Fever di RS Bhakti Asih, Jurnal Persada Husada Indonesia, 2021, pp. 45-52,