Asuhan Keperawatan pada Klien yang Mengalami Kekurangan Volume Cairan dengan Dengue Haemorrhagic Fever di RS Dr. Mintohardjo
Online ISSN: 2622-4666
Print ISSN: 2356-3281
Jurnal Persada Husada Indonesia
Vol. 9 No. 32 (2022) : 18- 26
Asuhan Keperawatan pada Klien yang Mengalami Kekurangan Volume Cairan dengan
Dengue Haemorrhagic Fever di RS Dr. Mintohardjo
Dellia Ayu Safitri1, Ahmad Fahri2
Nursing Care for Clients who Experience Lack of Fluid Volume with Dengue
Hemorrhagic Fever in Dr. Mintohardjo Hospital
Abstrak
Demam berdarah dengue merupakan salah satu penyakit menular yang sering menimbulkan wabah dan
menyebabkan kematian. Penyakit DHF adalah penyakit infeksi oleh virus dengue yang ditularkan melalui gigitan
nyamuk aedes aegypti, dengan ciri demam tinggi mendadak disertai manifestasi perdarahan dan bertendensi
menimbulkan renjatan (syok) dan kematian. Penelitian yang dilakukan penulis bertujuan untuk memperoleh
gambaran tentang asuhan keperawatan klien yang memiliki masalah utama kekurangan volume cairan dengan
dengue haemorrhagic fever. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif tanpa intervensi langsung
kepada klien. Penelitian ini menggunakan data dari kasus penelitian tahun 2019 dan menggunakan pendekatan
studi literatur. Dari hasil pengkajian dan analisa data ditemukan diagnosa keperawatan prioritas yaitu kekurangan
volume cairan berhubungan dengan pindahnya cairan dari intravaskuler ke ekstravaskuler. Pada karya tulis ilmiah
ini penulis menguraikan tentang intervensi dalam pemberian cairan pada pasien dengan DHF untuk memenuhi
kebutuhan cairannya. Uraian pemberian cairan ini berdasarkan kepada penelitian yang terdahulu dan merupakan
bagian dari intervensi keperawatan. Hasil kajian dari penulis berdasarkan dapat disimpulkan bahwa pemberian
cairan pada pasien dengan DHF sangat membantu memenuhi kebutuhan cairan pada pasien dengan DHF. Saran
bagi perawat di rumah sakit diharapkan dapat meningkatkan kebutuhan cairan khususnya pada pasien kekurangan
volume cairan dengan Dengue Haemoragic Fever.
Kata kunci : Demam Berdarah Dengue, Asuhan Keperawatan, Kekurangan Volume Cairan
Abstract
Dengue hemorrhagic fever is a contagious disease that often causes epidemics and causes death. DHF is an
infectious disease by the dengue virus which is transmitted through the bite of the Aedes aegypti mosquito,
characterized by a sudden high fever accompanied by bleeding manifestations and a tendency to cause shock and
death. The research conducted by the author aims to obtain an overview of nursing care for clients who have the
main problem of lack of fluid volume with dengue hemorrhagic fever. This research is a descriptive qualitative
study without direct intervention to the client. This study uses data from research cases in 2019 and uses a
literature study approach. From the results of the assessment and data analysis, it was found that priority nursing
diagnoses were deficient in fluid volume associated with fluid transfer from intravascular to extravascular. In this
scientific paper the authors describe the intervention in fluid administration in patients with DHF to meet their
fluid needs. The description of this fluid administration is based on previous research and is part of nursing
interventions. Based on the results of the authors' study, it can be concluded that giving fluids to patients with
DHF is very helpful in meeting the fluid needs of patients with DHF. Suggestions for nurses in the hospital are
expected to increase the need for fluids, especially in patients with deficient fluid volume with dengue
haemorrhagic fever.
Keywords: Dengue Fever, Nursing Care, Lack of Fluid Volume
1 Mahasiswa Akademi Keperawatan Berkala Widya Husada
2 Dosen Akademi Keperawatan Berkala Widya Husada
Copyright © 2014-2022 STIKES Persada Husada Indonesia
http://jurnal.stikesphi.ac.id/index.php/kesehatan
Jurnal Persada Husada Indonesia
Vol. 9 No. 32 (Januari 2022)
Asuhan Keperawatan Klien yang Mengalami Kekurangan Volume Cairan Tubuh…
Pendahuluan
DHF (Dengue Haemoragic Fever) adalah
penyakit yang disebabkan oleh virus dengue,
sejenis virus yang tergolong arbovirus dan
masuk ke tubuh penderita melalui gigitan
nyamuk Aedes Aegypti betina. Penyakit ini lebih
dikenal dengan sebutan Demam Berdarah
(DBD) (Aziz Alimul, 2006). Data dari seluruh
dunia menunjukan bahwa Asia menempati
urutan pertama dalam jumlah penderita DBD
setiap tahunnya (Kemenkes RI,2013). Menurut
World Health Organization (WHO) pada tahun
2015, penelitian terbaru menunjuk 390 juta
infeksi dengue pertahun dimana 96 juta
bermanifestasi klinis dengan berbagai derajat.
Pada tahun 2015 di Indonesia jumlah penderita
DHF yang dilaporkan sebanyak 129.650 kasus
dengan jumlah kematian sebanyak 1.071 orang
(IR/Angka kesakitan=50,75 per 100.000
penduduk dan CFR/angka kematian= 0,83%).
Selama periode tahun 2009 sampai tahun 2015
jumlah
kabupaten/kota
terjangkit
DHF
cenderung meningkat. Pada tahun 2014 di Jawa
Timur kasus sebanyak 9.273 kasus dengan
jumlah kematian sebanyak 107 orang (IR/Angka
kesakitan 24,07 per 100.000 penduduk dengan
CFR/Angka kematian 1,15%). Sedangkan pada
tahun 2015, jumlah kematian tertinggi terjadi di
Jawa Timur sebanyak 283 kematian, diikuti oleh
Jawa Tengah (225 kematian) dan Kalimantan
Timur (65 kematian) (Profil Kesehatan
Indonesia, 2015).
DHF/DBD merupakan masalah kesehatan
yang endemik di Indonesia, maka penyakit ini
memerlukan suatu penanganan pelayanan
kesehatan yang melibatkan peran perawat dan
tenaga medis lainnya. Peran perawat dalam
kasus dengue hemorrhagic fever ini adalah
memberikan asuhan keperawatan secara
menyeluruh bagi penderita dengue hemorrhagic
fever dimulai dari tindakan promotif seperti
memberikan penyuluhan kesehatan tentang
penyakit dan penanggulangannya, preventif
seperti
mencegah
terjadinya
dengue
haemorragic fever dengan merubah kebiasaan
sehari-hari seperti menggantungkan pakaian,
menjaga kebersihan lingkungan dan tempat
penampungan, kuratif seperti memberikan
Copyright © 2022 STIKES Persada Husada Indonesia
perawatan secara cepat tepat dan tepat mencegah
terjadinya
komplikasi
dan
rehabilitatif
pemulihan
kesehatan
pasien
dengue
haemorrhagic fever dan mencegah penularan ke
orang lain. Penelitian ini bertujuan untuk untuk
memperoleh gambaran pelaksanaan asuhan
keperawatan pada klien yang mengalami
kekurangan volume cairan dengan dengue
hemorrhagic fever di RS Dr. Mintohardjo.
Metode
Desain penelitian ini adalah penelitian
kualitatif deskriptif tanpa intervensi langsung
kepada pasien. Desain ini digunakan berkaitan
dengan masa pandemik Covid-19 dan PSBB
yang masih berlangsung, sehingga peneliti tidak
dapat melaksanakan asuhan keperawatan secara
langsung kepada pasien. Berkaitan dengan hal
tersebut di atas, maka penelitian ini
menggunakan data dari kasus penelitian tahun
2019 dan menggunakan
pendekatan studi
literatur. Penelitian ini dilaksanakan di RS Dr.
Mintohardjo pada data laporan Tn. A tanggal 24
Juni 2019.
Teknik pengumpulan data yang dilakukan
penulis dalam penelitian ini menggunakan
teknik pengumpulan data yaitu: studi
dokumentasi sekunder, yaitu dokumen yang
ditulis berdasark (...truncated)