JURNAL KANSASI
Volume 3, Nomor 2, Oktober 2018
Jurnal online pendidikan bahasa dan sastra Indonesia terbit dua kali setahun yaitu pada bulan
April dan Oktober. Berisi tulisan yang diangkat dari hasil telaah dan penelitian di bidang
pendidikan, bahasa, dan sastra Indonesia.
Editor In Chief
Debora Korining Tyas
Deputy Chief Editor
Sri Astuti
Editor
Tedi Suryadi
Ursula Dwi Oktaviani
Yudita Susanti
Muhammad Thamimi
Muchammad Djarot
Reviewer
Yusuf Olang
Herpanus
Bani Sudardi
Yoseph Yapi Taum
Agus Wartiningsih
Administratative Staffs
Valentinus Ola Beding
Evi Fitrianingrum
Alamat Redkasi: Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia STKIP Persada
Khatulistiwa Sintang, Jl. Pertamina Sengkuang, Kotak Pos 126, Hp/WA. 082150544710.
Website e-journal KANSASI: http://jurnal.stkippersada.ac.id/jurnal/index.php/KAN
Jurnal ilmiah online KASASI diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra
Indonesia STKIP Persada Khatulistiwa Sintang. Terbit sejak April 2016.
Penyunting menerima tulisan ilmiah yang belum pernah diterbitkan dimedia lain, baik cetak
maupun elektronik. Naskah diketik untuk ukuran HVS A4 dengan spasi satu koma lima,
maksimal 20 halaman. Tulisan yang masuk direview dan selanjutnya untuk diterbitkan.
e-ISSN: 2540-7996
JURNAL KANSASI
Volume 3, Nomor 2, Oktober 2018
DAFTAR ISI
Halaman
Penerapan Media Blog Terhadap Kemampuan Siswa
Menulis Resensibuku Di Kelas Xi
Sma Negeri 2 Sintang
Yusuf Olang, Hilarius Jago Duda, Riyanti Gustini
STKIP Persada Khatulitiwa Sintang
Dialek Sosial Bahasa Dayak Seberuang Di Desa Sukau Bersatu
Kecamatan Sepauk Kabupaten Sintang
Ursula Dwi Oktaviani, Yudita Susanti, Munika
STKIP Persada Khatulistiwa Sintang
Pemertahanan Bahasa Melayu Menyumbung Kecamatan Sintang
abupaten Sintang
Debora Korining Tyas, Sri Astuti, Ertika Widasari
Stkip Persada Khatulistiwa Sintang
Tataran Frase pada Bahasa Dayak Mualang Desa Bukit Rambat
Kecamatan Belitang Hulu
Herpanus, Yudita Susanti, Novi Christiana
STKIP Persada Khatulistiwa Sintang
Peningkatan Kemampuan Menulis Cerpen Berdasarkan Pengalaman
Pribadidengan Menggunkan Model Pembelajaran Think-Talk-Write
Valentinus Ola Beding, Mardawani, Valentinus Guna Making
STKIP Persada Khatulistiwa Sintang
Peningkatan Kompetensi Guru dalam Menyusun
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Kurikulum 2013
Melalui Pendampingan Di SDN 6 Dedai
Buang
Sekolah Dasar Negeri 6 Dedai
Implementasi Gerakan Literasi Sekolah
Melalui Pengadaan Perpustakaan Mini Di Sekolah
Suyoto
Sekolah Dasar Negeri 9 Kederas
76-81
82-89
90-95
96-101
102-112
113-120
121-128
Upaya Meningkatkan Kemampuan Guru dalam Menyusun RPP K13
oleh Kepala Sekolah Melalui Program CLCK
Di SD Negeri 12 Merempit
Sugianto
SD Negeri 12 Merempit
129-133
Jurnal KANSASI
Vol. 3, No. 2, Oktober 2018
e-ISSN: 2540-7996
http://jurnal.stkippersada.ac.id/jurnal/index.php/KAN/index
DIALEK SOSIAL BAHASA DAYAK SEBERUANG
DI DESA SUKAU BERSATU
KECAMATAN SEPAUK KABUPATEN SINTANG
Ursula Dwi Oktaviani1, Yudita Susanti2, Munika3
1
STKIP Persada Khatulistiwa Sintang
STKIP Persada Khatulistiwa Sintang
3
STKIP Persada Khatulistiwa Sintang
2
[email protected],
[email protected] ,
[email protected]
Diajukan, 3 Agustus 2018, Diterima, 1 September 2018, Dterbitkan, 1 Oktober 2018
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dialek berdasarkan tingkat usia, kelas sosial
penuturnya di ambil dari segi pekerjaan, dan jenis kelamin penuturnya dalam Bahasa Dayak
Seberuang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, berbentuk deskriptif. Data
penelitian berupa rekaman Dialek Sosial Bahasa Dayak Seberuang. Dengan menggunakan
observasi partisipan, wawancara tidak terstruktur dan teknik perekam sebagai teknik
pengumpul data, data di transkripsikan menggunakan aplikasi Elan Versi 4.9.4. Berdasarkan
hasil rekaman yang ada di temukan adanya tiga kata yang sama tapi pengucapan yang
berbeda terdapat di dalam dialek sosial berdasarkan tingkat usia, contohnya kata laki yang di
ucapkan oleh penutur remaja sedang penutur dewasa dan lansia mengucapkan kata lake tapi
keduanya itu sama merujuk kepada laki-laki. Kata dirik di ucapkan oleh penutur remaja dan
lansia, sedangkan kata direk diucapkan oleh penutur dewasa tapi keduanya sama merujuk
kepada diri sendiri. Kata tuai di ucapkan oleh penutur dewasa dan lansia, sedangkan kata
retuai di ucapkan oleh penutur remaja tapi keduanya itu sama merujuk kepada orang yang
lebih tua. Sedangkan dialek sosial yang berdasarkan kelas sosial penuturnya di temukan ada
lima kata yang sama tapi pengucapannya yang berbeda. Kata isik di ucapkan oleh penutur
pertambangan emas, sedangkan kata bisik di ucapkan oleh penutur petani keduanya sama
merujuk kepada kata ada. Kata ugak di ucapkan oleh penutur petani sedangkan kata gak di
ucapkan oleh penutur pertambangan emas keduanya merujuk kepada kata juga. Kata bulih di
ucapkan oleh penutur pertambangan emas, sedangkan kata ulih di ucapkan oleh penutur
petani keduanya sama merujuk kepada mendapatkan hasil. Kata yak di ucapkan oleh penutur
pertambangan emas sedangkan kata nyak di ucapkan oleh penutur petani keduanya merujuk
kepada kata itu. Kata makai di ucapkan oleh penutur pertambangan emas, sedangkan kata
pajuh di ucapkan oleh penutur petani keduanya sama merujuk ke pada kata makan. Adapun
dialek sosial berdasarkan jenis kelamin hanya terdapat satu variasi kosakatanya yang di
temukan yaitu kata laki penutur perempuan mengucapkan kata laki sedangkan penutur lakilaki mengucapkan kata lake dialek sosial berdasarkan jenis kelamin inilebih menitikberatkan
kepada perbedaan dari segi variasi bahasa laki-laki dan perempuan terletak pada kehalusan
bahasa, panjang pendeknya kalimat, serta jenis kata yang dipergunakan. Untuk melihat
kemungkinan adanya dialek lain dalam Bahasa Dayak Seberuang, di perlukan adanya
penelitian lanjutan dalam korpus data yang lebih luas lagi.
Kata kunci: Dialek Sosial Bahasa Dayak Seberuang
82
Jurnal KANSASI
Vol. 3, No. 2, Oktober 2018
e-ISSN: 2540-7996
http://jurnal.stkippersada.ac.id/jurnal/index.php/KAN/index
ABSTRACT
This research aimed to describe the dialect based on age level, social class of the speaker on
the aspect of their profession, and the gender of the speaker in Dayak Seberuang Language.
This reasearch used qualitative method with descriptive form. The research data were
recording from Social Dialect of Dayak Seberuang. Using the observation participation,
unstructured interview and the recording technique as data collection techniques, the
researcher transcribed the data using Elan 4.9.4. Based on the result of the recording, it
was found that there were three homophone words but different pronunciation in the social
dialect according to age level, for example the word laki was spoken by the teenager while
the adult and old people used word lake, but both of them were described as male. The word
dirik was spoken by teenager and old people, while the word direk was spoken by adult to
describe themselves. The word tuai was spoken by adult and ol (...truncated)