Asuhan Keperawatan pada Pasien yang Mengalami Defisit Nutrisi dengan Demam Tifoid di RSAU dr. Esnawan Antariksa Jakarta
Online ISSN: 2622-4666
Print ISSN: 2356-3281
Jurnal Persada Husada Indonesia
Vol. 9 No. 34 (Juli 2022) : 48- 59
Asuhan Keperawatan pada Pasien yang Mengalami Defisit Nutrisi dengan Demam
Tifoid di RSAU dr. Esnawan Antariksa Jakarta
Markus Lapindi1, Evi Vestabilivy2
Nursing Care of Patient Experiencing Nutritional Deficit with Typhoid Fever at
RSAU dr. Esnawan Antariksa Jakarta
Abstrak
Demam tifoid adalah suatu penyakit infeksi yang disebabkan oleh makanan yang terkontaminasi salmonella thypi.
Defisit nutrisi adalah asupan nutrisi tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan metabolisme. Tujuan penelitian ini
adalah untuk memperoleh gambaran pelaksanaan asuhan keperawatan pada pasien yang mengalami defisit nutrisi
dengan demam tifoid di RSAU dr. Esnawan Antariksa. Penelitian ini menggunakan desain kualitatif deskriptif
pendekatan studi kasus dengan intervensi. Partisipan dalam kasus ini adalah 2 orang pasien, 2 orang keluarga dan
1 orang perawat ruangan. Pasien yang menjadi subjek penelitian ini adalah pasien dengan diagnosa medis demam
tifoid dan masalah keperawatan defisit nutrisi. Hasil pengkajian menunjukan keluhan utama pasien adalah tidak
nafsu makan dan mual, berdasarkan data tersebut ditegakan diagnosa keperawatan defisit nutrisi berhubungan
dengan intake yang tidak adekuat. Perencanaan mencakup penetapan prioritas masalah keperawatan yaitu defisit
nutrisi diutamakan karena kebutuhan fisiologis, tujuan yang diharapkan adalah nutrisi terpenuhi, serta kriteria hasil
pasien nafsu makan, berat badan meningkat dan tidak mual. Intervensi yang dilakukan adalah beri makan sedikit
tapi sering, anjurkan makan makanan yang disukai, dengan hasil nafsu makan meningkat dan pasien tidak mual.
Hasil data evaluasi yang di dapatkan pada diagnosa defisit nutrisi berhubungan dengan intake yang tidak adekuat
sudah teratasi, dibuktikan dengan hasil nutrisi terpenuhi. Dalam melaksanakan asuhan keperawatan pada pasien
yang mengalami defisit nutrisi maka tindakan keperawatan memberikan pasien makan sedikit tapi sering dapat
membantu untuk memenuhi kebutuhan nutrisi.
Kata kunci: Demam Tifoid, Defisit Nutrisi, Beri Makan Sedikit Tapi Sering
Abstract
Typhoid fever is a infectious disease caused food contaminated with salmonella thypi. Nutritional deficits are
insufficient nutrient intake to meet metabolic needs. The purpose of this study is to obtain a description of the
implementation of nursing care on patient who have nutritional deficits with typoid fever in RSAU dr. Esnawan
Antariksa. This research used descriptive qualitative design of case were 2 patients, 2 family and 1 nurse room.
Patients who are the subject of this study are patients with medical diagnosis of typoid fever and nutritional deficit
nursing problems. The assessment results show the patients main complaint is no appetite and nausea, based on
the enforced nursing diagnosis of nutritional deficit associated with inadequate intake. Planning includes the
determination of yhe priority of nursing problems that is the nutritional deficit in priority due to physiological
needs, the expected goals are nutrition fulfilled, as well as tehe criteria of appetite patient result, weight gain and
not nausea. Interventions are done feed a little but often, suggest eating foods thet are liked, with increased appetite
and patients not nauseous. The result of the evaluation data obtained on the diagnosis of nutritional deficit
associated with inadequate intake have been resolved, proven by the results of nutrition fulfilled. In carrying out
nursing care to patients who experience nutritional deficits gives patients a little to eat but often because it more
effectively meets the nutrients.
Keywords: Typhoid Fever, Nutritional Deficit, Eat Little But Often
1
2
Mahasiswa DIII Keperawatan STIKES Persada Husada Indonesia
Dosen Prodi Kesmas STIKES Persada Husada Indonesia
Copyright © 2014-2022 STIKES Persada Husada Indonesia
http://jurnal.stikesphi.ac.id/index.php/jphi
Jurnal Persada Husada Indonesia
Vol. 9 No. 34 (Juli 2022)
Asuhan Keperawatan pada Pasien yang Mengalami Defisit Nutrisi dengan Demam Tifoid.…
Pendahuluan
Demam Tifoid merupakan suatu penyakit
infeksi sistemik yang disebabkan oleh
salmonella thypi yang masih dijumpai secara
luas di berbagai negara berkembang yang
terutama terletak di daerah tropis dan subtropis,
hal ini biasa ditandai dengan panas (hiperermi)
yang berkepanjangan (Lusia, 2015). Kuman
salmonella typhi yang masuk ke saluran
gastrointestinal kemudian lolos dari asam
lambung dan bakteri masuk usus halus
menyebabkan inflamasi di pembuluh darah yang
meredarkan darah kemudian masuk retikulo
endothelial (RES) terutama hati dan limfa
kemudian menyebabkan inflamasi pada hati dan
limfa hingga terjadi pembesaran limfa
menyebabkan terjadinya penurunan moblitas
usus dan penurunan peristaltik usus sehingga
asam lambung meningkat dan menyebabkan
anoreksia, mual dan muntah sehingga terjadinya
ketidakseimbangan
nutrisi
kurang
dari
kebutuhan tubuh (Amin Huda, 2015).
Dalam melakukan asuhan keperawatan
pasien harus dipandang secara menyeluruh oleh
perawat atau tenaga kesehatan tanpa
memandang status sosial, ekonomi, dan agama.
Untuk menanggulangi pencegahan masalah
komplikasi tersebut diperlukan keperawatan
yang
bersifat
komprehensif
dengan
menggunakan 4 peran perawat. Peran promotif
merupakan peran perawat untuk meningkatkan
derajat kesehatan pasien yaitu dengan
memberikan promosi kesehatan atau penyuluhan
tentang pentingnya nutrisi bagi kebutuhan tubuh
pada pasien yang mengalami demam tifoid.
Peran preventif merupakan peran perawat yang
bertujuan untuk mencegah terjadinya komplikasi
penyakit tifoid, dan ada beberapa diet untuk
penderita tifoid yaitu: makanan yang cukup
cairan, kalori, vitamin, dan protein., tidak
mengandung banyak serat, tidak merangsang
dan tidak menimbulkan banyak gas, dan
makanan yang lunak seperti bubur atau bubur
saring diberikan selama pasien istirahat, dan
konsumsi makanan rendah serat. Peran kuratif
yaitu melakukan kalaboratif dengan cara
pengawasan pada waktu memberikan pasien
Copyright © 2022 STIKES Persada Husada Indonesia
minum obat dan kolaboratif pemberian obat agar
tidak terjadinya defisit nutrisi. Peran perawat
rehabilitatif yaitu dengan menganjurkan pasien
untuk tetap makan sedikit tapi sering dan harus
tetap menjaga pola makan dan banyak
beristirahat (Purnomo, 2012).
WHO memperkirakan jumlah kasus
demam tifoid di seluruh dunia mencapai 17 juta
kasus demam tifoid. Data surveilans saat ini
memperkirakan di Indonesia ada 600.000-1,3
juta kasus demam tifoid tiap tahunnya lebih dari
20.000 kematian. Rata-rata di Indonesia, orang
yang berusia 3-19 tahun memcapai angka
sebesar 91% terhadap kasus demam thypoid
(WHO, 2014). Hasil telaah kasus di rumah sakit
besar di Indonesia menunjukkan adanya
kecenderungan peningkatan jumlah kasus tifoid
dari tahun ke tahun dengan rata-rata kesakitan
500/1000.000
penduduk
dan
kematian
diperkirakan sekitar 0,6-5%. Berdasarkan hasil
Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) (...truncated)