Asuhan Keperawatan pada Pasien yang Mengalami Defisit Nutrisi dengan Demam Tifoid di RSAU dr. Esnawan Antariksa Jakarta

Jurnal Persada Husada Indonesia, Jul 2022

Demam tifoid adalah suatu penyakit infeksi yang disebabkan oleh makanan yang terkontaminasi salmonella thypi. Defisit nutrisi adalah asupan nutrisi tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan metabolisme. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran pelaksanaan asuhan keperawatan pada pasien yang mengalami defisit nutrisi dengan demam tifoid di RSAU dr. Esnawan Antariksa.Penelitian ini menggunakan desain kualitatif deskriptif pendekatan studi kasus dengan intervensi. Partisipan dalam kasus ini adalah 2 orang pasien, 2 orang keluarga dan 1 orang perawat ruangan. Pasienyang menjadi subjek penelitian ini adalah pasien dengan diagnosa medis demam tifoid dan masalah keperawatan defisit nutrisi. Hasil pengkajian menunjukan keluhan utama pasien adalah tidak nafsu makan dan mual, berdasarkan data tersebut ditegakan diagnosa keperawatan defisit nutrisi berhubungan dengan intake yang tidak adekuat. Perencanaan mencakup penetapan prioritas masalah keperawatan yaitu defisit nutrisi diutamakan karena kebutuhan fisiologis, tujuan yang diharapkan adalah nutrisi terpenuhi, serta kriteria hasil pasien nafsu makan, berat badan meningkat dan tidak mual.Intervensi yang dilakukan adalah beri makan sedikit tapi sering, anjurkan makan makanan yang disukai, dengan hasil nafsu makan meningkat dan pasien tidak mual. Hasil data evaluasi yang di dapatkan pada diagnosa defisit nutrisi berhubungan dengan intake yang tidak adekuat sudah teratasi, dibuktikan dengan hasil nutrisi terpenuhi. Dalam melaksanakan asuhan keperawatan pada pasien yang mengalami defisit nutrisi maka tindakan keperawatan memberikan pasien makan sedikit tapi sering dapat membantu untuk memenuhi kebutuhan nutrisi.

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

http://jurnal.stikesphi.ac.id/index.php/kesehatan/article/download/347/242

Asuhan Keperawatan pada Pasien yang Mengalami Defisit Nutrisi dengan Demam Tifoid di RSAU dr. Esnawan Antariksa Jakarta

Online ISSN: 2622-4666 Print ISSN: 2356-3281 Jurnal Persada Husada Indonesia Vol. 9 No. 34 (Juli 2022) : 48- 59 Asuhan Keperawatan pada Pasien yang Mengalami Defisit Nutrisi dengan Demam Tifoid di RSAU dr. Esnawan Antariksa Jakarta Markus Lapindi1, Evi Vestabilivy2 Nursing Care of Patient Experiencing Nutritional Deficit with Typhoid Fever at RSAU dr. Esnawan Antariksa Jakarta Abstrak Demam tifoid adalah suatu penyakit infeksi yang disebabkan oleh makanan yang terkontaminasi salmonella thypi. Defisit nutrisi adalah asupan nutrisi tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan metabolisme. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran pelaksanaan asuhan keperawatan pada pasien yang mengalami defisit nutrisi dengan demam tifoid di RSAU dr. Esnawan Antariksa. Penelitian ini menggunakan desain kualitatif deskriptif pendekatan studi kasus dengan intervensi. Partisipan dalam kasus ini adalah 2 orang pasien, 2 orang keluarga dan 1 orang perawat ruangan. Pasien yang menjadi subjek penelitian ini adalah pasien dengan diagnosa medis demam tifoid dan masalah keperawatan defisit nutrisi. Hasil pengkajian menunjukan keluhan utama pasien adalah tidak nafsu makan dan mual, berdasarkan data tersebut ditegakan diagnosa keperawatan defisit nutrisi berhubungan dengan intake yang tidak adekuat. Perencanaan mencakup penetapan prioritas masalah keperawatan yaitu defisit nutrisi diutamakan karena kebutuhan fisiologis, tujuan yang diharapkan adalah nutrisi terpenuhi, serta kriteria hasil pasien nafsu makan, berat badan meningkat dan tidak mual. Intervensi yang dilakukan adalah beri makan sedikit tapi sering, anjurkan makan makanan yang disukai, dengan hasil nafsu makan meningkat dan pasien tidak mual. Hasil data evaluasi yang di dapatkan pada diagnosa defisit nutrisi berhubungan dengan intake yang tidak adekuat sudah teratasi, dibuktikan dengan hasil nutrisi terpenuhi. Dalam melaksanakan asuhan keperawatan pada pasien yang mengalami defisit nutrisi maka tindakan keperawatan memberikan pasien makan sedikit tapi sering dapat membantu untuk memenuhi kebutuhan nutrisi. Kata kunci: Demam Tifoid, Defisit Nutrisi, Beri Makan Sedikit Tapi Sering Abstract Typhoid fever is a infectious disease caused food contaminated with salmonella thypi. Nutritional deficits are insufficient nutrient intake to meet metabolic needs. The purpose of this study is to obtain a description of the implementation of nursing care on patient who have nutritional deficits with typoid fever in RSAU dr. Esnawan Antariksa. This research used descriptive qualitative design of case were 2 patients, 2 family and 1 nurse room. Patients who are the subject of this study are patients with medical diagnosis of typoid fever and nutritional deficit nursing problems. The assessment results show the patients main complaint is no appetite and nausea, based on the enforced nursing diagnosis of nutritional deficit associated with inadequate intake. Planning includes the determination of yhe priority of nursing problems that is the nutritional deficit in priority due to physiological needs, the expected goals are nutrition fulfilled, as well as tehe criteria of appetite patient result, weight gain and not nausea. Interventions are done feed a little but often, suggest eating foods thet are liked, with increased appetite and patients not nauseous. The result of the evaluation data obtained on the diagnosis of nutritional deficit associated with inadequate intake have been resolved, proven by the results of nutrition fulfilled. In carrying out nursing care to patients who experience nutritional deficits gives patients a little to eat but often because it more effectively meets the nutrients. Keywords: Typhoid Fever, Nutritional Deficit, Eat Little But Often 1 2 Mahasiswa DIII Keperawatan STIKES Persada Husada Indonesia Dosen Prodi Kesmas STIKES Persada Husada Indonesia Copyright © 2014-2022 STIKES Persada Husada Indonesia http://jurnal.stikesphi.ac.id/index.php/jphi Jurnal Persada Husada Indonesia Vol. 9 No. 34 (Juli 2022) Asuhan Keperawatan pada Pasien yang Mengalami Defisit Nutrisi dengan Demam Tifoid.… Pendahuluan Demam Tifoid merupakan suatu penyakit infeksi sistemik yang disebabkan oleh salmonella thypi yang masih dijumpai secara luas di berbagai negara berkembang yang terutama terletak di daerah tropis dan subtropis, hal ini biasa ditandai dengan panas (hiperermi) yang berkepanjangan (Lusia, 2015). Kuman salmonella typhi yang masuk ke saluran gastrointestinal kemudian lolos dari asam lambung dan bakteri masuk usus halus menyebabkan inflamasi di pembuluh darah yang meredarkan darah kemudian masuk retikulo endothelial (RES) terutama hati dan limfa kemudian menyebabkan inflamasi pada hati dan limfa hingga terjadi pembesaran limfa menyebabkan terjadinya penurunan moblitas usus dan penurunan peristaltik usus sehingga asam lambung meningkat dan menyebabkan anoreksia, mual dan muntah sehingga terjadinya ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh (Amin Huda, 2015). Dalam melakukan asuhan keperawatan pasien harus dipandang secara menyeluruh oleh perawat atau tenaga kesehatan tanpa memandang status sosial, ekonomi, dan agama. Untuk menanggulangi pencegahan masalah komplikasi tersebut diperlukan keperawatan yang bersifat komprehensif dengan menggunakan 4 peran perawat. Peran promotif merupakan peran perawat untuk meningkatkan derajat kesehatan pasien yaitu dengan memberikan promosi kesehatan atau penyuluhan tentang pentingnya nutrisi bagi kebutuhan tubuh pada pasien yang mengalami demam tifoid. Peran preventif merupakan peran perawat yang bertujuan untuk mencegah terjadinya komplikasi penyakit tifoid, dan ada beberapa diet untuk penderita tifoid yaitu: makanan yang cukup cairan, kalori, vitamin, dan protein., tidak mengandung banyak serat, tidak merangsang dan tidak menimbulkan banyak gas, dan makanan yang lunak seperti bubur atau bubur saring diberikan selama pasien istirahat, dan konsumsi makanan rendah serat. Peran kuratif yaitu melakukan kalaboratif dengan cara pengawasan pada waktu memberikan pasien Copyright © 2022 STIKES Persada Husada Indonesia minum obat dan kolaboratif pemberian obat agar tidak terjadinya defisit nutrisi. Peran perawat rehabilitatif yaitu dengan menganjurkan pasien untuk tetap makan sedikit tapi sering dan harus tetap menjaga pola makan dan banyak beristirahat (Purnomo, 2012). WHO memperkirakan jumlah kasus demam tifoid di seluruh dunia mencapai 17 juta kasus demam tifoid. Data surveilans saat ini memperkirakan di Indonesia ada 600.000-1,3 juta kasus demam tifoid tiap tahunnya lebih dari 20.000 kematian. Rata-rata di Indonesia, orang yang berusia 3-19 tahun memcapai angka sebesar 91% terhadap kasus demam thypoid (WHO, 2014). Hasil telaah kasus di rumah sakit besar di Indonesia menunjukkan adanya kecenderungan peningkatan jumlah kasus tifoid dari tahun ke tahun dengan rata-rata kesakitan 500/1000.000 penduduk dan kematian diperkirakan sekitar 0,6-5%. Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: http://jurnal.stikesphi.ac.id/index.php/kesehatan/article/download/347/242
Article home page: http://jurnal.stikesphi.ac.id/index.php/kesehatan/article/view/347/242

Evi Vestabilivy, Markus Lapindi. Asuhan Keperawatan pada Pasien yang Mengalami Defisit Nutrisi dengan Demam Tifoid di RSAU dr. Esnawan Antariksa Jakarta, Jurnal Persada Husada Indonesia, 2022, pp. 48-59,