The Corelation of Nutritional Status Of Children to The Level of Anxiety in Women Who Have Children in Village Karsamenak District Kawalu Tasikmalaya
Jurnal Persada Husada Indonsia Vol.2. No.7 Juli 2016
Hubungan Status Gizi Balita Terhadap Tingkat Kecemasan Ibu Yang Memiliki Balita Di
Kelurahan Karsamenak Kecamatan Kawalu Kota Tasikmalaya
Wawan Rismawan1, Shofi Hanifah A2, Ani Nur Ulfah2
The Corelation of Nutritional Status Of Children to The Level of Anxiety in Women Who Have
Children in Village Karsamenak District Kawalu Tasikmalaya
Abstrak
Tantangan utama dalam pembangunan suatu bangsa adalah membangun sumber daya manusia (SDM)
yang berkualitas, sehat, cerdas dan produktif yang diukur dengan indeks pembangunan manusia (IPM).
Rendahnya IPM ini sangat dipengaruhi oleh rendahnya status gizi yang berdampak pada kesehatan penduduk.
Status gizi pada balita harus sangat dijaga dan diperhatikan secara serius dari orang tua, karena apabila terjadi
malnutrisi pada masa ini akan menyebabkan kerusakan yang irreversibel. Kekurangan gizi yang lebih fatal akan
berdampak pada perkembangan otak Kecemasan dapat disertai gejala fisik seperti sakit kepala, jantung berdebar
cepat, dada terasa sesak, sakit perut, tidak tenang dan tidak dapat duduk diam, tidak mampu melakukan sesuatu
walaupun dengan pengarahan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat hubungan status
gizi balita terhadap tingkat kecemasan ibu yang memiliki balita di Kelurahan Karsamenak Kecamatan Kawalu
Kota Tasikmalaya. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni 2016 di Kelurahan Karsamenak Kecamatan
Kawalu Kota Tasikmalaya dengan sampel sebanyak 50 orang ibu beserta anak balitanya. Jenis penelitian adalah
studi korelasi dengan pendekatan cross sectional. Alat pengumpulan data yang digunakan adalah kuisioner
Hamilton Rating Scale for Anxiety (HRS-A), data yang digunakan berupa data primer dan data sekunder.
Pengolahan data menggunakan SPSS for windows release 21. Analisa yang digunakan adalah analisis univariat
dan bivariat dengan Spearman rank (rho) menunjukkan nilai p value 0,012 dan koefisien korelasi 0,354.
Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan status gizi balita terhadap tingkat kecemasan ibu yang
memiliki balita dengan keeratan hubungan rendah.
Kata Kunci: status gizi balita, kecemasan ibu
Abstract
The main challenge in the development of a nation is to build the human resources quality, healthy,
intelligent and productive, that can measured by the Human Development Index (HDI). Low HDI was influenced
of low nutritional status have an impact on population health. Nutritional status of infants should be very
guarded and serious concern of the parents, because in case of malnutrition during this period will cause
irreversible damage. Malnutrition have fatal impact on brain development. Anxiety can be accompanied by
physical symptoms such as headache, rapid heart beat, chest tightness, abdominal pain, restless and unable to
sit still, unable to do anything despite the directives.. The purpose of this study was to determine the association
between nutritional status of mothers and children against anxiety levels who have children in Sub Karsamenak
Kawalu District of Tasikmalaya City. This research was conducted in June 2016 in the Village Karsamenak
Kawalu District of Tasikmalaya City with a sample of 50 mothers and their toddlers. This type of research is a
correlation study by using cross sectional approach. Data collection tool is a questionnaire used the Hamilton
Rating Scale for Anxiety (HRS-A), data used in the form of primary data and secondary data. Processing data
was using SPSS for windows release 21. The analysis used were univariate and bivariate Spearman rank (rho),
test indicated that p value is 0,012 and coefficient correlation is 0,354. The conclusion was there is relationship
between nutritional status of children and anxiety mothers who have children with a low correlation
Keywords: nutritional status of children, mother’s anxiety, Hamilton Rating Scale for Anxiety (HRS-A)
1
2
STIKes BTH Tasikmalaya
AKBID Syahida Komunika Tasikmalaya
59
Jurnal Persada Husada Indonsia Vol.2. No.7Juli 2016
Pendahuluan
Menurut
WHO
(World
Health
Organization) (2012 dalam Situmorang, 2014,
hlm 12, http://repsitory.usu.ac.id, diperoleh
tanggal 1 Mei 2016), diperkirakan 101 juta anak
usia dibawah lima tahun diseluruh dunia
mengalami masalah berat badan kurang,
prevalensi berat badan kurang pada anak di
bawah usia lima tahun terdapat di Afrika (36%)
dan Asia (27%). Meskipun prevalensi berat
badan kurang pada anak usia di bawah lima
tahun mengalami penurunan sejak tahun 1990,
namun jutaan anak masih termasuk dalam
kategori beresiko. Masalah gizi kurang masih
tersebar luas di negara-negara berkembang
termasuk di Indonesia. Berdasarkan data
Riskesdas tahun 2013, secara nasional
kecenderungan prevalensi status gizi anak balita
berdasarkan berat badan terhadap umur (BB/U)
kategori gizi buruk mengalami peningkatan dari
tahun 2007 sebanyak 1,3% dan gizi kurang
sebanyak 0,9%. Sedangkan berdasarkan
penilaian berat badan terhadap tinggi badan
(BB/TB) kategori sangat kurus mengalami
penurunan 0,9%, kurus mengalami penurunan
0,6% dan gemuk turun 0,3% menjadi 11,9%
(Infodatin Pusat data dan informasi Kementrian
Kesehatan
RI,
2015,
hlm
2,
http://www.depkes.go.id , diperoleh tanggal 17
Maret 2016). Salah satu gangguan kesehatan
jiwa yang dapat mengganggu produktivitas
seseorang adalah timbulnya rasa cemas.
Menurut Kaplan, Sadock, dan Grebb (dalam
Fauziah dan Widuri, 2007 hlm73) kecemasan
adalah respon terhadap situasi tertentu yang
mengancam, dan merupakan hal yang normal
terjadi menyertai perkembangan, perubahan,
pengalaman baru atau yang belum pernah
dilakukan, serta dalam menemukan identitas
diri dan arti hidup. Kecemasan adalah reaksi
60
yang dapat dialami siapapun. Namun cemas
yang berlebihan, apalagi yang sudah menjadi
gangguan akan menghambat fungsi seseorang
dalam kehidupannya. Rumusan masalah untuk
penelitian ini adalah adakah hubungan status
gizi balita terhadap tingkat kecemasan ibu yang
memiliki balita di Kelurahan Karsamenak
Kecamatan Kawalu Kota Tasikmalaya?
Metode
Jenis penelitian analitik asosiatif
dengan pendekatan yang dilakukan pada
penelitian ini adalah cross-sectional. Populasi
pada penelitian ini adalah seluruh ibu yang
memiliki anak balita beserta anak balitanya
yang berada di wilayah Kelurahan Karsamenak
Kecamatan Kawalu Kota Tasikmalaya. Teknik
sampling menggunakan accidental sampling
sehingga mendapatkan sampel dengan jumlah
50 ibu dan anaknya, merujuk pada pendapat
Gay dan Diehl (1992, hlm 146 dalam
Sulistyaningsih, 2012) yang menyebutkan
bahwa pada umumnya semakin besar sampel
kecenderungannya semakin representatif, hasil
penelitian dapat lebih digeneralisasi. Alat
pengumpul data menggunakan kuisioner
dengan teknik analisis univariate dan bivariate.
Cara mengukur status gizi dalam penelitian ini
dengan indeks antropometri digunakan untuk
menganalisis hasil pengukuran yang dibedakan
menjadi:
a) Dibedakan dengan umur, yaitu BB/U (berat
badan terhadap umur), TB/U (tinggi badan
terhadap umur), dan LLA (lingkar lengan
(...truncated)