HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU TENTANG IMUNISASI DASAR DENGAN KECEMASAN DI POSYANDU KELURAHAN PASAR BARU KECAMATAN SEI TUALANG RASO TAHUN 2019
JURNAL ILMIAH KEBIDANAN IMELDA
Vol.6, No.2, September 2020, pp. 105-109
ISSN: 2597-7180 (Online), 2442-8116 (Print)
http://jurnal.uimedan.ac.id/index.php/JURNALKEBIDANAN
105
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU TENTANG IMUNISASI
DASAR DENGAN KECEMASAN DI POSYANDU
KELURAHAN PASAR BARU KECAMATAN
SEI TUALANG RASO TAHUN 2019
Sumiatik1, Lolita Nugraeny2, Dharmawati3
Universitas Haji Sumatera Utara, Indonesia
Article Info
Article history:
Received Sep 28, 2019
Revised Sep 29, 2020
Accepted Sep 30, 2020
Keywords:
Knowledge
Anxiety
Basic Immunization
ABSTRACT
Immunization is a way to actively increase a person's immunity against an
antigen, so that if one day he is exposed to a similar antigen the disease does
not occur. Immunization is important to prevent dangerous diseases. The
purpose of this study was to determine the relationship between maternal
knowledge about basic immunization and anxiety in Posyandu, Pasar Baru,
Sei Tualang Raso, 2018. The research design used in this study is descriptive
correlation which is the research of the relationship between two variables.
all mothers who have children under five in Pasar Baru Kelurahan. Sei
Tualang Raso. With a population of 36 people. Data analysis using the CSquare Test. Results of the study were conducted to 25 majority of
respondents with Less Knowledge as many as 15 people (42%). Frequency
of Basic Immunization with Anxiety as many as 21 people (58%). C-Square
Test Results Showing a (0.05) obtained X2 = 0.04 p (sig) 0.138 <0.05. Based
on the results of this study it can be concluded that there is a Relationship
between mother's knowledge about basic immunization with anxiety. So it is
suggested to health workers to provide information to the public about basic
immunization with anxiety levels.
This is an open access article under the CC BY-SAlicense.
Corresponding Author:
Sumiatik,
Program Studi Kebidanan,
Universitas Haji Sumatera Utara,
Jl. Rumah Sakit Haji, Medan Estate, Kec. Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara
Email:
1.
INTRODUCTION
Imunisasi merupakan usaha pemberian kekebalan pada bayi dan anak dengan memasukkan vaksin
kedalam tubuh agar tubuh membuat zat anti untuk mencegah terhadap penyakit tersebut (Hidayat, 2012).
Imunisasi adalah suatu cara untuk meningkatkan kekebalan tubuh seseorang secara aktif terhadap suatu
antigen, sehingga bila kelak ia terpajang pada antigen yang serupa tidak terjadi penyakit. Imunisasi penting
untuk mencegah penyakit berbahaya, salah satunya adalah Imunisasi DPT (Diptheria, Pertusis, Tetanus).
Kebanyakan anak menderita panas setelah mendapat imunisasi DPT, tetapi itu adalah hal yang wajar, namun
seringkali ibu-ibu tegang, cemas dan khawatir (Tecyya, 2014).
Program imunisasi merupakan sebuah keberhasilan dalam mencegah penyakit infeksi. Hal ini
terbukti dari menurunnya kejadian penyakit menular di Amerika Serikat dan negara lain sejak pertengahan
abad ke-20. Di Indonesia sejak tahun 1990, cakupan Imunisasi dasar telah mencapai lebih dari 95% (Ranuh,
2010). Di Indonesia terdapat imunisasi yang diwajibkan oleh pemerintah sebagaimana juga yang di wajibkan
WHO seperti imunisasi BCG, DPT, Hepatitis, Campak dan Polio. Menurut data yang didapat dari Direktorat
Jendral Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Departemen Kesehatan Indonesia pada tanggal
Journal homepage: http://jurnal.uimedan.ac.id/index.php/JURNALKEBIDANAN
106
e-ISSN:2597-7180 – p-ISSN: 2442-8116
27 Mei 2011 menunjukan angka kecakupan imunisasi ditahun 2010 adalah campak 89,5%, DPT-3 90,4% dan
Hepatitis B-3 mencapai 91%. Dari data yang ada, terlihat angka cakupan imunisasi dasar Indonesia sudah
cukup tinggi, namun pada beberapa daerah masih ditemukan angka cakupan dibawah Standar Nasional
(Depkes RI, 2011).
Jumlah kasus cakupan imunisasi DPT/HB1-campak di Provinsi Jawa Timur pada tahun 2012 di
dapatkan kabupaten ponorogo sebesar 93%. Berdasarkan data P2PL Dinas Kesehatan Kabupaten Ponorogo
pada bulan januari sampai dengan november 2013 jumlah sasaran bayi sebesar 12.383, sedangkan bayi yang
berusia dibawah 5 bulan sebesar 1.583. Sedangkan cakupan imunisasi sebesar 90,9% (P2Pl, 2013).
Kecemasan adalah menunjukan reaksi terhadap bahaya yang memperingatkan orang “dari dalam “
secara naluri, bahwa ada bahaya dan orang yang bersangkutan mungkin kehilangan kendali dalam situasi
tersebut. Kecemasan adalah gangguan alam perasaan yang ditandai dengan perasaan ketakutan dan
kekuatiran yang mendalam dan berkelanjutan, tidak mengalami gangguan dalam menilai realitas, kepribadian
masih utuh, perilaku dapat terganggu tetapi masih dalam batas-batas normal (Hawari, 2001).
Untuk mengatasi masalah kecemasan tersebut, tidur merupakan salah satu kebutuhan yang sangat
penting pada pasien postoperasi untuk menurunkan kecemasannya. Proses biokimia dan biofisika tubuh
manusia mempunyai irama dengan puncak fungsi atau aktifitas yang terjadi dengan pola yang konsisten
dalam siklus sehari–hari. Bila irama ini terganggu seperti gangguan pola tidur pada pasien post operasi dapat
mempengaruhi proses biokimia dan proses biofisika yang dapat menyebabkan penyimpangan dari norma
kehidupan (Gunawan, 2013).
Kecemasan merupakan respon emosional dengan bermacam perasaan tidak menyenangkan yang
ditimbulkan oleh hal yang tidak pasti atau objek yang tidak jelas. Respon yang muncul dari kecemasan
bermacam-macam, mulai dari cemas kehilangan, ketakutan yang tidak beralasan, hingga perilaku yang
berbeda. Perubahan dan tantangan timbul demikian cepat sehingga penyesuaian diri individu lebih sering
mengalami ketidak seimbangan yang membuatnya cemas, sedih atau gelisah dan tidak bisa tidur, yang dipicu
oleh ketakutan (Stuart & Sundeen, 2008).
Dari hasil survey awal yang dilakukan oleh peneliti yang dilakukan di kelurahan pasar baru kec. Sei
tualang raso pada ibu tentang kunjungan imunisasi balita dengan kecemasan diposyandu. Dari 10 orang ibu
terdapat 7 orang ibu yang merasa cemas saat imunisasi di posyandu karena tidak mengerti tentang apa
Imunisasi dasar sedangkan 3 orang ibu mengerti tentang imunisasi dasar. Tujuan dari penelitian untuk
mengetahui lebih jauh tentang ”Hubungan Pengetahuan Ibu Tentang Imunisasi Dasar Dengan Kecemasan di
Posyandu Kelurahan Pasar Baru Kecamatan Sei Tualang Raso Tahun 2018”.
2.
RESEARCH METHOD
Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif korelasi. Lokasi penelitian
ini dilaksanakan di Posyandu Kelurahan Pasar Baru Kecamatan Sei Tualang Raso. Penelitian dilakukan
selama 5 bulan terhitung mulai dari Oktober 2018 sampai Februari 2019. Populasi dalam penelitian ini adalah
seluruh ibu yang memiliki balita yang ada di Kelurahan Pasar Baru Kec. Sei Tualang Raso dengan jumlah
populasi 36 orang. Teknik Pengambilan sampel dengan Total sampling. Analisa data dilakukan dengan
univariat dan bivariat dengan menggunakan uji chi square.
3. RESULTS AND ANALYSIS
3.1 Hasil
Tabel 1. Distribusi Responden Berdasarkan Karakteristik Data Demografi Di Posyandu Kelurahan Pasar
Baru Kec. Sei Tualang Raso Tahu (...truncated)