Relationship between Knowledge Level, Extension and Environment with Anxiety Levels Against Covid 19 in the Elderly In the Sub District 003 and Neighborhood Association 004 Jatisari Village, Bekasi City
Online ISSN: 2622-4666
Print ISSN: 2356-3281
Jurnal Persada Husada Indonesia
Vol. 8 No. 30 (2021) : 29 - 35
Hubungan Tingkat Pengetahuan, Penyuluhan dan Lingkungan dengan
Tingkat Kecemasan Terhadap Covid 19 pada Lansia di Wilayah
RW 003 dan RW 004 Kelurahan Jatisari, Bekasi
Jesreni Bani Paratu 1 dan Elwindra 2
Abstrak
Lansia merupakan kelompok usia yang rentan tertular virus Covid-19. Sistem imun yang telah melemah
pada lansia, ditambah dengan riwayat penyakit kronis yang diderita. Banyak reaksi yang muncul saat terjadinya
pandemi virus Covid-19 karena ini hal yang baru bagi lansia yang belum pernah terjadi sebelumnya. masalah
yang dapat timbul pada lansia seperti masalah psikologis yaitu stres dan cemas, dikarenakan pola hidup lansia
yang awal mula normal semula menjadi berubah total. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara
tingkat pengetahuan, lingkungan dan penyuluhan dengan tingkat kecemasan terhadap Covid-19 pada lansia.
Desain penelitian ini analitik dengan pendekatan potong silang, Variabel independen dalam penelitian ini adalah
Karakteristik lansia (umur, jenis kelamin, kepercayaan, pendidikan, ekonomi), tingkat pengetahuan tentang
Covid-19, lingkungan, dan penyuluhan Covid 19. Variabel dependen dalam penelitian ini adalah tingkat
kecemasan pada lansia. Penelitian dilakukan dari bulan Mei sampai dengan bulan Agustus 2021. Populasi lansia
sebanyak 1.678 jiwa. Jumlah sampel yang diambil sebanyak 60 responden. Pengambilan data dengan
menggunakan kuesioner. Analisis univariat secara deskriptif dan analisis bivariat menggunakan uji chi-square
pada probabilitas alfa=0,05. Mayoritas responden berumur > 65 tahun (65%), berjenis kelamin perempuan
(63,3%) dengan tingkat pendidikan SMA ke bawah (73,3%), dengan status ekonomi yang cukup (68,3%).
Memiliki tingkat pengetahuan kurang (73,3%), meskipun tinggal di lingkungan yang memadai (60%), namun
penyuluhan kesehatan kurang memadai (83,3%), dan memiliki tingkat kecemasan sedang (58,3%). Dari tujuh
variabel bebas yang diuji hanya dua variabel yang bermakna yaitu tingkat pendidikan (p=0,007) dan pengetahuan
(p=0,003).
Kata kunci: Lansia, Tingkat kecemasan, Covid-19
Relationship between Knowledge Level, Extension and Environment With
Anxiety Levels Against Covid 19 in the Elderly in the Sub District 003
and Neighborhood Association 004 Jatisari Village, Bekasi City
Abstract
The elderly are an age group that is vulnerable to contracting the Covid-19 virus. A weakened immune system
in the elderly, coupled with a history of chronic disease. There were many reactions that emerged during the
COVID-19 pandemic because this was something new for the elderly that had never happened before. problems
that can arise in the elderly such as psychological problems, namely stress and anxiety, due to the lifestyle of the
elderly which was originally normal to change completely. This study aims to determine the relationship between
the level of knowledge, environment and counseling with the level of anxiety about Covid-19 in the elderly. The
design of this research is analytic with a cross-sectional approach. The independent variables in this study are the
characteristics of the elderly (age, gender, belief, education, economy), knowledge level about Covid-19,
environment, and Covid-19 counseling. The dependent variable in this study is anxiety levels in the elderly. The
study was conducted from May to August 2021. The elderly population was 1,678 people. The number of samples
taken as many as 60 respondents. Collecting data by using a questionnaire. Univariate analysis descriptively and
bivariate analysis using chi-square test at probability alpha=0.05. The majority of respondents are >65 years old
(65%), female (63.3%) with a high school education level and below (73.3%), with sufficient economic status
(68.3%). Having a low level of knowledge (73.3%), despite living in an adequate environment (60%), but
inadequate health education (83.3%), and having a moderate level of anxiety (58.3%). Of the seven independent
variables tested, only two variables were significant, namely education level (p=0.007) and knowledge (p=0.003).
Keywords: Elderly, Anxiety level, Covid-19
1
2
Alumni Prodi Kesehatan Masyarakat STIKES Persada Husada Indonesia
Dosen Prodi Kesehatan Masyarakat STIKES Persada Husada Indonesia
Copyright © 2014-2021 STIKES Persada Husada Indonesia
http://jurnal.stikesphi.ac.id/index.php/kesehatan
Jurnal Persada Husada Indonesia
Vol. 8 No. 30 (Juli 2021)
Hubungan Tingkat Pengetahuan, Penyuluhan dan Lingkungan dengan Tingkat Kecemasan
Pendahuluan
non-alam, dan sebagai upaya pencegahan
penyebaran
virus
ini,
pemerintah
memberlakukan beberapa kebijakan, seperti
pembatasan
aktivitas
keluar
rumah,
mewajibkan pelaksanaan pekerjaan dan
pembelajaran daring, dan menghentikan
kegiatan beribadah massal. Kebijakankebijakan tersebut disebut dengan lockdown
(Yunus, 2020). Kebijakan ini diberlakukan
berdasarkan UU No. 6 Tahun 2018 tentang
Karantina Kesehatan. Akibat dari kebijakan ini,
menimbulkan
beberapa
respon
dari
masyarakat, terutama stres dan kecemasan.
Lansia merupakan kelompok usia yang
rentan tertular virus Covid-19. Sistem imun
yang telah melemah pada lansia, ditambah
dengan riwayat penyakit kronis yang diderita.
Banyak reaksi yang muncul saat terjadinya
pandemi virus Covid-19 karena ini adalah hal
yang baru bagi lansia yang belum pernah
terjadi sebelumnya. masalah yang dapat timbul
pada lansia seperti masalah psikologis yaitu
stres dan cemas, dikarenakan pola hidup lansia
yang awal mula normal semula menjadi
berubah total (Medina,2020). Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui hubunganantara
tingkat
pengetahuan,
lingkungan
dan
penyuluhan dengan tingkat kecemasan
terhadap Covid-19 pada lansia di wilayah RW
003 dan RW 004, Kelurahan Jatisari, Bekasi.
Corona Virus Desease (Covid-19)
adalah kelompok virus yang bisa menyebabkan
penyakit, baik itu pada manusia maupun pada
hewan, pada manusia bisa menyebabkan
infeksi saluran pernafasan mulai dari flu biasa
sampai penyakit yang serius seperti Middle
East Respiratory Syndroma (MERS) dan
sindrom pernafasan akut berat/ Severe Acute
Respiratory Syndroma (SARS). Menurut
(WHO, 2020) Covid-19 merupakan penyakit
menular yang pertama ditemukan di Wuhan
Tiongkok pada bulan Desember 2019. Komisi
Kesehatan Nasional (NHC) Republik Rakyat
Tiongkok kemudian mengumumkan hal itu
dengan Novel Corona Virus, sekarang bernama
Covid-19 yang menjadi pandemi di dunia pada
saat sekarang.
Jumlah kasus positif Covid-19 di dunia
terus mengalami peningkatan.data terbaru
jumlah kasus Covid-19 dunia pada Jumat, 19
Maret 2021 pagi telah menembus angka
122.331.313 kasus. Angka tersebut mengalami
kenaikan sebesar 547.788 kasus dari hari
sebelumnya yakni Kamis, 18 Maret 2021
dengan 121.783.525 kasus. Selain itu, angka
kematian akibat Covid-19 di dunia mencapai
2.701.602 kasus, dan angka kesembuhan
sebanyak 98.630.729 kasus.Amerika Serikat
masih menempati posisi pertama sebagai
negara dengan tingkat kasu (...truncated)