Eksistensi Sanggar Singlon Kabupaten Kulon Progo

Dec 2017

Abstrak Kebudayaan merupakan unsur penting sebuah bangsa. Kebudayaan merupakan jati diri bangsa dan menjadi kekayaan bangsa. Keberlangsungan kebudayaan daerah perlu dijaga keutuhan dan pelestariannya. Salah satu upaya yang dapat dilakukan yakni memberikan wadah bagi masyarakat untuk tetap memeliharanya dan yang mampu menjadi fasilitas pelestarian budaya yakni sebuah sanggar. Upaya menjaga sanggar yakni dengan cara pemasaran yang tepat. Salah satu Sanggar di Kulon Progo, yakni Sanggar Singlon memiliki strategi pemasaran yang menarik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana strategi pemasaran yang diterapkan oleh Sanggar Singlon untuk menjaga eksistensi dan kepercayaan masyarakat terhadap keberadaan sanggar tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yakni metode kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi dan wawancara. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa strategi pemasaran Sanggar Singlon Kulon Progo didasarkan pada dua aspek yakni figur dan komitmen penyajian karya terbaik. Bapak Joko Mursito selaku Ketua Sanggar merupakan figure yang tidak berorientasi pada keuntungan materi, namun nama baik Sanggar Singlon dalam menampilkan karya-karya terbaiknya. Sanggar singlon berkomitmen untuk selalu tampil terbaik dalam setiap pertunjukan karyanya. Sanggar Singlon memiliki visi untuk menciptakan suatu karya seni yang mampu menjadi ciri khas kesenian Kulon Progo. Salah satu karya mereka yakni Musik Krumpyung. Strategi pemasaran Musik Krumpyung dilakukan dengan menjadikan Musik Krumpyung sebagai materi pengetahuan umum atau muatan lokal di sekolah-sekolah Kulon Progo. Kata kunci: sanggar, strategi pemasaran, figur, dan komitmen sanggar Abstract Culture is an important element of a nation. Culture is a national identity and a wealth of the nation. The sustainability of the local culture needs to be maintained for its wholeness and preservation. One of the efforts that can be done is to provide a place for the community to maintain it and that can be a cultural preservation facility that is a studio. Efforts to maintain the studio that is with the right way of marketing. One of the Sanggar in Kulon Progo, Sanggar Singlon has an interesting marketing strategy. This study aims to analyze how marketing strategies implemented by Sanggar Singlon to maintain the existence and public confidence in the existence of the Studio. The method used in this research is qualitative method. Data collection was done by observation and interview. The results of this study explain that the marketing strategy Sanggar Singon Kulon Progo is based on two aspects namely the figure and commitment of the presentation of the best work. Mr. Joko Mursito as chairman of Sanggar is a figure that is not oriented to material gain, but the name of Sanggar Singlon in performing his best works. Singlet Singles is committed to always perform best in every show of his work. Sanggar Singlon has a vision to create a work of art that can be characteristic of art Kulon Progo. One of their works is Krumpyung Music. Krumpyung Music marketing strategy is done by making Krumpyung Music as a matter of general knowledge or local content in Kulon Progo Schools. Keywords: studio, marketing strategies, figures, and studio commitments

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://journal.isi.ac.id/index.php/JTKS/article/download/2608/1010

Eksistensi Sanggar Singlon Kabupaten Kulon Progo

Jurnal Tata Kelola Seni Vol. 3 No. 2 Desember 2017| ISSN 2442-9589 Eksistensi Sanggar Singlon Kabupaten Kulon Progo Lusia Hestiningtyas Program Pascasarjana Institut Seni Indonesia Yogyakarta Abstrak Kebudayaan merupakan unsur penting sebuah bangsa. Kebudayaan merupakan jati diri bangsa dan menjadi kekayaan bangsa. Keberlangsungan kebudayaan daerah perlu dijaga keutuhan dan pelestariannya. Salah satu upaya yang dapat dilakukan yakni memberikan wadah bagi masyarakat untuk tetap memeliharanya dan yang mampu menjadi fasilitas pelestarian budaya yakni sebuah sanggar. Upaya menjaga sanggar yakni dengan cara pemasaran yang tepat. Salah satu Sanggar di Kulon Progo, yakni Sanggar Singlon memiliki strategi pemasaran yang menarik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana strategi pemasaran yang diterapkan oleh Sanggar Singlon untuk menjaga eksistensi dan kepercayaan masyarakat terhadap keberadaan sanggar tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yakni metode kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi dan wawancara. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa strategi pemasaran Sanggar Singlon Kulon Progo didasarkan pada dua aspek yakni figur dan komitmen penyajian karya terbaik. Bapak Joko Mursito selaku Ketua Sanggar merupakan figure yang tidak berorientasi pada keuntungan materi, namun nama baik Sanggar Singlon dalam menampilkan karya-karya terbaiknya. Sanggar singlon berkomitmen untuk selalu tampil terbaik dalam setiap pertunjukan karyanya. Sanggar Singlon memiliki visi untuk menciptakan suatu karya seni yang mampu menjadi ciri khas kesenian Kulon Progo. Salah satu karya mereka yakni Musik Krumpyung. Strategi pemasaran Musik Krumpyung dilakukan dengan menjadikan Musik Krumpyung sebagai materi pengetahuan umum atau muatan lokal di sekolah-sekolah Kulon Progo. Kata kunci: sanggar, strategi pemasaran, figur, dan komitmen sanggar Abstract Culture is an important element of a nation. Culture is a national identity and a wealth of the nation. The sustainability of the local culture needs to be maintained for its wholeness and preservation. One of the efforts that can be done is to provide a place for the community to maintain it and that can be a cultural preservation facility that is a studio. Efforts to maintain the studio that is with the right way of marketing. One of the Sanggar in Kulon Progo, Sanggar Singlon has an interesting marketing strategy. This study aims to analyze how marketing strategies implemented by Sanggar Singlon to maintain the existence and public confidence in the existence of the Studio. The method used in this research is qualitative method. Data collection was done by observation and interview. The results of this study explain that the marketing strategy Sanggar Singon Kulon Progo is based on two aspects namely the figure and commitment of the presentation of the best work. Mr. Joko Mursito as chairman of Sanggar is a figure that is not oriented to material gain, but the name of Sanggar Singlon in performing his best works. Singlet Singles is committed to always perform best in every show of his work. Sanggar Singlon has a vision to create a work of art that can be characteristic of art Kulon Progo. One of their works is Krumpyung Music. Krumpyung Music marketing strategy is done 78 Jurnal Tata Kelola Seni Vol. 3 No. 1 Juni 2017| ISSN 2442-9589 by making Krumpyung Music as a matter of general knowledge or local content in Kulon Progo Schools. Keywords: studio, marketing strategies, figures, and studio commitments PENDAHULUAN Seni dan budaya merupakan unsur penting dalam suatu negara. Seni budaya menjadi jati diri bangsa dan kekayaan bangsa. Kesenian daerah jika dijaga dan dikembangkan akan menjadi daya tarik bagi wisatawan, yang pada akhirnya berdampak baik bagi pendapatan negara. Dalam upaya menjaga dan melestarikan seni budaya diperlukan suatu sanggar yang mewadahi kegiatan berkesenian. Kegiatan berkesenian memberikan banyak manfaat bagi manusia. Kesenian dapat menjadi salah satu media untuk mengolah rasa dan mengekspresikan diri. Organisasi seni memberikan kesempatan bagi manusia untuk belajar berinteraksi dan bekerja sama dengan manusia lain. Berkesenian mampu menjadi media penyampaian hal yang tabu dengan mengemasnya sehingga indah dan menarik. Beragam upaya juga dilakukan oleh masyarakat yang sadar akan pelestarian seni budaya bangsa. Salah satu wujud peduli mereka yakni menyediakan wadah untuk mengupayakan pelestarian seni budaya tersebut. Mendirikan sanggar, mengadakan pameran seni, festival seni tradisional, dan pertunjukan seni tradisi lainnya. Strategi pemasaran menjadi hal yang penting untuk mencapai eksistensi kesenian daerah. Manajemen kesenian merupakan bidang yang perlu dipelajari lebih dalam, agar terwujud cara yang sistematis dalam rangka memasarkan dan menjaga kesenian tradisional. Dengan adanya manajemen kesenian yang baik, maka kesenian daerah dapat dijaga dan dikembangkan dengan tepat. Yogyakarta merupakan daerah yang memiliki beragam sanggar. Salah satu sanggar kesenian yang terkenal yakni Sanggar Singlon yang berlokasi di Kabupaten Kulon Progo. Sanggar ini memiliki beberapa jenis kesenian yang dikelola, yakni batik, musik tradisi, dan tari. Sanggar Singlon memiliki visi yang menjadi arah dasar Sanggar. Dalam upaya mewujudkan visi, Sanggar Singlon memiliki permasalahan dalam bidang strategi pemasaran. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Pengumpulan data melalui pengamatan langsung (observasi) dan wawancara (interview). Lokasi penelitian di Sanggar Singlon Kabupaten Kulon Progo. Objek penelitian yakni Sanggar Singlon di Kabupaten Kulon Progo. Observasi dilakukan di lokasi Sanggar Singlon dan wawancara dilakukan terhadap ketua Sanggar Singlon, pebatik Sanggar Singlon, dan sekretaris Sanggar Singlon. Sumber data dalam penelitian ini terdiri dari data primer dan data sekunder. Data primer 79 Jurnal Tata Kelola Seni Vol. 3 No. 2 Desember 2017| ISSN 2442-9589 dalam penelitian ini bersumber dari hasil wawancara dengan informan. Data sekunder dalam penelitian ini diperoleh dari buku-buku literatur dan penelitian terdahulu. HASIL Hasil penelitian ini meliputi informasi mengenai: a. Sejarah Sanggar Singlon Sanggar Singlon merupakan sanggar yang berlokasi di Kecamatan Pengasih, Kulon Progo, Yogyakarta. Sanggar tersebut didirikan pada tahun 2007 setelah terjadinya gempa Yogyakarta. Ketika itu Hamengkubawana X memiliki program merti dusun yang bertujuan untuk perbaikan kondisi Yogyakarta pascagempa. GKR Pembayun bekerja sama dengan Danamon peduli menggalang dana untuk rekonstruksi di beberapa lokasi di Yogyakarta. Nama Singlon sendiri merupakan nama seorang pahlawan penentang kolonialisme Belanda yaitu Raden Mas Sodewo yang merupakan anak dari Pangeran Diponegoro dengan nama kecil Singlon. Pembangunan sanggar di lima kabupaten yang berada di Yogyakarta merupakan salah satu upaya rekonstruksi budaya yang diprogramkan oleh kelompok merti dusun. Sanggar Singlon merupak (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://journal.isi.ac.id/index.php/JTKS/article/download/2608/1010
Article home page: https://journal.isi.ac.id/index.php/JTKS/article/view/2608/1010

Lusia Hestiningtyas. Eksistensi Sanggar Singlon Kabupaten Kulon Progo, 2017, pp. 78-82,