PERAN RUMAH BUDAYA TEMBI DALAM MELAHIRKAN KOMPONIS MUDA MELALUI AJANG FESTIVAL

Dec 2015

Artikel dalam tulisan ini untuk mengetahui bagaimana peran Rumah Budaya Tembi dalam melahirkan komposer-komposer muda. Metode yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah dengan pendekatan studi kasus. Metode pengumpulan data yang akan dilakukan dalam penelitian ini dengan melakukan observasi, wawancara dan studi pustaka. Sumber data ini diperoleh melalui informan, pustaka dan dokumen. Untuk menganalisis data penelitian ini, dilakukan dengan mereduksi data, penyajian data, memverifikasi atau penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Rumah Budaya Tembi berperan terhadap munculnya komposer muda melalui ajang festival yang diselenggarakan. Festival musik Tembi yang diselenggarakan setahun sekali ini mampu memberikan wadah bagi para komposer muda untuk mengekspresikan imajinasinya dengan menghadirkan karya seninya.

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://journal.isi.ac.id/index.php/JTKS/article/download/1638/426

PERAN RUMAH BUDAYA TEMBI DALAM MELAHIRKAN KOMPONIS MUDA MELALUI AJANG FESTIVAL

Ganang Dwi Asmoro, PERAN RUMAH BUDAYA TEMBI DALAM MELAHIRKAN KOMPONIS MUDA ... PERAN RUMAH BUDAYA TEMBI DALAM MELAHIRKAN KOMPONIS MUDA MELALUI AJANG FESTIVAL Ganang Dwi Asmoro Abstrak Artikel dalam tulisan ini untuk mengetahui bagaimana peran Rumah Budaya Tembi dalam melahirkan komposer-komposer muda. Metode yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah dengan pendekatan studi kasus. Metode pengumpulan data yang akan dilakukan dalam penelitian ini dengan melakukan observasi, wawancara dan studi pustaka. Sumber data ini diperoleh melalui informan, pustaka dan dokumen. Untuk menganalisis data penelitian ini, dilakukan dengan mereduksi data, penyajian data, memverifikasi atau penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Rumah Budaya Tembi berperan terhadap munculnya komposer muda melalui ajang festival yang diselenggarakan. Festival musik Tembi yang diselenggarakan setahun sekali ini mampu memberikan wadah bagi para komposer muda untuk mengekspresikan imajinasinya dengan menghadirkan karya seninya . Kata kunci : komposer, festival musik, Tembi Pendahuluan Dewasa ini komposer menjadi pilihan dan minat dalam berkarir oleh beberapa kalangan anak muda. Sebutan sebagai komposer memiliki kebanggaan tersendiri bagi para pelakunya. Tidak seperti jaman dahulu ketika penonton hanya menikmati sajian musik dan musisinya ketika di atas panggung, saat ini komposer memiliki peran dan kedudukan yang sama pentingnya. Meski sudah sama posisinya, tidaklah gampang untuk menemukan bakat-bakat komposer muda terlebih kepada komposer musik kontemporer atau musik gaya baru. Jenis musik tersebut tidak semua orang bisa menikmatinya ketika karya musik tersebut disuguhkan. Maka dari itu, untuk mencetak para komposer musik gaya baru yang baik, perlu peran serta dari institusi pendidikan dan juga komunitas yang sadar akan pentingnya mencetak para komposer. Dalam lima tahun terakhir ini Rumah Budaya Tembi telah mengambil sikap akan masalah ini. Dengan menyelenggarakan acara Festival Musik Tembi, mereka menghadirkan pertunjukan musik dengan tema “Musik Tradisi Baru”. Hal ini dibuat untuk menemukan bakat – bakat baru para komposer muda di Indonesia, sebab dalam eksekusinya mereka hanya mengundang komposer muda yang usianya tidak boleh lebih dari 35 tahun untuk menampilkan karya terbaiknya dalam Musik Tradisi Baru. Dan sejak diselenggarakan oleh Rumah Budaya Tembi dari lima tahun yang lalu, acara ini sudah banyak menelurkan ataupun mengorbitkan komposer-komposer muda yang sekarang sudah popular dalam komposisi musik gaya baru. Festival Musik Tembi sendiri sudah berlangsung lebih dari lima tahun dan sejak pertama kali diselenggarakan pada 2011, Festival Musik Tembi terus konsisten dalam 23 TATA KELOLA SENI : VOL. I NO. 2 DESEMBER 2015 bermusik dan tidak pernah mengubah tujuan utamanya, yaitu sebagai wadah untuk memberikan ruang apresiasi bagi musisi dan komposer muda yang ingin berkreasi dalam bunyi-bunyian nusantara tanpa sekat genre (liputan6.com). Di dalam pertunjukan festival musik ini, karya musik yang dipertunjukan lebih fokus kepada karya musik tradisi baru. Komposisi musik yang yang lebih mengedepankan unsur musik tradisional yang ada di Indonesia dan tentunya karya yang dimainkan adalah yang orisinil dan belum pernah dipentaskan di tempat lain. Dengan tema musik tradisi baru, diharapkan festival ini bisa menemukan komposer muda yang berbakat, berkualitas, berpengetahuan barat yang tidak meninggalkan musik tradisi yang ada di Indonesia. Artikel tentang komponis muda sebenarnya banyak disinggung oleh Suka Harjana dalam bukunya Esai dan Kritik musik serta bukunya yang berjudul Musik : Antara Kritik dan Apresiasi. Dalam artikel yang ditulis di buku itu, Suka Harjana lebih banyak mengungkapkan tentang Pekan Komponis Muda yang diselenggarakan pada dekade 80 hingga 90-an oleh Dewan kesenian Jakarta untuk melahirkan para komposer. Saat ini, festival Pekan Komponis Muda sudah lama tidak terdengar lagi dan hanya sedikit dari institusi atau lembaga swasta yang tetap konsisten dalam membuat program pertunjukan musik kontemporer, salah satunya adalah Rumah Budaya Tembi. Lalu apa yang membuat Rumah Budaya Tembi mau untuk melahirkan para komposer? Bagaimana cara Rumah Budaya Tembi mengakomodasi para komposer muda? Komposer adalah julukan dari seorang arranger dan penulis lagu yang mengkomposisi nada-nada menjadi musik. Komposer memiliki kebebasan yang abstrak dalam menciptakan sebuah karya musik, sebab dialah orang pertama dalam membuat komposi. Banyak dari mereka yang mampu untuk menulis lagu, namun tidak mampu untuk membuat komposisi musik dari berbagai instrumen yang dipadukan secara baik. Oleh sebab itu untuk menjadi seorang komposer tidaklah semudah apa yang kita bayangkan. Sebab pada setiap kreatif dalam penciptaan komposisi memerlukan berbagai pendekatan, Pangabean (2006) mengemukakan beberapa pendekatan dalam proses kreatif dari seorang komposer, diantaranya adalah pendekatan tradisi maupun nontradisi, reinterpretasi (orientasi untuk menampilkan repertoar yang sudah ada menjadi sesuatu yang baru) dan yang terakhir adalah kontemporer (sebuah orientasi melepaskan diri dari kebiasaan yang sudah ada atau kemungkinan mendapatkan hal yang baru). Seorang komposer akan menggunakan struktur teori musik dan organologi musik yang komprehensif dalam membuat karya komposisi, di samping itu seorang komposer juga harus mengetahui ilmu sosiologi, psikologi dan antropologi. Disiplin ilmu yang lain itu diperlukan untuk menunjang komposer dalam membuat komposisi musik, sebab membuat komposisi musik tidak hanya dengan dengan modal merenung sambil menunggu inspirasi yang datang. Tanpa pengetahuan musik yang memadai dan keterampilannya dalam mengolah cita rasa musik yang humanis, seorang komponis tidak akan mampu untuk membuat suatu komposisi musik yang baik. 24 Ganang Dwi Asmoro, PERAN RUMAH BUDAYA TEMBI DALAM MELAHIRKAN KOMPONIS MUDA ... Gambar 1: Awal mula tulisan notasi musik Pada awal perkembangan musik di barat, komposer membuat komposisi musik dengan simbol-simbol tulisan supaya bisa dimainkan oleh para musisi. Simbol-simbol itu berkembang menjadi notasi musik atau lebih dikenal dengan not balok. Pada abad ke 19 para komposer menggunakan tulisan tangan dalam membuat komposisi untuk dituliskan ke dalam notasi. Cara membuat komposisi oleh komposer mulai berubah ketika komputer ditemukan. Terlebih ketika beberapa software untuk membuat komposisi musik seperti Sibelius, finale dan software musik lainnya. Dengan perkembangan mekanik dan sistem yang lebih cepat inilah, maka banyak musisi atau komposer menggunakan computer sebagai tempat bekerja untuk mewujudkan ideide atau kreativitas yang dimilikinya, Widodo (2006). Program-program musik itu berkembang sesuai jaman hingga muncullah banyak program musik yang mampu meringankan beban para komposer dalam membuat komposisi. Keterlibatan komputer dalam proses komposisi musik sebenarnya bukanlah menjadi barang yang baru. Pada tahun 50an, Max Mathe (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://journal.isi.ac.id/index.php/JTKS/article/download/1638/426
Article home page: https://journal.isi.ac.id/index.php/JTKS/article/view/1638/426

Asmoro Ganang Dwi. PERAN RUMAH BUDAYA TEMBI DALAM MELAHIRKAN KOMPONIS MUDA MELALUI AJANG FESTIVAL, 2015, pp. 23-30,