EFEKTIVITAS PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPS TERPADU
e-ISSN 2541-0938
JURKAMI : Jurnal Pendidikan Ekonomi
VOLUME 2, NO 1, 2017
DAFTAR ISI
Alokasi Dana Desa dan Dana Desa Dalam Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi
Masyarakat Desa
Blasius Manggu
STIM Shanti Bhuana Bengkayang, Indonesia
1-11
Efektivitas Penggunaan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Teams
Achievement Division Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Mata
Pelajaran IPS Terpadu
Dessy Triana Relita, Yulia Suriyanti, Lamberta
STKIP Persada Khatulistiwa Sintang, Indonesia
12-25
Korelasi Kondisi Belajar Mengajar yang Efektif Dengan Motivasi Belajar Siswa
Kelas VII Sekolah Menengah Pertama Negeri 03 Sepauk
Yakoba, Munawar Thoharudin, Anna Marganingsih
STKIP Persada Khatulistiwa Sintang, Indonesia
26-36
Pengaruh Tingkat Pengangguran Terhadap Kemiskinan di Kabupaten Bengkayang
Deffrinica
STIM Shanti Bhuana Bengkayang, Indonesia
37-47
Peningkatan Hasil Belajar Siswa dengan Model Pembelajaran Cooperative Tipe
Listening Team Pada Pokok Bahasan Kelangkaan Sumber Daya dan Kebutuhan di
Sekolah Menengah Pertama Negeri 3 Silat Hilir
Yustina Upik, Avelius Dominggus Sore
STKIP Persada Khatulistiwa Sintang, Indonesia
48-60
JURKAMI : Jurnal Pendidikan Ekonomi
http://jurnal.stkippersada.ac.id/jurnal/index.php/JPE
JURKAMI Volume 2, No 1, 2017
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF
TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION DALAM
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA
PADA MATA PELAJARAN IPS TERPADU
Dessy Triana Relita, Yulia Suriyanti, Lamberta
STKIP Persada Khatulistiwa Sintang, Indonesia
Email:
Received: 10 Februari 2017; Accepted: 24 Maret 2018; Published: 1 April 2017
Abstrack: The general problem in this research is the result of students' learning on the less
satisfactory IPS lesson proved still much under KKM. This is because in the process of
learning the use of models and methods that are less varied by the subject of IPS Teacher so
that students are less motivated to learn. The research method used is qualitative research
method descriptive approach, with the form of research is Research Action class (PTK). The
results showed that the implementation of learning using STAD model to improve the
learning outcomes of students of grade VIII SMP Negeri 6 Dedai run smoothly and have
good impact on student learning activities in class. The results of students' learning subjects
IPS Integrated experience increased. The test results obtained the average value on the first
cycle of 83 and increased in cycle II of 94.25. Increasing the average grade value is
accompanied by an increase to classical kentuntasan namely cycle I of 68.18% which
increased 100%. So there is an increase in class average value of 11.25 and the percentage
of classical up to 25%. Furthermore, student response is very good to the implementation of
STAD learning model. Students express pleasure, and motivated learning by STAD learning
model. Suggestions for teachers to be able to develop STAD learning models on other
materials.
Keyword: STAD Model Improves Learning Outcomes
Abstrak: Permasalahan umum dalam penelitian ini adalah hasil belajar siswa pada mata
pelajaran IPS Terpadu kurang memuaskan terbukti masih banyak di bawah KKM. Hal ini
karenakan dalam proses pembelajaran penggunaan model dan metode yang kurang bervariatif
oleh Guru mata pelajaran IPS sehingga siswa kurang termotivasi untuk belajar. Metode
penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif pendekatan deskriptif, dengan
bentuk penelitian adalah Penelitian Tindakan kelas (PTK). Hasil penelitian menunjukan,
pelaksanaan pembelajaran menggunakan Model STAD untuk meningkatkan hasil belajar
siswa kelas VIII SMP Negeri 6 Dedai berjalan dengan lancar dan berdampak baik terhadap
aktivitas belajar siswa dikelas. Hasil belajar siswa mata pelajaran IPS Terpadu mengalami
peningkatan. Hasil tes diperoleh nilai rata-rata pada siklus I sebesar 83 dan meningkat pada
siklus II sebesar 94,25. Peningkatan nilai rata-rata kelas disertai dengan peningkatan ke
kentuntasan klasikal yaitu siklus I sebesar 68,18% yang meningkat 100%. Sehingga terjadi
peningkatan nilai rata-rata kelas sebesar 11,25 dan persentase klasikal hingga 25%.
Selanjutnya respon siswa sangat baik terhadap pelaksanaan model pembelajaran STAD.
Siswa menyatakan rasa senang, dan termotivasi belajar dengan model pembelajaran STAD.
Saran bagi guru agar dapat mengembangkan model pembelajaran STAD pada materi lainnya.
Kata kunci : Model STAD Meningkatkan Hasil Belajar
Copyright © 2017 STKIP Persada Khatulistiwa Sintang | e-ISSN 2541-0938
Volume 2 Nomor 1 April 2017
JURKAMI : Jurnal Pendidikan Ekonomi | 13
interaksi
PENDAHULUAN
Pendidikan
merupakan
hal
yang
terus-menerus
dengan
Lingkungan
tersebut
lingkungan.
terpenting dalam kehidupan kita, ini berarti
mengalami perubahan. Dengan adanya
bahwa setiap manusia berhak mendapat
interaksi dengan lingkungan maka fungsi
dan berharap untuk selalu berkembang
intelek semakin berkembang. Menurut
dalam
pendidikan.
Pendidikan
secara
Trianto (2007:1), “Salah satu masalah
umum
mempunyai
arti suatu
proses
pokok
dalam
pembelajaran
adalah
kehidupan dalam mengembangkan diri tiap
rendahnya daya serap peserta didik yang
individu
mengakibatkan
untuk
dapat
hidup
dan
lemahnya
proses
Sehingga
pembelajaran”. Hal ini dapat disebabkan
menjadi seorang yang terdidik itu sangat
oleh penggunaan metode yang kurang
penting. Pendidikan pertama kali yang kita
tepat dan kurang sesuai dengan materi
dapatkan
keluarga,
yang sedang dibahas. Guru harus bijaksana
lingkungan
dalam menentukan suatu metode yang
melangsungkan
kehidupan.
di
lingkungan
lingkungan
sekolah
dan
masyarakat.
sesuai yang dapat menciptakan situasi dan
Tujuan
pendidikan
adalah
kondisi kelas yang kondusif agar proses
menciptakan seseorang yang berkualitas
belajar mengajar dapat berlangsung sesuai
dan
memiliki
dengan tujuan yang diharapkan. Seorang
pandangan yang luas kedepan untuk
guru harus memperhatikan proses dan
mencapai suatu cita-cita yang diharapkan
hasil kegiatan belajar dalam meningkatkan
dan mampu beradaptasi secara cepat dan
mutu
tepat di dalam berbagai lingkungan. Untuk
merupakan
mewujudkan
berkarakter
diperlukan
sehingga
tujuan
tenaga
pendidikan.
dimana
terdapat
maka
aktivitas guru dan peserta didik, serta
pendidik
yang
interaksinya dalam proses pembelajaran
untuk
juga diperlukan model pembelajaran yang
tertentu.
serta
belajar
tersebut
berkompeten dan profesional. Selain itu
baik
keadaan
Kegiatan
perpaduan
antara
guru
mencapai
Siswa
tujuan
sebagai
pembelajaran
subjek
belajar
berkompeten dan model yang cocok akan
memiliki
potensi
dan
karakteristik
menghasilkan pengelolaan dan suasana
yangunik
dan
sangat
menentukan
kelas yang baik.
keberhasilan proses pembelajaran IPS
Menurut Piaget (dalam Dimyati dan
Terpadu. Kemampuan dan kesungguhan
Mujiono, 2009:13) menyatakan bahwa
siswa untuk merespon pengetahuan, nilai
belajar adalah pengetahuan yang dibentuk
dan (...truncated)