Inovasi Kemasan Produk dan Pelabelan Untuk Menciptakan Nilai Tambah pada Produk UMKM Dapur Keysha di Desa Mranggonlawang
Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPPMI)
Vol.2, No.3 September 2023
e-ISSN: 2963-5519; p-ISSN: 2963-5055, Hal 51-57
DOI: https://doi.org/10.55606/jppmi.v2i3.431
Inovasi Kemasan Produk dan Pelabelan Untuk Menciptakan Nilai
Tambah pada Produk UMKM Dapur Keysha di Desa Mranggonlawang
Alfi Rizka1, Yuniningsih2
Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur 1-2
Korespondensi Penulis :
Article History:
Received: 30 Mei 2023
Revised: 16 Juni 2023
Accepted: 11 Juli 2023
Keywords: Innovation,
Packaging, Labeling
Abstract: MSMEs are seen as a driving force in domestic
economic development. However, there are still some
problems encountered, namely marketing strategies that
are less than optimal and unattractive. Keysha's kitchen is
one of them. After observing, the packaging still looks
ancient and does not have a label. Thus, it is necessary to
provide assistance regarding packaging innovation from
Dapur Keysha according to the aesthetic standards of
current trends and their uses. The purpose of this activity is
to provide knowledge and understanding to MSME actors
regarding the urgency of product packaging and increase
the added value of the products produced. There are three
methods used, namely observation, socialization, and
mentoring. At the end of this activity, modern packaging
and labeling were obtained. The latest packaging is
modified from a standing pouch to a jar packaging which
can be made as hampers. Then there is the making of labels
that include product types, brands, expiration dates, MSME
social media, and other information.
Abstrak.UMKM dipandang sebagai penggerak dalam pembangunan ekonomi dalam negeri.
Namun masih ditemukan beberapa masalah yang dihadapi yakni strategi pemasaran yang kurang
optimal dan tidak menarik. Dapur Keysha salah satunya. Setelah dilakukan observasi, kemasan
yang dimiliki masih tampak kuno dan belum memiliki label. Dengan demikian, perlu dilakukannya
pendampingan mengenai inovasi kemasan dari Dapur Keysha sesuai standar estetika tren kini dan
kegunaannya. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman
kepada pelaku UMKM mengenai urgensi dari kemasan produk serta meningkatkan nilai tambah
dari produk yang dihasilkan. Metode yang digunakan ada tiga, yakni observasi, sosialisasi, dan
pendampingan. Akhir kegiatan ini diperoleh kemasan dan pelabelan yang kekinian. Kemasan
terbaru dimodifikasi dari standing pouch menjadi kemasan jar dimana dapat dibuat sebagai
hampers. Lalu adanya pembuatan label yang mencakup jenis produk, merek, tanggal kadaluarsa,
social media UMKM, dan informasi lainnya.
Kata Kunci : Inovasi, Kemasan, Pelabelan.
PENDAHULUAN
Inovasi Kemasan Produk dan Pelabelan Untuk Menciptakan Nilai Tambah pada Produk UMKM Dapur Keysha di
Desa Mranggonlawang
UMKM dipandang sebagai penggerak dalam pembangunan ekonomi dalam negeri.
Kontribusinya yang besar dapat mengangkat pertumbuhan perekonomian rakyat. Sebab aksesnya
yang bersifat konvesional inilah yang membuat UMKM tahan krisis keuangan dalam era
globalisasai ini. Hasil dari UMKM ini dapat meminimalisir masalah kemiskinan dengan
melakukan penyerapan tenaga kerja dan pembagian hasil pembangunan (Paramita & Surur, 2022).
Maka dari itu perlu adanya peran pemeritah untuk mendukung UMKM dalam hal finansial ataupun
nonfinansial.
Masalah yang sering dihadapi UMKM adalah strategi pemasaran yang kurang optimal dan
tidak menarik. Kemasan yang monoton membuat UMKM kalah bersaing dengan perusahaan besar
dengan jaringan pemasaran yang kuat (Paramita & Surur, 2022). Kemasan produk merupakan
bagian penting dari produk karena konsumen mudah mengingat dan mengenali produk tersebut.
Kemasan produk yang tidak menarik berdampak pada citra produk dalam menarik pelanggan.
(Wijaya, et al., 2021). Oleh karena itu, terobosan baru dalam desain kemasan produk harus
dilakukan.
Secara umum kemasan dapat diartikan sebagai bagian luar yang melindungi isi produk
dengan maksud untuk untuk melindungi produk dari guncangan, cuaca, benturan dan benturan
dengan benda lain. Kemasan biasanya berbentuk atau didesain untuk menunjukkan gambaran dan
tampilan isi produk sehingga pesan yang disampaikan tepat bagi pengguna produk tersebut.
Mengingat modernisasi yang semakin terdepan, kemasan memegang peranan yang sangat penting,
karena selalu dikaitkan dengan barang yang dikemas sekaligus menjadi argumen penjualan dan
citra merek. Nilai jual ini meningkat ketika produk yang dihasilkan mendapat nilai tambah melalui
kemasan yang menarik. Sementara itu, citra produk berkaitan di benak konsumen, sebaiknya
produk dikemas dengan baik supaya produk yang dihasilkan dapat memberikan kesan yang baik
bagi konsumen.
Hal yang melekat dalam kemasan tak lain adalah pelabelan. Pelabelan merupakan
informasi singkat pada kemasan mengenai sebuah produk yang meliputi nama produk, merek,
tanggal kadaluarsa, tempat produksi, dan masih banyak lagi. Dengan pelabelan target konsumen
akan mudah mengenali produk tersebut. Pada pandangan pertama dalam lima detik pertama,
masyarakat akan mendorong keputusan pembelian, sehingga penampilan sangat penting bagi
konsumen di pasar (Kusnandar et al., 2021).
52
JPPMI - VOL.2, NO.3 SEPTEMBER 2023
e-ISSN: 2963-5519; p-ISSN: 2963-5055, Hal 51-57
Seperti yang telah dijelaskan di atas, desain kemasan dan label merupakan salah satu
pemicu penjualan produk. Hal ini juga terkait dengan nilai tambah kemasan yang dapat
mempengaruhi emosi konsumen dan dinilai sangat efektif. Oleh karena itu, perusahaan harus
memiliki tim desain sendiri. Mengingat hal tersebut, desain kemasan sangat penting untuk
penjualan produk. Khususnya unsur-unsur desain kemasan, seperti pemilihan warna, keunikan,
dll. Oleh karena itu, unsur pengemasan yang baik dan penerapan produk harus diperhatikan untuk
meningkatkan penjualan.
Dusun Krajan terletak Desa Mranggonlawang Kecamatan Dringu Kabupaten Probolinggo.
Dusun ini memiliki banyak potensi industri terutama usaha kecil mikro dan menengah, salah
satunya adalah UMKM Dapur Keysha. Hasil observasi menunjukkan bahwa kemasan yang
digunakan adalah standing pouch dengan berbagai ukuran. Model kemasan ini terbilang cukup
bagus. Namun terdapat kendala yang dirasakan oleh Ibu Misri selaku pemilik dari Dapur Keysha
yakni zipper sebagai pengunci kemasan yang tidak begitu rapat sehingga mengakibatkan
produknya tumpah saat proses pengiriman oleh perantara pasar. Selain itu juga belum ada label
untuk kemasan tersebut, mengingat pelabelan juga merupakan poin penting dalam kemasan yang
berfungsi sebagai informasi produk. Dengan demikian, penulis berinisiatif untuk melakukan
pendampingan mengenai inovasi kemasan dari Dapur Keysha sesuai standar estetika tren kini dan
kegunaannya. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman
kepada pelaku UMKM mengenai urgensi dari kemasan produk serta meningkatkan nilai tambah
dari produk yang dihasilkan.
METODE
Dalam kegiatan PKM (Pengabdian Kepada Masyarakat) ini, penulis melakukan
pend (...truncated)