Inovasi Kemasan Produk dan Pelabelan Untuk Menciptakan Nilai Tambah pada Produk UMKM Dapur Keysha di Desa Mranggonlawang

Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Masyarakat Indonesia, Jul 2023

MSMEs are seen as a driving force in domestic economic development. However, there are still some problems encountered, namely marketing strategies that are less than optimal and unattractive. Keysha's kitchen is one of them. After observing, the packaging still looks ancient and does not have a label. Thus, it is necessary to provide assistance regarding packaging innovation from Dapur Keysha according to the aesthetic standards of current trends and their uses. The purpose of this activity is to provide knowledge and understanding to MSME actors regarding the urgency of product packaging and increase the added value of the products produced. There are three methods used, namely observation, socialization, and mentoring. At the end of this activity, modern packaging and labeling were obtained. The latest packaging is modified from a standing pouch to a jar packaging which can be made as hampers. Then there is the making of labels that include product types, brands, expiration dates, MSME social media, and other information.

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://journal-stiayappimakassar.ac.id/index.php/jppmi/article/download/433/434

Inovasi Kemasan Produk dan Pelabelan Untuk Menciptakan Nilai Tambah pada Produk UMKM Dapur Keysha di Desa Mranggonlawang

Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPPMI) Vol.2, No.3 September 2023 e-ISSN: 2963-5519; p-ISSN: 2963-5055, Hal 51-57 DOI: https://doi.org/10.55606/jppmi.v2i3.431 Inovasi Kemasan Produk dan Pelabelan Untuk Menciptakan Nilai Tambah pada Produk UMKM Dapur Keysha di Desa Mranggonlawang Alfi Rizka1, Yuniningsih2 Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur 1-2 Korespondensi Penulis : Article History: Received: 30 Mei 2023 Revised: 16 Juni 2023 Accepted: 11 Juli 2023 Keywords: Innovation, Packaging, Labeling Abstract: MSMEs are seen as a driving force in domestic economic development. However, there are still some problems encountered, namely marketing strategies that are less than optimal and unattractive. Keysha's kitchen is one of them. After observing, the packaging still looks ancient and does not have a label. Thus, it is necessary to provide assistance regarding packaging innovation from Dapur Keysha according to the aesthetic standards of current trends and their uses. The purpose of this activity is to provide knowledge and understanding to MSME actors regarding the urgency of product packaging and increase the added value of the products produced. There are three methods used, namely observation, socialization, and mentoring. At the end of this activity, modern packaging and labeling were obtained. The latest packaging is modified from a standing pouch to a jar packaging which can be made as hampers. Then there is the making of labels that include product types, brands, expiration dates, MSME social media, and other information. Abstrak.UMKM dipandang sebagai penggerak dalam pembangunan ekonomi dalam negeri. Namun masih ditemukan beberapa masalah yang dihadapi yakni strategi pemasaran yang kurang optimal dan tidak menarik. Dapur Keysha salah satunya. Setelah dilakukan observasi, kemasan yang dimiliki masih tampak kuno dan belum memiliki label. Dengan demikian, perlu dilakukannya pendampingan mengenai inovasi kemasan dari Dapur Keysha sesuai standar estetika tren kini dan kegunaannya. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman kepada pelaku UMKM mengenai urgensi dari kemasan produk serta meningkatkan nilai tambah dari produk yang dihasilkan. Metode yang digunakan ada tiga, yakni observasi, sosialisasi, dan pendampingan. Akhir kegiatan ini diperoleh kemasan dan pelabelan yang kekinian. Kemasan terbaru dimodifikasi dari standing pouch menjadi kemasan jar dimana dapat dibuat sebagai hampers. Lalu adanya pembuatan label yang mencakup jenis produk, merek, tanggal kadaluarsa, social media UMKM, dan informasi lainnya. Kata Kunci : Inovasi, Kemasan, Pelabelan. PENDAHULUAN Inovasi Kemasan Produk dan Pelabelan Untuk Menciptakan Nilai Tambah pada Produk UMKM Dapur Keysha di Desa Mranggonlawang UMKM dipandang sebagai penggerak dalam pembangunan ekonomi dalam negeri. Kontribusinya yang besar dapat mengangkat pertumbuhan perekonomian rakyat. Sebab aksesnya yang bersifat konvesional inilah yang membuat UMKM tahan krisis keuangan dalam era globalisasai ini. Hasil dari UMKM ini dapat meminimalisir masalah kemiskinan dengan melakukan penyerapan tenaga kerja dan pembagian hasil pembangunan (Paramita & Surur, 2022). Maka dari itu perlu adanya peran pemeritah untuk mendukung UMKM dalam hal finansial ataupun nonfinansial. Masalah yang sering dihadapi UMKM adalah strategi pemasaran yang kurang optimal dan tidak menarik. Kemasan yang monoton membuat UMKM kalah bersaing dengan perusahaan besar dengan jaringan pemasaran yang kuat (Paramita & Surur, 2022). Kemasan produk merupakan bagian penting dari produk karena konsumen mudah mengingat dan mengenali produk tersebut. Kemasan produk yang tidak menarik berdampak pada citra produk dalam menarik pelanggan. (Wijaya, et al., 2021). Oleh karena itu, terobosan baru dalam desain kemasan produk harus dilakukan. Secara umum kemasan dapat diartikan sebagai bagian luar yang melindungi isi produk dengan maksud untuk untuk melindungi produk dari guncangan, cuaca, benturan dan benturan dengan benda lain. Kemasan biasanya berbentuk atau didesain untuk menunjukkan gambaran dan tampilan isi produk sehingga pesan yang disampaikan tepat bagi pengguna produk tersebut. Mengingat modernisasi yang semakin terdepan, kemasan memegang peranan yang sangat penting, karena selalu dikaitkan dengan barang yang dikemas sekaligus menjadi argumen penjualan dan citra merek. Nilai jual ini meningkat ketika produk yang dihasilkan mendapat nilai tambah melalui kemasan yang menarik. Sementara itu, citra produk berkaitan di benak konsumen, sebaiknya produk dikemas dengan baik supaya produk yang dihasilkan dapat memberikan kesan yang baik bagi konsumen. Hal yang melekat dalam kemasan tak lain adalah pelabelan. Pelabelan merupakan informasi singkat pada kemasan mengenai sebuah produk yang meliputi nama produk, merek, tanggal kadaluarsa, tempat produksi, dan masih banyak lagi. Dengan pelabelan target konsumen akan mudah mengenali produk tersebut. Pada pandangan pertama dalam lima detik pertama, masyarakat akan mendorong keputusan pembelian, sehingga penampilan sangat penting bagi konsumen di pasar (Kusnandar et al., 2021). 52 JPPMI - VOL.2, NO.3 SEPTEMBER 2023 e-ISSN: 2963-5519; p-ISSN: 2963-5055, Hal 51-57 Seperti yang telah dijelaskan di atas, desain kemasan dan label merupakan salah satu pemicu penjualan produk. Hal ini juga terkait dengan nilai tambah kemasan yang dapat mempengaruhi emosi konsumen dan dinilai sangat efektif. Oleh karena itu, perusahaan harus memiliki tim desain sendiri. Mengingat hal tersebut, desain kemasan sangat penting untuk penjualan produk. Khususnya unsur-unsur desain kemasan, seperti pemilihan warna, keunikan, dll. Oleh karena itu, unsur pengemasan yang baik dan penerapan produk harus diperhatikan untuk meningkatkan penjualan. Dusun Krajan terletak Desa Mranggonlawang Kecamatan Dringu Kabupaten Probolinggo. Dusun ini memiliki banyak potensi industri terutama usaha kecil mikro dan menengah, salah satunya adalah UMKM Dapur Keysha. Hasil observasi menunjukkan bahwa kemasan yang digunakan adalah standing pouch dengan berbagai ukuran. Model kemasan ini terbilang cukup bagus. Namun terdapat kendala yang dirasakan oleh Ibu Misri selaku pemilik dari Dapur Keysha yakni zipper sebagai pengunci kemasan yang tidak begitu rapat sehingga mengakibatkan produknya tumpah saat proses pengiriman oleh perantara pasar. Selain itu juga belum ada label untuk kemasan tersebut, mengingat pelabelan juga merupakan poin penting dalam kemasan yang berfungsi sebagai informasi produk. Dengan demikian, penulis berinisiatif untuk melakukan pendampingan mengenai inovasi kemasan dari Dapur Keysha sesuai standar estetika tren kini dan kegunaannya. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman kepada pelaku UMKM mengenai urgensi dari kemasan produk serta meningkatkan nilai tambah dari produk yang dihasilkan. METODE Dalam kegiatan PKM (Pengabdian Kepada Masyarakat) ini, penulis melakukan pend (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://journal-stiayappimakassar.ac.id/index.php/jppmi/article/download/433/434
Article home page: https://journal-stiayappimakassar.ac.id/index.php/jppmi/article/view/433/434

Alfi Rizka, Yuniningsih Yuniningsih. Inovasi Kemasan Produk dan Pelabelan Untuk Menciptakan Nilai Tambah pada Produk UMKM Dapur Keysha di Desa Mranggonlawang, Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Masyarakat Indonesia, 2023, pp. 51-57,