KENDALA IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA YANG DIHADAPI GURU PENDIDIKAN ANAK USIA DINI DI JEMBER
AL IHSAN: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini
Volume 5 Nomor 1 Tahun 2024
Online ISSN 2745-8253
ANALISIS KENDALA IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA YANG DIHADAPI
GURU PENDIDIKAN ANAK USIA DINI DI JEMBER
Yuli Tri Andini1, Yuniarta Syarifatul Umami2, Ahmad Afandi3, Elok Ratna Pratiwi4
123Unversitas Jember, 4TK Al Islam Genteng
e-mail:
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kendala implementasi kurikulum merdeka
yang dihadapi guru Pendidikan anak usia dini . Pada penelitian ini menggunakan
metode kualitatif deskriptif dengan jenis studi kasus. Teknik analisis Miles &
Huberman. Sampel dalam penelitian ini yakni 10 guru PAUD yang berada pada 4
lembaga PAUD dengan menggunakan teknik purposive sampling. Teknik
pengumpulan data yakni wawancara dan angket. Indikator pertanyaan dan angket
adalah keikutsertaan dalam seminar/penyuluhan kurikulum merdeka, pemahaman
terhadap istilah-istilah baru dalam kurikulum merdeka, implementasi kurikulum
merdeka di Lembaga sekolah. Hasil yang di dapatkan adalah terdapat kendala dalam
memahami istilah baru dalam kurikulum merdeka, masih sedikit partisipasi
sosialisasi dengan kurikulum merdeka, merasa kesulitan dan enggan memahami
kurikulum baru sehingga sampai saat ini masih bertahan pada kurikulum 2013 dan
terdapat 2 lembaga yang menggunakan kurikulum transisi menuju kurikulum 2013.
Kata Kunci: Kurikulum merdeka, guru PAUD.
Abstract
This research aims to examine the obstacles to implementing the independent
curriculum faced by early childhood education teachers. This research uses a
descriptive qualitative method with a case study type. This research uses the Miles &
Huberman analysis technique. The sample in this research was 10 early childhood
teachers in 4 early childhood institutions using purposive sampling techniques. Data
collection techniques are interviews and questionnaires. Indicators for questions and
questionnaires are participation in independent curriculum seminars/counseling,
understanding new terms in the independent curriculum, implementation of the
independent curriculum in school institutions. The results obtained are that there are
still few teachers who take part in seminars on the independent curriculum, so that
teachers' understanding of mastering new terms in the independent curriculum is still
unfamiliar, the implementation of the independent curriculum still uses the term
transition curriculum so that the implementation carried out in institutions is still in
the term transition curriculum 2013 curriculum towards an independent curriculum.
Keywords: Independent curriculum, Early Childhood teacher.
AL IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini
E-ISSN 2745-8253
Yuli Tri Andini, Yuniarta Syarifatul Umami, Ahmad Afandi, & Elok Ratna Pratiwi
Accepted:
May 26 2024
Reviewed:
May 28 2024
Published:
May 30 2024
A. Pendahuluan
Perubahan dalam dunia Pendidikan akan selalu terjadi. Hal ini mengikuti
perubahan perkembangan zaman yang terus maju dan berkembang, sehingga
dunia Pendidikan juga harus mengikuti perubahan dan penyesuaian. Kurikulum
merupakan bagian terpenting dalam sebuah pembelajaran di dunia Pendidikan.
Kurkulum merupakan bagian dari standar isi pada standar nasional Pendidikan.
Oleh karena itu dengan mengacu pada kurikulum sebagai standar isi maka pokok
pikiran yang menjadi pijakan dan peodoman dalam menyusun kegiatan
pembelajaran di sekolah, tanpa adanya kurikulum maka arah pembelajaran akan
limbung tak tentu arah tujuan yang dicapai. Kurikulum ini berlaku pada semua
jenjang tingkat Pendidikan dari mulai PAUD hingga perguruan tinggi.
Kurikulum membutuhkan keterlibatan yang kritis agard mampu dalam
mengembangkan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan di sekolah (Lowe &
Yunkaporta, 2013). Sebelum ini kurikulum yang digunakan Indonesia sebelum
pandemi covid 19 menggunakan kurikulum 2013 (Maulida, 2022). Namun, dalam
pelakasaan pembelajaran saat masa pandemi covid 19 dengan menggunakan
kurikulum 2013 dirasa oleh Kemendikbudristek sangat kompleks untuk
dilaksanakan (Iskandar, et al., 2022). Oleh karena itu, langkah yang dilaksanakan
oleh Kemendikbudristek yaitu melakukan perubahan kurikulum yang diharapkan
mampu memberikan inovasi dalam pembelajaran (Fitriyah & Wardani, 2022).
Melalui perubahan kurikulum ini diharapkan mampu mencetak generasi yang
mampu memahami ilmu atau materi yang diajarkan secara cepat dan tepat (
Indarta, et al., 2022).
Kurikulum Merdeka merupakan kurikulum yang dilaksanakan dengan
mengembangkan profil anak sehingga jiwa dan nilai siswa yang sesuai dengan
kandungan 5 sila Pancasila sehingga dapat dasar atau bekal dalam kehidupannya
(Safitri, Wulandari, & Herlambang, 2022). Kurikulum merdeka mengutamakan
kebutuhan serta minat siswa sehingga membentuk seorang pembelajar sepanjang
hayat (Anwar, 2021). Kurikulum merdeka ini dibuat dengan struktur
pembelalajaran proyek penguatan profil pelajar Pancasila (P5) dan intrakurikule
(Nahdiyah, Arifin, & Juharyanto, 2022). Cakupan dalam dimensi tertuang dalam
kurikulum merdeka adalah bertakwa kepada Tuhan yang Maha Esa dan berakhlak
mulia, beriman, mandiri, berkebinekaan global, bergotong-royong, kreatif, dan
bernalar kritis (Lestariningrum, 2022). Pelaksanaan proses pembelajaran yang
menerapkan Kurikulum Merdeka lebih diarahkan pada kebutuhan anak atau siswa
Al Ihsan: Volume 5 Nomor 1, 2024
37
Yuli Tri Andini, Yuniarta Syarifatul Umami, Ahmad Afandi, & Elok Ratna Pratiwi
(Indarta, Jalinus, Samala, Riyanda, & Adi, 2022). Pelaksanaan kurikulum Merdeka
pada jenjang PAUD sejak diberlakukan menjadi suatu tantangan tersendiri bagi
guru karena kurikulum merdeka memiliki beberapa istilah yang berbeda seperti
kurikulum 13 seperti CP (Capaian Pembelajaran), TP (Tujuan Pembelajaran), ATP
(Alur Tujuan Pembelajaran), tidak sama seperti K13 yang menggunakan istlah KI
(Kompetensi Inti), KD (Kompetensi Dasar), Indikator. Hal ini merupakan satu dari
beberapa perbedaan yang menonjol dalam perancangan kurikulum merdeka. Hal
ini tidak hanya terjadi pada tingkat PAUD saja namun pada tingkat Sekolah Dasar
mengalami kendala yang sama yakni perlu adanya adaptasi pengetahuan baru
tentang kurikulum merdeka (Alimudin, 2023)
Berdasarkan hasil wawancara yang dilaksanakan pada 31 Oktober 2023
dengan guru-guru di 4 sekolah PAUD Kabupaten Jember mendapatkan hasil bahwa
implementasi kurikulum di masing-masng sekolah TK masih belum sepenuhnya
beralih ke kurikulum merdeka , Pada TK Kartika IV-8 Kecamatan Sumbersari dan
TK Nuris Jember masih tetap menggunakan kurikulum 2013 hingga saat ini karena
merasa kurang percaya diri bahwa Lembaga tersebut mampu untuk menerapkan
kurikulum merdeka. Sedangkan pada TK As-Sholihati Patrang mulai beralih ke
kurikulum merdeka namun masih dalam masa transisi, Terakhir pada TK Tadika
Puri pembelajaran sudah menggunakan kurikulum merdeka namun format
penilaian masih belum benar-benar menyesuaikan format penilaian kurikulum
merdeka yang mencakup CP. Oleh karena itu, pada penelitan ini akan menganalisis
kendala dalam implementasi kurikulum me (...truncated)