KENDALA IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA YANG DIHADAPI GURU PENDIDIKAN ANAK USIA DINI DI JEMBER

AL IHSAN: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Jun 2024

This research aims to examine the obstacles to implementing the independent curriculum faced by early childhood education teachers. This research uses a descriptive qualitative method with a case study type. This research uses the Miles & Huberman analysis technique. The sample in this research was 10 early childhood teachers in 4 early childhood institutions using purposive sampling techniques. Data collection techniques are interviews and questionnaires. Indicators for questions and questionnaires are participation in independent curriculum seminars/counseling, understanding new terms in the independent curriculum, implementation of the independent curriculum in school institutions. The results obtained are that there are still few teachers who take part in seminars on the independent curriculum, so that teachers' understanding of mastering new terms in the independent curriculum is still unfamiliar, the implementation of the independent curriculum still uses the term transition curriculum so that the implementation carried out in institutions is still in the term transition curriculum 2013 curriculum towards an independent curriculum. Keywords: Independent curriculum, Early Childhood teacher.

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://ejournal.iaiibrahimy.ac.id/index.php/alihsan/article/download/2458/1146

KENDALA IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA YANG DIHADAPI GURU PENDIDIKAN ANAK USIA DINI DI JEMBER

AL IHSAN: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Volume 5 Nomor 1 Tahun 2024 Online ISSN 2745-8253 ANALISIS KENDALA IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA YANG DIHADAPI GURU PENDIDIKAN ANAK USIA DINI DI JEMBER Yuli Tri Andini1, Yuniarta Syarifatul Umami2, Ahmad Afandi3, Elok Ratna Pratiwi4 123Unversitas Jember, 4TK Al Islam Genteng e-mail: Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kendala implementasi kurikulum merdeka yang dihadapi guru Pendidikan anak usia dini . Pada penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan jenis studi kasus. Teknik analisis Miles & Huberman. Sampel dalam penelitian ini yakni 10 guru PAUD yang berada pada 4 lembaga PAUD dengan menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data yakni wawancara dan angket. Indikator pertanyaan dan angket adalah keikutsertaan dalam seminar/penyuluhan kurikulum merdeka, pemahaman terhadap istilah-istilah baru dalam kurikulum merdeka, implementasi kurikulum merdeka di Lembaga sekolah. Hasil yang di dapatkan adalah terdapat kendala dalam memahami istilah baru dalam kurikulum merdeka, masih sedikit partisipasi sosialisasi dengan kurikulum merdeka, merasa kesulitan dan enggan memahami kurikulum baru sehingga sampai saat ini masih bertahan pada kurikulum 2013 dan terdapat 2 lembaga yang menggunakan kurikulum transisi menuju kurikulum 2013. Kata Kunci: Kurikulum merdeka, guru PAUD. Abstract This research aims to examine the obstacles to implementing the independent curriculum faced by early childhood education teachers. This research uses a descriptive qualitative method with a case study type. This research uses the Miles & Huberman analysis technique. The sample in this research was 10 early childhood teachers in 4 early childhood institutions using purposive sampling techniques. Data collection techniques are interviews and questionnaires. Indicators for questions and questionnaires are participation in independent curriculum seminars/counseling, understanding new terms in the independent curriculum, implementation of the independent curriculum in school institutions. The results obtained are that there are still few teachers who take part in seminars on the independent curriculum, so that teachers' understanding of mastering new terms in the independent curriculum is still unfamiliar, the implementation of the independent curriculum still uses the term transition curriculum so that the implementation carried out in institutions is still in the term transition curriculum 2013 curriculum towards an independent curriculum. Keywords: Independent curriculum, Early Childhood teacher. AL IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini E-ISSN 2745-8253 Yuli Tri Andini, Yuniarta Syarifatul Umami, Ahmad Afandi, & Elok Ratna Pratiwi Accepted: May 26 2024 Reviewed: May 28 2024 Published: May 30 2024 A. Pendahuluan Perubahan dalam dunia Pendidikan akan selalu terjadi. Hal ini mengikuti perubahan perkembangan zaman yang terus maju dan berkembang, sehingga dunia Pendidikan juga harus mengikuti perubahan dan penyesuaian. Kurikulum merupakan bagian terpenting dalam sebuah pembelajaran di dunia Pendidikan. Kurkulum merupakan bagian dari standar isi pada standar nasional Pendidikan. Oleh karena itu dengan mengacu pada kurikulum sebagai standar isi maka pokok pikiran yang menjadi pijakan dan peodoman dalam menyusun kegiatan pembelajaran di sekolah, tanpa adanya kurikulum maka arah pembelajaran akan limbung tak tentu arah tujuan yang dicapai. Kurikulum ini berlaku pada semua jenjang tingkat Pendidikan dari mulai PAUD hingga perguruan tinggi. Kurikulum membutuhkan keterlibatan yang kritis agard mampu dalam mengembangkan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan di sekolah (Lowe & Yunkaporta, 2013). Sebelum ini kurikulum yang digunakan Indonesia sebelum pandemi covid 19 menggunakan kurikulum 2013 (Maulida, 2022). Namun, dalam pelakasaan pembelajaran saat masa pandemi covid 19 dengan menggunakan kurikulum 2013 dirasa oleh Kemendikbudristek sangat kompleks untuk dilaksanakan (Iskandar, et al., 2022). Oleh karena itu, langkah yang dilaksanakan oleh Kemendikbudristek yaitu melakukan perubahan kurikulum yang diharapkan mampu memberikan inovasi dalam pembelajaran (Fitriyah & Wardani, 2022). Melalui perubahan kurikulum ini diharapkan mampu mencetak generasi yang mampu memahami ilmu atau materi yang diajarkan secara cepat dan tepat ( Indarta, et al., 2022). Kurikulum Merdeka merupakan kurikulum yang dilaksanakan dengan mengembangkan profil anak sehingga jiwa dan nilai siswa yang sesuai dengan kandungan 5 sila Pancasila sehingga dapat dasar atau bekal dalam kehidupannya (Safitri, Wulandari, & Herlambang, 2022). Kurikulum merdeka mengutamakan kebutuhan serta minat siswa sehingga membentuk seorang pembelajar sepanjang hayat (Anwar, 2021). Kurikulum merdeka ini dibuat dengan struktur pembelalajaran proyek penguatan profil pelajar Pancasila (P5) dan intrakurikule (Nahdiyah, Arifin, & Juharyanto, 2022). Cakupan dalam dimensi tertuang dalam kurikulum merdeka adalah bertakwa kepada Tuhan yang Maha Esa dan berakhlak mulia, beriman, mandiri, berkebinekaan global, bergotong-royong, kreatif, dan bernalar kritis (Lestariningrum, 2022). Pelaksanaan proses pembelajaran yang menerapkan Kurikulum Merdeka lebih diarahkan pada kebutuhan anak atau siswa Al Ihsan: Volume 5 Nomor 1, 2024 37 Yuli Tri Andini, Yuniarta Syarifatul Umami, Ahmad Afandi, & Elok Ratna Pratiwi (Indarta, Jalinus, Samala, Riyanda, & Adi, 2022). Pelaksanaan kurikulum Merdeka pada jenjang PAUD sejak diberlakukan menjadi suatu tantangan tersendiri bagi guru karena kurikulum merdeka memiliki beberapa istilah yang berbeda seperti kurikulum 13 seperti CP (Capaian Pembelajaran), TP (Tujuan Pembelajaran), ATP (Alur Tujuan Pembelajaran), tidak sama seperti K13 yang menggunakan istlah KI (Kompetensi Inti), KD (Kompetensi Dasar), Indikator. Hal ini merupakan satu dari beberapa perbedaan yang menonjol dalam perancangan kurikulum merdeka. Hal ini tidak hanya terjadi pada tingkat PAUD saja namun pada tingkat Sekolah Dasar mengalami kendala yang sama yakni perlu adanya adaptasi pengetahuan baru tentang kurikulum merdeka (Alimudin, 2023) Berdasarkan hasil wawancara yang dilaksanakan pada 31 Oktober 2023 dengan guru-guru di 4 sekolah PAUD Kabupaten Jember mendapatkan hasil bahwa implementasi kurikulum di masing-masng sekolah TK masih belum sepenuhnya beralih ke kurikulum merdeka , Pada TK Kartika IV-8 Kecamatan Sumbersari dan TK Nuris Jember masih tetap menggunakan kurikulum 2013 hingga saat ini karena merasa kurang percaya diri bahwa Lembaga tersebut mampu untuk menerapkan kurikulum merdeka. Sedangkan pada TK As-Sholihati Patrang mulai beralih ke kurikulum merdeka namun masih dalam masa transisi, Terakhir pada TK Tadika Puri pembelajaran sudah menggunakan kurikulum merdeka namun format penilaian masih belum benar-benar menyesuaikan format penilaian kurikulum merdeka yang mencakup CP. Oleh karena itu, pada penelitan ini akan menganalisis kendala dalam implementasi kurikulum me (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://ejournal.iaiibrahimy.ac.id/index.php/alihsan/article/download/2458/1146
Article home page: https://ejournal.iaiibrahimy.ac.id/index.php/alihsan/article/view/2458/1146

Andini Yuli Tri, Yuniarta Syarifatul Umami, Ahmad Afandi, Elok Ratna Pratiwi. KENDALA IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA YANG DIHADAPI GURU PENDIDIKAN ANAK USIA DINI DI JEMBER, AL IHSAN: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini, 2024, pp. 036-043,