Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar dalam Meningkatkan Jati Diri Anak Usia Dini di TK Persis Tarogong Garut

Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education, Aug 2023

Abstract. Identity is a person's assessment and understanding of himself, both as an individual and as part of a certain group. It is important to introduce identity so that children can understand that they are creatures of Allah Subhanahu wa Ta'ala and all natural phenomena are part of His power. In addition, through the introduction of this individual identity, children also learn to know themselves, their surroundings, and how to interact socially so that they can properly respect themselves, others, and diversity. The independent curriculum is a suitable curriculum implemented in early childhood to improve identity, because it contains an independent curriculum structure, where this independent curriculum has three elements, one of which is identity. Persis Tarogong Kindergarten is one of the schools that has implemented an independent curriculum in its learning. The purpose of this study was to find out the implementation of the independent learning curriculum in improving early childhood identity. This study uses qualitative research methods and data generated through observation, interviews and documentation. The results of this study indicate that with an independent curriculum, children's identity increases not only in terms of identity but other aspects also increase, this is because children not only carry out and complete projects, but children also contribute to giving ideas and ideas about what activities children want in the project to be held. So that children are able to express their ideas into something real and also children will carry out activities according to their wishes and interests. These things will certainly improve aspects of development in children, one of which is identity. Abstrak. Jati diri merupakan penilaian dan pemahaman seseorang mengenai dirinya, baik sebagai pribadi maupun sebagai bagian dari kelompok tertentu. Penting untuk mengenalkan jati diri agar anak dapat memahami bahwa mereka adalah makhluk ciptaan Allah Subhanahu wa Ta'ala dan segala fenomena alam merupakan bagian dari kuasa-Nya. Selain itu, melalui pengenalan jati diri individu ini, anak-anak juga belajar mengenal diri sendiri, lingkungan sekitar, dan cara berinteraksi sosial sehingga mereka bisa menghargai diri sendiri, orang lain, serta keberagaman dengan baik. Kurikulum merdeka merupkan kurikulum yang cocok diimplementasikan pada anak usia dini untuk meningkatkan jati diri, dikarenakan didalamnya terdapat stuktur kurikulum merdeka, dimana kurikulum merdeka ini memiliki tiga elemen salah satunya Jati diri. TK Persis Tarogong merupakan salah satu sekolah yang sudah menerapkan kurikulum merdeka pada pembelajarannya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui implemetasikurikulum merdeka belajar dlaam meningkatkan jati diri anak usia din dini. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dan data yang dihasilkan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa dengan adanya kurikulum merdeka, jati diri anak menjadi meningkat tidak hanya aspek jati diri saja melainkan aspek-aspek lainnya pun ikut meningkat, hal ini dikarenakan anak-anak tidak hanya melaksanakan dan menyelesaikan projek, tetapi anak juga ikut andil dalam memberikan ide dan gagasan tentang kegiatan apa saja yang diinginkan anak dalam projek yang akan diadakan tersebut. Sehingga anak-anak mampu mengeluarkan idenya menjadi sesuatu yang nyata dan juga anak akan melakukan kegiatan sesuai keinginan dan minatnya, Halhal tersebut tentunya akan meningkatkan aspek-aspek perkembangan pada anak salah satunya jati diri

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://proceedings.unisba.ac.id/index.php/BCSECTE/article/download/9263/3580

Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar dalam Meningkatkan Jati Diri Anak Usia Dini di TK Persis Tarogong Garut

Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education https://doi.org/10.29313/bcsecte.v3i2.9263 Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar danakalam Meningkatkan Jati Diri Anak Usia Dini di TK Persis Tarogong Garut Alma Husnu Tazkia*, Dr. Erhamwilda, Dra., M.Pd, Arif Hakim, M.Pd Prodi Pendidikan Guru PAUD, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Islam Bandung, Indonesia. * , , Abstract. Identity is a person's assessment and understanding of himself, both as an individual and as part of a certain group. It is important to introduce identity so that children can understand that they are creatures of Allah Subhanahu wa Ta'ala and all natural phenomena are part of His power. In addition, through the introduction of this individual identity, children also learn to know themselves, their surroundings, and how to interact socially so that they can properly respect themselves, others, and diversity. The independent curriculum is a suitable curriculum implemented in early childhood to improve identity, because it contains an independent curriculum structure, where this independent curriculum has three elements, one of which is identity. Persis Tarogong Kindergarten is one of the schools that has implemented an independent curriculum in its learning. The purpose of this study was to find out the implementation of the independent learning curriculum in improving early childhood identity. This study uses qualitative research methods and data generated through observation, interviews and documentation. The results of this study indicate that with an independent curriculum, children's identity increases not only in terms of identity but other aspects also increase, this is because children not only carry out and complete projects, but children also contribute to giving ideas and ideas about what activities children want in the project to be held. So that children are able to express their ideas into something real and also children will carry out activities according to their wishes and interests. These things will certainly improve aspects of development in children, one of which is identity. Keywords: Identity, Independent Curriculum,Childhood. Abstrak. Jati diri merupakan penilaian dan pemahaman seseorang mengenai dirinya, baik sebagai pribadi maupun sebagai bagian dari kelompok tertentu. Penting untuk mengenalkan jati diri agar anak dapat memahami bahwa mereka adalah makhluk ciptaan Allah Subhanahu wa Ta'ala dan segala fenomena alam merupakan bagian dari kuasa-Nya. Selain itu, melalui pengenalan jati diri individu ini, anak-anak juga belajar mengenal diri sendiri, lingkungan sekitar, dan cara berinteraksi sosial sehingga mereka bisa menghargai diri sendiri, orang lain, serta keberagaman dengan baik. Kurikulum merdeka merupkan kurikulum yang cocok diimplementasikan pada anak usia dini untuk meningkatkan jati diri, dikarenakan didalamnya terdapat stuktur kurikulum merdeka, dimana kurikulum merdeka ini memiliki tiga elemen salah satunya Jati diri. TK Persis Tarogong merupakan salah satu sekolah yang sudah menerapkan kurikulum merdeka pada pembelajarannya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui implemetasikurikulum merdeka belajar dlaam meningkatkan jati diri anak usia din dini. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dan data yang dihasilkan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa dengan adanya kurikulum merdeka, jati diri anak menjadi meningkat tidak hanya aspek jati diri saja melainkan aspek-aspek lainnya pun ikut meningkat, hal ini dikarenakan anak-anak tidak hanya melaksanakan dan menyelesaikan projek, tetapi anak juga ikut andil dalam memberikan ide dan gagasan tentang kegiatan apa saja yang diinginkan anak dalam projek yang akan diadakan tersebut. Sehingga anak-anak mampu mengeluarkan idenya menjadi sesuatu yang nyata dan juga anak akan melakukan kegiatan sesuai keinginan dan minatnya, Halhal tersebut tentunya akan meningkatkan aspek-aspek perkembangan pada anak salah satunya jati diri. Kata Kunci: Jati Diri, Kurikulum Merdeka , Anak Usia Dini. Corresponding Author Email: 132 Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar Dalam Meningkatkan Jati Diri Anak Usia Dini di TK Persis Tarogong Garut | 133 A. Pendahuluan Kurikulum Merdeka merupakan salah satu inisiatif Kemendikbud Ristek untuk mengatasi krisis pendidikan Indonesia yang terus berlangsung dari tahun ke tahun. Kurangnya pemahaman tentang nilai-nilai lokal dalam pengembangan kurikulum merdeka belajar di sekolah jenjang PAUD, sering kali terjadi kesenjangan antara nilai pembelajaran dengan nilai-nilai lokal dan budaya setempat. Hal ini dapat mengakibatkan anak-anak usia dini kehilangan identitas budayanya sendiri (Suryana dkk, 2020). Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) memiliki bagian dari pendidikan prasekolah. Pendidikan secara khusus telah diatur oleh Permendikbudristek No 16 Tahun 2022 Tentang Standar Proses Kurikulum Merdeka Untuk PAUD, Perencanaan pembelajaran merupakan suatu aktivitas untuk merumuskan capaian Pembelajaran Tingkat PAUD yang disusun sebagai fondasi awal sekolah persiapan di tingkat sekolah dasar. Capaian pembelajaran digunakan sebagai panduan pendidik untuk memberikan stimulus kepada anak usia dini. Elemen capaian pembelajaran ada satuan PAUD berdasarkan Keputusan Kepala Badan Standar, Kurikulum dan Asesmen Pendidikan Kemendibukbudristek Nomor 008/H/KR/2022 tentang Capaian Pembelajaran Pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah pada kurikulum meliputi: Nilai Agama dan Budi Pekerti, Jati diri dan Literasi dan STEAM (Ni Made Ayu, 2022). Salah satu karakter yang penting untuk dikembangkan pada setiap diri manusia adalah jati diri, karena jati diri ialah pemahaman seseorang mengenai dirinya, baik sebagai pribadi maupun sebagai kelompok tertentu (Helista dkk,2021). Menurut Rachmawati dan Komariah (2016), konsep Jati Diri merupakan dasar identitas bangsa Indonesia yang dapat mewujudkan keberadaan manusia sebagai filosofi hidup dan masyarakat sipil. Konsep ini memiliki pengaruh besar terhadap pendidikan di Indonesia. Secara filosofis, pendidikan yang terintegrasi dengan identitas bangsa bertujuan untuk menjaga martabat dan harkat bangsa serta mempertahankan nilai-nilai luhur di tengah era globalisasi yang semakin maju. Konsep Jati Diri tidak hanya fokus pada tingkat nasional, tetapi juga memperhatikan perbedaan individual dan kondisi sosial setempat. Oleh karena itu, konsep ini dapat diterapkan dalam pembelajaran PAUD melalui pendekatan tematik guna meningkatkan nilai-nilai persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia sambil tetap memperhatikan kebutuhan anak-anak serta melalui kegiatan berarti. Jati diri adalah penilaian dan pemahaman seseorang mengenai dirinya, baik sebagai pribadi maupun sebagai bagian dari kelompok tertentu (Helista, 2021). Membentuk konsep Jati Diri yang positif pada anak dapat meningkatkan rasa harga diri dan kepercayaan diri, membuat mereka bangga menjadi bagian dari kelompok (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://proceedings.unisba.ac.id/index.php/BCSECTE/article/download/9263/3580
Article home page: https://proceedings.unisba.ac.id/index.php/BCSECTE/article/view/9263/3580

Tazkia Alma Husnu, Erhamwilda, Arif Hakim. Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar dalam Meningkatkan Jati Diri Anak Usia Dini di TK Persis Tarogong Garut, Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education, 2023, pp. 132-140,