Peran Lingkungan terhadap Kesantunan Berbahasa Anak Usia 4 - 5 Tahun
Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education
https://doi.org/10.29313/bcsecte.v3i2.9291
Peran Lingkungan Terhadap Kesantunan Berbahasa Anak Usia 4-5
Tahun
Shinta Mellani Salsabila*, Erhamwilda, Hj Dinar Nur Inten
Prodi Pendidikan Guru PAUD, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan,
Universitas Islam Bandung, Indonesia.
*
, ,
Abstract. The spoken language used by humans, including children, to communicate
is called speaking. Because in this way the family environment has a very important
role in cultivating national character for children and the younger generation.
Basically, the environment is very influential on the development of children's
behavior, one of which is the ability to speak politely. Research ”The Role of the
Environment on Language Politeness in Children Aged 4-5 Years” Research entitled
“The role of the environment on language politeness in children aged 4-5 years” was
conducted using interview guide techniques, observation guidelines and
documentation. Based on the observations that the researchers found, harsh words
that children often utter are not only factors from the community environment, but
from how parents educate children, what series children often watch, and so on.
Causes of children using harsh language Consistency in educating and teaching
children, researchers found factors that cause children to speak rudely where parents
are not consistent in educating and teaching children.
Keywords: Bad Language, Role of the Environment.
Abstrak. Bahasa lisan yang digunakan oleh manusia termasuk anak-anak untuk
berkomunikasi disebut dengan bicara. Sebab dengan cara ini lingkungan keluarga
memiliki peran yang sangat penting dalam pembudayaan karakter bangsa bagi anak
dan generasi muda. Pada dasarnya lingkungan sangat berpegaruh terhadap
perkembangan perilaku anak salah satunya kemampuan berbahasa santun. Penelitian
Peran Lingkungan Terhadap Kesantunan Berbahasa pada Anak Usia 4-5 Tahun»
Penelitian dengan judul Peran lingkungan terhadap kesantunan berbahasa anak usia
4-5 tahun dilakukan dengan menggunakan teknik pedoman wawancara, pedoman
observasi dan dokumentasi. Berdasarkan hasil pengamatan yang peneliti
temukan, kata kasar yang sering diucapkan anak bukan hanya faktor dari lingkungan
masyarakat saja, melainkan dari bagaimana cara orang tua dalam mendidik
anak, serial apa saja yang sering anak tonton, dan lainnya. Penyebab anak berbahasa
kasar Konsistensi dalam mendidik dan mengajar anak-anak, peneliti menemukan
faktor penyebab anak berbahasa kasar yang dimana orang tua tidak konsisten dalam
mendidik dan mengajar anak.
Kata Kunci: Berbahasa Kasar, Peran Lingkungan.
Corresponding Author
Email:
141
142 | Shinta Mellani Salsabila, et al.
A.
Pendahuluan
Bahasa merupakan hal yang sangat penting bagi manusia. Karena berbahasa merupakan
komunikasi yang terjadi antara dua orang atau lebih guna bertukar informasi/mengutarakan ide
atau pendapat (1). Bahasa yang sering digunakan berkomunikasi yaitu secara lisan maupun
tulisan, yang mana bahasa lisan itu disebut dengan bicara.
Menurut Pudjiastusi (1) anak akan mengalami kesulitan mengungkapkan maksud/isi
pikiran ketika kurang komunikasi. Dalam berkomunikasi seharusnya anak menggunakan bahasa
santun yaitu bahasa yang lemah lembut.
Dalam Tafsir Taisir Karim Ar-Rahman fi Tafsir Kalam Al-Mannan menurut Al-Sa’di
(2) makna bertutur kata yang baik yaitu ketika kita berbicara dengan lemah lembut. Hal ini bisa
disebut dengan kesantunan berbahasa. Kesantunan juga apabila berkomunikasi, penutur dan
lawan tutur harus mematuhi pada norma budaya, karena aoabia seseorang berbahasa tidak sesuai
dengan norma budaya, orang itu bisa dituduh sebagai orang yang sombong, angkuh dan lain
sebagainya (3).
Menurut Dasopang (4) dalam mengembangkan sikap dan perilaku berbahasa anak,
lingkungan sangat berperan penting. Apabila anak berada di lingkungan yang baik, maka akan
berpengaruh baik kepada perkembangan, pertumbuhan dan perilakunya. Begitupun sebaliknya,
apabila anak berada pada lingkungan yang kurang baik, maka akan berpengaruh yang tidak baik
kepada perkembangan, pertumbuhan dan perilakunya.
Pada masa sekarang masyarakat banyak menemukan anak yang sering berkata kasar
ketika bermain dengan temannya, hal ini tidak dipungkiri bahwa kata kasar yang didapat anak
berasal dari orang-orang sekitar mereka, baik dari kalangan keluarga, masyarakat dan lain-lain.
Selain dari lingkungan, anak yang berkata kasar juga bisa disebabkan karena pengaruh dari
sosial media.
Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan, maka perumusan masalah dalam
penelitian ini sebagai berikut: “Bagaimana penyebab terjadinya perilaku berbahasa kasar pada
anak usia 4-5 tahun?”. “Bagaimana upaya orang tua dalam mengatasi perilaku berbahasa kasar
pada anak usia 4-5 tahun di Desa Pabuaran?”. “Bagaimana peran lingkungan dalam mengatasi
perilaku berbahasa kasar pada anak usia 4-5 tahun di Desa Pabuaran?”. Selanjutnya, tujuan
dalam penelitian ini diuraikan dalam pokok-pokok sbb.
1. Untuk mengetahui apa faktor penyebab perilaku berbahasa kasar pada anak usia 4-5
tahun di Desa Pabuaran
2. Untuk mengetahui bagaimana upaya orang tua dalam mengatasi perilaku berbahasa kasar
pada anak usai 4-5 tahun di Desa Pabuaran
3. Untuk mengetahui bagaimana upaya lingkungan sekitar dalam mengatasi perilaku
berbahasa kasar pada anak usia 4-5 tahun di Desa Pabuaran.
B.
Metodologi Penelitian
Metode penelitian yang dipakai dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif
dengan metode studi kasus pada dua anak. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adala,
wawancara, observasi, dan dokumentasi. Sumber data yang digunakan pada penelitian ini yaitu
data primer dua anak yang berbahasa kasar, lalu data sekunder yaitu orang tua serta dokumentasi
tambahan, berikut rincian subjek utama peneliti:
1. Pada orang tua pertama terdapat ayah, ibu dan dua anak laki-laki yang berusia 5 tahun,
dan 2 tahun, lokasi penelitian pada orang tua pertama berada di Blok Kaum, Desa
Pabuaran, Kabupaten Subang.
2. Pada orang tua kedua terdapat ayah, ibu dan satu anak laki-laki yang berusia 4 tahun,
loka penelitian pada orang tua kedua di Blok Camara, Desa Pabuaran, Kabupaten Subang
C.
Hasil Penelitian dan Pembahasan
Setelah peneliti menemukan data-data penelitian yang dibutuhkan, berupa hasil
wawancara, observasi serta dokumentasi. Pada bagian ini peneliti akan membahasa temuan data
penelitian dengan melakukan komperisasi menggunakan teor-teori serta hasil penelitian
terdahulu yang menjadi acuan dalam penelitian ini. Pembahasan ini menggunakan pemaparan
Vol. 3 No. 1 (2023), Hal: 141-147
ISSN: 2828-2507
Peran Lingkungan Terhadap Kesantunan Berbahasa Anak Usia 4-5 Tahun | 143
yaitu deskriptif dari data yang sudah diperoleh seperti hasil wawancara, observasi dan
dokumentasi. Berikut pembahasan hasil penelitian berdasarkan fokus permasalahan:
Penyebab terjadinya perilaku berbahasa kasar pada anak usia 4-5 tahun
Berdasarkan hasil observasi ditemukan bahwa anak-anak mengalami berbahasa kasar. A (...truncated)