Faktor Penyebab Perilaku Menyimpang Berbicara Kasar Pada Anak Di Dusun Jatimontong Desa Sumberjosari Kecamatan Karangrayung
GUIDING WORLD JURNAL BIMBINGAN DAN
KONSELING
Volume 05 Nomor 02
Desember 2022
E-ISSN: 2614-3585
DOI: 1033627
Faktor Penyebab Perilaku Menyimpang Berbicara Kasar Pada Anak Di
Dusun Jatimontong Desa Sumberjosari Kecamatan Karangrayung
Dian Fitriani, Tri Suyati, Agus Setiawan
Program Studi Bimbingan dan Konseling
Fakultas Ilmu Pendidikan
Universitas PGRI Semarang
Email: , ,
Abstrak:
Latar belakang yang mendorong penelitian ini adalah adanya
anak-anak yang berperilaku menyimpang berbicara kasar di
lingkungan sekolah maupun di lingkungan masyarakat. Hal yang
ingin diungkap dalam penelitian ini adalah faktor penyebab
perilaku menyimpang berbicara kasar pada anak di Dusun
Jatimontong Desa Sumberjosari Kecamatan Karangrayung.
Tujuan yang akan dicapai untuk mengetahui faktor penyebab
perilaku menyimpang berbicara kasar pada anak.
Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode
studi kasus. Subyek dalam penelitian ini adalah anak yang
berperilaku menyimpang sebanyak 3 anak berperilaku
menyimpang, orang tua anak berperilaku menyimpang, teman
sebaya anak berperilaku menyimpang serta guru ngaji anak
berperilaku menyimpang. Data dalam penelitian ini diperoleh
melalui wawancara dan observasi secara langsung. Analisi data
dilakukan menggunakan metode Data Collection, Data
Reduction, Data Display serta Conclusion Drawing/Verification.
Dalam penelitian ini peneliti menggunakan teknik triangulasi
sumber untuk menetapkan keabsahan data.
Hasil dari penelitian ini yang menjadi faktor penyebab perilaku
menyimpang adalah hubungan keluarga, hubungan pertemanan
dan media masa.
Kata Kunci: perilaku menyimpang, berbicara kasar, anak
Abstract:
DIAN FITRIANI. NPM 17110060. "Factors Causing Rude-Speaking
Deviant Behavior in Children in Jatimontong Hamlet,
Sumberjosari Village, Karangrayung District". Essay. Guidance
and Counseling Study Program, Faculty of Education, PGRI
University Semarang. Advisory Lecturer I Dra. Tri Suyati, M.Pd.
Supervisor II Agus Setiawan, S.Pd., M.Pd. 2022.
The background that drives this research is the presence of
children who behave in a deviant manner, speaking rudely in
the school environment and in the community. The thing that
16
wants to be revealed in this study is the factors that cause
deviant behavior to speak rudely in children in Jatimontong
Hamlet, Sumberjosari Village, Karangrayung District. The goal
to be achieved is to find out the factors that cause deviant
behavior to speak rudely in children.
This type of research is a qualitative research with a case
study method. The subjects in this study were children with
deviant behavior as many as 3 children with deviant behavior,
parents of children with deviant behavior, children's peers
with deviant behavior and teacher of the Koran for deviant
behavior. The data in this study were obtained through
interviews and direct observation. Data analysis was carried
out using the Data Collection, Data Reduction, Data Display
and Conclusion Drawing/Verification methods. In this study,
the researcher used a source triangulation technique to
determine the validity of the data.
The results of this study that the factors that cause deviant
behavior are family relationships, friendship relationships and
the mass media.
Keywords: factos causing deviant behavior
PENDAHULUAN
Lingkungan sangat berperan dalam pertumbuhan dan perkembangan anak.
Lingkungan sosial merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi seseorang atau
kelompok untuk dapat melakukan suatu tindakan serta perubahan-perubahan perilaku
setiap individu, lingkungan sosial yang kita kenal antara lain lingkungan keluarga,
lingkungan sekolah, dan lingkungan teman sepermainan (Sapara, Lumintang dan paat,
2020: 3).
Lingkungan keluarga merupakan pijakan pertama bagi anak. Keluarga dianggap
sebagai faktor penentu utama terbentuknya kepribadian seorang anak. Keluarga dianggap
sebagai wadah yang akan membentuk kepribadian individu dan keluarga sangat banyak
mewarnai perilaku individu. Keluarga memiliki tanggung jawab yang besar dalam
pembentukan norma-norma dan nilai-nilai keluarga sehingga anggota keluarga akan
memiliki aturan yang sesuai dengan harapan masyarakat, anak-anak akan terbentuk sesuai
dengan norma dan nilai yang telah disepakati keluarga sehingga dapat berinteraksi sosial
dengan keluarga lainnya (Hisyam, 2018: 66).
Kehidupan manusia pastilah tidak terlepas dari peraturan-peraturan atau Norma
yang berlaku di lingkungan baik lingkungan keluarga, sekolah, maupun lingkungan
masyarakat, seseorang yang tidak mampu melaksanakan peraturan atau Norma yang
berlaku akan di anggap sebagai manusia yang melakukan penyimpangan. Menurut
(Suhendri dan Rahmawati. 2018:56) Perilaku dikatakan salah penyesuaian jika tidak
selamanya membawa keputusan bagi individu atau pada akhirnya membawa individu
mengalami konflik terhadap lingkungan. Hal ini dapat menghambat seseorang untuk
melakukan penyesuaian dengan lingkungan, hal ini akan membuat individu merasa
terasingkan dari lingkungan.
Perkembangan kognitif Piaget pada tahap oprasional konkret, tahap ini
berlangsung dari sekitar usia 7 sampai 11 tahun. Pada tahap oprasional konkrit anak mulai
17
Dian Fitriani, Tri Suyati, Agus Setiawan
Faktor Penyebab Perilaku Menyimpang Berbicara
Kasar Pada Anak Di Dusun Jatimontong Desa
Sumberjosari Kecamatan Karangrayungl
Jurnal Guiding World
Vol. 05. No.02 November 2022: Hal 16-24
dapat bernalar secara logis mengenai kejadian konkrit dan mengklasifikasi objek ke latar
yang berbeda (santrock, 2017: 45). Dalam studi teori perkembangan moral Kohlberg data
longitudinal menunjukkan hubungan tahapan usia, sebelum usia 9 tahun, kebanyakan
alasan anak mengenai dilema moral ada pada tingkat pra-konvensional pada awal masa
remaja alasan mereka lebih mungkin berada di tingkat konvensional. Pada tahap ini,
seseorang menghargai nilai, kepedulian, dan kesetiaan kepada orang lain sebagai dasar
penilaian moral. Anak-anak dan remaja sering mengadopsi sandar moral orang tua mereka
pada tahap ini, berusaha untuk dianggap oleh orangtua mereka sebagai “anak perempuan
yang baik” atau “anak laki-laki yang baik” (Santrock, 2017: 109-110).
Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan peneliti di Dusun Jatimontong, RT
03/RW 07, Desa Sumberjosari, Kecamatan Karangrayung, Kabupaten Grobogan pada
tanggal 11-18 juli 2021, peneliti mendapati permasalahan yang dialami oleh anak-anak,
seperti halnya sikap kurang sopan yang dilakukan oleh anak-anak baik kepada orang
tuanya sendiri maupun orang lain, selain bersikap kurang sopan anak-anak di desa
tersebut kerap kali mengeluarkan kata-kata kasar. Kata-kata kasar sering kali dilontarkan
ketika anak sedang marah dengan teman sebayanya, ketika tidak suka dinasehati oleh
orang lain, bahkan kata-kata yang tidak pantas diucapkan tersebut digunakan untuk bahan
lelucon dengan teman sebayanya. Kata-kata yang kerap kali di ucapkan antara lain,
cangkemmu, matamu, gendeng, raimu, anjir dan lain-lain.
Selain observasi yang dilakukan, peneliti juga melakukan wawa (...truncated)