Faktor Penyebab Perilaku Menyimpang Berbicara Kasar Pada Anak Di Dusun Jatimontong Desa Sumberjosari Kecamatan Karangrayung

Guiding World : Jurnal Bimbingan dan Konseling, Nov 2022

Latar belakang yang mendorong penelitian ini adalah adanya anak-anak yang berperilaku menyimpang berbicara kasar di lingkungan sekolah maupun di lingkungan masyarakat. Hal yang ingin diungkap dalam penelitian ini adalah faktor penyebab perilaku menyimpang berbicara kasar pada anak di Dusun Jatimontong Desa Sumberjosari Kecamatan Karangrayung. Tujuan yang akan dicapai untuk mengetahui faktor penyebab perilaku menyimpang berbicara kasar pada anak. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode studi kasus. Subyek dalam penelitian ini adalah anak yang berperilaku menyimpang sebanyak 3 anak berperilaku menyimpang, orang tua anak berperilaku menyimpang, teman sebaya anak berperilaku menyimpang serta guru ngaji anak berperilaku menyimpang. Data dalam penelitian ini diperoleh melalui wawancara dan observasi secara langsung. Analisi data dilakukan menggunakan metode Data Collection, Data Reduction, Data Display serta Conclusion Drawing/Verification. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan teknik triangulasi sumber untuk menetapkan keabsahan data. Hasil dari penelitian ini yang menjadi faktor penyebab perilaku menyimpang adalah hubungan keluarga, hubungan pertemanan dan media masa

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

http://jurnal.stkipbima.ac.id/index.php/GW/article/download/952/543

Faktor Penyebab Perilaku Menyimpang Berbicara Kasar Pada Anak Di Dusun Jatimontong Desa Sumberjosari Kecamatan Karangrayung

GUIDING WORLD JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING Volume 05 Nomor 02 Desember 2022 E-ISSN: 2614-3585 DOI: 1033627 Faktor Penyebab Perilaku Menyimpang Berbicara Kasar Pada Anak Di Dusun Jatimontong Desa Sumberjosari Kecamatan Karangrayung Dian Fitriani, Tri Suyati, Agus Setiawan Program Studi Bimbingan dan Konseling Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas PGRI Semarang Email: , , Abstrak: Latar belakang yang mendorong penelitian ini adalah adanya anak-anak yang berperilaku menyimpang berbicara kasar di lingkungan sekolah maupun di lingkungan masyarakat. Hal yang ingin diungkap dalam penelitian ini adalah faktor penyebab perilaku menyimpang berbicara kasar pada anak di Dusun Jatimontong Desa Sumberjosari Kecamatan Karangrayung. Tujuan yang akan dicapai untuk mengetahui faktor penyebab perilaku menyimpang berbicara kasar pada anak. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode studi kasus. Subyek dalam penelitian ini adalah anak yang berperilaku menyimpang sebanyak 3 anak berperilaku menyimpang, orang tua anak berperilaku menyimpang, teman sebaya anak berperilaku menyimpang serta guru ngaji anak berperilaku menyimpang. Data dalam penelitian ini diperoleh melalui wawancara dan observasi secara langsung. Analisi data dilakukan menggunakan metode Data Collection, Data Reduction, Data Display serta Conclusion Drawing/Verification. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan teknik triangulasi sumber untuk menetapkan keabsahan data. Hasil dari penelitian ini yang menjadi faktor penyebab perilaku menyimpang adalah hubungan keluarga, hubungan pertemanan dan media masa. Kata Kunci: perilaku menyimpang, berbicara kasar, anak Abstract: DIAN FITRIANI. NPM 17110060. "Factors Causing Rude-Speaking Deviant Behavior in Children in Jatimontong Hamlet, Sumberjosari Village, Karangrayung District". Essay. Guidance and Counseling Study Program, Faculty of Education, PGRI University Semarang. Advisory Lecturer I Dra. Tri Suyati, M.Pd. Supervisor II Agus Setiawan, S.Pd., M.Pd. 2022. The background that drives this research is the presence of children who behave in a deviant manner, speaking rudely in the school environment and in the community. The thing that 16 wants to be revealed in this study is the factors that cause deviant behavior to speak rudely in children in Jatimontong Hamlet, Sumberjosari Village, Karangrayung District. The goal to be achieved is to find out the factors that cause deviant behavior to speak rudely in children. This type of research is a qualitative research with a case study method. The subjects in this study were children with deviant behavior as many as 3 children with deviant behavior, parents of children with deviant behavior, children's peers with deviant behavior and teacher of the Koran for deviant behavior. The data in this study were obtained through interviews and direct observation. Data analysis was carried out using the Data Collection, Data Reduction, Data Display and Conclusion Drawing/Verification methods. In this study, the researcher used a source triangulation technique to determine the validity of the data. The results of this study that the factors that cause deviant behavior are family relationships, friendship relationships and the mass media. Keywords: factos causing deviant behavior PENDAHULUAN Lingkungan sangat berperan dalam pertumbuhan dan perkembangan anak. Lingkungan sosial merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi seseorang atau kelompok untuk dapat melakukan suatu tindakan serta perubahan-perubahan perilaku setiap individu, lingkungan sosial yang kita kenal antara lain lingkungan keluarga, lingkungan sekolah, dan lingkungan teman sepermainan (Sapara, Lumintang dan paat, 2020: 3). Lingkungan keluarga merupakan pijakan pertama bagi anak. Keluarga dianggap sebagai faktor penentu utama terbentuknya kepribadian seorang anak. Keluarga dianggap sebagai wadah yang akan membentuk kepribadian individu dan keluarga sangat banyak mewarnai perilaku individu. Keluarga memiliki tanggung jawab yang besar dalam pembentukan norma-norma dan nilai-nilai keluarga sehingga anggota keluarga akan memiliki aturan yang sesuai dengan harapan masyarakat, anak-anak akan terbentuk sesuai dengan norma dan nilai yang telah disepakati keluarga sehingga dapat berinteraksi sosial dengan keluarga lainnya (Hisyam, 2018: 66). Kehidupan manusia pastilah tidak terlepas dari peraturan-peraturan atau Norma yang berlaku di lingkungan baik lingkungan keluarga, sekolah, maupun lingkungan masyarakat, seseorang yang tidak mampu melaksanakan peraturan atau Norma yang berlaku akan di anggap sebagai manusia yang melakukan penyimpangan. Menurut (Suhendri dan Rahmawati. 2018:56) Perilaku dikatakan salah penyesuaian jika tidak selamanya membawa keputusan bagi individu atau pada akhirnya membawa individu mengalami konflik terhadap lingkungan. Hal ini dapat menghambat seseorang untuk melakukan penyesuaian dengan lingkungan, hal ini akan membuat individu merasa terasingkan dari lingkungan. Perkembangan kognitif Piaget pada tahap oprasional konkret, tahap ini berlangsung dari sekitar usia 7 sampai 11 tahun. Pada tahap oprasional konkrit anak mulai 17 Dian Fitriani, Tri Suyati, Agus Setiawan Faktor Penyebab Perilaku Menyimpang Berbicara Kasar Pada Anak Di Dusun Jatimontong Desa Sumberjosari Kecamatan Karangrayungl Jurnal Guiding World Vol. 05. No.02 November 2022: Hal 16-24 dapat bernalar secara logis mengenai kejadian konkrit dan mengklasifikasi objek ke latar yang berbeda (santrock, 2017: 45). Dalam studi teori perkembangan moral Kohlberg data longitudinal menunjukkan hubungan tahapan usia, sebelum usia 9 tahun, kebanyakan alasan anak mengenai dilema moral ada pada tingkat pra-konvensional pada awal masa remaja alasan mereka lebih mungkin berada di tingkat konvensional. Pada tahap ini, seseorang menghargai nilai, kepedulian, dan kesetiaan kepada orang lain sebagai dasar penilaian moral. Anak-anak dan remaja sering mengadopsi sandar moral orang tua mereka pada tahap ini, berusaha untuk dianggap oleh orangtua mereka sebagai “anak perempuan yang baik” atau “anak laki-laki yang baik” (Santrock, 2017: 109-110). Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan peneliti di Dusun Jatimontong, RT 03/RW 07, Desa Sumberjosari, Kecamatan Karangrayung, Kabupaten Grobogan pada tanggal 11-18 juli 2021, peneliti mendapati permasalahan yang dialami oleh anak-anak, seperti halnya sikap kurang sopan yang dilakukan oleh anak-anak baik kepada orang tuanya sendiri maupun orang lain, selain bersikap kurang sopan anak-anak di desa tersebut kerap kali mengeluarkan kata-kata kasar. Kata-kata kasar sering kali dilontarkan ketika anak sedang marah dengan teman sebayanya, ketika tidak suka dinasehati oleh orang lain, bahkan kata-kata yang tidak pantas diucapkan tersebut digunakan untuk bahan lelucon dengan teman sebayanya. Kata-kata yang kerap kali di ucapkan antara lain, cangkemmu, matamu, gendeng, raimu, anjir dan lain-lain. Selain observasi yang dilakukan, peneliti juga melakukan wawa (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: http://jurnal.stkipbima.ac.id/index.php/GW/article/download/952/543
Article home page: http://jurnal.stkipbima.ac.id/index.php/GW/article/view/952/543

Dian Fitriani, Tri Suyati, Agus Setiawan. Faktor Penyebab Perilaku Menyimpang Berbicara Kasar Pada Anak Di Dusun Jatimontong Desa Sumberjosari Kecamatan Karangrayung, Guiding World : Jurnal Bimbingan dan Konseling, 2022, pp. 16-24,