KESANTUNAN BERBAHASA DALAM MEMBANGUN KETERAMPILAN BERKOMUNIKASI PADA ANAK SEKOLAH DASAR

ELSE (Elementary School Education Journal) : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar, Apr 2024

Penelitian ini, berupaya mengungkap permasalahan kesantunan bahasa anak kepada guru dan teman sekolahnya khususnya yang terjadi di sekolah dasar. Keengganan menggunakan bahasa yang sopan pada anak yang terjadi sekarang ini banyak terjadi terutama pada peserta didik kelas atas. Karena pada umumnya di kelas atas telah banyak pengalaman yang didapatkan selama bersekolah tingkat dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk mengungkapkan kejadian dengan penjelasan yang menyeluruh apa adanya. Desain penelitian yang digunakan adalah fenomenologi. Peneliti terfokus pada penggunaan tutur kata dalam membangun keterampilan berkomunikasi siswa SD Kelas V di SDN Sendang Kab. Pacitan. Hasil Penelitian ini dapat disimpulkan Siswa dalam mengikuti pelajaran supaya menjaga sikap dengan baik, dan tutur kata yang santun baik kepada sesama teman, maupun kepada guru karena kesantunan merupakan salah satu bentuk penghormatan. Kunci kesuksesan dalam pembelajaran adalah kesepahaman antara guru dan siswa dalam transaksi pembelajaran yakni dengan menggunakan sikap dan tutur kata yang santun.

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://journal.um-surabaya.ac.id/pgsd/article/download/18608/7539

KESANTUNAN BERBAHASA DALAM MEMBANGUN KETERAMPILAN BERKOMUNIKASI PADA ANAK SEKOLAH DASAR

KESANTUNAN BERBAHASA DALAM MEMBANGUN KETERAMPILAN BERKOMUNIKASI PADA ANAK SEKOLAH DASAR ELSE (Elementary School Education Journal) Dedi Dwi Cahyono1, Sutama 2, Djalal Fuadi2, Minsih2, Eka Danik Prahastiwi1 Institut Studi Islam Muhammadiyah Pacitan1 Universitas Muhammadiyah Surakarta2 Abstrak Penelitian ini, berupaya mengungkap permasalahan kesantunan bahasa anak kepada guru dan teman sekolahnya khususnya yang terjadi di sekolah dasar. Keengganan menggunakan bahasa yang sopan pada anak yang terjadi sekarang ini banyak terjadi terutama pada peserta didik kelas atas. Karena pada umumnya di kelas atas telah banyak pengalaman yang didapatkan selama bersekolah tingkat dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk mengungkapkan kejadian dengan penjelasan yang menyeluruh apa adanya. Desain penelitian yang digunakan adalah fenomenologi. Peneliti terfokus pada penggunaan tutur kata dalam membangun keterampilan berkomunikasi siswa SD Kelas V di SDN Sendang Kab. Pacitan. Hasil Penelitian ini dapat disimpulkan Siswa dalam mengikuti pelajaran supaya menjaga sikap dengan baik, dan tutur kata yang santun baik kepada sesama teman, maupun kepada guru karena kesantunan merupakan salah satu bentuk penghormatan. Kunci kesuksesan dalam pembelajaran adalah kesepahaman antara guru dan siswa dalam transaksi pembelajaran yakni dengan menggunakan sikap dan tutur kata yang santun. Kata Kunci: Kesantunan; Siswa SD, Keterampilan Berkomunikasi This is an open access article under the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International license. e-ISSN 2597-4122 (Online) p-ISSN 2581-1800 (Print) Abstract This research seeks to reveal the problem of politeness in children's language to their teachers and schoolmates, especially those that occur in elementary schools. The reluctance to use polite language in children that occurs today occurs a lot, especially in upper class students. Because in general in the upper class have a lot of experience gained during elementary school. This study uses a qualitative approach to reveal events with a thorough explanation as it is. The research design used is phenomenology. Researchers focused on the use of speech in building the character of students in elementary school children and building communication skills for five grade elementary school students at SDN Sendang Pacitan. This research can be concluded that students in attending lessons should maintain a good attitude, and speak politely to fellow friends, as well as to teachers. The key to success in learning is understanding between teachers and students in learning transactions, namely by using polite attitudes and speech Keywords: Politeness; Elementary School Students, Communication Skills *Correspondence: Eka Danik Received: 26-05-2023 Accepted: 24-04-2024 Published: 26-04-2024 DOI http://dx.doi.org/10.30 651/else.v8i1.18608 https://journal.um-surabaya.ac.id/index.php/pgsd 186 Vol. 8 | No. 1 | Februari 2024 Kesantunan Berbahasa Dalam Membangun Keterampilan Berkomunikasi Pada Anak Sekolah Dasar Dedi Dwi Cahyono dkk PENDAHULUAN Penggunaan bahasa untuk bersosialisasi tidak terlepas dari faktor-faktor penentu tindak komunikasi serta prinsip-prinsip kesantunan dan direalisasikan dalam berkomunikasi. Dalam penilaian kesantunan berbahasa minimal ada dua hal yang perlu diperhatikan yaitu bagaimana kita bertutur dan dengan siapa kita bertutur. Hakikatnya kesantunan berbahasa adalah etika kita dalam bersosioalisasi di masyarakat dengan penggunaan bahasa dan pemilihan kata yang baik, dengan memerhatikan di mana, kapan, kepada siapa, dengan tujuan apa kita berbicara secara santun. Menurut Zamzani, dkk. (dalam Nurjamily, 2015), kesantunan merupakan perilaku yang diekspresikan dengan cara yang baik atau beretika. Kesantunan disetiap daerah berbeda karena kulturnya, kesantunan di suatu daerah belum tentu merupakan kesantunan bagi daerah lain. Sedangkan menurut Fraser (Anggraini, 2017) Kesantunan adalah suatu yang di apresiasikan dalam bentuk tutur lisan dan bagi si lawan tutur agar penutur tidak menyinggung perasaan maupun hak dari lawan tutur. Markhamah dan Sabardila (Cahyaningrum, 2018) bahwa kesantunan bahasa merupakan cara penuturan dalam berkomunikasi agar mitra tutur tidak merasa tertekan, tersudut, atau tersinggung. Banyak yang berharap bahwa selain orang tua, guru menjadi ujung tombak terdepan untuk memperbaiki penyimpangan tersebut. Kesantunan bertutur kata menjadi salah satu indikator penting keberhasilan pendidikan yang senantiasa perlu terus dibudayakan dalam setiap aspek kehidupan peserta didik, baik di sekolah maupun di tengah masyarakat. Sekolah merupakan institusi pendidikan yang memiliki berbagai dimensi yang satu sama lain berkaitan dan saling menunjang yang di dalamnya terdapat kegiatan belajar mengajar untuk peningkatan kualitas dan pengembangan potensi peserta didik (Minsih, 2010). Hal tersebut dikarenakan pendidikan mengandung pengetahuan, keterampilan dan nilai-nilai yang https://journal.um-surabaya.ac.id/index.php/pgsd berfungsi sebagai pedoman hidupnya (Cahyono, 2022). Selain itu pendidikan bertujuan sebagai usaha sadar yang bertujuan untuk mendewasakan peserta didik, kedewasaan tersebut seperti kedewasaan intelektual, sosial dan moral, tidak semata-mata kedewasaan dalam arti fisik, akan tetapi pengembangan fisik berperan penting dalam membentuk kedewasaan peserta didik (Danik & Superi, 2022). Hakekat pendidikan dijelaskan (Yusufhadi, 1994) Education is one important thing in developing and world civilization increasing. Hal tersebut dapat diartikan bahwa begitu pentingnya pendidikan. sama halnya yang disebutkan oleh (Surono, S., Prahastiwi, E. D., & Suprayitno, 2022) bahwa pendidikan yang pertama kali diberikan orang tua akan sangat mendasari kepribadian seseorang, karena pendidikan merupakan dasar bagi keberlanjutan kehidupan seorang anak. Pendidikan sekolah dasar (SD) merupakan jenjang dasar bagi peserta didik dalam menempuh pendidikan. Pendidikan di sekolah dasar mempunyai kontribusi dalam membangun dasar pengetahuan siswa untuk digunakan pada pendidikan selanjutnya. Pembelajaran adalah proses dimana terjadinya hubungan positif antara pengajar menggunakan anak didik pada upaya mencapai tujuan pembelajaran (Hariyanti & Prahastiwi, 2021). Selain itu Superi menyebutkan bahwa Education is an important element in advancing world development and civilization. (Danik & Superi, 2022) oleh karena itu pelaksanaan pembelajaran di sekolah dasar harus berjalan optimal. Selain itu Berbahasa santun akan menjadi bagian penting dalam proses pendidikan bagi masyarakat yang menjunjung tinggi nilai kesantunan. Sekolah merupakan tempat yang paling tepat untuk melaksanakan proses pembinaan berbahasa. Bahasa yang diperoleh dari lingkungan sekolah baik dari teman, guru, maupun karyawan mempengaruhi cara berbahasa siswa. Terutama guru, adalah orang yang paling berperan dalam hal ini. 187 Vol. 8 | No. 1 | Februari 2024 Kesantunan Berbahasa Dalam Membangun Keterampilan Berko (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://journal.um-surabaya.ac.id/pgsd/article/download/18608/7539
Article home page: https://journal.um-surabaya.ac.id/pgsd/article/view/18608/7539

Cahyono Dedi dwi, Sutama Sutama, Fuadi Djalal, Minsih Minsih, Eka Danik Prahastiwi. KESANTUNAN BERBAHASA DALAM MEMBANGUN KETERAMPILAN BERKOMUNIKASI PADA ANAK SEKOLAH DASAR, ELSE (Elementary School Education Journal) : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar, 2024,