KESANTUNAN BERBAHASA DALAM MEMBANGUN KETERAMPILAN BERKOMUNIKASI PADA ANAK SEKOLAH DASAR
KESANTUNAN BERBAHASA DALAM
MEMBANGUN KETERAMPILAN
BERKOMUNIKASI PADA ANAK SEKOLAH
DASAR
ELSE (Elementary
School Education
Journal)
Dedi Dwi Cahyono1, Sutama 2, Djalal Fuadi2, Minsih2, Eka Danik Prahastiwi1
Institut Studi Islam Muhammadiyah Pacitan1
Universitas Muhammadiyah Surakarta2
Abstrak
Penelitian ini, berupaya mengungkap permasalahan kesantunan bahasa anak kepada guru dan
teman sekolahnya khususnya yang terjadi di sekolah dasar. Keengganan menggunakan bahasa
yang sopan pada anak yang terjadi sekarang ini banyak terjadi terutama pada peserta didik kelas
atas. Karena pada umumnya di kelas atas telah banyak pengalaman yang didapatkan selama
bersekolah tingkat dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk
mengungkapkan kejadian dengan penjelasan yang menyeluruh apa adanya. Desain penelitian
yang digunakan adalah fenomenologi. Peneliti terfokus pada penggunaan tutur kata dalam
membangun keterampilan berkomunikasi siswa SD Kelas V di SDN Sendang Kab. Pacitan. Hasil
Penelitian ini dapat disimpulkan Siswa dalam mengikuti pelajaran supaya menjaga sikap dengan
baik, dan tutur kata yang santun baik kepada sesama teman, maupun kepada guru karena
kesantunan merupakan salah satu bentuk penghormatan. Kunci kesuksesan dalam pembelajaran
adalah kesepahaman antara guru dan siswa dalam transaksi pembelajaran yakni dengan
menggunakan sikap dan tutur kata yang santun.
Kata Kunci: Kesantunan; Siswa SD, Keterampilan Berkomunikasi
This is an open access article
under the Creative Commons
Attribution-ShareAlike 4.0
International license.
e-ISSN 2597-4122
(Online)
p-ISSN 2581-1800
(Print)
Abstract
This research seeks to reveal the problem of politeness in children's language to their teachers
and schoolmates, especially those that occur in elementary schools. The reluctance to use polite
language in children that occurs today occurs a lot, especially in upper class students. Because in
general in the upper class have a lot of experience gained during elementary school. This study
uses a qualitative approach to reveal events with a thorough explanation as it is. The research
design used is phenomenology. Researchers focused on the use of speech in building the
character of students in elementary school children and building communication skills for five
grade elementary school students at SDN Sendang Pacitan. This research can be concluded that
students in attending lessons should maintain a good attitude, and speak politely to fellow
friends, as well as to teachers. The key to success in learning is understanding between teachers
and students in learning transactions, namely by using polite attitudes and speech
Keywords: Politeness; Elementary School Students, Communication Skills
*Correspondence:
Eka Danik
Received: 26-05-2023
Accepted: 24-04-2024
Published: 26-04-2024
DOI
http://dx.doi.org/10.30
651/else.v8i1.18608
https://journal.um-surabaya.ac.id/index.php/pgsd
186
Vol. 8 | No. 1 | Februari 2024
Kesantunan Berbahasa Dalam Membangun Keterampilan Berkomunikasi
Pada Anak Sekolah Dasar
Dedi Dwi Cahyono dkk
PENDAHULUAN
Penggunaan bahasa untuk bersosialisasi
tidak terlepas dari faktor-faktor penentu tindak
komunikasi serta prinsip-prinsip kesantunan dan
direalisasikan dalam berkomunikasi. Dalam
penilaian kesantunan berbahasa minimal ada
dua hal yang perlu diperhatikan yaitu bagaimana
kita bertutur dan dengan siapa kita bertutur.
Hakikatnya kesantunan berbahasa adalah etika
kita dalam bersosioalisasi di masyarakat dengan
penggunaan bahasa dan pemilihan kata yang
baik, dengan memerhatikan di mana, kapan,
kepada siapa, dengan tujuan apa kita berbicara
secara santun.
Menurut Zamzani, dkk. (dalam Nurjamily,
2015), kesantunan merupakan perilaku yang
diekspresikan dengan cara yang baik atau
beretika. Kesantunan disetiap daerah berbeda
karena kulturnya, kesantunan di suatu daerah
belum tentu merupakan kesantunan bagi daerah
lain. Sedangkan menurut Fraser (Anggraini,
2017) Kesantunan adalah suatu yang di
apresiasikan dalam bentuk tutur lisan dan bagi si
lawan tutur agar penutur tidak menyinggung
perasaan maupun hak dari lawan tutur.
Markhamah dan Sabardila (Cahyaningrum, 2018)
bahwa kesantunan bahasa merupakan cara
penuturan dalam berkomunikasi agar mitra tutur
tidak
merasa
tertekan,
tersudut,
atau
tersinggung.
Banyak yang berharap bahwa selain orang
tua, guru menjadi ujung tombak terdepan untuk
memperbaiki
penyimpangan
tersebut.
Kesantunan bertutur kata menjadi salah satu
indikator penting keberhasilan pendidikan yang
senantiasa perlu terus dibudayakan dalam setiap
aspek kehidupan peserta didik, baik di sekolah
maupun di tengah masyarakat.
Sekolah merupakan institusi pendidikan
yang memiliki berbagai dimensi yang satu sama
lain berkaitan dan saling menunjang yang di
dalamnya terdapat kegiatan belajar mengajar
untuk peningkatan kualitas dan pengembangan
potensi peserta didik (Minsih, 2010). Hal tersebut
dikarenakan
pendidikan
mengandung
pengetahuan, keterampilan dan nilai-nilai yang
https://journal.um-surabaya.ac.id/index.php/pgsd
berfungsi sebagai pedoman hidupnya (Cahyono,
2022). Selain itu pendidikan bertujuan sebagai
usaha
sadar
yang
bertujuan
untuk
mendewasakan peserta didik, kedewasaan
tersebut seperti kedewasaan intelektual, sosial
dan moral, tidak semata-mata kedewasaan
dalam arti fisik, akan tetapi pengembangan fisik
berperan
penting
dalam
membentuk
kedewasaan peserta didik (Danik & Superi,
2022). Hakekat pendidikan dijelaskan (Yusufhadi,
1994) Education is one important thing in
developing and world civilization increasing. Hal
tersebut dapat diartikan bahwa begitu
pentingnya pendidikan. sama halnya yang
disebutkan oleh (Surono, S., Prahastiwi, E. D., &
Suprayitno, 2022) bahwa pendidikan yang
pertama kali diberikan orang tua akan sangat
mendasari kepribadian seseorang, karena
pendidikan merupakan dasar bagi keberlanjutan
kehidupan seorang anak.
Pendidikan sekolah dasar (SD) merupakan
jenjang dasar bagi peserta didik dalam
menempuh pendidikan. Pendidikan di sekolah
dasar mempunyai kontribusi dalam membangun
dasar pengetahuan siswa untuk digunakan pada
pendidikan selanjutnya. Pembelajaran adalah
proses dimana terjadinya hubungan positif
antara pengajar menggunakan
anak
didik
pada
upaya
mencapai
tujuan
pembelajaran (Hariyanti & Prahastiwi, 2021).
Selain itu Superi menyebutkan bahwa Education
is an important element in advancing world
development and civilization. (Danik & Superi,
2022) oleh karena itu pelaksanaan pembelajaran
di sekolah dasar harus berjalan optimal. Selain
itu Berbahasa santun akan menjadi bagian
penting dalam proses pendidikan bagi
masyarakat yang menjunjung tinggi nilai
kesantunan. Sekolah merupakan tempat yang
paling tepat untuk melaksanakan
proses
pembinaan berbahasa. Bahasa yang diperoleh
dari lingkungan sekolah baik dari teman, guru,
maupun
karyawan
mempengaruhi
cara
berbahasa siswa. Terutama guru, adalah orang
yang paling berperan dalam hal ini.
187
Vol. 8 | No. 1 | Februari 2024
Kesantunan Berbahasa Dalam Membangun Keterampilan Berko (...truncated)