Hubungan Antara Self Awareness Dengan Kecemasan Pada Penderita Bipolar
Jurnal Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni (JISHS)
Vol. 2 No. 2 Januari 2024 Hal. 153-160
http://jurnal.minartis.com/index.php/jishs
2963-5802
Hubungan Antara Self Awareness Dengan Kecemasan Pada Penderita
Bipolar
Gabriel Aditya Putri1, IGAA Noviekayati2, Amherstia Pasca Rina3
123
Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
Abstract
This research based on determine the relationship between self-awareness and anxiety in bipolar sufferers.
This research analysis uses the independent variable self awareness with the dependent variable anxiety. This
research’s a type of corretional quantitative methods. The sampling technique in this study used quota
sampling with a minimum sample of 206 members of the healthy bipolar community together. The subjects in
this study were individuals diagnosed with bipolar disorder aged 18-47 years. This research has two
instruments, namely the self-awareness scale and the anxiety scale. The data analysis technique uses
Spearman Brown correlation test analysis with the help of SPSS version 16.00 for Windows. The correlation
coefficient result is -0,780, which shows that the correlation coefficient level of this research has a negative
relationship, with a significance level of 0,000 (p = <0,05). This means that the higher the self-awareness an
individual has, the lower the level of anxiety experienced by the individual. Conversely, if the lower the level of
self awareness an individual has, the higher the level of anxiety experienced by the individual.
Keywords: Self Awareness, Anxiety, Bipolar
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self awareness dengan kecemasan pada penderita
bipolar. Analisis penelitian ini menggunakan variabel independent self awareness dengan variabel dependent
kecemasan. Penelitian ini adalah jenis penelitian kuantitatif koresional . Teknik sampel pada penelitian ini
menggunakan quota sampling dengan sampel minimal 206 anggota komunitas bipolar sehat bersama. Subjek
pada penelitian ini adalah individu yang terdiagnosa bipolar dari usia 18-47 tahun. Penelitian ini memiliki
dua instrument yaitu skala self awareness dan skala kecemasan . Teknik analisis data menggunakan analisis uji
korelasi spearman brown dengan bantuan SPSS versi 16.00 for windows. Hasil koefisien korelasi sebesar 0,780 yang menunjukkan bahwa tingkat koefisiensi korelasi penelitian ini terdapat hubungan negatif, dengan
taraf signifikansi sebesar 0,000 (p = <0,05). Artinya semakin tinggi self awareness yang dimiliki individu maka
akan semakin rendah tingkat kecemasan yang dialami oleh individu. Sebaliknya, apabila semakin rendah
tingkat self awareness yang dimiliki individu maka akan semakin tinggi tingkat kecemasan yang dialami oleh
individu.
Kata Kunci: Self Awareness, Kecemasan, Bipolar.
This work is licensed under Creative Commons Attribution License 4.0 CC-BY International license
PENDAHULUAN
Bipolar adalah salah satu gangguan kesehatan jiwa yang telah diakui oleh Indonesia. Kata bipolar pun
sering didengar oleh masyarakat Indonesia dari berbagai latar belakang dan usia melalui media sosial seperti
instagram, tiktok, youtube yang menyuarakan kesehatan mental ataupun dari individu yang terdiagnosis
gangguan bipolar, bahkan ada juga film yang diangkat dengan konsep kehidupan individu yang menderita
gangguan bipolar. Gangguan bipolar merupakan termasuk gangguan kejiwaan yang kronis, menyebabkan
kurangnya fungsi psikososial pada individu yang mengalaminya, bahkan pada keluarga dan masyarakat
(Maramis, 2022). Menurut Riset Kesehatan Dasar (dalam Kanila, dkk., 2022) tertulis persentase bahwa tingkat
masalah gangguan emosi besar di masyarakat semakin matang dalam 15 tahun dan meningkat dari 6% pada
tahun 2013 menjadi 9,8% pada tahun 2018. pernyataan dalam buku dan psikoedukasi tentang gangguan bipolar.
Prevalensi individu dengan kebingungan bipolar di antara semua orang adalah sekitar 3%. Meskipun Indonesia
memiliki populasi 270 juta orang, diperkirakan sekitar 8 juta orang mengalami dampak buruk dari masalah
bipolar(Maramis, 2022). Berdasarkan pernyataan data tersebut dapat disimpulkan bahwa memang di Indonesia
cukup banyak masyarakat yang terdiagnosa gangguan bipolar.
Penderita bipolar dapat mengalami kecemasan hingga menjadi komorbid pada gangguan bipolar jika
tidak disadari dengan segera. Menurut studi yang membahas gangguan bipolar bahwa menjadi pasien atau
Jurnal Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni (JISHS) Vol.02 No. 02 Januari 2024
153
Jurnal Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni (JISHS)
Vol. 2 No. 2 Januari 2024 Hal. 153-160
http://jurnal.minartis.com/index.php/jishs
2963-5802
penderita gangguan bipolar sangatlah tidak mudah karena penderita bipolar akan merasakan tekanan yang hebat
dalam lingkungan sosial akibat dari penolakan dan dianggap sebagai aib dan menimbulkan kecemasan pada
penderita bipolar dalam menjalani kehidupan (Sauran & Salewa, 2022). Dampak dari gangguan bipolar yang
telah disebutkan, salah satunya disebabkan oleh kecemasan yang bermacam-macam seperti misalnya,
kesulitan mempercayai orang lain karena takut tidak bisa menerima kondisi penderita sehingga dapat terjadi
bully, dan ketakutan mengulangi kesalahan yang pernah dilakukan sehingga mengganggu orang lain
cenderung menyalahkan diri sendiri hingga dapat menimbulkan pikiran keinginan menyakiti diri dan
mengakhiri hidup pada penderita bipolar. Pernyataan yang di tulis dalam laman psychiatrics times bahwa
penderita gangguan bipolar yang memiliki kecemasan cenderung memiliki dampak yang buruk yang meliputi
memandang pengobatan sebagai sesuatu yang tidak berarti biasa disebut dengan resistant pengobatan,
penurunan kualitas hidup, meningkatnya keinginan bunuh diri, dan penyalahgunaan zat (Lohano & ElMallakh, 2011). Pentingya mengidentifikasi kemampuan diri dalam memahami situasi yang dialami dan
menghasilkan perilaku yang realistis. Supaya kecemasan pada penderita bipolar dapat dipahami dengan baik,
maka membutuhkan self awareness.
Selama ini banyak penelitian yang menghubungkan dukungan sosial untuk mengurangi kecemasan.
Namun ternyata pendekatan self awareness adalah aspek psikologis yang merupakan bagian dari fungsi
pengelolaan pikiran dan tindakan manusia dapat mengurangi kecemasan. Mendukung pernyataan tersebut data
dalam studi penelitian menyatakan berdasarkan hasil analisa data diketahui bahwa self awareness mempunyai
ikatan yang signifikan dengan kecemasan, self awareness dan cukup baik untuk memprediksikan kecemasan
(Aknaf, dkk., 2022). Berdasarkan studi Luar Negeri juga menghasilkan bahwa regulasi emosi dan self
awareness memiliki hubungan yang signifikan dengan kecemasan pada mahasiswa di Iran (Babanejad, dkk.,
2015). Peneliti lain, mengungkapkan juga bahwa self awareness dapat menurunkan kecemasan dengan
menggunakan mindful based cognitive therapy (MBCT) (Putri & Gunatirin, 2020). Maka dari itu pentingnya
menganalisis penelitian ini terkait self awareness dengan kecemasan pada penderita bipolar.
METODE PENELITIAN
Penelitian ini merupakan penelitian kuant (...truncated)