Hubungan Antara Self Awareness Dengan Kecemasan Pada Penderita Bipolar

Jurnal Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni, Jan 2024

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self awareness dengan kecemasan pada penderita bipolar. Analisis penelitian ini menggunakan variabel independent self awareness dengan variabel dependent kecemasan. Penelitian ini adalah jenis penelitian kuantitatif koresional . Teknik sampel pada penelitian ini menggunakan quota sampling dengan sampel minimal 206 anggota komunitas bipolar sehat bersama. Subjek pada penelitian ini adalah individu yang terdiagnosa bipolar dari usia 18-47 tahun. Penelitian ini memiliki dua instrument yaitu skala self awareness dan skala kecemasan . Teknik analisis data menggunakan analisis uji korelasi spearman brown dengan bantuan SPSS versi 16.00 for windows. Hasil koefisien korelasi sebesar -0,780 yang menunjukkan bahwa tingkat koefisiensi korelasi penelitian ini terdapat hubungan negatif, dengan taraf signifikansi sebesar 0,000 (p = <0,05). Artinya semakin tinggi self awareness yang dimiliki individu maka akan semakin rendah tingkat kecemasan yang dialami oleh individu. Sebaliknya, apabila semakin rendah tingkat self awareness yang dimiliki individu maka akan semakin tinggi tingkat kecemasan yang dialami oleh individu.

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://jurnal.minartis.com/index.php/jishs/article/download/1480/1279

Hubungan Antara Self Awareness Dengan Kecemasan Pada Penderita Bipolar

Jurnal Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni (JISHS) Vol. 2 No. 2 Januari 2024 Hal. 153-160 http://jurnal.minartis.com/index.php/jishs 2963-5802 Hubungan Antara Self Awareness Dengan Kecemasan Pada Penderita Bipolar Gabriel Aditya Putri1, IGAA Noviekayati2, Amherstia Pasca Rina3 123 Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya Abstract This research based on determine the relationship between self-awareness and anxiety in bipolar sufferers. This research analysis uses the independent variable self awareness with the dependent variable anxiety. This research’s a type of corretional quantitative methods. The sampling technique in this study used quota sampling with a minimum sample of 206 members of the healthy bipolar community together. The subjects in this study were individuals diagnosed with bipolar disorder aged 18-47 years. This research has two instruments, namely the self-awareness scale and the anxiety scale. The data analysis technique uses Spearman Brown correlation test analysis with the help of SPSS version 16.00 for Windows. The correlation coefficient result is -0,780, which shows that the correlation coefficient level of this research has a negative relationship, with a significance level of 0,000 (p = <0,05). This means that the higher the self-awareness an individual has, the lower the level of anxiety experienced by the individual. Conversely, if the lower the level of self awareness an individual has, the higher the level of anxiety experienced by the individual. Keywords: Self Awareness, Anxiety, Bipolar Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self awareness dengan kecemasan pada penderita bipolar. Analisis penelitian ini menggunakan variabel independent self awareness dengan variabel dependent kecemasan. Penelitian ini adalah jenis penelitian kuantitatif koresional . Teknik sampel pada penelitian ini menggunakan quota sampling dengan sampel minimal 206 anggota komunitas bipolar sehat bersama. Subjek pada penelitian ini adalah individu yang terdiagnosa bipolar dari usia 18-47 tahun. Penelitian ini memiliki dua instrument yaitu skala self awareness dan skala kecemasan . Teknik analisis data menggunakan analisis uji korelasi spearman brown dengan bantuan SPSS versi 16.00 for windows. Hasil koefisien korelasi sebesar 0,780 yang menunjukkan bahwa tingkat koefisiensi korelasi penelitian ini terdapat hubungan negatif, dengan taraf signifikansi sebesar 0,000 (p = <0,05). Artinya semakin tinggi self awareness yang dimiliki individu maka akan semakin rendah tingkat kecemasan yang dialami oleh individu. Sebaliknya, apabila semakin rendah tingkat self awareness yang dimiliki individu maka akan semakin tinggi tingkat kecemasan yang dialami oleh individu. Kata Kunci: Self Awareness, Kecemasan, Bipolar. This work is licensed under Creative Commons Attribution License 4.0 CC-BY International license PENDAHULUAN Bipolar adalah salah satu gangguan kesehatan jiwa yang telah diakui oleh Indonesia. Kata bipolar pun sering didengar oleh masyarakat Indonesia dari berbagai latar belakang dan usia melalui media sosial seperti instagram, tiktok, youtube yang menyuarakan kesehatan mental ataupun dari individu yang terdiagnosis gangguan bipolar, bahkan ada juga film yang diangkat dengan konsep kehidupan individu yang menderita gangguan bipolar. Gangguan bipolar merupakan termasuk gangguan kejiwaan yang kronis, menyebabkan kurangnya fungsi psikososial pada individu yang mengalaminya, bahkan pada keluarga dan masyarakat (Maramis, 2022). Menurut Riset Kesehatan Dasar (dalam Kanila, dkk., 2022) tertulis persentase bahwa tingkat masalah gangguan emosi besar di masyarakat semakin matang dalam 15 tahun dan meningkat dari 6% pada tahun 2013 menjadi 9,8% pada tahun 2018. pernyataan dalam buku dan psikoedukasi tentang gangguan bipolar. Prevalensi individu dengan kebingungan bipolar di antara semua orang adalah sekitar 3%. Meskipun Indonesia memiliki populasi 270 juta orang, diperkirakan sekitar 8 juta orang mengalami dampak buruk dari masalah bipolar(Maramis, 2022). Berdasarkan pernyataan data tersebut dapat disimpulkan bahwa memang di Indonesia cukup banyak masyarakat yang terdiagnosa gangguan bipolar. Penderita bipolar dapat mengalami kecemasan hingga menjadi komorbid pada gangguan bipolar jika tidak disadari dengan segera. Menurut studi yang membahas gangguan bipolar bahwa menjadi pasien atau Jurnal Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni (JISHS) Vol.02 No. 02 Januari 2024 153 Jurnal Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni (JISHS) Vol. 2 No. 2 Januari 2024 Hal. 153-160 http://jurnal.minartis.com/index.php/jishs 2963-5802 penderita gangguan bipolar sangatlah tidak mudah karena penderita bipolar akan merasakan tekanan yang hebat dalam lingkungan sosial akibat dari penolakan dan dianggap sebagai aib dan menimbulkan kecemasan pada penderita bipolar dalam menjalani kehidupan (Sauran & Salewa, 2022). Dampak dari gangguan bipolar yang telah disebutkan, salah satunya disebabkan oleh kecemasan yang bermacam-macam seperti misalnya, kesulitan mempercayai orang lain karena takut tidak bisa menerima kondisi penderita sehingga dapat terjadi bully, dan ketakutan mengulangi kesalahan yang pernah dilakukan sehingga mengganggu orang lain cenderung menyalahkan diri sendiri hingga dapat menimbulkan pikiran keinginan menyakiti diri dan mengakhiri hidup pada penderita bipolar. Pernyataan yang di tulis dalam laman psychiatrics times bahwa penderita gangguan bipolar yang memiliki kecemasan cenderung memiliki dampak yang buruk yang meliputi memandang pengobatan sebagai sesuatu yang tidak berarti biasa disebut dengan resistant pengobatan, penurunan kualitas hidup, meningkatnya keinginan bunuh diri, dan penyalahgunaan zat (Lohano & ElMallakh, 2011). Pentingya mengidentifikasi kemampuan diri dalam memahami situasi yang dialami dan menghasilkan perilaku yang realistis. Supaya kecemasan pada penderita bipolar dapat dipahami dengan baik, maka membutuhkan self awareness. Selama ini banyak penelitian yang menghubungkan dukungan sosial untuk mengurangi kecemasan. Namun ternyata pendekatan self awareness adalah aspek psikologis yang merupakan bagian dari fungsi pengelolaan pikiran dan tindakan manusia dapat mengurangi kecemasan. Mendukung pernyataan tersebut data dalam studi penelitian menyatakan berdasarkan hasil analisa data diketahui bahwa self awareness mempunyai ikatan yang signifikan dengan kecemasan, self awareness dan cukup baik untuk memprediksikan kecemasan (Aknaf, dkk., 2022). Berdasarkan studi Luar Negeri juga menghasilkan bahwa regulasi emosi dan self awareness memiliki hubungan yang signifikan dengan kecemasan pada mahasiswa di Iran (Babanejad, dkk., 2015). Peneliti lain, mengungkapkan juga bahwa self awareness dapat menurunkan kecemasan dengan menggunakan mindful based cognitive therapy (MBCT) (Putri & Gunatirin, 2020). Maka dari itu pentingnya menganalisis penelitian ini terkait self awareness dengan kecemasan pada penderita bipolar. METODE PENELITIAN Penelitian ini merupakan penelitian kuant (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://jurnal.minartis.com/index.php/jishs/article/download/1480/1279
Article home page: https://jurnal.minartis.com/index.php/jishs/article/view/1480/1279

Gabriel Aditya Putri, IGAA Noviekayati, Amherstia Pasca Rina. Hubungan Antara Self Awareness Dengan Kecemasan Pada Penderita Bipolar, Jurnal Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni, 2024, pp. 153-160,