Strategi Pengembangan Lembaga Pendidikan Nonformal Yayasan Tarbiyah Syamilah Di Kabupaten Ogan Ilir
Jurnal Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni (JISHS)
Vol. 1 No. 3 April - Juni 2023 Hal. 641-645
http://jurnal.minartis.com/index.php/jishs
ISSN : 2963-5802
Strategi Pengembangan Lembaga Pendidikan Nonformal
Yayasan Tarbiyah Syamilah Di Kabupaten Ogan Ilir
Nurul Tarisa Putri a , Suryati b , Neni Noviza c
a
Pengembangan Masyarakat Islam, Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang,
Email :
b
Pengembangan Masyarakat Islam, Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang,
Email :
c
Pengembangan Masyarakat Islam, Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang,
Email :
Abstrak
Skripsi ini berjudul “Strategi Pengembangan Lembaga Pendidikan Nonformal Yayasan Tarbiyah Syamilah di
Kabupaten Ogan Ilir. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi pengembangan Lembaga
pendidikan nonformal Yayasan Tarbiyah Syamilah di Kabupaten Ogan Ilir, kendala dan pengaruh
pengembangan Lembaga pendiidkan Nornformal Yayasan Tarbiyah Syamilah di Kabupaten Ogan Ilir. Jenis
penelitian merupakan penelitian lapangan (field research),yaitu penelitian yang mencari data di lapangan
untuk mendukung teori yang digunakan. Metode atau pendekatan yang digunakan adalah kualitatif
deskriptif dengan menggunakan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi.
Dalam melakukan wawancara terdiri dari 4 (empat) informan, yaitu ketua pengurus harian Yayasan
Tarbiyah Syamilah sebagai informan kunci, pengurus harian Yayasan Atrbiyah Syamilah sebagai informan
utama, serta ketua dan anggota unit RMT Tarbiyah Syamilah sebagai informan pendukung. Kemudian,
dilakukan pemeriksaan keabsahan data dengan teknik triangulasi teknik dan triangulasi sumber. Hasil
penelitian menunjukkan strategi pengembangan lembaga pendidikan nonformal Yayasan Tarbiyah Syamilah
di Kabupaten Ogan Ilir menggunakan teori master strategy yang terdiri dari entetprise strategy, corporate
strategy, business strategy, dan fungsional strategy. Kendala yang dihadapi dalam pengembangan Yayasan
Tarbiyah Syamilah adalah terbatasnya fasilitas sarana prasarana dan dana pengembangan karena belum
adanya donatur tetap. Selain itu, Tarbiyah Syamilah terkadang masih kekurangan sumberdaya manusia.
Berangkat dari teori Kiai Sahal Mahfud dalam buku pengembangan masyarakat Islam bahwa pengembangan
dan pembangunan masyarakat melalui aktualisasi perilaku amar ma’ruf nahi munkar sebagaimana dalam
Qs. Ali Imran ayat ke-110 dan menjadi bagian dari dakwah bil-hal yaitu dakwah dengan perbuatan yang
nyata, maka pengaruh pengembangan lembaga pendidikan nonformal Yayasan Tarbiyah Syamilah ditandai
dengan terlaksananya program pendidikan keaksaraan, pendidikan vokasionnal, pendidikan umum dan
penyuluhan, serta pendidikan penyegaran jiwa.
Kata Kunci: Strategi, Pengembangan, Pendidikan Nonformal.
Abstract
This thesis is entitled "Strategy for the Development of Non-formal Education Institutions of the Tarbiyah
Syamilah Foundation in Ogan Ilir Regency. The purpose of this study was to determine the strategy for the
development of non-formal educational institutions of the Tarbiyah Syamilah Foundation in Ogan Ilir
District, the constraints and influences of the development of the Tarbiyah Syamilah Foundation's non-formal
educational institutions in Ogan Ilir District. This type of research is field research, namely research that
seeks data in the field to support the theory used. The method or approach used is descriptive qualitative
using data collection techniques through observation, interviews, and documentation. In conducting the
interviews, there were 4 (four) informants, namely the chairman of the Tarbiyah Syamilah Foundation's daily
administrator as a key informant, the daily administrator of the Atrbiyah Syamilah Foundation as the main
informant, and the chairman and members of the RMT Tarbiyah Syamilah unit as supporting informants.
Then, the validity of the data was checked using technical triangulation and source triangulation. The results
of the study show that the strategy for developing non-formal educational institutions at the Tarbiyah
Syamilah Foundation in Ogan Ilir Regency uses the master strategy theory which consists of enterprise
strategy, corporate strategy, business strategy, and functional strategy. The obstacles faced in the
development of the Syamilah Tarbiyah Foundation were the limited infrastructure and development funds due
to the absence of permanent donors. In addition, Tarbiyah Syamilah sometimes still lacks human resources.
Departing from the theory of Kiai Sahal Mahfud in the book on Islamic community development that the
development and development of society through the actualization of amar ma'ruf nahi munkar behavior as in
Qs. Ali Imran verse 110 and being part of da'wah bil-hal, namely preaching with real actions, the influence
of the development of non-formal educational institutions of the Tarbiyah Syamilah Foundation is marked by
the implementation of literacy education programs, vocational education, general education and counseling,
as well as soul-freshening education.
Keywords: Strategy, Development, Non-formal Education.
Jurnal Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni (JISHS) Vol.01 No. 03 April - Juni (2023)
641
Jurnal Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni (JISHS)
Vol. 1 No. 3 April - Juni 2023 Hal. 641-645
http://jurnal.minartis.com/index.php/jishs
ISSN : 2963-5802
Pendahuluan
Dalam mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas maka tidak lepas dari proses belajar
guna memperoleh pengetahuan. Di Indonesia, pendidikan sebagai sarana masyarakat untuk belajar
telah mengalami perubahan dari waktu ke waktu. Selain melalui pendidikan formal, masyarakat
juga dapat belajar dari lembaga-lembaga pendidikan nonformal yang tersebar di Indonesia.
Adapun majelis merupakan sarana pembinaan umat Islam di Indonesia harus bisa menjadi wadah
yang mempersatukan umat muslim. Bagi masyarakat majelis taklim kegiatan utamanya yaitu
belajar, sekaligus membangun silaturrahim dengan interaksi sosial yang solid.
Majelis taklim merupakan lembaga pendidikan Islam tertua, mulanya di rumah salah satu sahabat
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam yaitu Al Arqam bin Abin Arqam telah diterapkan sistem
taklim yang mana anggotanya tidak dibatasi usia dan jenis kelamin. Dengan cara tersebut Nabi
Shallallahu ‘Alaihi Wasallam telah mensyiarkan Islam serta memperbaiki karakter dan
ketaatan umat dengan berhasil. Rasulullah sukses membina para sahabat menjadi pejuang Islam
yang tangguh dalam membela dan menegakkan Islam, di samping ahli dalam mengatur
pemerintahan dan membina kehidupan masyarakat1.
Pengajian yang dilakukan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam kemudian dilanjutkan
oleh para sahabat, tabi’ al-tabi’in dan hingga terus bekembang dengan sebutan majelis taklim
yang merupakan istilah untuk pengajian yang diasuh dan dibina tokoh agama Islalm seperti ulama.
Pada masa kejayaan Islam terutama di saat Bani Abbasiyah berkuasa, majelis taklim digunakan
sebagai tempat menimba ilmu dan menjadi sarana para ulama dan pemikir menyebarluaska (...truncated)