BANK SENTRAL DAN KEBIJAKAN MONETER ISLAM YANG SESUAI DENGAN PRINSIP SYARIAH

Jurnal Media Akademik (JMA), Jun 2024

Kebijakan moneter Islam merupakan pendekatan yang konsisten dengan prinsip-prinsip syariah dalam pengaturan sistem keuangan. Bank sentral memegang peran sentral dalam menerapkan kebijakan moneter yang sesuai dengan prinsip-prinsip ini. Artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran bank sentral dalam konteks kebijakan moneter Islam. Melalui analisis literatur, penelitian ini menyajikan pemahaman mendalam tentang bagaimana bank sentral dapat beroperasi dalam kerangka syariah, termasuk penggunaan instrumen-instrumen kebijakan yang halal dan mematuhi prinsip keadilan ekonomi. Diskusi juga mencakup konsep-konsep seperti kestabilan nilai mata uang, distribusi pendapatan yang adil, dan pengendalian inflasi yang konsisten dengan prinsip-prinsip syariah. Selain itu, artikel ini menyoroti tantangan-tantangan yang dihadapi oleh bank sentral dalam menerapkan kebijakan moneter Islam, termasuk ketidakpastian dalam menilai kehalalan instrumen keuangan dan membangun kerangka pengawasan yang sesuai. Dengan pemahaman yang lebih baik tentang peran bank sentral dalam konteks kebijakan moneter Islam, diharapkan dapat membantu pemerintah dan praktisi keuangan untuk mengembangkan sistem keuangan yang lebih sesuai dengan nilai-nilai syariah.

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://jurnal.mediaakademik.com/index.php/jma/article/download/433/414

BANK SENTRAL DAN KEBIJAKAN MONETER ISLAM YANG SESUAI DENGAN PRINSIP SYARIAH

JURNAL MEDIA AKADEMIK (JMA) Vol.2, No.6 Juni 2024 e-ISSN: 3031-5220; DOI: 10.62281, Hal XX-XX PT. Media Akademik Publisher AHU-084213.AH.01.30.Tahun 2023 BANK SENTRAL DAN KEBIJAKAN MONETER ISLAM YANG SESUAI DENGAN PRINSIP SYARIAH Oleh: Saiful Arif1 Julia Eka Firmanda2 Nadhirotul Jannah3 Universitas Trunojoyo Madura Alamat: JL. Raya Telang, Kec. Kamal, Kab. Bangkalan, Jawa Timur (69162) Korespondensi Penulis: Abstract. Islamic monetary policy represents an approach consistent with Sharia principles in regulating the financial system. Central banks play a pivotal role in implementing monetary policies that adhere to these principles. This article aims to explore the role of central banks in the context of Islamic monetary policy. Through literature analysis, this research presents an in-depth understanding of how central banks can operate within the Sharia framework, including the use of halal policy instruments and adherence to principles of economic justice. The discussion also encompasses concepts such as currency value stability, fair income distribution, and inflation control consistent with Sharia principles. Additionally, the article highlights challenges faced by central banks in implementing Islamic monetary policy, including uncertainty in assessing the halal status of financial instruments and building appropriate regulatory frameworks. With a better understanding of the role of central banks in the context of Islamic monetary policy, it is hoped to assist governments and financial practitioners in developing financial systems more aligned with Sharia values. Keywords: Central Bank, Islamic Monetary Policy, Sharia Principles. Abstrak. Kebijakan moneter Islam merupakan pendekatan yang konsisten dengan prinsip-prinsip syariah dalam pengaturan sistem keuangan. Bank sentral memegang peran Received May 23, 2024; Revised May 28, 2024; June 07, 2024 *Corresponding author: BANK SENTRAL DAN KEBIJAKAN MONETER ISLAM YANG SESUAI DENGAN PRINSIP SYARIAH sentral dalam menerapkan kebijakan moneter yang sesuai dengan prinsip-prinsip ini. Artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran bank sentral dalam konteks kebijakan moneter Islam. Melalui analisis literatur, penelitian ini menyajikan pemahaman mendalam tentang bagaimana bank sentral dapat beroperasi dalam kerangka syariah, termasuk penggunaan instrumen-instrumen kebijakan yang halal dan mematuhi prinsip keadilan ekonomi. Diskusi juga mencakup konsep-konsep seperti kestabilan nilai mata uang, distribusi pendapatan yang adil, dan pengendalian inflasi yang konsisten dengan prinsip-prinsip syariah. Selain itu, artikel ini menyoroti tantangan-tantangan yang dihadapi oleh bank sentral dalam menerapkan kebijakan moneter Islam, termasuk ketidakpastian dalam menilai kehalalan instrumen keuangan dan membangun kerangka pengawasan yang sesuai. Dengan pemahaman yang lebih baik tentang peran bank sentral dalam konteks kebijakan moneter Islam, diharapkan dapat membantu pemerintah dan praktisi keuangan untuk mengembangkan sistem keuangan yang lebih sesuai dengan nilai-nilai syariah. Kata Kunci: Bank Sentral, Kebijakan Moneter Islam, Prinsip Syariah. LATAR BELAKANG Dalam era globalisasi yang berkembang pesat, sistem keuangan modern terus beradaptasi dengan nilai-nilai etika dan agama sebagai respons terhadap kompleksitas dan dinamika pasar global. Salah satu pendekatan yang semakin mendapatkan perhatian adalah kebijakan moneter Islam, yang didasarkan pada dasar- dasar syari’ah dalam sebuah aktivitas financial (Rohim, 2011). Konsep dasar ini mencakup aturan terhadap larangan ribawi (bunga), spekulasi, dan transaksi yang tidak jelas atau tidak jelas risikonya (Adiwarman, 2010). Sebagai gantinya, kebijakan moneter Islam menekankan aspek-aspek seperti keadilan ekonomi, stabilitas nilai mata uang, distribusi pendapatan yang adil, dan pemberdayaan masyarakat. Dalam situasi seperti ini, bank nasional atau bank pusat (centra bank) memegang peran yang signifikan dalam menerapkan kebijakan pengeluaran uang (moneter) yang sesuai dengan prinsip-prinsip syariah (Sutawijaya, 2020). Sistem moneter diatur dan diawasi oleh bank sentral lembaga yang bertanggung jawab atas hal itu. Mereka memiliki kewenangan untuk mengeluarkan dan mengatur uang kertas, mengendalikan suplai uang, 2 JMA - VOLUME 2, NO. 6, JUNI 2024 serta mengatur suku bunga dan kebijakan lainnya yang memengaruhi ketersediaan uang dan nilai mata uang (Hapsari dkk, 2021). Dalam konteks kebijakan moneter Islam, bank sentral perlu memastikan bahwa kebijakan yang mereka terapkan tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip syariah. Ini melibatkan penggunaan instrumen kebijakan yang halal dan memastikan bahwa aktivitas keuangan yang diawasi dan diatur oleh bank sentral sesuai dengan hukum Islam (Rahardja & marunung, 2008). Contoh dari instrumen kebijakan yang halal termasuk mudharabah (bagian keuntungan dan kerugian), musyarakah (kerjasama), murabahah (pembiayaan dengan margin keuntungan tetap), dan wakalah (agen). Selain itu, bank sentral dalam konteks kebijakan moneter Islam juga bertanggung jawab untuk menjaga nilai mata uang tetap stabil, distribusi pendapatan yang setara atau sesuai (adil), dan pengendalian inflasi yang sesuai dengan prinsip-prinsip syariah. Mereka harus mempertimbangkan faktor-faktor seperti kehalalan investasi, keadilan dalam alokasi sumber daya, dan perlindungan terhadap inflasi yang dapat merugikan masyarakat (Chapra, 1997). Meskipun demikian, implementasi kebijakan moneter Islam oleh bank sentral tidaklah tanpa tantangan. Salah satu masalah atau tantangan penting (utama) yakni ketidakpastian dalam menilai kehalalan instrumen keuangan dan aktivitas ekonomi yang kompleks. Selain itu, membangun kerangka pengawasan yang juga sesuai dengan aturanaturan prinsip dasar syari’ah menjadi tantangan yang signifikan bagi bank sentral (Barro, 2016). Dengan pengetahuan yang lebih mendalam mengenai peranan bank sentral di dalam konteks kebijakan moneter Islam, diharapkan dapat memberikan dan meningkatkan wawasan terhadap pemahaman tentang implementasi kebijakan moneter Islam dan tantangan-tantangan yang terkait dengannya. Selain itu, hal ini juga dapat membantu pemerintah dan praktisi keuangan untuk mengembangkan pengendalian sistem keuangan yang lebih cocok dan sesuai dengan aturan dasar syariah (prinsipprinsip dasar islam) dan memperkuat integritas serta stabilitas sistem keuangan secara keseluruhan. BANK SENTRAL DAN KEBIJAKAN MONETER ISLAM YANG SESUAI DENGAN PRINSIP SYARIAH METODE PENELITIAN Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki fungsi serta peranan bank pusat atau bank nasional (central bank) dalam implementasi kebijakan keuangan (moneter) islam, dengan fokus pada bagaimana bank sentral mengintegrasikan prinsip-prinsip syariah dalam kebijakan moneter mereka. Tujuan utama adalah untuk memahami peran bank sentral dalam menjaga stabilitas ekonomi dan keuangan, sambil mematuhi prinsipprinsip syariah seperti keadilan ekonomi, distribusi pendapatan yang adil, dan kontrol (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://jurnal.mediaakademik.com/index.php/jma/article/download/433/414
Article home page: https://jurnal.mediaakademik.com/index.php/jma/article/view/433/414

Saiful Arif, Julia Eka Firmanda, Nadhirotul Jannah. BANK SENTRAL DAN KEBIJAKAN MONETER ISLAM YANG SESUAI DENGAN PRINSIP SYARIAH, Jurnal Media Akademik (JMA), 2024,