BANK SENTRAL DAN KEBIJAKAN MONETER ISLAM YANG SESUAI DENGAN PRINSIP SYARIAH
JURNAL MEDIA AKADEMIK (JMA)
Vol.2, No.6 Juni 2024
e-ISSN: 3031-5220; DOI: 10.62281, Hal XX-XX
PT. Media Akademik Publisher
AHU-084213.AH.01.30.Tahun 2023
BANK SENTRAL DAN KEBIJAKAN MONETER ISLAM YANG
SESUAI DENGAN PRINSIP SYARIAH
Oleh:
Saiful Arif1
Julia Eka Firmanda2
Nadhirotul Jannah3
Universitas Trunojoyo Madura
Alamat: JL. Raya Telang, Kec. Kamal, Kab. Bangkalan, Jawa Timur (69162)
Korespondensi Penulis:
Abstract. Islamic monetary policy represents an approach consistent with Sharia
principles in regulating the financial system. Central banks play a pivotal role in
implementing monetary policies that adhere to these principles. This article aims to
explore the role of central banks in the context of Islamic monetary policy. Through
literature analysis, this research presents an in-depth understanding of how central banks
can operate within the Sharia framework, including the use of halal policy instruments
and adherence to principles of economic justice. The discussion also encompasses
concepts such as currency value stability, fair income distribution, and inflation control
consistent with Sharia principles. Additionally, the article highlights challenges faced by
central banks in implementing Islamic monetary policy, including uncertainty in
assessing the halal status of financial instruments and building appropriate regulatory
frameworks. With a better understanding of the role of central banks in the context of
Islamic monetary policy, it is hoped to assist governments and financial practitioners in
developing financial systems more aligned with Sharia values.
Keywords: Central Bank, Islamic Monetary Policy, Sharia Principles.
Abstrak. Kebijakan moneter Islam merupakan pendekatan yang konsisten dengan
prinsip-prinsip syariah dalam pengaturan sistem keuangan. Bank sentral memegang peran
Received May 23, 2024; Revised May 28, 2024; June 07, 2024
*Corresponding author:
BANK SENTRAL DAN KEBIJAKAN MONETER ISLAM YANG
SESUAI DENGAN PRINSIP SYARIAH
sentral dalam menerapkan kebijakan moneter yang sesuai dengan prinsip-prinsip ini.
Artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran bank sentral dalam konteks kebijakan
moneter Islam. Melalui analisis literatur, penelitian ini menyajikan pemahaman
mendalam tentang bagaimana bank sentral dapat beroperasi dalam kerangka syariah,
termasuk penggunaan instrumen-instrumen kebijakan yang halal dan mematuhi prinsip
keadilan ekonomi. Diskusi juga mencakup konsep-konsep seperti kestabilan nilai mata
uang, distribusi pendapatan yang adil, dan pengendalian inflasi yang konsisten dengan
prinsip-prinsip syariah. Selain itu, artikel ini menyoroti tantangan-tantangan yang
dihadapi oleh bank sentral dalam menerapkan kebijakan moneter Islam, termasuk
ketidakpastian dalam menilai kehalalan instrumen keuangan dan membangun kerangka
pengawasan yang sesuai. Dengan pemahaman yang lebih baik tentang peran bank sentral
dalam konteks kebijakan moneter Islam, diharapkan dapat membantu pemerintah dan
praktisi keuangan untuk mengembangkan sistem keuangan yang lebih sesuai dengan
nilai-nilai syariah.
Kata Kunci: Bank Sentral, Kebijakan Moneter Islam, Prinsip Syariah.
LATAR BELAKANG
Dalam era globalisasi yang berkembang pesat, sistem keuangan modern terus
beradaptasi dengan nilai-nilai etika dan agama sebagai respons terhadap kompleksitas
dan dinamika pasar global. Salah satu pendekatan yang semakin mendapatkan perhatian
adalah kebijakan moneter Islam, yang didasarkan pada dasar- dasar syari’ah dalam
sebuah aktivitas financial (Rohim, 2011). Konsep dasar ini mencakup aturan terhadap
larangan ribawi (bunga), spekulasi, dan transaksi yang tidak jelas atau tidak jelas
risikonya (Adiwarman, 2010). Sebagai gantinya, kebijakan moneter Islam menekankan
aspek-aspek seperti keadilan ekonomi, stabilitas nilai mata uang, distribusi pendapatan
yang adil, dan pemberdayaan masyarakat.
Dalam situasi seperti ini, bank nasional atau bank pusat (centra bank) memegang
peran yang signifikan dalam menerapkan kebijakan pengeluaran uang (moneter) yang
sesuai dengan prinsip-prinsip syariah (Sutawijaya, 2020). Sistem moneter diatur dan
diawasi oleh bank sentral lembaga yang bertanggung jawab atas hal itu. Mereka memiliki
kewenangan untuk mengeluarkan dan mengatur uang kertas, mengendalikan suplai uang,
2
JMA - VOLUME 2, NO. 6, JUNI 2024
serta mengatur suku bunga dan kebijakan lainnya yang memengaruhi ketersediaan uang
dan nilai mata uang (Hapsari dkk, 2021).
Dalam konteks kebijakan moneter Islam, bank sentral perlu memastikan bahwa
kebijakan yang mereka terapkan tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip syariah. Ini
melibatkan penggunaan instrumen kebijakan yang halal dan memastikan bahwa aktivitas
keuangan yang diawasi dan diatur oleh bank sentral sesuai dengan hukum Islam
(Rahardja & marunung, 2008). Contoh dari instrumen kebijakan yang halal termasuk
mudharabah (bagian keuntungan dan kerugian), musyarakah (kerjasama), murabahah
(pembiayaan dengan margin keuntungan tetap), dan wakalah (agen).
Selain itu, bank sentral dalam konteks kebijakan moneter Islam juga bertanggung
jawab untuk menjaga nilai mata uang tetap stabil, distribusi pendapatan yang setara atau
sesuai (adil), dan pengendalian inflasi yang sesuai dengan prinsip-prinsip syariah. Mereka
harus mempertimbangkan faktor-faktor seperti kehalalan investasi, keadilan dalam
alokasi sumber daya, dan perlindungan terhadap inflasi yang dapat merugikan masyarakat
(Chapra, 1997).
Meskipun demikian, implementasi kebijakan moneter Islam oleh bank sentral
tidaklah tanpa tantangan. Salah satu masalah atau tantangan penting (utama) yakni
ketidakpastian dalam menilai kehalalan instrumen keuangan dan aktivitas ekonomi yang
kompleks. Selain itu, membangun kerangka pengawasan yang juga sesuai dengan aturanaturan prinsip dasar syari’ah menjadi tantangan yang signifikan bagi bank sentral (Barro,
2016).
Dengan pengetahuan yang lebih mendalam mengenai peranan bank sentral di
dalam konteks kebijakan moneter Islam, diharapkan dapat memberikan dan
meningkatkan wawasan terhadap pemahaman tentang implementasi kebijakan moneter
Islam dan tantangan-tantangan yang terkait dengannya. Selain itu, hal ini juga dapat
membantu pemerintah dan praktisi keuangan untuk mengembangkan pengendalian
sistem keuangan yang lebih cocok dan sesuai dengan aturan dasar syariah (prinsipprinsip dasar islam) dan memperkuat integritas serta stabilitas sistem keuangan secara
keseluruhan.
BANK SENTRAL DAN KEBIJAKAN MONETER ISLAM YANG
SESUAI DENGAN PRINSIP SYARIAH
METODE PENELITIAN
Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki fungsi serta peranan bank pusat atau
bank nasional (central bank) dalam implementasi kebijakan keuangan (moneter) islam,
dengan fokus pada bagaimana bank sentral mengintegrasikan prinsip-prinsip syariah
dalam kebijakan moneter mereka. Tujuan utama adalah untuk memahami peran bank
sentral dalam menjaga stabilitas ekonomi dan keuangan, sambil mematuhi prinsipprinsip syariah seperti keadilan ekonomi, distribusi pendapatan yang adil, dan kontrol (...truncated)