PENGELOLAAN MANAJEMEN POAC PADA KELEMBAGAAN USAHA TANI BAWANG MERAH: Studi Kasus Kelompok Tani Sumber Waru Di Desa Pabean, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo

Jurnal Media Akademik (JMA), Jun 2024

Penelitian ini menggali tentang pengelolaan manajemen kelembagaan usaha bawang merah, dengan fokus penelitian pada kelembagaan usaha bawang merah di wilayah Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo. Tujuan utama dari penelitian ini yaitu untuk mengkaji dan menganalisis bagaimana cara kelembagaan usaha tersebut dalam mengatur pengelolaan manajemen kelembagaan usaha bawang merah di kelompok tani mereka. Dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif, teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah library research atau suatu proses memanfaatkan sumber data secara primer dan sekunder. Analisis dalam penelitian ini mengacu pada dasarnya sektor pertanian menjadi salah satu sektor bagi pertumbuhan perekonomian yang ada di Indonesia. Dan bawang merah merupakan tanaman hortikultura yang mempunyai nilai ekonomi tinggi dan sangat penting bagi masyarakat dari segi nilai gizinya, Kecamatan Dringu merupakan pemasok bawang merah terbanyak di Kabupaten Probolinggo. Dalam penelitian ini ditemukan hasil bahwa manajemen kelembagaan ini sangat penting, dengan menerapkan pola manajemen POAC (Planning, Organizing, Actuating, Controlling), supaya tujuan dari kelembagaan dapat berjalan sesuai dengan mestinya dan meminimalisir terjadi kendalan atau hambatan selama proses penanaman bawang merah.

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://jurnal.mediaakademik.com/index.php/jma/article/download/473/452

PENGELOLAAN MANAJEMEN POAC PADA KELEMBAGAAN USAHA TANI BAWANG MERAH: Studi Kasus Kelompok Tani Sumber Waru Di Desa Pabean, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo

JURNAL MEDIA AKADEMIK (JMA) Vol.2, No.6 Juni 2024 e-ISSN: 3031-5220; DOI: 10.62281, Hal XX-XX PT. Media Akademik Publisher AHU-084213.AH.01.30.Tahun 2023 PENGELOLAAN MANAJEMEN POAC PADA KELEMBAGAAN USAHA TANI BAWANG MERAH (Studi Kasus Kelompok Tani Sumber Waru Di Desa Pabean, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo) Oleh: Rizqy Zharifah Ivanka1 Abdur Rohman2 Universitas Trunojoyo Madura Alamat: JL. Raya Telang, Kec. Kamal, Kab. Bangkalan, Jawa Timur (69162). Korespondensi Penulis: Abstract. This research explores the management of shallot business institutions, with a research focus on shallot business institutions in the Dringu District area, Probolinggo Regency. The main objective of this research is to examine and analyze how the business institutions manage the management of shallot business institutions in their farmer groups. By using descriptive qualitative methods, the data collection technique in this study is library research or a process of utilizing primary and secondary data sources. The analysis in this study refers to basically the agricultural sector being one of the sectors for economic growth in Indonesia. And shallots are horticultural crops that have high economic value and are very important for the community in terms of nutritional value, Dringu District is the largest supplier of shallots in Probolinggo Regency. In this study, it was found that institutional management is very important, by applying the POAC management pattern (Planning, Organizing, Actuating, Controlling), so that the objectives of the institution can run accordingly and minimize any obstacles or obstacles during the shallot planting process. Keywords: Management, Institutional, Shallot. Received May 26, 2024; Revised May 29, 2024; June 11, 2024 *Corresponding author: PENGELOLAAN MANAJEMEN POAC PADA KELEMBAGAAN USAHA TANI BAWANG MERAH (Studi Kasus Kelompok Tani Sumber Waru Di Desa Pabean, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo) Abstrak. Penelitian ini menggali tentang pengelolaan manajemen kelembagaan usaha bawang merah, dengan fokus penelitian pada kelembagaan usaha bawang merah di wilayah Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo. Tujuan utama dari penelitian ini yaitu untuk mengkaji dan menganalisis bagaimana cara kelembagaan usaha tersebut dalam mengatur pengelolaan manajemen kelembagaan usaha bawang merah di kelompok tani mereka. Dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif, teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah library research atau suatu proses memanfaatkan sumber data secara primer dan sekunder. Analisis dalam penelitian ini mengacu pada dasarnya sektor pertanian menjadi salah satu sektor bagi pertumbuhan perekonomian yang ada di Indonesia. Dan bawang merah merupakan tanaman hortikultura yang mempunyai nilai ekonomi tinggi dan sangat penting bagi masyarakat dari segi nilai gizinya, Kecamatan Dringu merupakan pemasok bawang merah terbanyak di Kabupaten Probolinggo. Dalam penelitian ini ditemukan hasil bahwa manajemen kelembagaan ini sangat penting, dengan menerapkan pola manajemen POAC (Planning, Organizing, Actuating, Controlling), supaya tujuan dari kelembagaan dapat berjalan sesuai dengan mestinya dan meminimalisir terjadi kendalan atau hambatan selama proses penanaman bawang merah. Kata Kunci: Manajemen, Kelembagaan, Bawang Merah. LATAR BELAKANG Mengingat manusia sebenarnya membutuhkan pangan setiap harinya, maka sektor pertanian masih memegang peranan penting di era global ini karena dianggap mampu mengatasi berbagai situasi ketidakstabilan perekonomian. Pertanian sebagai salah satu sektor utama dituntut untuk dapat memainkan perannya secara optimal. Diharapkan sektor ini tidak hanya menjadi tumpuan harapan seluruh petani sebagai sebuah entitas perekonomian, namun juga menjadi landasan bagi pertumbuhan perekonomian Indonesia (Putri, 2019). Pengembangan kelembagaan petani telah menjadi program pemerintah sejak awal pembangunan pertanian, yakni sejak era Bimas pada tahun 1979 hingga tahun 2014. Organisasi petani, khususnya kelompok tani dan asosiasi kelompok tani, menjadi bentuk yang dominan. Selain sebagai sarana penyaluran bantuan, juga menjadi wadah interaksi vertikal antara pemerintah dan petani, serta interaksi horizontal antar petani lainnya. Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2006 tentang Sistem Penyuluhan Pertanian, Perikanan, 2 JMA - VOLUME 2, NO. 6, JUNI 2024 dan Kehutanan mengatur bahwa bentuk organisasi pelaku utama meliputi perkumpulan kelompok tani (gapoktan) dan perkumpulan atau badan usaha. Lebih lanjut, UndangUndang Nomor 19 Tahun 2013 Pasal 7 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani menyatakan: Petani berkewajiban bergabung dan berperan aktif dalam Kelembagaan Petani. Sebagaimana terdapat dalam Pasal 70 ayat (1) bahwa yang termasuk kedalam kelembagaan pertanian terdiri atas: Kelompok Tani, Gabungan Kelompok Tani, Asosiasi Komoditas Pertanian, dan Dewan Komoditas Pertanian Nasional (Hanggana, 2017). Manajemen adalah suatu proses yang terdiri dari serangkaian kegiatan seperti perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi yang dilakukan untuk menetapkan dan mencapai tujuan yang telah ditentukan dengan memanfaatkan sumber daya manusia dan sumber daya lainnya dalam pengembangan organisasi (Rahmad Ali Imron Basoly, Asda Rauf, 2023). Pembangunan kelembagaan secara sadar dilakukan, direncanakan dan diarahkan agar secara bertahap menciptakan atau meningkatkan arah yang lebih baik dan sempurna serta kecenderungan yang lebih tinggi, lebih luas dan lebih dalam mengenai pendidikan secara keseluruhan (Pratama, 2019). Tanaman bawang merah berasal dari benua Asia khususnya India. Tanaman ini telah menyebar ke beberapa negara di dunia bahkan hingga ke daerah tropis dan subtropic (Randa Wulaisfan, Musdalipah, 2018). Bawang merah merupakan salah satu tanaman hortikultura yang mempunyai nilai ekonomi tinggi dan sangat penting bagi masyarakat dari segi nilai gizinya. Meski diakui bawang merah bukan merupakan kebutuhan pokok, namun kebutuhannya sebagai penambah bumbu masakan sehari-hari konsumen rumahan hampir tidak bisa dihindari. Bawang merah sudah lama dibudidayakan secara komersial oleh petani Indonesia. Bawang merah merupakan salah satu bumbu masakan atau bumbu masakan yang potensial dan dapat dikembangkan untuk kepentingan masyarakat di Indonesia, sebagian besar atau seluruh output digunakan untuk memenuhi permintaan pasar (Pindianto, 2016). Melansir dari buku Statistik Indonesia 2023 yang diterbitkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS), Provinsi Jawa Timur menjadi daerah yang memproduksi bawang merah terbesar kedua dalam lingkup nasional setelah Jawa Tengah. Pada tahun 2022, Jawa Timur dapat menghasilkan sebesar 473.989 ton dengan luas area tanam 51.347 hektar. Salah satu daerah tersebut adalah Probolinggo lebih tepatnya berada di wilayah Kabupaten Probolinggo. Pada tahun 2022, Kabupaten Probolinggo menghasilkan bawang PENGELOLAAN MANAJEMEN POAC PADA KELEMBAGAAN USAHA TANI BAWANG MERAH (Studi Kasus Kelompok Tani Sumber Waru Di (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://jurnal.mediaakademik.com/index.php/jma/article/download/473/452
Article home page: https://jurnal.mediaakademik.com/index.php/jma/article/view/473/452

Rizqy Zharifah Ivanka, Abdur Rohman. PENGELOLAAN MANAJEMEN POAC PADA KELEMBAGAAN USAHA TANI BAWANG MERAH: Studi Kasus Kelompok Tani Sumber Waru Di Desa Pabean, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo, Jurnal Media Akademik (JMA), 2024,