TANTANGAN MANEJEMEN PELATIHAN DALAM MENGATASI PERBEDAAN USIA DAN KETERSEDIAAN WAKTU DI KURSUS PELATIHAN KOMPUTER ALBERTO
JURNAL MEDIA AKADEMIK (JMA)
Vol.2, No.6 Juni 2024
e-ISSN: 3031-5220; DOI: 10.62281, Hal XX-XX
PT. Media Akademik Publisher
AHU-084213.AH.01.30.Tahun 2023
TANTANGAN MANEJEMEN PELATIHAN DALAM MENGATASI
PERBEDAAN USIA DAN KETERSEDIAAN WAKTU DI KURSUS
PELATIHAN KOMPUTER ALBERTO
Oleh:
Sani Susanti1
Anugrah Setiawan2
Rista Triwani3
Yuni Naibaho4
Astri Conia5
Romi Anggun6
Imelda Sari7
Universitas Negeri Medan
Alamat: JL. William Iskandar Ps. V, Kenangan Baru, Kec. Percut Sei Tuan, Kab. Deli
Serdang, Sumatera Utara (20221)
Korespondensi Penulis:
Abstract. Research conducted at LKP ALBERTO found problems or challenges that
included time and differences between the students, considering that the students had
their own responsibilities. Starting from minors who are still attending formal school,
or adults who are already working. Plus, the age difference creates different ways of
thinking and understanding. The purpose of this research is to find out the challenges
and how Alberto's LKP overcomes challenges so that we can propose suggestions or
solutions for the LKP. The method used in this research is an interview method where
we get direct views from the LKP on student instructors. The interview results show
that effective time management is very important to achieve learning goals, but age
differences can also influence the way participants understand and react to lesson
material. These findings provide insight into how appropriate time management can
Received May 22, 2024; Revised May 27, 2024; June 07, 2024
*Corresponding author:
TANTANGAN MANEJEMEN PELATIHAN DALAM MENGATASI
PERBEDAAN USIA DAN KETERSEDIAAN WAKTU DI KURSUS
PELATIHAN KOMPUTER ALBERTO
increase the effectiveness of learning in LKP by taking into account the needs and
characteristics of participants from various age ranges.
Keywords: Management, Training, Alberto Course.
Abstrak. Penelitian yang dilakukan di LKP ALBERTO menemukan permasalahan atau
tantangan yang mecakup darii segi waktu dan perbedaan dari warga belajarnya, di
kerenakan para warga belajar memiliki tanggung jawabnya masing masing. Mulai dari
anak di bawah umur yang masih menjenjang sekolah Formal, atau orang dewasa yang
sudah bekerja. Di tambah perbedaan umur yang meciptakan cara berpikir dan daya
tangkap yang berbeda. Tujuan dilakukan penelitian ini agar mengetehui tantangan serta
bagaimana LKP Alberto mengatasi tantangan sehingga kami dapat mengusulkan saran
atau solusi untuk LKP tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode
wawancara di mana kami mendapat pandangan langsung dari LKP tersebut terhadap
instraktur peserta didik. Hasil wawancara menunjukkan bahwa pengelolaan waktu yang
efektif sangat penting untuk mencapai tujuan pembelajaran, namun perbedaan usia juga
dapat mempengaruhi cara peserta memahami dan merespons materi pelajaran. Temuan
ini memberikan wawasan tentang bagaimana pengelolaan waktu yang tepat dapat
meningkatkan efektivitas pembelajaran di LKP dengan memperhatikan kebutuhan dan
karakteristik peserta dari berbagai rentang usia.
Kata Kunci: Manajemen, Pelatihan, Kursus Alberto.
LATAR BELAKANG
Pelatihan pada dasarnya merupakan suatu proses pembelajaran. Dalam
meningkatkan Sumber Daya Manusia sebuah pelatihan sangat dibutuhkan untuk
meningkatkan kemampuan dan keterampilan dalam melaksanakan pekerjaannya
(Tambunan, 2003). Perkembangan IPTEK yang berkembang begitu cepat merupakan
dampak adanya perubahan globalisasi yang memudahkan setiap manusia mengakses
segala informasi hanya lewat media sosial, mengaksesnya pun dapat dilakukan dari dalam
negeri maupun dari luar negeri. Dampak perkembangan tersebut tidak hanya menimpa
pada anakanak saja tetapi berdampak juga pada remaja, dewasa, bahkan orang tua
(Setiawan,2017). Begitu pun dengan perubahan dalam dunia kerja, era globalisasi yang
semakin maju membentuk persaingan di mana setiap perusahaan dan para pelaku
2
JMA - VOLUME 2, NO. 6, JUNI 2024
ekonomi hendaknya mampu menyesuaikan diri dengan perubahan yang terjadi.
(Sihombing & Verawati, 2020). Para pekerja dituntut untuk terus meningkatkan
kemampuannya agar tidak ketinggalan dari pesaing. Sumber daya manusia sangat
menentukan proses berjalannya kinerja suatu organisasi, kualitas dan sumber daya
manusia juga berpengaruh pada tingkat keberhasilan suatu organisasi (Kuruppu etal.,
2021).
Keberhasilan suatu organisasi juga ditentukan oleh sumber daya yang ada di
didalamnya, terutama sumber daya manusia yang menjalankan organisasi tersebut (Ansah
& Rita, 2019). Peningkatan kinerja yang terjadi di dalam organisasi merupakan suatu
bentuk pengembangan sumber daya manusia. Dengan begitu tujuan dari organisasi akan
lebih mudah terwujud, karena kualitas dari sumber daya manusia yang mampu
menjalankan tugas dan fungsi dalam suatu organisasi (Karim, 2019). Sumber Daya
Manusia yang unggul dan yang berkualitas tinggi menjadi tuntutan bagi setiap organisasi
agar mampu mencapai tujuan yang ditetapkan (Robbins & Judge, 2007). Banyak aspek
yang dapat menghasilkan kualitas SDM yang berkualitas, mulai dari diri sendiri,
kelompok, atau organisasi. Untuk menghasilkan kualitas SDM yang berkualitas, tentu
saja diperlukan pendidikan dan pelatihan yang terus menerus.
Pelatihan merupakan suatu metode yang digunakan untuk melakukan
pengembangan sumber daya manusia yang berkaitan dengan kemampuan dan
keterampilan pegawai atau karyawan yang telah menduduki suatu jabatan atau pekerjaan
tertentu di dalam suatu organisasi (Apriliana & Nawangsari, 2021). Berdasarkan teori
sumber daya manusia menekankan pentingnya pengembangan sumber daya manusia
secara terus menerus untuk mencapai keunggulan kompetitif. Lebih khusus lagi, konsep
pelatihan dan kursus digunakan untuk mengembangkan keterampilan, pengetahuan dan
kompetensi individu untuk meningkatkan kontribusinya terhadap organisasi (Sunarni,
2023).
Pelatihan dan pengembangan karyawan merupakan upaya yang sudah
direncanakan dan berkesinambungan dari manajemen untuk meningkatkan tingkat
kompetensi karyawan dan tingkat kinerja melalui berbagai pelatihan dan pengembangan
(Maulana, 2021). Para pegawai akan lebih berkembang dan akan lebih baik serta bekerja
lebih efisien apabila sebelum bekerja menerima pelatihan terlebih dahulu (Lateiner,
2002).
TANTANGAN MANEJEMEN PELATIHAN DALAM MENGATASI
PERBEDAAN USIA DAN KETERSEDIAAN WAKTU DI KURSUS
PELATIHAN KOMPUTER ALBERTO
Pelatihan merupakan kegiatan yang dapat memperoleh dan dapat meningkatkan
keterampilan dan mengembangkan potensi pada produktivitas sumber daya manusia.
Tujuan dari diadakannya pelatihan untuk sumber daya manusia adalah untuk
mengembangkan efektivitas dan produktivitas, mendukung perencanaan SDM, dan
meningkatkan kemampuan dan keahlian personal. Tujuan dari pelatihan juga untuk
memperbaiki produktivitas tenaga kerja dalam mencapai hasil yang telah ditetapkan oleh
perusahaan (Haryati, 2019). Sehingga dapat dikatakan bahwa pelatihan dan
pengembangan berperan penting untuk karyawan (Ashary, 2019). Karena karyawan
merupakan sumber daya m (...truncated)