PERAN PENGURUS PANTI ASUHAN DALAM MENANGANI MASALAH KESEHATAN PSIKIS ANAK PANTI DI SAHABAT KELUARGA INDONESIA

Jurnal Media Akademik (JMA), Jun 2024

Penelitian ini mengeksplorasi peran pengurus Panti Asuhan Sahabat Keluarga Indonesia dalam menunjang keberlanjutan pendidikan anak-anak asuh. Melalui pendekatan kualitatif dengan observasi dan wawancara, ditemukan bahwa pengurus panti asuhan tidak hanya berperan sebagai pengganti keluarga, tetapi juga sebagai pembentuk watak, mental, dan spiritual anak. Pengurus panti berfungsi sebagai motivator, fasilitator, dan pembimbing, menyediakan fasilitas pendidikan, mengajarkan kemandirian, dan memberikan keterampilan hidup. Tantangan utama yang dihadapi meliputi perbedaan latar belakang dan sifat anak-anak serta masalah kesehatan psikis. Solusi yang diterapkan pengurus meliputi dukungan emosional, penciptaan lingkungan aman dan nyaman, serta pendidikan dan pelatihan keterampilan hidup.

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://jurnal.mediaakademik.com/index.php/jma/article/download/446/428

PERAN PENGURUS PANTI ASUHAN DALAM MENANGANI MASALAH KESEHATAN PSIKIS ANAK PANTI DI SAHABAT KELUARGA INDONESIA

JURNAL MEDIA AKADEMIK (JMA) Vol.2, No.6 Juni 2024 e-ISSN: 3031-5220; DOI: 10.62281, Hal XX-XX PT. Media Akademik Publisher AHU-084213.AH.01.30.Tahun 2023 PERAN PENGURUS PANTI ASUHAN DALAM MENANGANI MASALAH KESEHATAN PSIKIS ANAK PANTI DI SAHABAT KELUARGA INDONESIA Oleh: Sani Susanti1 Khodijah Tussolihin Dalimunthe2 Rista Triwani3 Yuni Naibaho4 Astri Conia5 Romi Anggun6 Imelda Sari7 Universitas Negeri Medan Alamat: JL. William Iskandar Ps. V, Kenangan Baru, Kec. Percut Sei Tuan, Kab. Deli Serdang, Sumatera Utara (20221) Korespondensi Penulis: Abstract. This research explores the role of the administrators of the Indonesian Family Friends Orphanage in supporting the sustainability of foster children's education. Through a qualitative approach using observations and interviews, it was found that orphanage administrators not only act as substitutes for the family, but also as shapers of the children's character, mentality and spirituality. Home administrators function as motivators, facilitators and mentors, providing educational facilities, teaching independence and providing life skills. The main challenges faced include differences in children's backgrounds and characteristics as well as psychological health problems. The solutions implemented by the management include emotional support, creating a safe and comfortable environment, as well as education and life skills training. Received May 22, 2024; Revised May 27, 2024; June 07, 2024 *Corresponding author: PERAN PENGURUS PANTI ASUHAN DALAM MENANGANI MASALAH KESEHATAN PSIKIS ANAK PANTI DI SAHABAT KELUARGA INDONESIA Keywords: Orphanage, Role Of Administrators, Emotional Support For Children, Life Skills. Abstrak. Penelitian ini mengeksplorasi peran pengurus Panti Asuhan Sahabat Keluarga Indonesia dalam menunjang keberlanjutan pendidikan anak-anak asuh. Melalui pendekatan kualitatif dengan observasi dan wawancara, ditemukan bahwa pengurus panti asuhan tidak hanya berperan sebagai pengganti keluarga, tetapi juga sebagai pembentuk watak, mental, dan spiritual anak. Pengurus panti berfungsi sebagai motivator, fasilitator, dan pembimbing, menyediakan fasilitas pendidikan, mengajarkan kemandirian, dan memberikan keterampilan hidup. Tantangan utama yang dihadapi meliputi perbedaan latar belakang dan sifat anak-anak serta masalah kesehatan psikis. Solusi yang diterapkan pengurus meliputi dukungan emosional, penciptaan lingkungan aman dan nyaman, serta pendidikan dan pelatihan keterampilan hidup. Kata Kunci: Panti Asuhan, Peran Pengurus, Dukungan Emosiona Anak, Keterampilan Hidup. LATAR BELAKANG Anak merupakan titipan berharga dari Tuhan Yang Maha Esa yang harus di lindungi dan diperhatikan dengan sebaik mungkin oleh seluruh lapisan masyarakat (Aas Siti, 2018). Keluarga merupakan unit terkecil dari bangunan yang menyatu dalam diri setiap individu dan menjadi bagian terpenting pada kehidupan (Warto Ahmad, 2020). Keluarga sebagai unit terkecil dari masyarakat, berperan besar dalam hal menjaga anak melalui pemenuhan kebutuhan dasar anak. Terpenuhinya kebutuhan dasar akan menjadikan anak seorang individu yang sehat secara fisik maupun psikologis anak. Panti asuhan merupakan tempat yang mengembangkan tugas mulia dalam pemberian perlindungan, pendidikan, dan pengasuhan kepada anak-anak yang telah kehilangan, terpisah ataupun kekurangan dalam keluarga mereka (Phitsa Mauliana, 2019). Panti asuhan memiliki peran penting dalam membantu anak-anak yang kurang beruntung untuk tumbuh dan berkembang secara sehat, meskipun terkadang menghadapi tantangan besar yang tidak ada hubungannya dengan cinta dan kasih sayang (A. Mustika Abidin, 2018). Tujuan panti asuhan adalah menjadikan anak mampu melaksanakan perintah 2 JMA - VOLUME 2, NO. 6, JUNI 2024 agama, menjadikan anak mampu menghadapi masalah secara arif dan bijaksana dan memberikan pelayanan kesejahteraan kepada anak yatim dan miskin dengan pemenuhan kebutuhan fisik, mental, dan sosial agar kelak mereka mampu hidup layak dan hidup mandiri di tengah-tengah masyarakat (Fatimah Sari Siregar, 2020). Pada saat ini masalah anak yatim, anak piatu, anak yatim piatu dan anak terlantar sulah menjadi fenomena sosial dalam masyarakat kita. Sudah semestinya hal ini mendapat perhatian dari masyarakat dan pemerintah, dimana jumlahnya pun relatif banyak tersebar di perkotaan dan di pedesaan. Sehingga diperlukan penanganan khusus dalam mengelola keberadaan anak yatim, anak piatu, anak yotim piatu dan anak terlantar tersebut. Salah satu upaya pemerintah dan masyarakat dalam rangka penanganan masalah tersebut adalah dengan cara mendirikan panti asuhan. Hal ini sesuai dengan konsep Parens Pariol, bahwa bila asuhan orang tua (Paremal Care) kurang atau tidak ada maka masyarakat bertanggung jawab dan berkewajihan menjamin kondisi yang memungkinkan anak tumbuh dan berkembang secara wajar (Sumarno Nugroho, 1984). Selain itu pengurus panti asuhan merupakan amanat yang tertuang dalam UUD 1945 pasal 34 yang berbunyi Fakir miskin dan anak terlantar dipelihara olch Negara. Pasal ini merupakan usaha proteksi terhadap pihak-pihak tertentu dimana pihak-pihak tertentu tersebut dapat diidentifikasikan sebagai pihak yang bermasalah dan memerlukan pelayaan khusus dari Negara, salah satunya melalui panti asuhan. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan melakukan Observasi penelitian di Panti Asuhan Sahabat Keluarga Indonesia JP7C+FF2, Unnamed Road, Kenangan, Kec. Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara 2037, Wawancara kepada bapak Imanuel Ginting sebagai founder dan pengasuh di Panti Asuhan Sahabat Keluarga Indonesia dan 5 orang anak asuh juga menjadi subjek wawancara. Kemudian data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan metode analisis yaitu untuk mengidentifikasi apa saja peran dan tanggung jawab pengurus panti kepada anak asuh di Sahabat Keluarga Indonesia, dan hasil dari wawancara itu kami bahas di bagian hasil pembahasan. PERAN PENGURUS PANTI ASUHAN DALAM MENANGANI MASALAH KESEHATAN PSIKIS ANAK PANTI DI SAHABAT KELUARGA INDONESIA HASIL DAN PEMBAHASAN Peran Pengurus Panti Asuhan dalam Menunjang Keberlanjutan Pendidikan Anak. Banyak cara yang dilakukan pengurus panti asuhan dalam melaksanakan perannya dalam menunjang keberlanjutan pendidikan anak yang mana peran pengurus di panti asuhan adalah sebagai keluarga dan orang tua asuh bagi anakanak asuh di panti asuhan. Seperti yang tertuang dalam UU RI No. 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak, yaitu Bab I butir 3 menyatakan bahwa Keluarga adalah unit terkecil dalam masyarakat yang terdiri dari suami istri, atau suami istri dan anaknya, atau ayah dan anaknya, atau ibu dan anaknya, atau keluarga sedarah dalam garis lurus ke atas atau ke bawah sampai dengan derajat ketiga. Terkait dengan pengertian keluarga di atas dapat disimpulkan bahwa anak-anak yang ada di panti asuhan di berikan pengasuhan yang berbasis keluarga sebagai pengganti keluarga dari anak-anak asuh yang ada di panti asuhan sehingga anak akan merasa (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://jurnal.mediaakademik.com/index.php/jma/article/download/446/428
Article home page: https://jurnal.mediaakademik.com/index.php/jma/article/view/446/428

Sani Susanti, Khodijah Tussolihin Dalimunthe, Rista Triwani, Yuni Naibaho, Astri Conia, Romi Anggun, Imelda Sari. PERAN PENGURUS PANTI ASUHAN DALAM MENANGANI MASALAH KESEHATAN PSIKIS ANAK PANTI DI SAHABAT KELUARGA INDONESIA, Jurnal Media Akademik (JMA), 2024,