ANALISIS SHARED VALUE FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI GENERASI MILLENNIAL DALAM BELANJA ONLINE MENGGUNAKAN METODE ETHNOGRAFI
JURNAL MEDIA AKADEMIK (JMA)
Vol.2, No.6 Juni 2024
e-ISSN: 3031-5220; DOI: 10.62281, Hal XX-XX
PT. Media Akademik Publisher
AHU-084213.AH.01.30.Tahun 2023
ANALISIS SHARED VALUE FAKTOR-FAKTOR YANG
MEMPENGARUHI GENERASI MILLENNIAL DALAM BELANJA
ONLINE MENGGUNAKAN METODE ETHNOGRAFI
Oleh:
Indah Nur Syamsi Aguston1
Maysheilla Chandra2
Desy Maya Indriana3
Jerry Heikal4
Universitas Bakrie
Alamat: JL. H. R. Rasuna Said No.2 Kav c-22, RT.2/RW.5, Karet, Kec. Setiabudi,
Kuningan, DKI Jakarta (12940)
Korespondensi Penulis:
Abstract. Millennials are a significant group in today's digital economy, and a deep
understanding of the factors that influence their online shopping decisions has strategic
implications for e-commerce companies. This study aims to analyze the factors that
influence the online shopping behavior of the millennial generation through an
ethnographic approach. Qualitative ethnographic methods are used to explore the direct
experiences and social context of the millennial generation in online shopping. This
research uses an ethnographic approach with primary data collection in the form of
participant observation and in-depth interviews. Researchers were involved in millennial
online activities, both as observers and active participants, to understand the context of
their online shopping more closely. In-depth interviews were conducted to gain direct
insight into the factors that influence the millennial generation in deciding to shop online.
Based on the research results, researchers obtained 58 coding results from 7 respondents
which were then classified into 16 categories and 10 themes: Ease of Shopping, Prices,
Discounts and Promos, Product Variations, Security, Trust, Recommendations, Service,
Received May 23, 2024; Revised May 27, 2024; June 08, 2024
*Corresponding author:
ANALISIS SHARED VALUE FAKTOR-FAKTOR YANG
MEMPENGARUHI GENERASI MILLENNIAL DALAM BELANJA
ONLINE MENGGUNAKAN METODE ETHNOGRAFI
Reviews, Quality of Information. The highest score that is the determining factor for the
millennial generation in deciding to shop online is Ease of Transaction.
Keywords: Millennial Generation, Online Shopping, Ethnography, Online Shopping
Behavior.
Abstrak. Generasi milenial merupakan kelompok penting dalam perekonomian digital
saat ini, dan pemahaman mendalam mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi
keputusan belanja online mereka mempunyai implikasi strategis bagi perusahaan ecommerce. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi
perilaku belanja online generasi milenial melalui pendekatan etnografi. Metode etnografi
kualitatif digunakan untuk mengeksplorasi pengalaman langsung dan konteks sosial
generasi milenial dalam berbelanja online. Penelitian ini menggunakan pendekatan
etnografi dengan pengumpulan data primer berupa observasi partisipan dan wawancara
mendalam. Peneliti dilibatkan dalam aktivitas online milenial, baik sebagai pengamat
maupun peserta aktif, untuk memahami lebih dekat konteks belanja online mereka.
Wawancara mendalam dilakukan untuk mendapatkan wawasan langsung mengenai
faktor-faktor yang mempengaruhi generasi milenial dalam memutuskan berbelanja
online. Berdasarkan hasil penelitian, peneliti memperoleh 58 hasil coding dari 7
responden yang kemudian diklasifikasikan menjadi 16 kategori dan 10 tema: Kemudahan
Berbelanja, Harga, Diskon dan Promo, Variasi Produk, Keamanan, Kepercayaan,
Rekomendasi, Pelayanan, Review, Kualitas Informasi. Skor tertinggi yang menjadi faktor
penentu generasi milenial dalam memutuskan berbelanja online adalah Kemudahan
Bertransaksi.
Kata Kunci: Generasi Milenial, Belanja Online, Etnografi, Perilaku Belanja Online.
LATAR BELAKANG
Dalam era digital yang semakin berkembang, perilaku belanja online milenial
telah menjadi fokus utama dalam studi konsumen. Kemajuan teknologi digital yang cepat
telah mengubah perilaku konsumen secara signifikan, terutama dalam bidang belanja
online. Generasi milenial, yang merupakan generasi yang tumbuh bersama dengan
kemajuan digital, merupakan salah satu kelompok yang paling aktif dalam belanja online.
Fenomena ini telah memiliki dampak yang besar pada industri e-commerce,
2
JMA - VOLUME 2, NO. 6, JUNI 2024
membutuhkan pemahaman yang mendalam tentang faktor-faktor yang memengaruhi
perilaku belanja online milenial. Belanja online adalah proses dimana konsumen secara
langsung membeli barang-barang, jasa dan lain-lain dari seorang penjual secara interaktif
dan real-time tanpa suatu media perantara melalui Internet (Mujiyana & Elissa, 2013)
Semakin maraknya aktivitas belanja online tidak terlepas dari eksistensi teknologi
melahirkan medium-medium baru, yang disadari atau tidak menggeser kebudayaan
manusia berubah atau berganti mengikuti perkembangan teknologi khususnya teknologi
komunikasi dan informasi. Era kontemporer peradaban manusia telah mengalami
kemajuan pembangunan luar biasa dalam bidang industri, transportasi, teknologi,
komunikasi, dan informasi. Ia dianggap telah mencapai peradaban tertinggi dalam era
milenial yang disebut masa emas globalisasi. Terjadi pembangunan luar biasa hingga
memusnahkan pembatasan tradisional antar negara untuk saling berinteraksi dalam
bidang politik, ekonomi, sosial, dan kebudayaan. Dalam masyarakat saat ini, teknologi
komunikasi dan informasi terus berkembang menyesuaikan kebutuhan manusia dalam
Masyarakat. Lebih lanjut (Hidayatullah et al., 2021) menjelaskan Perkembangan
teknologi menambah pendapatan masyarakat dalam bidang perekonomian dengan adanya
internet yang mampu memenuhi kebutuhan masyarakat dalam melakukan transaksi jual
beli secara praktis melalui internet. Perubahan perilaku belanja melalui belanja online
yang terjadi di masyarakat, dapat dilihat dari banyaknya bisnis online shop yang
menawarkan berbagai macam kebutuhan dengan harga terjangkau dibandingkan
swalayan atau mal. Menurut laporan e-Conomy SEA 2021, sebanyak 80% dari pengguna
internet di Indonesia melakukan pembelian daring minimal satu kali.
Pada Tahun 1979 Michael Aldrich menciptakan konsep e-commerce pertama kali
dengan memanfaatkan teknologi televisi untuk memfasilitasi transaksi jarak jauh,
Teknologi ini membuka jalan bagi pengembangan platform e-commerce modern, yang
memanfaatkan internet sebagai sarana untuk menjual produk dan layanan kepada
konsumen di seluruh dunia. Konsep yang diciptakan oleh Aldrich telah mengubah cara
transaksi bisnis dan menjadi awal dari era toko online yang ada saat ini. Pada tahun 1990,
Tim Berners-Lee, seorang ilmuwan komputer asal Inggris, menciptakan World Wide Web
(WWW) dan protokol HTTP (Hypertext Transfer Protocol) sebagai dasar bagi
pengembangan situs web dan toko online. Pada tahun 1994, Jeff Bezos mendirikan
Amazon.com, sebuah toko buku online pertama di dunia. Awalnya, Amazon hanya
ANALISIS SHARED VALUE FAKTOR-FAKTOR YANG
MEMPENGARUHI GENERASI MILLENNIAL DALAM BELANJA
ONLINE MENGGUNAKAN METODE ETHNOGRAFI
menjual buku, tetapi kemudian berkembang menjadi penjual online terbesar di dunia.
Pada tahun (...truncated)