ANALISIS SHARED VALUE FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI GENERASI MILLENNIAL DALAM BELANJA ONLINE MENGGUNAKAN METODE ETHNOGRAFI

Jurnal Media Akademik (JMA), Jun 2024

Generasi milenial merupakan kelompok penting dalam perekonomian digital saat ini, dan pemahaman mendalam mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan belanja online mereka mempunyai implikasi strategis bagi perusahaan e-commerce. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku belanja online generasi milenial melalui pendekatan etnografi. Metode etnografi kualitatif digunakan untuk mengeksplorasi pengalaman langsung dan konteks sosial generasi milenial dalam berbelanja online. Penelitian ini menggunakan pendekatan etnografi dengan pengumpulan data primer berupa observasi partisipan dan wawancara mendalam. Peneliti dilibatkan dalam aktivitas online milenial, baik sebagai pengamat maupun peserta aktif, untuk memahami lebih dekat konteks belanja online mereka. Wawancara mendalam dilakukan untuk mendapatkan wawasan langsung mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi generasi milenial dalam memutuskan berbelanja online. Berdasarkan hasil penelitian, peneliti memperoleh 58 hasil coding dari 7 responden yang kemudian diklasifikasikan menjadi 16 kategori dan 10 tema: Kemudahan Berbelanja, Harga, Diskon dan Promo, Variasi Produk, Keamanan, Kepercayaan, Rekomendasi, Pelayanan, Review, Kualitas Informasi. Skor tertinggi yang menjadi faktor penentu generasi milenial dalam memutuskan berbelanja online adalah Kemudahan Bertransaksi.

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://jurnal.mediaakademik.com/index.php/jma/article/download/443/425

ANALISIS SHARED VALUE FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI GENERASI MILLENNIAL DALAM BELANJA ONLINE MENGGUNAKAN METODE ETHNOGRAFI

JURNAL MEDIA AKADEMIK (JMA) Vol.2, No.6 Juni 2024 e-ISSN: 3031-5220; DOI: 10.62281, Hal XX-XX PT. Media Akademik Publisher AHU-084213.AH.01.30.Tahun 2023 ANALISIS SHARED VALUE FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI GENERASI MILLENNIAL DALAM BELANJA ONLINE MENGGUNAKAN METODE ETHNOGRAFI Oleh: Indah Nur Syamsi Aguston1 Maysheilla Chandra2 Desy Maya Indriana3 Jerry Heikal4 Universitas Bakrie Alamat: JL. H. R. Rasuna Said No.2 Kav c-22, RT.2/RW.5, Karet, Kec. Setiabudi, Kuningan, DKI Jakarta (12940) Korespondensi Penulis: Abstract. Millennials are a significant group in today's digital economy, and a deep understanding of the factors that influence their online shopping decisions has strategic implications for e-commerce companies. This study aims to analyze the factors that influence the online shopping behavior of the millennial generation through an ethnographic approach. Qualitative ethnographic methods are used to explore the direct experiences and social context of the millennial generation in online shopping. This research uses an ethnographic approach with primary data collection in the form of participant observation and in-depth interviews. Researchers were involved in millennial online activities, both as observers and active participants, to understand the context of their online shopping more closely. In-depth interviews were conducted to gain direct insight into the factors that influence the millennial generation in deciding to shop online. Based on the research results, researchers obtained 58 coding results from 7 respondents which were then classified into 16 categories and 10 themes: Ease of Shopping, Prices, Discounts and Promos, Product Variations, Security, Trust, Recommendations, Service, Received May 23, 2024; Revised May 27, 2024; June 08, 2024 *Corresponding author: ANALISIS SHARED VALUE FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI GENERASI MILLENNIAL DALAM BELANJA ONLINE MENGGUNAKAN METODE ETHNOGRAFI Reviews, Quality of Information. The highest score that is the determining factor for the millennial generation in deciding to shop online is Ease of Transaction. Keywords: Millennial Generation, Online Shopping, Ethnography, Online Shopping Behavior. Abstrak. Generasi milenial merupakan kelompok penting dalam perekonomian digital saat ini, dan pemahaman mendalam mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan belanja online mereka mempunyai implikasi strategis bagi perusahaan ecommerce. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku belanja online generasi milenial melalui pendekatan etnografi. Metode etnografi kualitatif digunakan untuk mengeksplorasi pengalaman langsung dan konteks sosial generasi milenial dalam berbelanja online. Penelitian ini menggunakan pendekatan etnografi dengan pengumpulan data primer berupa observasi partisipan dan wawancara mendalam. Peneliti dilibatkan dalam aktivitas online milenial, baik sebagai pengamat maupun peserta aktif, untuk memahami lebih dekat konteks belanja online mereka. Wawancara mendalam dilakukan untuk mendapatkan wawasan langsung mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi generasi milenial dalam memutuskan berbelanja online. Berdasarkan hasil penelitian, peneliti memperoleh 58 hasil coding dari 7 responden yang kemudian diklasifikasikan menjadi 16 kategori dan 10 tema: Kemudahan Berbelanja, Harga, Diskon dan Promo, Variasi Produk, Keamanan, Kepercayaan, Rekomendasi, Pelayanan, Review, Kualitas Informasi. Skor tertinggi yang menjadi faktor penentu generasi milenial dalam memutuskan berbelanja online adalah Kemudahan Bertransaksi. Kata Kunci: Generasi Milenial, Belanja Online, Etnografi, Perilaku Belanja Online. LATAR BELAKANG Dalam era digital yang semakin berkembang, perilaku belanja online milenial telah menjadi fokus utama dalam studi konsumen. Kemajuan teknologi digital yang cepat telah mengubah perilaku konsumen secara signifikan, terutama dalam bidang belanja online. Generasi milenial, yang merupakan generasi yang tumbuh bersama dengan kemajuan digital, merupakan salah satu kelompok yang paling aktif dalam belanja online. Fenomena ini telah memiliki dampak yang besar pada industri e-commerce, 2 JMA - VOLUME 2, NO. 6, JUNI 2024 membutuhkan pemahaman yang mendalam tentang faktor-faktor yang memengaruhi perilaku belanja online milenial. Belanja online adalah proses dimana konsumen secara langsung membeli barang-barang, jasa dan lain-lain dari seorang penjual secara interaktif dan real-time tanpa suatu media perantara melalui Internet (Mujiyana & Elissa, 2013) Semakin maraknya aktivitas belanja online tidak terlepas dari eksistensi teknologi melahirkan medium-medium baru, yang disadari atau tidak menggeser kebudayaan manusia berubah atau berganti mengikuti perkembangan teknologi khususnya teknologi komunikasi dan informasi. Era kontemporer peradaban manusia telah mengalami kemajuan pembangunan luar biasa dalam bidang industri, transportasi, teknologi, komunikasi, dan informasi. Ia dianggap telah mencapai peradaban tertinggi dalam era milenial yang disebut masa emas globalisasi. Terjadi pembangunan luar biasa hingga memusnahkan pembatasan tradisional antar negara untuk saling berinteraksi dalam bidang politik, ekonomi, sosial, dan kebudayaan. Dalam masyarakat saat ini, teknologi komunikasi dan informasi terus berkembang menyesuaikan kebutuhan manusia dalam Masyarakat. Lebih lanjut (Hidayatullah et al., 2021) menjelaskan Perkembangan teknologi menambah pendapatan masyarakat dalam bidang perekonomian dengan adanya internet yang mampu memenuhi kebutuhan masyarakat dalam melakukan transaksi jual beli secara praktis melalui internet. Perubahan perilaku belanja melalui belanja online yang terjadi di masyarakat, dapat dilihat dari banyaknya bisnis online shop yang menawarkan berbagai macam kebutuhan dengan harga terjangkau dibandingkan swalayan atau mal. Menurut laporan e-Conomy SEA 2021, sebanyak 80% dari pengguna internet di Indonesia melakukan pembelian daring minimal satu kali. Pada Tahun 1979 Michael Aldrich menciptakan konsep e-commerce pertama kali dengan memanfaatkan teknologi televisi untuk memfasilitasi transaksi jarak jauh, Teknologi ini membuka jalan bagi pengembangan platform e-commerce modern, yang memanfaatkan internet sebagai sarana untuk menjual produk dan layanan kepada konsumen di seluruh dunia. Konsep yang diciptakan oleh Aldrich telah mengubah cara transaksi bisnis dan menjadi awal dari era toko online yang ada saat ini. Pada tahun 1990, Tim Berners-Lee, seorang ilmuwan komputer asal Inggris, menciptakan World Wide Web (WWW) dan protokol HTTP (Hypertext Transfer Protocol) sebagai dasar bagi pengembangan situs web dan toko online. Pada tahun 1994, Jeff Bezos mendirikan Amazon.com, sebuah toko buku online pertama di dunia. Awalnya, Amazon hanya ANALISIS SHARED VALUE FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI GENERASI MILLENNIAL DALAM BELANJA ONLINE MENGGUNAKAN METODE ETHNOGRAFI menjual buku, tetapi kemudian berkembang menjadi penjual online terbesar di dunia. Pada tahun (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://jurnal.mediaakademik.com/index.php/jma/article/download/443/425
Article home page: https://jurnal.mediaakademik.com/index.php/jma/article/view/443/425

Indah Nur Syamsi Aguston, Maysheilla Chandra, Desy Maya Indriana, Jerry Heikal. ANALISIS SHARED VALUE FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI GENERASI MILLENNIAL DALAM BELANJA ONLINE MENGGUNAKAN METODE ETHNOGRAFI, Jurnal Media Akademik (JMA), 2024,