PERSPEKTIF ISLAM DAN KONVENSIONAL DALAM EKONOMI SYARIAH DAN KESEIMBANGAN EKONOMI MONETER
JURNAL MEDIA AKADEMIK (JMA)
Vol.2, No.6 Juni 2024
e-ISSN: 3031-5220; DOI: 10.62281, Hal XX-XX
PT. Media Akademik Publisher
AHU-084213.AH.01.30.Tahun 2023
PERSPEKTIF ISLAM DAN KONVENSIONAL DALAM EKONOMI
SYARIAH DAN KESEIMBANGAN EKONOMI MONETER
Oleh:
Moh. Ibnu Rusy Ramadhan1
Trischa Relanda Putra2
Universitas Trunojoyo Madura
Alamat: JL. Raya Telang, Kec. Kamal, Kab. Bangkalan, Jawa Timur (69162)
Korespondensi Penulis:
Abstract. This research aims to explore the differences between Islamic and conventional
perspectives in sharia economics and monetary balance. The methodology used in this
research is the ushul fiqh approach, Islamization of knowledge, the concept of Islamic
philosophy of science, and a qualitative approach. The results of the research reveal that
the paradigms of each Islamic Economy and Conventional Economy have basic
differences. As is known, Islamic Economics is built on religious principles, while
Conventional Economics does not view science as something religious but instead views
it as something secular. There are two points of view of economic discussions in the
Islamic economic system, namely economic discussions which discuss the point of view
of the production of goods and services and economic discussions which discuss how to
obtain, use and distribute these goods and services. The Islamic perspective in Sharia
Economics and economic balance has the goal of achieving prosperity and a good life
for humans, while the final goal is Allah. The starting point of Sharia Economics is from
Allah with the final aim also being to Allah.
Keywords: Islamic Perspective, Conventional Perspective, Sharia Economics, Monetary
Economic Balance.
Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menggali perbedaan perspektif islam dan
konvensional dalam ekonomi syariah dan keseimbagan moneter. Metodologi yang
Received May 20, 2024; Revised May 27, 2024; June 07, 2024
*Corresponding author:
PENGGUNAAN DINAR DAN DIRHAM TERHADAP STANDAR
MONETER INTERNASIONAL
digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan ushul fiqh, islamisasi pengetahuan,
konsep falsafah ilmu Islam, dan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian mengungkapkan
bahwa paradigma dari masing-masing Ekonomi Islam maupun Ekonomi Konvensional
memiliki perbedaan pokok. Seperti yang telah diketahui bahwa Ekonomi Islam dibangun
pada prinsip religius, sementara Ekonomi Konvensional tidak memandang ilmu
pengetahuan sebagai sesuatu yang religius melainkan memandangnya sebagai sesuatu
yang secular. Terdapat dua sudut pandang diskusi ekonomi di dalam sistem ekonomi
islam, yakni diskusi ekonomi yang di dalamnya membahas dari sudut pandang produksi
barang maupun jasa dan diskusi ekonomi yang di dalamnya membahas bagaimana cara
untuk mendapatkan, menggunakan, serta mendistribusikan barang maupun jasa tersebut.
Perspektif Islam dalam Ekonomi Syariah dan keseimbangan ekonomi memiliki tujuan
untuk mencapai kesejahteraan dan kehidupan yang baik bagi manusia, sementara tujuan
akhir ialah pada Allah. Titik tolak Ekonomi Syariah adalah dari Allah dengan tujuan akhir
juga kepada Allah.
Kata
Kunci:
Perspektif
Islam,
Perspektif
Konvensional,
Ekonomi
Syariah,
Keseimbangan Ekonomi Moneter.
LATAR BELAKANG
Ekonomi Syariah adalah suatu sistem ekonomi yang berlandaskan ajaran Islam
dan berpegang pada prinsip-prinsip syariah. Tujuan dari Ekonomi Syariah adalah untuk
mencapai kesejahteraan manusia sesuai dengan ajaran Islam. Dalam pengembangan
ekonomi Syariah, perlu diperhatikan perbedaan antara perspektif Islam dan konvensional
dalam ekonomi. Perspektif Islam dalam ekonomi Syariah dan keseimbangan ekonomi
adalah suatu konsep yang berpengaruh dalam menggambarkan tata sistem ekonomi yang
sesuai dengan nilai nilai dan aturan dalam Islam. Dengan tujuan akhir kepada Allah
sebagai dasar, ekonomi Islam adalah sistem ekonomi yang menggunakan sarana yang
tidak lepas dari syariat Allah. Islam memberikan kesimpulan bahwa pendapatan harus
digunakan sesuai dengan aturan nilai-nilai islam, seperti zakat, riba, dan kelangkaan (alnudrat), hal ini sesuai dengan konteks ekonomi.
Peluang dan tantangan telah banyak dilahirkan oleh ilmu ekonomi pada era
globalisasi, sehingga perlu untuk melakukan pengembangan terhadap Ekonomi Syariah
untuk dapat menghadapi tantangan tersebut. Terdapat dua sudut pandang diskusi ekonomi
2
JMA - VOLUME 2, NO. 6, JUNI 2024
di dalam sistem ekonomi islam, yakni diskusi ekonomi yang di dalamnya membahas dari
sudut pandang produksi barang maupun jasa dan diskusi ekonomi yang di dalamnya
membahas bagaimana cara untuk mendapatkan, menggunakan, serta mendistribusikan
barang maupun jasa tersebut. Tujuan akhir kepada Allah merupakan hal yang
membedakan antara Ekonomi Syariah dengan sistem ekonomi lainnya yang tidak
memiliki tujuan akhir kepada Allah.
Paradigma dari masing-masing Ekonomi Islam maupun Ekonomi Konvensional
tentu memiliki perbedaan pokok. Seperti yang telah diketahui bahwa Ekonomi Islam
dibangun pada prinsip religius, sementara Ekonomi Konvensional tidak memandang ilmu
pengetahuan sebagai sesuatu yang religius melainkan memandangnya sebagai sesuatu
yang secular. Terdapat dua sudut pandang diskusi ekonomi di dalam sistem ekonomi
islam, yakni diskusi ekonomi yang di dalamnya membahas dari sudut pandang produksi
barang maupun jasa dan diskusi ekonomi yang di dalamnya membahas bagaimana cara
untuk mendapatkan, menggunakan, serta mendistribusikan barang maupun jasa tersebut.
Perspektif Islam dalam Ekonomi Syariah dan keseimbangan ekonomi memiliki tujuan
untuk mencapai kesejahteraan dan kehidupan yang baik bagi manusia, sementara tujuan
akhir ialah pada Allah. Titik tolak Ekonomi Syariah adalah dari Allah dengan tujuan akhir
juga kepada Allah.
KAJIAN TEORITIS
Terdapat banyak perspektif dalam pengembangan ekonomi syariah, yang salah
satu dari mereka adalah perspektif Islam dan konvensional. Perspektif Islam mengacu
pada prinsip-prinsip syariah, seperti amalan, keadilan, dan kewajiban sosial.
Perspektif Islam dalam Ekonomi Syariah
Amalan merupakan prinsip utama dalam ekonomi syariah. Amalan mengacu pada
keadilan, keadilan, dan kewajiban sosial. Amalan mengacu pada prinsip-prinsip syariah,
seperti amalan, keadilan, dan kewajiban sosial. Keadilan adalah prinsip yang mengacu
pada pertimbangan bahwa setiap individu menerima manfaat dari kekayaan yang dimiliki
oleh individu lainnya. Keadilan mencakup prinsip-prinsip seperti "hak asasi manusia" dan
"hak pada keluarga". Kewajiban sosial adalah prinsip yang mengacu pada kewajiban
PENGGUNAAN DINAR DAN DIRHAM TERHADAP STANDAR
MONETER INTERNASIONAL
individu untuk membantu masyarakat dan menciptakan kewangan yang bersih dan
terdaftar.
Perspektif Konvensional dalam Ekonomi Syariah
Ekonomi biasiswa adalah perspektif ekonomi yang mengacu pada pengembangan
ekonomi berdasarkan kekuatan pasar. Ekonomi biasiswa mengacu pada prinsip-prinsip
seperti "pengembangan ekonomi berdasarkan kekuatan pasar" dan "pengembangan
ekonomi berdasarkan kekuatan pasar". Ekonomi transaksi adalah perspekt (...truncated)