PERSPEKTIF ISLAM DAN KONVENSIONAL DALAM EKONOMI SYARIAH DAN KESEIMBANGAN EKONOMI MONETER

Jurnal Media Akademik (JMA), Jun 2024

Penelitian ini bertujuan untuk menggali perbedaan perspektif islam dan konvensional dalam ekonomi syariah dan keseimbagan moneter. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan ushul fiqh, islamisasi pengetahuan, konsep falsafah ilmu Islam, dan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa paradigma dari masing-masing Ekonomi Islam maupun Ekonomi Konvensional memiliki perbedaan pokok. Seperti yang telah diketahui bahwa Ekonomi Islam dibangun pada prinsip religius, sementara Ekonomi Konvensional tidak memandang ilmu pengetahuan sebagai sesuatu yang religius melainkan memandangnya sebagai sesuatu yang secular. Terdapat dua sudut pandang diskusi ekonomi di dalam sistem ekonomi islam, yakni diskusi ekonomi yang di dalamnya membahas dari sudut pandang produksi barang maupun jasa dan diskusi ekonomi yang di dalamnya membahas bagaimana cara untuk mendapatkan, menggunakan, serta mendistribusikan barang maupun jasa tersebut. Perspektif Islam dalam Ekonomi Syariah dan keseimbangan ekonomi memiliki tujuan untuk mencapai kesejahteraan dan kehidupan yang baik bagi manusia, sementara tujuan akhir ialah pada Allah. Titik tolak Ekonomi Syariah adalah dari Allah dengan tujuan akhir juga kepada Allah.

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://jurnal.mediaakademik.com/index.php/jma/article/download/411/394

PERSPEKTIF ISLAM DAN KONVENSIONAL DALAM EKONOMI SYARIAH DAN KESEIMBANGAN EKONOMI MONETER

JURNAL MEDIA AKADEMIK (JMA) Vol.2, No.6 Juni 2024 e-ISSN: 3031-5220; DOI: 10.62281, Hal XX-XX PT. Media Akademik Publisher AHU-084213.AH.01.30.Tahun 2023 PERSPEKTIF ISLAM DAN KONVENSIONAL DALAM EKONOMI SYARIAH DAN KESEIMBANGAN EKONOMI MONETER Oleh: Moh. Ibnu Rusy Ramadhan1 Trischa Relanda Putra2 Universitas Trunojoyo Madura Alamat: JL. Raya Telang, Kec. Kamal, Kab. Bangkalan, Jawa Timur (69162) Korespondensi Penulis: Abstract. This research aims to explore the differences between Islamic and conventional perspectives in sharia economics and monetary balance. The methodology used in this research is the ushul fiqh approach, Islamization of knowledge, the concept of Islamic philosophy of science, and a qualitative approach. The results of the research reveal that the paradigms of each Islamic Economy and Conventional Economy have basic differences. As is known, Islamic Economics is built on religious principles, while Conventional Economics does not view science as something religious but instead views it as something secular. There are two points of view of economic discussions in the Islamic economic system, namely economic discussions which discuss the point of view of the production of goods and services and economic discussions which discuss how to obtain, use and distribute these goods and services. The Islamic perspective in Sharia Economics and economic balance has the goal of achieving prosperity and a good life for humans, while the final goal is Allah. The starting point of Sharia Economics is from Allah with the final aim also being to Allah. Keywords: Islamic Perspective, Conventional Perspective, Sharia Economics, Monetary Economic Balance. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menggali perbedaan perspektif islam dan konvensional dalam ekonomi syariah dan keseimbagan moneter. Metodologi yang Received May 20, 2024; Revised May 27, 2024; June 07, 2024 *Corresponding author: PENGGUNAAN DINAR DAN DIRHAM TERHADAP STANDAR MONETER INTERNASIONAL digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan ushul fiqh, islamisasi pengetahuan, konsep falsafah ilmu Islam, dan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa paradigma dari masing-masing Ekonomi Islam maupun Ekonomi Konvensional memiliki perbedaan pokok. Seperti yang telah diketahui bahwa Ekonomi Islam dibangun pada prinsip religius, sementara Ekonomi Konvensional tidak memandang ilmu pengetahuan sebagai sesuatu yang religius melainkan memandangnya sebagai sesuatu yang secular. Terdapat dua sudut pandang diskusi ekonomi di dalam sistem ekonomi islam, yakni diskusi ekonomi yang di dalamnya membahas dari sudut pandang produksi barang maupun jasa dan diskusi ekonomi yang di dalamnya membahas bagaimana cara untuk mendapatkan, menggunakan, serta mendistribusikan barang maupun jasa tersebut. Perspektif Islam dalam Ekonomi Syariah dan keseimbangan ekonomi memiliki tujuan untuk mencapai kesejahteraan dan kehidupan yang baik bagi manusia, sementara tujuan akhir ialah pada Allah. Titik tolak Ekonomi Syariah adalah dari Allah dengan tujuan akhir juga kepada Allah. Kata Kunci: Perspektif Islam, Perspektif Konvensional, Ekonomi Syariah, Keseimbangan Ekonomi Moneter. LATAR BELAKANG Ekonomi Syariah adalah suatu sistem ekonomi yang berlandaskan ajaran Islam dan berpegang pada prinsip-prinsip syariah. Tujuan dari Ekonomi Syariah adalah untuk mencapai kesejahteraan manusia sesuai dengan ajaran Islam. Dalam pengembangan ekonomi Syariah, perlu diperhatikan perbedaan antara perspektif Islam dan konvensional dalam ekonomi. Perspektif Islam dalam ekonomi Syariah dan keseimbangan ekonomi adalah suatu konsep yang berpengaruh dalam menggambarkan tata sistem ekonomi yang sesuai dengan nilai nilai dan aturan dalam Islam. Dengan tujuan akhir kepada Allah sebagai dasar, ekonomi Islam adalah sistem ekonomi yang menggunakan sarana yang tidak lepas dari syariat Allah. Islam memberikan kesimpulan bahwa pendapatan harus digunakan sesuai dengan aturan nilai-nilai islam, seperti zakat, riba, dan kelangkaan (alnudrat), hal ini sesuai dengan konteks ekonomi. Peluang dan tantangan telah banyak dilahirkan oleh ilmu ekonomi pada era globalisasi, sehingga perlu untuk melakukan pengembangan terhadap Ekonomi Syariah untuk dapat menghadapi tantangan tersebut. Terdapat dua sudut pandang diskusi ekonomi 2 JMA - VOLUME 2, NO. 6, JUNI 2024 di dalam sistem ekonomi islam, yakni diskusi ekonomi yang di dalamnya membahas dari sudut pandang produksi barang maupun jasa dan diskusi ekonomi yang di dalamnya membahas bagaimana cara untuk mendapatkan, menggunakan, serta mendistribusikan barang maupun jasa tersebut. Tujuan akhir kepada Allah merupakan hal yang membedakan antara Ekonomi Syariah dengan sistem ekonomi lainnya yang tidak memiliki tujuan akhir kepada Allah. Paradigma dari masing-masing Ekonomi Islam maupun Ekonomi Konvensional tentu memiliki perbedaan pokok. Seperti yang telah diketahui bahwa Ekonomi Islam dibangun pada prinsip religius, sementara Ekonomi Konvensional tidak memandang ilmu pengetahuan sebagai sesuatu yang religius melainkan memandangnya sebagai sesuatu yang secular. Terdapat dua sudut pandang diskusi ekonomi di dalam sistem ekonomi islam, yakni diskusi ekonomi yang di dalamnya membahas dari sudut pandang produksi barang maupun jasa dan diskusi ekonomi yang di dalamnya membahas bagaimana cara untuk mendapatkan, menggunakan, serta mendistribusikan barang maupun jasa tersebut. Perspektif Islam dalam Ekonomi Syariah dan keseimbangan ekonomi memiliki tujuan untuk mencapai kesejahteraan dan kehidupan yang baik bagi manusia, sementara tujuan akhir ialah pada Allah. Titik tolak Ekonomi Syariah adalah dari Allah dengan tujuan akhir juga kepada Allah. KAJIAN TEORITIS Terdapat banyak perspektif dalam pengembangan ekonomi syariah, yang salah satu dari mereka adalah perspektif Islam dan konvensional. Perspektif Islam mengacu pada prinsip-prinsip syariah, seperti amalan, keadilan, dan kewajiban sosial. Perspektif Islam dalam Ekonomi Syariah Amalan merupakan prinsip utama dalam ekonomi syariah. Amalan mengacu pada keadilan, keadilan, dan kewajiban sosial. Amalan mengacu pada prinsip-prinsip syariah, seperti amalan, keadilan, dan kewajiban sosial. Keadilan adalah prinsip yang mengacu pada pertimbangan bahwa setiap individu menerima manfaat dari kekayaan yang dimiliki oleh individu lainnya. Keadilan mencakup prinsip-prinsip seperti "hak asasi manusia" dan "hak pada keluarga". Kewajiban sosial adalah prinsip yang mengacu pada kewajiban PENGGUNAAN DINAR DAN DIRHAM TERHADAP STANDAR MONETER INTERNASIONAL individu untuk membantu masyarakat dan menciptakan kewangan yang bersih dan terdaftar. Perspektif Konvensional dalam Ekonomi Syariah Ekonomi biasiswa adalah perspektif ekonomi yang mengacu pada pengembangan ekonomi berdasarkan kekuatan pasar. Ekonomi biasiswa mengacu pada prinsip-prinsip seperti "pengembangan ekonomi berdasarkan kekuatan pasar" dan "pengembangan ekonomi berdasarkan kekuatan pasar". Ekonomi transaksi adalah perspekt (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://jurnal.mediaakademik.com/index.php/jma/article/download/411/394
Article home page: https://jurnal.mediaakademik.com/index.php/jma/article/view/411/394

Moh. Ibnu Rusy Ramadhan, Trischa Relanda Putra. PERSPEKTIF ISLAM DAN KONVENSIONAL DALAM EKONOMI SYARIAH DAN KESEIMBANGAN EKONOMI MONETER, Jurnal Media Akademik (JMA), 2024,