PERANCANGAN KOMPOR LISTRIK BERBASIS PANEL SURYA TERHADAP PENGARUH PANJANG COIL
JTE UNIBA, Vol. 6, No. 2, April 2022
200
PERANCANGAN KOMPOR LISTRIK BERBASIS
PANEL SURYA TERHADAP PENGARUH PANJANG
COIL
Moh. Wahyu Aminullah1, Haryadi2, dan Dina Fitria3
1,2,3
Teknik Elektro,Fakultas Teknik Universitas Tridinanti
Jln. Kapten Marzuki No.2446 Palembang 30129 INDONESIA
Email : , , dan
Abstract—
Solar energy can be obtained easily and free of
charge, but the conversion results are not entirely easy and free. In
this study we tried to develop alternative energy from sunlight or
solar panels as an energy source that can produce electrical energy
(DC) as an energy source for electric stoves. The induction electric
stove was self-assembled in this study with a cross-sectional area of
10 cm2. In testing the induction electric stove was used to heat water
for 15 minutes. The test was carried out from 09:00 – 15:00 for 3
days using a coil with various coil lengths (1m, 2m, and 3m). The
results showed that the coil length of 1 m resulted in the lowest
inductance value of 125.6 x 10-9 H, and the lowest power of 119,025
Wh. While the coil with a length of 3 m produces the best inductance
value of 376.8 x 10-9 H, and the best power of 125.235 Wh. The
results showed that the greater the coil length value, the greater the
inductance and power generated.
Intisari— Energi Matahari dapat diperoleh dengan mudah
dan gratis, namun hasil konversinya tidak sepenuhnya dapat
diperoleh dengan mudah dan gratis. Dalam penelitian ini kami
mencoba mengembangkan energi alternatif dari sinar matahari
atau panel surya sebagai sumber energi yang dapat
menghasilkan energi listrik ( DC ) sebagai sumber energi bagi
kompor listrik. Kompor listrik induksi dirakit sendiri dalam
penelitian ini dengan luas penampang 10 cm2.Pada pengujian
kompor listrik induksi digunakan untuk memanaskan air selama
15 menit. Pengujian dilakukan dari jam 09:00 – 15:00 selama 3
hari menggunakan Coil dengan variasi panjang coil (1 m, 2 m,
dan 3 m). Hasil penelitian menunjukkan Panjang Coil 1 m
menghasilkan nilai induktansi terendah sebesar 125,6 x 10 -9 H,
dan Daya terendah sebesar 119.025 Wh. Sedangkan Coil dengan
panjang 3 m menghasilkan nilai induktansi terbaik sebesar 376,8
x 10-9 H, dan Daya terbaik sebesar 125,235 Wh. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa semakin besar nilai panjang coil maka
akan meningkatkan nilai induktansi dan daya yang dihasilkan.
Kata Kunci— Perancangan, Instalasi, Panel Surya, Energi,
Kompor listrik.
I. PENDAHULUAN
Salah satu faktor utama yang mempengaruhi jumlah
konsumsi energi di seluruh dunia dan emisi gas rumah kaca
adalah memasak. Memasak dengan tenaga surya adalah solusi
yang tepat karena murah dan dapat dikembangkan dalam
teknologi memasak dengan tenaga surya[1]. Pemanfaatan
teknologi panel surya dapat menggunakan baterai atau tidak
untuk storage energy. Penilaian manfaat baterai individu dan
komunitas untuk pelanggan dan utilitas[2]. Memasak dengan
listrik berdasarkan sumber terbarukan dan perangkat memasak
Moh.Wahyu Aminullah: Perancangan kompor Listrik berbasis…
yang sangat efisien dapat mewakili pilihan yang berkelanjutan
dan andal untuk mencapai akses universal ke fasilitas
memasak bersih dan lebih hemat biaya daripada LPG [3].
Teknologi memasak menggunakan listrik tenaga surya yang
terisolasi memberikan kenyamanan teknologi memasak yang
lebih aman bagi penggunanya, serta bagi lingkungan lokal dan
global[4].
Metode eksperimen dengan uji perebusan air untuk
mengetahui efisiensi termal kompor listrik. Eksperimen
dilakukan pada berbagai macam kompor listrik induksi.
Kompor koil listrik 300 W memiliki efisiensi sebesar 32,43%
untuk waktu pemanasan 55,9 menit[5]. Pemanasan induksi
strip logam yang tipis akan berpengaruh terhadap gangguan
berat dari ketidakpastian geometri celah udara dan gangguan
ini dapat dikompensasi secara efisien oleh struktur kontrol 2degrees-of-freedom (2DOF)[6].
Pemanas induksi sendiri atau biasa yang disebut induction
heating merupakan suatu proses dimana benda yang akan
dipanaskan diletakkan diatas kumparan atau diletakkan di
tengah-tengah lingkaran kumparan yang berbentuk spiral.
Pemanas Induksi dengan Metode Multiturn Helical Coil telah
dicoba pada material aluminium,copper, dan steel. Material
yang paling baik untuk dipanaskan dengan metode induksi
adalah material steel, dikarenakan kandungan magnet didalam
material steel sangat banyak dibandingkan aluminium dan
copper [7]. Hybrid generator thermoelektrik panel surya
thin SF 170-S CIS 170
W dengan
memanfaatkan
perbedaan
suhu
untuk menghasilkan listrik diperoleh
energi sebesar 83,56 kWh per hari dalam waktu peak hour [8].
Peralatan boost DC-DC konverter dengan menggunakan
tegangan input 7,4 V menghasilkan tegangan keluaran
99,8 V dengan beban lampu LED 5 W[9].
Penelitian ini dilakukan dengan mendesain sebuah
kompor listrik induksi berbasis panel surya. Desain kompor
listrik induksi ini dilakukan dengan memvariasikan panjang
coil (1m,2m, dan 3 m). Penelitian mengenai pengaruh
panjang coil pada kompor listrik induksi sangat sedikit
dilakukan sehingga dapat menjadi keterbaruan dalam
penelitian ini.
II. METODE PENELITIAN
A. Diagram Alir Penelitian
Penelitian ini membahas tentang Pemanfaatan energi
surya sebagai sumber energi alternatif untuk kompor listrik.
Selain itu pada penelitian ini akan di lakukan pengujian dan
E/P-ISSN: 2549-0842/2528 – 6498
JTE UNIBA, Vol. 6, No. 2, April 2022
unjuk kerja sistem yang akan menghasilkan sebuah data untuk
di analisa.Adapun diagram alir prosedur penelitian di tunjukan
pada gambar 1 berikut ini :
201
Sedangkan pada Gambar 3 menunjukkan kompor listrik
induksi yang digunakan dalam penelitian ini.
Gambar 2. Skema Prinsip Kompor Induksi
Gambar 1. Diagram Alir Penelitian
B. Prinsip Kompor Listrik Induksi
Pemanas induksi adalah timbulnya panas pada logam
yang terkena induksi medan magnet. Pada logam timbul arus
Eddy atau arus pusar yang arahnya melingkar melingkupi
medan magnet terjadinya arus pusar akibat dari induksi
magnet yang menimbulkan fluks magnetic yang menembus
logam, sehingga menyebabkan panas pada logam[7].
Adapun Prinsip kerja Kompor induksi menggunakan
listrik untuk menghasilkan panas dapat dilihat pada Gambar 2,
namun tidak seperti kompor listrik konvensional yang
menggunakan elemen pemanas yang menghasilkan panas
karena hambatan ketika arus melewati elemen, yang biasanya
berupa logam kumparan. Kompor induksi menghasilkan panas
melalui efek osilasi medan magnet yang menginduksi
peralatan memasak yang terbuat dari bahan feromagnetik.
Getaran medan magnet disebabkan oleh arus bolak-balik yang
mengalir dalam kumparan. Mekanisme panas pada peralatan
masak berbahan dasar feromagnetik dapat terjadi karena
munculnya arus eddy di dasar peralatan memasak[10].
Moh.Wahyu Aminullah: Perancangan kompor Listrik berbasis…
Kompor induksi memiliki efisiensi energi yang lebih
baik dan biaya operasional yang lebih rendah dibandingkan
dengan kompor listrik konvensional dan kompor LPG.
Bahkan berdasarkan aspek emisi karbon, kompor induksi
masih lebih unggul dari ya (...truncated)