Analisa Pengaruh Ask Content Terhadap Nilai Kalor Batubara Pada PT. Tribhakti Inspektama Samarinda
Jurnal Pendidikan dan Teknologi Indonesia (JPTI)
Vol. 1, No. 6, Juni 2021, Hal. 243-246
DOI: https://doi.org/10.52436/1.jpti.52
p-ISSN: 2775-4227
e-ISSN: 2775-4219
Analisa Pengaruh Ask Content Terhadap Nilai Kalor Batubara Pada PT. Tribhakti
Inspektama Samarinda
Irhamni Nuhardin*1
Program Studi Teknik Kimia (Sekolah Tinggi Teknolgi Industri Bontang)
Email:
1
Abstrak
Seiring dengan meningkatnya harga minyak dan gas bumi maka batubara sebagai bahan bakar alternatif sangat
diharapkan dapat mengantisipasi kekurangan energi dengan meningkatkan pemanfaatannya untuk keperluan
domestik, bahan bakar pembangkit tenaga listrik, dan lain sebagainya. Beberapa negara memiliki sistem klasifikasi
batubara secara spesifik. Klasifikasi tersebut digunakan untuk menggolongkan batubara berdasarkan
pemanfaatannya. Berdasarkan standar SNI 13-6011-1999 klasifikasi batubara di indonesia dibagi menjadi dua
yaitu brown Coal dan hard coal. Umumnya, untuk mengetahui kualitas batubara dilakukan analisa kimia berupa
analisis proksimat atau analisis ultimat. Tujuan dari penelitian ini adalah unuk mengetahui pengaruh kadar abu
terhadap nilai kalor pada batubara. Indonesia sebelum mengekspor batubara ke negara-negara lain batubara
terlebih dahulu diuji dan dianalisis untuk menentukan layak atau tidak untuk di berikan sesuai permintaan
konsumenKadar abu merupakan kotoran yang tidak akan terbakar kandungannya berkisar 5%-40%. Oleh karena
itu dilakukan analisis proximate untuk mengetahui pengaruh ash content. Metode yang digunakan dalam penelitian
ini terdiri dari studi literatur, pengolahan sampel dan analisis data. Pengolahan sampel dengan cara menentukan
Ash Content dan nilai kalor pada sampel batubara. Adapun cara menentukan Ash content yaitu dengan menimbang
sampel batubara dengan berat tertentu kemudian dipanaskan hingga suhu 750℃.dalam menentukan nilai kalor
dampel batubara yang dianalisis menggunakan alat bomb calorimeter. Ash Content dan Nilai Kalor pada tujuh
sampel yang di analisis yaitu sampel BB1 memiliki Ash Content 5,43 dengan nilai kalor 6007, sampel BB2
memiliki Ash Content 7,96 dengan nilai kalor 5752, sampel BB3 memiliki Ash Content 10,62 dengan nilai kalor
4780, sampel BB4 memiliki Ash Content 13,42 dengan nilai kalor 4712, sampel BB5 memiliki Ash Content 21,82
dengan nilai kalor 4154, sampel BB6 memiliki Ash Content 35.57 dengan nilai kalor 3218 dan sampel BB7
memiliki Ash Content 55,93 dengan nilai kalor 1921. Dapat disimpulkan bahwa nilai Ash Content sangat
berpengaruh terhadap nilai kalor yang dihasilkan.
Kata kunci: Ash Content, Batubara, bomb calorimeter, brown coal, mineral matter, Proximate
Analysis of the Influence of Ask Content on the Calorific Value of Coal at PT. Tribhakti
Inspectama Samarinda
Abstract
Along with the increase in oil and gas prices, coal as an alternative fuel is expected to anticipate energy shortages
by increasing its use for domestic purposes, fuel for power generation, and so on. Some countries have specific
coal classification systems. This classification is used to classify coal based on its utilization. Based on the
standard SNI 13-6011-1999 coal classification in Indonesia is divided into two, namely brown coal and hard coal.
Generally, to determine the quality of coal, chemical analysis is carried out in the form of proximate analysis or
ultimate analysis. The purpose of this study was to determine the effect of ash content on the calorific value of
coal. Indonesia before exporting coal to other countries, coal is first tested and analyzed to determine whether it
is feasible or not to be supplied according to consumer demand. Ash content is an impurity that will not burn, its
content ranges from 5%-40%. Therefore, a proximate analysis was carried out to determine the effect of ash
content. The method used in this research consists of literature study, sample processing and data analysis. Sample
processing by determining Ash Content and calorific value in coal samples. The method for determining Ash
content is by weighing a sample of coal with a certain weight and then heating it to a temperature of 750℃. In
determining the calorific value of the coal dampel, the analysis uses a bomb calorimeter. Ash Content and Calorific
Value in the seven samples analyzed, namely sample BB1 has an Ash Content of 5.43 with a heating value of 6007,
sample BB2 has an Ash Content of 7.96 with a heating value of 5752, sample BB3 has an Ash Content of 10.62
with a heating value of 4780 , sample BB4 has Ash Content of 13.42 with calorific value of 4712, sample BB5 has
Ash Content of 21.82 with calorific value of 4154, sample BB6 has Ash Content of 35.57 with calorific value of
3218 and sample BB7 has Ash Content of 55.93 with calorific value of 1921. It can be concluded that the value of
Ash Content is very influential on the calorific value produced.
Keywords: Ash Content, Batubara, bomb calorimeter, brown coal, mineral matter, Proximate
243
Jurnal Pendidikan dan Teknologi Indonesia (JPTI)
1.
p-ISSN: 2775-4227
e-ISSN: 2775-4219
PENDAHULUAN
Batubara merupakan bahan galian yang menempati posisi sangat penting dalam pembangunan nasional.
Seiring dengan meningkatnya harga minyak dan gas bumi maka batubara sebagai bahan bakar alternatif sangat
diharapkan dapat mengantisipasi kekurangan energi dengan meningkatkan pemanfaatannya untuk keperluan
domestik, bahan bakar pembangkit tenaga listrik, dan lain sebagainya.[1].
Beberapa negara memiliki sistem klasifikasi batubara secara spesifik. Klasifikasi tersebut digunakan untuk
menggolongkan batubara berdasarkan pemanfaatannya. Berdasarkan standar SNI 13-6011-1999 klasifikasi
batubara di indonesia dibagi menjadi dua yaitu brown Coal dan hard coal[8][9]. Umumnya, untuk mengetahui
kualitas batubara dilakukan analisa kimia berupa analisis proksimat atau analisis ultimat[5]. Analisis proksimat
dilakukan untuk menentukan jumlah air, zat terbang, karbon padat dan kadar abu. Sedangkan analisis ultimat untuk
menentukan kandungan kimia pada batubara[6][7]. Pada penelitian sebelumnya yang pernah dilakukan terkait
dengan hubungan antara total sulpur terhadap gross calorific value pada batubara menyatakan bahwa besarnya
kandungan sulpur sangat mempengaruhi nilai kalor pada batubara sehingga perlu juga dilakukan analisa tentang
bagaimana pengaruh nilai ash content terhadap nilai kalor pada batubara yang terdapat di sekitar wilayah
Samarinda. Tujuan dari penelitian ini adalah unuk mengetahui pengaruh kadar abu terhadap nilai kalor pada
batubara. Indonesia sebelum mengekspor batubara ke negara-negara lain batubara terlebih dahulu diuji dan
dianalisis untuk menentukan layak atau tidak untuk di berikan sesuai permintaan konsumenKadar abu merupakan
kotoran yang tidak akan terbakar kandungannya berkisar 5%-40%. Oleh karena itu dilakukan analisis proximate
untuk mengetahui pengaruh ash content terhadap nilai kalor pada PT. Tribhakti Inspektama Samarinda.[2][3][4]
2.
METODE PENELITIAN
Pengujian batubara pada PT. Tribhakti Inspektama Sama (...truncated)