Pengaruh Model Discovery Learning Terhadap Hasil Belajar Pendidikan Agama Islam Kelas XII IPS 2 SMAN 1 Ciledug Cirebon
Jurnal Pendidikan dan Teknologi Indonesia (JPTI)
Vol. 2, No. 4, April 2022, Hal. 171-177
DOI: https://doi.org/10.52436/1.jpti.157idpaper
p-ISSN: 2775-4227
e-ISSN: 2775-4219
Pengaruh Model Discovery Learning Terhadap Hasil Belajar Pendidikan Agama Islam
Kelas XII IPS 2 SMAN 1 Ciledug Cirebon
Iman Setiawan*1
1
SMA Negeri 1 Ciledug, Indonesia
Email:
Abstrak
Pelajaran Agama Islam merupakan pelajaran penting di sekolah, terutama sekolah yang mayoritas penduduknya
beragama Islam. Pembelajaran agama ini ada kaitannya dengan pembentukan aklak dan kepribadian anak
bangsa. Oleh karena itu, agar akhlak dan kepribadian anak bangsa terbentuk dengan baik, maka anak harus
diberikan pembalajaran agama yang dapat dicerna dengan baik. Berdasarkan pada uraian diatas maka penelitian
ini akan difokuskan pada Pengaruh Model Pembelajaran Discovery Learning Terhadap Hasil Belajar
Pendidikan Agama Islam Dengan Materi Pernikahan Dalam Islam Pada Kelas XII IPS 2 SMA Negeri 1 Ciledug
Tahun Pelajaran 2018/2019. Penelitian ini menggunakan desain penelitian tindakan kelas. Pengumpulan data
digunakan dengan menggunakan observasi, pengukuran hasil belajar, dan hasil catatan lapangan. Hasil dari dua
siklus yang diterapkan, dapat menunjukkan bahwa penggunaan metode pembelajaran discovery learning mampu
untuk meningkatkan prestasi belajar siswa. Hasilnya dapat dilihat dari peningkatan hasil pre test ke post test,
Peningkatan pada pra siklus dengan rata-rata kelas 57 dan persentase ketuntasan 13,33% menjadi 75 rata-rata
kelas dan persentasenya menjadi 50% pada siklus I dan pada siklus II rata-rata kelas menjadi 92 dengan
persentase 90%. Ada beberapa saran dari penelitian ini yang dapat digunakan untuk menjadi pertimbangan
dalam menggunakan metode pembelajaran discovery learning untuk meningkatkan prestasi belajar peserta didik.
Kata kunci: Discovery, Pembelajaran, Pernikahan, PAI.
The Influence of Discovery Learning Model on The Results of Islamic Religious Education
Class XII IPS 2 SMAN 1 Ciledug Cirebon
Abstract
Islamic studies are important lessons in schools, especially schools where the majority of the population is
Muslim. This religious learning has something to do with the formation of the character and personality of the
nation's children. Therefore, in order for the character and personality of the nation's children to be well
formed, children must be given religious lessons that can be digested properly. Based on the description above,
this research will focus on the Effect of the Discovery Learning Model on Learning Outcomes of Islamic
Religious Education with Islamic Marriage Materials in Class XII IPS 2 SMA Negeri 1 Ciledug in the 2018/2019
academic year. This study uses a classroom action research design. Data collection is used by using
observation, measurement of learning outcomes, and the results of field notes. The results of the two cycles that
are applied can show that the use of discovery learning learning methods is able to improve student
achievement. The results can be seen from the increase in the results of the pre test to the post test, the increase
in the pre-cycle with an average of 57 classes and the percentage of completeness 13.33% to 75 the class
average and the percentage to 50% in the first cycle and in the second cycle the average class to 92 with a
percentage of 90%. There are several suggestions from this research that can be used to be considered in using
discovery learning methods to improve student achievement.
Keywords: Discovery, Learning, Marriage, PAI.
1.
PENDAHULUAN
Bagi orang Muslim sangat diperlukan adanya Pendidikan Agama Islam, agar dapat mengarahkan fitroh
mereka tersebut ke arah yang benar, sehingga mereka akan dapat mengabdi dan beribadah sesuai dengan ajaran
Islam. Tanpa adanya Pendidikan Agama dari satu generasi ke generasi berikutnya. Titik yang harus dicapai oleh
setiap kegiatan belajar mengajar ialah tercapainya tujuan pembelajaran. Apapun yang termasuk perangkat
171
Jurnal Pendidikan dan Teknologi Indonesia (JPTI)
p-ISSN: 2775-4227
e-ISSN: 2775-4219
program pengajaran dituntut secara mutlak untuk menunjang tercapainya tujuan. Guru tidak dibenarkan
mengajar dengan kemalasan. Anak didik juga harus memiliki kreativitas tinggi dalam belajar.
Kegiatan belajar mengajar merupakan proses komunikasi antara guru dan siswa, di dalam komunikasi
tersebut guru menyampaikan pengetahuan dan pengalamannya kepada siswa agar pengetahuan tersebut juga
dapat dimiliki oleh siswa. Kegiatan belajar mengajar adalah satu kesatuan dari dua kegiatan yang searah. Situasi
yang memungkinkan terjadinya kegiatan belajar yang optimal adalah suatu situasi di mana siswa dapat
berinteraksi dengan guru. Komponen-komponen yang membentuk kegiatan belajar mengajar tersebut adalah
siswa, guru, tujuan, isi pelajaran, metode, media, dan evaluasi hasil belajar.
Rendahnya hasil belajar peserta didik disebabkan dominannya proses pembelajaran konvensional. Pada
pembelajaran ini suasana kelas cenderung kurang menarik sehingga siswa menjadi pasif. Meskipun demikian,
guru lebih suka menerapkan metode tersebut, sebab tidak memerlukan alat dan bahan praktik, cukup
menjelaskan konsep-konsep yang ada pada buku ajar atau referensi lain. Dalam hal ini siswa tidak diajarkan
strategi belajar yang dapat memahami bagaimana belajar, berpikir, dan memotivasi diri sendiri (self motivation),
padahal aspek-aspek tersebut merupakan kunci keberhasilan dalam suatu pembelajaran.
Saat ini masih banyak siswa yang mengalami kesulitan dalam penerimaan materi pembelajaran karena
kurangnya wawasan pembelajaran guru. Guru adalah bagian dari komponen dalam pendidikan yang memiliki
peran penting dalam proses belajar mengajar, karena suasan kelas ada di tangan mereka. Tugas guru dalam
menyampaiakan materi pelajaran tidaklah mudah, guru harus memiliki kemampuan untuk menunjang perannya.
Satu diantaranya adalah dalam mengembangkan model pembelajaran.
Dalam mengembangkan model pembelajaran seorang guru harus bisa menyesuaikan antara model yang
dipilih dan kondisi siswa, materi pembelajaran, dan juga sarana prasarana yang ada. Dalam peningkatan prestasi
kelulusan hasil belajar siswa guru dituntut untuk merancang model pembelajaran yang lebih tepat sehingga
terjadi pembelajaran yang variatif.
Dalam penelitian tindakan kelas ini, dilakukan inovasi pembelajaran pada materi Pernikahan dalam Islam
mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di kelas XII IPS 2 yaitu menggunkan model pembelajaran Discovery
Learning. Diharapkan dengan metode ini dapat meningkatkan prestasi belajar peserta didik.
Tujuan yang menjadi dasar penelitian ini adalah: 1. Meningkatkan prestasi dan hasil belajar dalam
pembelajaran Pendidikan Agama Islam siswa kelas XII IPS 2 SMAN 1 Ciledug dengan menggunkan model
pembelajaran discovery learning. 2. Meningkatkan keterampilan dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam
siswa kelas XII IPS 2 SMAN 1 Ciledug dengan menggunakan model pembelajaran discovery learning.
Pendidikan merupakan suatu proses generasi muda (...truncated)