Menumbuhkan Sebuah Kepribadi Kreatif dengan Dorongan Motivasi di Panti Asuhan Yayasan Nischaya Indonesia
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Sosial dan Humaniora
https://journal.literasisains.id/index.php/abdisoshum
DOI: 10.55123/abdisoshum.v2i1.1492
e-ISSN 2655-9730| p-ISSN 2962-6692
Vol. 2 No. 1 (Maret 2023) 70-75
Received: January 12, 2023 | Accepted: February 08, 2023 | Published: March 25, 2023
Menumbuhkan Sebuah Kepribadi Kreatif dengan Dorongan
Motivasi di Panti Asuhan Yayasan Nischaya Indonesia
1,2
Farah Adzraa Isty1, Randa Putra Kasea Sinaga2
Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Sumatera
Utara, Medan, Indonesia
Email: ,
Abstrak
kreativitas adalah sebuah kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru, untuk memberi ide kreatif
dalam memecahkan masalah atau suatu kemampuan untuk melihat hubungan-hubungan yang baru antara
unsur-unsur yang sebelumnya sudah ada. Karena kreativitas merupakan hasil dari proses berpikir kreatif
yang dilakukan oleh seseorang, sehingga Berpikir kreatif sangat erat hubungannya dengan kreativitas.
Kreativitas juga merupakan keterampilan menentukan ide baru dengan melihat subjek perspektif baru dan
membentuk kombinasi-kombinasi baru dari dua atau lebih konsep dalam pikiran. panti asuhan anak adalah
suatu lembaga usaha kesejahteraan sosial yang mempunyai tanggung jawab khusus. Tanggung jawabnya
adalah untuk memberikan pelayanan kesejahteraan sosial pada anak terlantar dengan melaksanakan
penyantunan dan pengentasan anak terlantar. Tempat ini juga memberikan pelayanan pengganti orang
tua/wali anak dalam memenuhi kebutuhan fisik, mental, dan sosial kepada anak asuh. Oleh karena itu, anakanak di sini tetap bisa memperoleh kesempatan yang luas, tepat, dan memadai bagi pengembangan
kepribadianya. Dengan adanya Motivasi merupakan dorongan internal dan eksternal dalam diri
seseorang yang diindikasikan dengan adanya hasrat dan minat, dorongan dan kebutuhan, harapan
dan cita-cita, penghargaan, dan penghormatan. Pada Praktek Kerja Lapangan II kali ini dilakukan Dengan
metode gropwork melalui tahap intervensi secara umum atau general yang terdiri dari Engagement Intake
Contract, Asessment, Planning/Perencanaan, Intervensi, Evaluasi, dan Terminasi. Adapun fokus dari proses
penyelesaian masalah klien adalah membuat kegiatan yang menyenangkan yang bisa nenbangkitkan
kreativitas pada klien. Diharapkan setelah melakukan praktikum di panti asuhan anak-anak diharapkan
dapat mengerti dan memahami bahwa kreativitas penting dalam kehidupan, terutama pada anak usia dini
karena dapat membuat anak-anak lebih produktif
Kata Kunci : Kreativitas, Panti Asuhan, Motivasi, Praktek Kerja Lapangan
Abstrak
Creativity is an ability to create something new, to provide creative ideas in solving problems or an ability
to see new relationships between elements that previously existed. Because creativity is the result of a
person's creative thinking process, creative thinking is closely related to creativity. Creativity is also the
skill of determining new ideas by looking at the subject from a new perspective and forming new
combinations of two or more concepts in mind. Children’s orphanage is a social welfare business institution
that has a special responsibility. His responsibility is to provide social welfare services to neglected
children by carrying out sponsorship and alleviation of neglected children. This place also provides
substitute parent/guardian services in meeting the physical, mental and social needs of foster children.
Therefore, children here can still get broad, appropriate and adequate opportunities for the development
of their personality. With the existence of motivation is an internal and external encouragement within a
person which is indicated by the desire and interest, encouragement and needs, hopes and aspirations,
appreciation, and respect. In Field Work Practice II this time it was carried out using the groupwork
method through the general or general intervention phase which consisted of Engagement Intake Contract,
Assessment, Planning/Planning, Intervention, Evaluation, and Termination. The focus of the client's
problem solving process is to make fun activities that can generate creativity in clients. It is hoped that
Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License (CC BY-SA 4.0)
70
Farah Adzraa Isty1, Randa Putra Kasea Sinaga2
Vol. 2 No. 1 (2023) 70 – 75
ABDISOSHUM (Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Sosial dan Humaniora)
after doing practicum at the orphanage the children are expected to be able to understand and understand
that creativity is important in life, especially in early childhood because it can make children more
productive.
Keywords : Creativity, Orphanage, Motivation, Field Work Practice
PENDAHULUAN
Praktek Kerja Lapangan atau yang sering disebut dengan PKL adalah suatu bentuk
penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan keahlian kejuruan yang memadukan secara sistematik dan
sinkron program pendidikan di sekolah dan program penguasaan keahlian yang diperoleh melalui
bekerja di dunia kerja, terarah untuk mencapai suatu tingkat keahlian profesional tertentu. Dengan
demikian, dalam melaksanakan PKL mahasiswa/mahasiswi berarti di anggap sudah mampu untuk
menerapkan segala teori yang diterima saat proses pembelajaran di bangku kuliah. Kegiatan ini
juga dijalani oleh salah satu Mahasiswa Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial Fakultas Ilmu Sosial dan
Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara.
Tujuan Praktek Kerja Lapangan II merupakan praktek yang dilakukan secara berkelompok yang fokusnya
menggunakan metode Intervensi level makro (gropwork). Pada praktikum II ini mahasiswa diharapkan
untuk melakukan kegiatan mengaplikasikan metode gropwork dalam menyelesaikan masalah klien.
Panti asuhan atau lembaga kesejahteraan sosial anak (LKSA) menurut Depsos RI (2004: 4) yaitu suatu
lembaga usaha kesejahteraan sosial anak yang mempunyai tanggung jawab untuk memberikan pelayannan
kesejahteraan sosial pada anak telantar dengan melaksanakan penyatuan dan pengentasan anak terlantar,
memberikan pelayanan pengganti orang tua/wali anak dalam memenuhi kebutuhan fisik, mental dan sosial
kepada anak asuh sehingga memperoleh kesempatan yang luas tepat dan memadai bagi.
Cognitive traits merupakan faktor yang membentuk kepribadian kreatif berdasarkan sikap individu tersebut
terhadap suatu ilmu pengetahuan. Individu yang terbuka dan mau belajar hal-hal baru yang belum pernah
diketahui sebelumnya, memiliki kemungkinan untuk menjadi individu yang kreatif dibandingkan dengan
individu yang kurang terbuka akan ilmu pengetahuan baru. Social traits merupakan faktor yang membentuk
kepribadian kreatif berdasarkan sikap sosial yang dimiliki oleh individu tersebut. Individu yang berani
menempatkan diri di lingkungan sosial yang terbuka akan ide atau pendapat untuk pengembangan diri
sendiri serta kelompok, akan lebih mudah menjadi individu dengan kepribadian yang kreatif dibandingkan
dengan yang tidak. Terakhir, motivational-affective traits merupakan faktor yang membentuk kepribadian
kreatif berdasar (...truncated)