Representasi Ibu Ideal pada Media Sosial (Analisis Multimodality pada Akun Instagram @andienippekawa)

Jurnal Komunikasi Global, Jan 2018

The dynamics of social media has given impact to society members, including mothers. The daily life of a celebrity who have become mothers can be seen through the Instagram timeline every day. In order to understand the purpose of the Instagram postings from celebrity mothers, the researcher is using the multimodality analysis/ social semiotics method from Kress and Van Leeuwen. After that, the researcher uses the representation analysis by Stuart Hall to comprehend how the picture of an ideal mother is represented on social media. The result of this research shows that Andien Aisyah as the celebrity, posted her daily activities with her son through her special account dedicated for photos of her mothering experience is to get the acknowledgment of ideal mother from society.

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://jurnal.usk.ac.id/JKG/article/download/9316/7303

Representasi Ibu Ideal pada Media Sosial (Analisis Multimodality pada Akun Instagram @andienippekawa)

Jurnal Komunikasi Global, Volume 6, Nomor 2, 2017 REPRESENTASI IBU IDEAL PADA MEDIA SOSIAL (ANALISIS MULTIMODALITY PADA AKUN INSTAGRAM @ANDIENIPPEKAWA) Ruvira Arindita Program Studi Ilmu Komunikasi, Universitas Al Azhar Indonesia Email: Abstrak Kehadiran media sosial dan segala dinamikanya mewarnai kehidupan masyarakat, termasuk para ibu. Kehidupan selebriti yang kini juga sudah menjadi ibu dapat disaksikan setiap harinya melalui linimasa akun instagram. Untuk memahami maksud dan tujuan foto-foto postingan selebriti ibu di instagram, peneliti menggunakan analisis multimodality/semiotika sosial dari Kress dan Van Leeuwen. Setelah itu peneliti melakukan analisis representasi Stuart Hall untuk memahami bagaimana sosok ibu ideal digambarkan di media sosial. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa selebriti Andien Aisyah melalui akun instagram @andienippekawa yang sengaja dibuatnya setelah menjadi ibu, memposting foto-foto kesehariannya bersama anak sebagai bentuk hasrat mendapat pengakuan sebagai ibu ideal dari masyarakat luas. Kata Kunci: Ibu Ideal, Media Sosial, Representasi, Multimodality, Semiotika Sosial Abstract The dynamics of social media has given impact to society members, including mothers. The daily life of a celebrity who have become mothers can be seen through the Instagram timeline every day. In order to understand the purpose of the Instagram postings from celebrity mothers, the researcher is using the multimodality analysis/ social semiotics method from Kress and Van Leeuwen. After that, the researcher uses the representation analysis by Stuart Hall to comprehend how the picture of an ideal mother is represented on social media. The result of this research shows that Andien Aisyah as the celebrity, posted her daily activities with her son through her special account dedicated for photos of her mothering experience is to get the acknowledgment of ideal mother from society. Keywords: Ideal Mother, Social Media, Representation, Multimodality, Social Semiotics 131 Jurnal Komunikasi Global, Volume 6, Nomor 2, 2017 Pendahuluan Menjadi seorang ibu muda masa kini memang memiliki dinamika tersendiri. Tugas yang diemban mereka pun tidak mudah. Seolah tugas membesarkan seorang anak belum cukup berat, tantangan yang dihadapi ibu generasi milennial pun tidak mainmain: mulai dari menjaga buah hati dari dampak negatif kemajuan teknologi hingga yang paling menakutkan yaitu ancaman narkoba dan predator seksual yang mengintai anak-anak. Belum lagi adanya tuntutan untuk menjadi sosok ibu ideal seperti yang banyak digambarkan oleh media massa, bahwa seorang ibu itu harus serba bisa: handal dan cekatan dalam urusan rumah tangga, berkarir cemerlang atau memiliki bisnis sendiri, hangat dan penuh kasih sayang, sekaligus tetap cantik menawan serta memiliki tubuh seramping gadis belia. Terdapat adagium yang mengatakan bahwa “mendidik perempuan sama artinya mendidik dua generasi”. Di dalam keluarga, ibu memegang peranan sebagai pendidik anak, madrasah pertama bagi anak-anaknya. Lalu bagaimana ibu muda masa kini memperoleh informasi dalam kesehariannya? Merdeka.com (23 Juli 2013) menyebutkan bahwa berdasarkan hasil riset, perempuan memang dinilai lebih aktif di dunia jejaring sosial dibanding laki-laki. Berdasarkan hasil statistik comScore dari 40 negara di dunia pada 2010 menunjukkan bahwa perempuan memang lebih suka berjejaring sosial dibandingkan laki-laki (Merdeka.com, 23 Juli 2013). Masih dalam artikel yang sama, menurut comScore perempuan menghabiskan waktu lebih banyak di internet dibandingkan dengan laki-laki, yaitu rata-rata 24,8 jam untuk perempuan dan 22,9 jam untuk laki-laki. Terdapat perbedaan kegiatan favorit antara perempuan dan laki-laki sewaktu menggunakan internet. Dari data tersebut, 16,3 % perempuan menggunakan waktu di internet untuk aktif di jejaring sosial, sedangkan laki-laki hanya 11,7 %. Data tersebut juga memperlihatkan bahwa dalam tiga kategori yang bisa dimasukkan ke media sosial, yaitu jejaring sosial, instant messengers, dan email, perempuan mengungguli laki-laki. Ketiga kegiatan ini menghabiskan waktu lebih dari 35% waktu yang digunakan perempuan dalam berinternet. Kaum ibu pun tidak kalah aktif dalam memanfaatkan internet dan berseluncur di jejaring sosial. Berdasarkan survei pada tahun 2014 yang dilakukan Marketers dan MarkPlus Insight di 10 kota urban di Indonesia, sekitar 5,4 juta netizen atau orang yang menghabiskan waktu tiga jam per hari menggunakan internet merupakan ibu rumah 132 Jurnal Komunikasi Global, Volume 6, Nomor 2, 2017 tangga dari total 32 juta netizen (Solopos.com, 30 September 2014). Dalam survei Asian Digital Mum yang dirilis theAsianparent.com. dan dilakukan terhadap 10.000 calon ibu dan ibu yang memiliki anak berusia di bawah 16 tahun di empat negara, yaitu Singapura, Malaysia, Thailand dan Indonesia menunjukkan bahwa perempuan lebih sering menggunakan internet setelah menjadi ibu (Solopos.com, 30 September 2014). Sekitar 80 persen perempuan di Asia menggunakan internet setelah mereka menjadi ibu dan di saat yang sama 58 persen dari mereka mengurangi jam menonton televisi. Sejumlah 99 persen dari mereka menggunakan smartphone untuk mengakses internet. Sementara itu berdasarkan riset yang dilakukan oleh Universitas Padjadjaran, kegiatan yang paling sering dilakukan para ibu saat berseluncur di internet di antaranya belanja secara online, mencari referensi tentang pengasuhan dan tumbuh kembang anak serta berkomunikasi dengan teman-teman di jejaring sosial (Unpad.ac.id, 24 Maret 2017). Berdasarkan data terbaru yang dirilis oleh Asosiasi Penyedia Jasa Internet Indonesia (APJII) pada tahun 2016, kelompok Ibu Rumah Tangga merupakan kelompok kedua terbesar yang menjadi pengguna internet (apjii.or.id, 5 November 2016). Berikut gambaran komposisinya: Gambar 1. Komposisi Pengguna Internet di Indonesia Berdasarkan Pekerjaan (Sumber: apjii.or.id, 5 November 2016). Kemudahan akses internet dan semakin beragamnya pilihan media sosial memudahkan para ibu untuk mendapatkan berbagai infomasi. Keinteraktifan media sosial juga memungkinkan mereka untuk dapat mengekspresikan pendapat mereka secara lebih bebas di dunia maya. Namun banyaknya informasi yang begitu mudah diakses cenderung membuat para ibu menjadi lebih cemas dan waspada bahkan terkena sindrom “information overload” atau banjir informasi. 133 Jurnal Komunikasi Global, Volume 6, Nomor 2, 2017 Banjir informasi tersebut pula yang menjadi salah satu pencetus munculnya wacana“mommy wars” di Amerika Serikat hingga di Indonesia. Para ibu memperdebatkan pilihan-pilihan ibu-ibu lainnya seputar pengasuhan anak, dimulai dari proses kelahiran, pilihan untuk bekerja di luar rumah atau menjadi ibu rumah tangga sepenuhnya, pilihan untuk memberi ASI atau susu formula hingga keputusan untuk menyekolahkan anak di rumah (homeschooling) atau di sekolah publik. Di antara pertarungan wacana yang muncul di media mengenai sosok ibu yang ideal, hadir sosok-sosok public figure yang menjadi panutan (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://jurnal.usk.ac.id/JKG/article/download/9316/7303
Article home page: https://jurnal.usk.ac.id/JKG/article/view/9316/7303

Ruvira Arindita. Representasi Ibu Ideal pada Media Sosial (Analisis Multimodality pada Akun Instagram @andienippekawa), Jurnal Komunikasi Global, 2018, pp. 131-147,