INTERPRETASI KATARSIS DALAM MEDIA FILM EKSPER IMENTAL

eProceedings of Art & Design, Apr 2024

Katarsis merupakan istilah yang digunakan salah satunya di bidang psikologi.Merupakan penyaluran emosi dalam diri yang jika ditahan akan menjadi ledakan emosiyang berlebian. Katarsis merupakan penyaluran emosi konstruSketidf.a ngkan filmeksperimental adalah media visual yang menekankan kepada ekspresi personal palingdalam pembuatnya. Kary????a k arya film eksperimental nyaris berbentuk abstrak, sehinggafilm eksperimental jarang dikonsumsi publik karena sulit dimengerti deannd ecrung tidakbercerita. Penulisan ini dilandaskan te????o rtie ori seperti teori umum dan teori seni, yangdipergunakan untuk menjadi dasar penciptaan karya nantinya. Salah satu teori yangdigunakan merupakan teori semiotika, yang nantinya akan menjadai slaannd penciptaankarya agar memvisualisasikan tan????d taa nda pada visual karya katarsis i ni. Kata kunci :Katarsis, Film Eksperimental, Semiot ika

INTERPRETASI KATARSIS DALAM MEDIA FILM EKSPER IMENTAL

ISSN : 2355-9349 e-Proceeding of Art & Design : Vol.11, No.2 April 2024 | Page 3581 INTERPRETASI KATARSIS DALAM MEDIA FILM EKSPERIMENTAL Ivan Fauzy Firdaus1, Soni Sadono2, Dyah Ayu Wiwid Sintowoko3 1,2,3 Seni Rupa, Fakultas Industri Kreatif, Universitas Telkom, Jl. Telekomunikasi No 1, Terusan Buah Batu – Bojongsoang, Sukapura, Kec. Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, 40257 ivanfauzy.student.telkomuniversity.ac.id, , Abstrak : Katarsis merupakan istilah yang digunakan salah satunya di bidang psikologi. Merupakan penyaluran emosi dalam diri yang jika ditahan akan menjadi ledakan emosi yang berlebian. Katarsis merupakan penyaluran emosi konstruktif. Sedangkan film eksperimental adalah media visual yang menekankan kepada ekspresi personal paling dalam pembuatnya. Karya – karya film eksperimental nyaris berbentuk abstrak, sehingga film eksperimental jarang dikonsumsi publik karena sulit dimengerti dan cenderung tidak bercerita. Penulisan ini dilandaskan teori – teori seperti teori umum dan teori seni, yang dipergunakan untuk menjadi dasar penciptaan karya nantinya. Salah satu teori yang digunakan merupakan teori semiotika, yang nantinya akan menjadi landasan penciptaan karya agar memvisualisasikan tanda – tanda pada visual karya katarsis ini. Kata kunci : Katarsis, Film Eksperimental, Semiotika Abstract : Catharsis is a term used one of them in the field of psychology. This is an outlet for emotions that, if held back, can turn into emotional outbursts. Catharsis is a constructive emotional outlet. Meanwhile, experimental film is a visual medium that emphasizes the innermost personal expression of the maker. Experimental film works are almost abstract, so experimental films are rarely consumed by the public because they are difficult to understand and tend not to tell stories. This writing is based on theories such as general theory and art theory, which are used to form the basis for creating works later. One of the theories used is the theory of semiotics, which will later become the basis for creating works to visualize the signs in the visuals of this cathartic work. Keywords : Catharsis, Experimental Film, Semiotic PENDAHULUAN Usia remaja memang masa – masa dimana seseorang ditempa untuk mencari jati diri dan tujuan yang ingin dirancang kedepanya dengan tujuan menjadi pribadi yang terarah. Selain itu, pada masa remaja inipun pembentukan karakter pribadi harus mulai diasah dan dibentuk, karena jika tidak dibentuk sejak remaja akan sulit untuk menentukan apapun kedepanya dengan tertata. Akan tetapi, pembentukan karakter atau jati diri memang tidak mudah untuk dibentuk. Akan selalu ada rintangan dan tantangan disetiap perjalanan dalam menuju pembentukan karakter tersebut seperti rasa kecewa, sedih, marah, kesal, gundah gulana, ragu, dan yang lainnya. Bagi penulis, manusia memiliki 2 komponen didalamnya yaitu psikis dan raga. Jika kedua komponen tersebut tidak seimbang, maka akan ada hal yang bisa menghambat berjalannya kehidupan manusia tersebut. Karena psikis (mental) dan raga (fisik) harus saling seimbang dan menyeimbangi satu sama lain, agar proses perjalanan kehidupan bisa dilakukan dengan baik dan dapat mencapai suatu tujuan yang ingin dituju. Seperti yang sudah penulis sampaikan di atas, untuk dapat menyeimbangi antara psikis dan juga raga akan selalu ada rintangannya tersendiri, mungkin dari komponen psikis, dari komponen raga, atau bahkan bisa dari kedua komponen bersamaan. Dengan perkembangan zaman yang sangat cepat pada saat ini, seseorang harus mengejar agar tidak tertinggal, namun tidak semua orang dapat mencapainya dengan sangat mulus. Ada yang yang tertinggal namun dapat bangkit dengan baik, adapun yang tertinggal lalu mencoba jalan pintas yang kurang baik dan menimbulkan rasa kesal, kecewa, marah lalu dipendam dan pada akhirnya masuk fase stres. Penulis mendapatkan cerita dari seorang teman wanita, ia menceritakan perilaku terhadap dirinya sendiri yang kurang baik. Ia selalu memendam apapun yang ia rasakan sendirian tanpa sedikitpun menceritakanya. Dan pada sampai titik dimana ia sadar, bahwa perilaku melukai dirinya sendiri itu sangat menyakitkan dan tidak menghilangkan rasa yang ia pendam selama ini. Bahkan hanya menambah pemikiran yang membuat psikis dan fisiknya Lelah. Dari cerita yang di dapat dari seorang teman wanita penulis, penulis terinspirasi menciptakan sebuah Film Eksperimental Katarsis untuk memperlihatkan bahwa media untuk melepaskan emosional sangat banyak jalan yang lebih baik, dan tidak sulit untuk dilakukan. Salah satunya dengan cara melakukan kegiatan yang kita sukai seperti bernyanyi, menari, bahkan berteriak. Dilansir dari salah satu postingan pada akun Instagram infipop.id, infipop.id membagikan postingan yang menampilkan sebuah pria dengan poster yang bertuliskan “kita butuh katarsis” pada 10 januari 2023. Pada kolom keterangan postingan tersebut menjelaskan seorang pria membentangkan sebuah poster bertuliskan “kita butuh katarsis” dibeberapa titik di ibu kota pada penghujung tahun 2022. Bertepatan dengan penulis yang sedang mengangkat tema katarsis pada film eksperimental yang penulis buat, fenomena tersebut penulis manfaatkan untuk menjadi acuan penulis untuk membuat film eksperimental katarsis. Teori Katarsis mulai diperkenalkan pada permulaan tahun 1960 melalui artikel yang berjudul “The Stimulating Versus Cathartic Effect of a Vicarious Aggressive Activity” yang dipublikasikan di dalam Journal of Abnormal Social Psychology. Menurut Sigmund Freud katarsis adalah emosi yang terpendam dapat menyebabkan pelepasan emosi yang berlebihan, maka dari itu harus diperlukan suatu saluran untuk meluapkan emosi yang tertahan tersebut. Freud berfikir, dengan pelepasan emosional yang tertahan bisa menjadi efek terapeutik yang menguntungkan (Corsini & Wedding, 1989). Emosi yang tertahan tersebut terkadang didasari oleh sebuah peristiwa masalalu yang melanda seseorang dan menimbulkan rasa trauma. Menurut Freud, manusia pada dasarnya agresif – senang menghancurkan, merusak, dan membunuh. Dorongan agresif itu pasti ditentang dan tidak dibenarkan dikalangan masyarakat. Dorongan tersebut akan menumpuk saat menghadapi hambatan dan akan mengalami ketegangan. Kekuatan agresif yang terhambat akan meledak ketika dorongan tersebut terhambat. Orang-orang harus berusaha untuk menguranginya, atau bahkan menghapusnya. Fantasi dapat memicu agresi, seperti asap knalpot mesin. Agama, seni, dan ideologi adalah sumbernya. Begitupun fantasi, mimpi, dan lelucon. Katarsis memberikan kesempatan kepada setiap orang yang cenderung memiliki sikap pemarah untuk berperilaku keras (aktifitas katarsis) tapi dengan cara yang tidak merugikan. Menurut Baron dan Byrne (2004), berdasarkan hasil analisa menyimpulkan bahwa aktifitas katarsis merupakan instrument yang efektif untuk mengurangi sikap agresif yang bersifat terbuka. Film eksperimental adalah film yang sangat menonjolkan ekspresi pribadi sutradara yang paling dalam. Komposisi film eksperimental tentu (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://openlibrarypublications.telkomuniversity.ac.id/index.php/artdesign/article/download/22671/21768
Article home page: https://openlibrarypublications.telkomuniversity.ac.id/index.php/artdesign/article/view/22671/21768

Firdaus Ivan Fauzy, Soni Sadono, Sintowoko Dyah Ayu Wiwid. INTERPRETASI KATARSIS DALAM MEDIA FILM EKSPER IMENTAL, eProceedings of Art & Design, 2024,