Katarsis Seni pada Lukisan “At Eternity’s Gate” Karya Vincent Van Gogh dalam Pandangan Kritik Seni
KATARSIS SENI PADA LUKISAN “AT ETERNITY’S
GATE” KARYA VINCENT VAN GOGH DALAM
PANDANGAN KRITIK SENI
Salsabila Syah Rokhim,1 Yulianto Hadiprawiro,2 Angga Kusuma
Dawami3
Vol 25 No 3 September-Desember 2022 171-178
DOI: https://doi.org/10.24821/ars.v25i3.5651
1
Program Studi Desain Komunikasi Visual, Fakultas Bahasa dan Seni
Universitas Indraprasta PGRI, Jakarta
2
Program Studi Seni, Program Pascasarjana
Institut Seni Indonesia Surakarta
3
Program Studi Seni, Program Pascasarjana
Institut Seni Indonesia Yogyakarta
E-mail:
ABSTRAK
At Eternity’s Gate adalah sebuah lukisan minyak karya Vincent van Gogh yang dibuat
pada tahun 1890 di Saint-Rémy de Provence. Lukisan tersebut diselesaikan pada awal
Mei saat kesehatannya pulih dan sekitar dua bulan sebelum kematian-yang umumnya
dianggap sebagai bunuh diri. Karena kasus bunuh diri yang dilakukannya maka
penelitian ini bertujuan mengungkap tanda-tanda kondisi mental Vincent van Gogh
melalui katarsis seni dalam karyanya. Pendekatan yang diampu ialah teori Kritik Seni
Edmund Burke Feldman dalam bukunya “Art as Image and Idea” ke dalam 4 bagian
yaitu deskripsi, analisis formal, interpretasi, dan evaluasi. Kritik seni merupakan salah
satu cara untuk mengungkap dan memahami makna karya seni. Hasil penelitian
mengacu kepada pemakaian warna kuning berlebih juga perpaduan biru sebagai
representasi gejala gangguan mental yang dialami oleh Vincent van Gogh. Studi ini
bisa dipakai untuk mengungkap makna dari ekspresi visual dari karya seni.
Kata kunci : katarsis, kritik, seni, lukisan, penyakit mental, van Gogh
ABSTRACT
Art Catharsis in the Painting “At Eternity’s Gate” by Vincent Van Gogh in The
View of Art Criticism . At Eternity’s Gate is an oil painting by Vincent van Gogh created
in 1890 in Saint-Rémy de Provence. The painting was completed in early May while his
health was recovering and about two months before his death - which is generally
considered a suicide. Because of his suicide, this study aims to reveal signs of Vincent van
Gogh's mental condition through an artistic catharsis in his work. The approach supported
is the theory of Art Criticism by Edmund Burke Feldman in his book "Art as Image and
Idea" into four parts: description, formal analysis, interpretation, and evaluation. Art
criticism is one way to reveal and understand the meaning of works of art. The study's
results refer to the excessive use of yellow and a combination of blue as a representation of
the symptoms of mental disorders experienced by Vincent van Gogh. This study can be used
in the description, meaning the visual expression of art itself.
Keywords: catharsis, criticism, art, painting, mental illness, van Gogh
172
Salsabila Syah Rokhim, Yulianto Hadiprawiro, Angga Kusuma Dawami
1. Pendahuluan
Katarsis merupakan pelepasan emosi yang
terpendam dan berperan penting bagi orang yang
dalam masalah emosional. Dalam ilmu psikologi
katarsis dikenal dalam proses konseling Freud
(Singgih D.Gunars, 1992). Vincent van Gogh
memiliki
permasalahan
mental
yang
mempengaruhi hasil karya seninya.
Menurut Vick (Malchiodi, 2003) penciptaan
seni adalah kecenderungan bawaan manusia,
sehingga banyak yang berpendapat bahwa, seperti
pidato dan pembuatan alat, kegiatan ini dapat
digunakan untuk menentukan spesies manusia.
Dalam bukunya, The Discovery of the Art of the
Insane, MacGregor (1989) menyajikan sejarah
interaksi seni dan psikologi selama 300 tahun
terakhir. Sejarah ini meliputi teori-teori kejeniusan
dan kegilaan, biografi seniman-seniman “gila”,
penggambaran kegilaan para seniman, dan
berbagai upaya untuk mencapai pemahaman
tentang potensi seni sebagai bantuan untuk
perawatan dan diagnosis kesehatan mental.
Tiap-tiap individu memiliki jalan dan cara
yang bervariatif dalam proses penyaluran
emosinya. Suatu emosi dan pengalaman akan
meneghasilkan ouptut berbeda di setiap individu.
Namun yang menarik bagi seorang seniman lukis
terkadang pola-pola katarsis yang mereka lakukan
cenderung terepetisi ke dalam bentuk visual.
Kemudian terciptalah sebuah karya seni dari
dorongan emosional melalui konflik internal
seperti cita-cita, mimpi, khayalan, ketakutan yang
dialami seniman inilah (sisi ekstrinsik) yang
sejatinya diungkapkan khususnya melalui elemenelemen visualnya (intrinsik) berupa lukisan. Seni
Lukis dapat di katakan sebagai suatu ungkapan
pengalaman estetik seseorang yang dituangkan
dalam bidang dua dimensi (dua matra), dengan
menggunakan medium rupa, yaitu garis, warna,
tekstur, shape, dan sebagainya (Dharsono, 2004).
Vincent van Gogh mengalami "psikosis singkat
di Arles pada hari-hari setelah insiden telinga di
mana ia mungkin berhenti minum secara tibatiba" dan bahwa, antara tahun 1874 dan 1888, "ia
hampir pasti menderita beberapa episode depresi"
(Selvin, C: 2020). Ia berpendapat bahwa van Gogh
kemungkinan menderita gangguan bipolar,
diagnosis yang telah di berikan kepada artis oleh
penelitian sebelumnya tentang kondisi mentalnya,
dan membantah diagnosis skizofrenia di masa lalu
sebagai "sangat tidak mungkin."
Melalui pandangan kritik seni dalam penelitian
ini dapat mendekatkan diri kita kedalam proses
pemahaman terhadap gagasan yang berusaha di
kemukakan oleh seniman di dalam karya seninya,
dalam hal ini adalah van Gogh sebagai orang yang
mengidap penyakit mental. Hal itu akan dikaji
melalui unsur-unsur artistik di dalamnya lewat
lukisan dengan judul At Eternity’s Gate.
2. Metode
Metode yang digunakan adalah Analisis Formal
sebagai jalan untuk mengamati dan masuk lebih jauh
ke dalam karya Vincent van Gogh untuk mengetahui
emosi apa yang berusaha di ungkap dari salah satu
lukisan At Eternity’s Gate sebelum memutuskan
untuk meregang nyawanya sendiri. Terdapat
kemungkinan di mana sebelum memutuskan hal itu
ia sudah berusaha menyuarakan tentang kondisinya
yang tidak bagus kepada khalayak lewat karya-karya
nya yang tidak ter-notice sampai pada akhirnya
menyerah
dengan
hidup.
Penelitian
ini
menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif.
Fokus kajian penelitian ini adalah katarsis seni yang
terkandung di dalam sebuah lukisan minyak At
Eternity’s Gate karya Vincent van Gogh
3. Hasil dan Pembahasan
At Eternity’s Gate merupakan sebuah lukisan cat
minyak di atas kanvas berukuran 80 cm x 64 cm
karya Vincent van Gogh yang ia buat pada tahun
1890 di Saint-Rémy de Provence berdasarkan pada
sebuah litografi awal. Lukisan ini memiliki warna
dominan kuning-oranye yang mencolok dengan
sosok kontras berbaju biru sehingga melahirkan
center of interest tepat pada objek yang berada di
tengah. Lukisan ini dilukis di atas kanvas dengan cat
minyak yang timbul dan bertekstur merupakan ciri
khas dari setiap lukisan Vincent van Gogh. Teknik
melukisnya ini melahirkan sebuah style otentik
tersendiri yang ikonik juga mudah dikenali
khalayak. Konsep-konsep atau ide yang diangkat
ARS: Jurnal Seni Rupa dan Desain - Volume 25, Nomor 3 September - Desember 2022 173
Gambar 1. Lukisan At Eternity’s Gate karya Vincent van
Gogh. Sumber:
https://id.wikipedia.org/wiki/Di_Gerbang_Keabadian
dala (...truncated)