Katarsis Seni pada Lukisan “At Eternity’s Gate” Karya Vincent Van Gogh dalam Pandangan Kritik Seni

ARS: Jurnal Seni Rupa Dan Desain, Jan 2023

At Eternity’s Gate adalah sebuah lukisan minyak karya Vincent van Gogh yang dibuat pada tahun 1890 di Saint-Rémy de Provence. Lukisan tersebut diselesaikan pada awal Mei saat kesehatannya pulih dan sekitar dua bulan sebelum kematian-yang umumnya dianggap sebagai bunuh diri. Karena kasus bunuh diri yang dilakukannya maka penelitian ini bertujuan mengungkap tanda-tanda kondisi mental Vincent van Gogh melalui katarsis seni dalam karyanya. Pendekatan yang diampu ialah teori Kritik Seni Edmund Burke Feldman dalam bukunya “Art as Image and Idea” ke dalam 4 bagian yaitu deskripsi, analisis formal, interpretasi, dan evaluasi. Kritik seni merupakan salah satu cara untuk mengungkap dan memahami makna karya seni. Hasil penelitian mengacu kepada pemakaian warna kuning berlebih juga perpaduan biru sebagai representasi gejala gangguan mental yang dialami oleh Vincent van Gogh. Studi ini bisa dipakai untuk mengungkap makna dari ekspresi visual dari karya seni.

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://journal.isi.ac.id/index.php/ars/article/download/5651/2936

Katarsis Seni pada Lukisan “At Eternity’s Gate” Karya Vincent Van Gogh dalam Pandangan Kritik Seni

KATARSIS SENI PADA LUKISAN “AT ETERNITY’S GATE” KARYA VINCENT VAN GOGH DALAM PANDANGAN KRITIK SENI Salsabila Syah Rokhim,1 Yulianto Hadiprawiro,2 Angga Kusuma Dawami3 Vol 25 No 3 September-Desember 2022 171-178 DOI: https://doi.org/10.24821/ars.v25i3.5651 1 Program Studi Desain Komunikasi Visual, Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Indraprasta PGRI, Jakarta 2 Program Studi Seni, Program Pascasarjana Institut Seni Indonesia Surakarta 3 Program Studi Seni, Program Pascasarjana Institut Seni Indonesia Yogyakarta E-mail: ABSTRAK At Eternity’s Gate adalah sebuah lukisan minyak karya Vincent van Gogh yang dibuat pada tahun 1890 di Saint-Rémy de Provence. Lukisan tersebut diselesaikan pada awal Mei saat kesehatannya pulih dan sekitar dua bulan sebelum kematian-yang umumnya dianggap sebagai bunuh diri. Karena kasus bunuh diri yang dilakukannya maka penelitian ini bertujuan mengungkap tanda-tanda kondisi mental Vincent van Gogh melalui katarsis seni dalam karyanya. Pendekatan yang diampu ialah teori Kritik Seni Edmund Burke Feldman dalam bukunya “Art as Image and Idea” ke dalam 4 bagian yaitu deskripsi, analisis formal, interpretasi, dan evaluasi. Kritik seni merupakan salah satu cara untuk mengungkap dan memahami makna karya seni. Hasil penelitian mengacu kepada pemakaian warna kuning berlebih juga perpaduan biru sebagai representasi gejala gangguan mental yang dialami oleh Vincent van Gogh. Studi ini bisa dipakai untuk mengungkap makna dari ekspresi visual dari karya seni. Kata kunci : katarsis, kritik, seni, lukisan, penyakit mental, van Gogh ABSTRACT Art Catharsis in the Painting “At Eternity’s Gate” by Vincent Van Gogh in The View of Art Criticism . At Eternity’s Gate is an oil painting by Vincent van Gogh created in 1890 in Saint-Rémy de Provence. The painting was completed in early May while his health was recovering and about two months before his death - which is generally considered a suicide. Because of his suicide, this study aims to reveal signs of Vincent van Gogh's mental condition through an artistic catharsis in his work. The approach supported is the theory of Art Criticism by Edmund Burke Feldman in his book "Art as Image and Idea" into four parts: description, formal analysis, interpretation, and evaluation. Art criticism is one way to reveal and understand the meaning of works of art. The study's results refer to the excessive use of yellow and a combination of blue as a representation of the symptoms of mental disorders experienced by Vincent van Gogh. This study can be used in the description, meaning the visual expression of art itself. Keywords: catharsis, criticism, art, painting, mental illness, van Gogh 172 Salsabila Syah Rokhim, Yulianto Hadiprawiro, Angga Kusuma Dawami 1. Pendahuluan Katarsis merupakan pelepasan emosi yang terpendam dan berperan penting bagi orang yang dalam masalah emosional. Dalam ilmu psikologi katarsis dikenal dalam proses konseling Freud (Singgih D.Gunars, 1992). Vincent van Gogh memiliki permasalahan mental yang mempengaruhi hasil karya seninya. Menurut Vick (Malchiodi, 2003) penciptaan seni adalah kecenderungan bawaan manusia, sehingga banyak yang berpendapat bahwa, seperti pidato dan pembuatan alat, kegiatan ini dapat digunakan untuk menentukan spesies manusia. Dalam bukunya, The Discovery of the Art of the Insane, MacGregor (1989) menyajikan sejarah interaksi seni dan psikologi selama 300 tahun terakhir. Sejarah ini meliputi teori-teori kejeniusan dan kegilaan, biografi seniman-seniman “gila”, penggambaran kegilaan para seniman, dan berbagai upaya untuk mencapai pemahaman tentang potensi seni sebagai bantuan untuk perawatan dan diagnosis kesehatan mental. Tiap-tiap individu memiliki jalan dan cara yang bervariatif dalam proses penyaluran emosinya. Suatu emosi dan pengalaman akan meneghasilkan ouptut berbeda di setiap individu. Namun yang menarik bagi seorang seniman lukis terkadang pola-pola katarsis yang mereka lakukan cenderung terepetisi ke dalam bentuk visual. Kemudian terciptalah sebuah karya seni dari dorongan emosional melalui konflik internal seperti cita-cita, mimpi, khayalan, ketakutan yang dialami seniman inilah (sisi ekstrinsik) yang sejatinya diungkapkan khususnya melalui elemenelemen visualnya (intrinsik) berupa lukisan. Seni Lukis dapat di katakan sebagai suatu ungkapan pengalaman estetik seseorang yang dituangkan dalam bidang dua dimensi (dua matra), dengan menggunakan medium rupa, yaitu garis, warna, tekstur, shape, dan sebagainya (Dharsono, 2004). Vincent van Gogh mengalami "psikosis singkat di Arles pada hari-hari setelah insiden telinga di mana ia mungkin berhenti minum secara tibatiba" dan bahwa, antara tahun 1874 dan 1888, "ia hampir pasti menderita beberapa episode depresi" (Selvin, C: 2020). Ia berpendapat bahwa van Gogh kemungkinan menderita gangguan bipolar, diagnosis yang telah di berikan kepada artis oleh penelitian sebelumnya tentang kondisi mentalnya, dan membantah diagnosis skizofrenia di masa lalu sebagai "sangat tidak mungkin." Melalui pandangan kritik seni dalam penelitian ini dapat mendekatkan diri kita kedalam proses pemahaman terhadap gagasan yang berusaha di kemukakan oleh seniman di dalam karya seninya, dalam hal ini adalah van Gogh sebagai orang yang mengidap penyakit mental. Hal itu akan dikaji melalui unsur-unsur artistik di dalamnya lewat lukisan dengan judul At Eternity’s Gate. 2. Metode Metode yang digunakan adalah Analisis Formal sebagai jalan untuk mengamati dan masuk lebih jauh ke dalam karya Vincent van Gogh untuk mengetahui emosi apa yang berusaha di ungkap dari salah satu lukisan At Eternity’s Gate sebelum memutuskan untuk meregang nyawanya sendiri. Terdapat kemungkinan di mana sebelum memutuskan hal itu ia sudah berusaha menyuarakan tentang kondisinya yang tidak bagus kepada khalayak lewat karya-karya nya yang tidak ter-notice sampai pada akhirnya menyerah dengan hidup. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Fokus kajian penelitian ini adalah katarsis seni yang terkandung di dalam sebuah lukisan minyak At Eternity’s Gate karya Vincent van Gogh 3. Hasil dan Pembahasan At Eternity’s Gate merupakan sebuah lukisan cat minyak di atas kanvas berukuran 80 cm x 64 cm karya Vincent van Gogh yang ia buat pada tahun 1890 di Saint-Rémy de Provence berdasarkan pada sebuah litografi awal. Lukisan ini memiliki warna dominan kuning-oranye yang mencolok dengan sosok kontras berbaju biru sehingga melahirkan center of interest tepat pada objek yang berada di tengah. Lukisan ini dilukis di atas kanvas dengan cat minyak yang timbul dan bertekstur merupakan ciri khas dari setiap lukisan Vincent van Gogh. Teknik melukisnya ini melahirkan sebuah style otentik tersendiri yang ikonik juga mudah dikenali khalayak. Konsep-konsep atau ide yang diangkat ARS: Jurnal Seni Rupa dan Desain - Volume 25, Nomor 3 September - Desember 2022 173 Gambar 1. Lukisan At Eternity’s Gate karya Vincent van Gogh. Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Di_Gerbang_Keabadian dala (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://journal.isi.ac.id/index.php/ars/article/download/5651/2936
Article home page: https://journal.isi.ac.id/index.php/ars/article/view/5651/2936

Rokhim Salsabila Syah, Yulianto Hadiprawiro, Dawami Angga Kusuma. Katarsis Seni pada Lukisan “At Eternity’s Gate” Karya Vincent Van Gogh dalam Pandangan Kritik Seni, ARS: Jurnal Seni Rupa Dan Desain, 2023, pp. 171-178,