Pemberian Aromaterapi Lavender Berpengaruh terhadap Tingkat Stres dan Motivasi Belajar Peserta Didik
Vol. 7 No. 2
Jurnal Pendidikan Biologi Undiksha
p-ISSN : 2599-1450
e-ISSN : 2599-1485
Volume 7 Nomor 2 Tahun 2020
Open Acces : https://ejournal.undiksha.ac.id/index.php/JJPB/index
Pemberian Aromaterapi Lavender Berpengaruh terhadap Tingkat
Stres dan Motivasi Belajar Peserta Didik
M. Adiwibawa, D.M. Citrawathi, N.P.S.R. Dewi
Jurusan Biologi dan Perikanan Kelautan, Universitas Pendidikan Ganesha, Jalan Udayana 11, Singaraja, Bali,
* , ,
Abstract
This study aims to determine the provision of lavender aromatherapy can reduce the levels of learning stress and increase
the level of learning motivation of students. This type of quasi-experimental research uses a nonequivalent randomized pre and
post test control group design. The population in this study consists of two, namely the target population was all students in
2019/2020 Academic Year of Senior High School 4 Singaraja and the affordable population was students of class XI MIPA, with
research samples residing in class XI MIPA 2 as a control group and XI MIPA 3 as an experimental group that has met the criteria
of inclusion, exclusion and drop out with a total of 60 people. The dependent variables studied in this study were the level of
learning stress and learning motivation in students who were recorded using a stress learning questionnaire with a valid and
reliable Likert scale, taken from the study (Dwipayana, 2018) and a learning motivation questionnaire with a Likert scale that
was already valid and reliable, taken from research (Mahayana, 2016). Data collection was carried out before and had been
treated for 3 (three) repetitions in the control and experimental groups. The control group was not given lavender aromatherapy
and the control group was given lavender aromatherapy which was given at the 7 th hour of study (12.00 WITA) until the end of
the 8th hour of study (13.30 WITA). The data obtained were analyzed by t-group test (independent sample t-test) at a significance
level of 5%. The results of this study indicate that there was a decrease in the level of learning stress by 18.54% and an increase
in learning motivation by 6.73% (p < 0.05). Thus it can be concluded that the provision of lavender aromatherapy can reduce
learning stress and increase student motivation in Senior High School 4 Singaraja
Keywords: Lavender Aromatherapy, Learning Stress, Learning Motivation
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemberian aromaterapi lavender dapat menurunkan tingkat stres belajar dan
meningkatkan motivasi belajar peserta didik. Jenis penelitian eksperimental semu (quasi experimental) ini menggunakan
rancangan nonequivalent randomized pre and post test kontrol group design. Populasi pada penelitian ini terdiri dari dua, yaitu
populasi target adalah seluruh peserta didik di SMA Negeri 4 Singaraja Tahun Ajaran 2019/2020 dan populasi terjangkau adalah
peserta didik kelas XI MIPA, dengan sampel penelitian yang berada pada kelas XI MIPA 2 sebagai kelompok kontrol dan XI
MIPA 3 sebagai kelompok eksperimen yang telah memenuhi kriteria inklusi,eksklusi dan drop out dengan jumlah sebanyak 60
orang. Variabel terikat yang diteliti pada penelitian ini adalah tingkat stres belajar dan motivasi belajar pada peserta didik yang
didata dengan menggunakan Kuesioner stres belajar dengan skala likert yang sudah valid dan reliabel, diambil dari penelitian
(Dwipayana, 2018) dan Kuesioner motivasi belajar dengan skala likert yang sudah valid dan reliabel, diambil dari penelitian
(Mahayana, 2016). Pendataan dilakukan sebelum dan sudah perlakuan selama 3 (tiga) kali pengulangan pada kelompok kontrol
dan eksperimen. Pada kelompok kontrol tidak diberikan aromaterapi lavender dan pada kelompok kontrol diberikan aromaterapi
lavender yang diberikan pada jam ke-7 pembelajaran (12.00 WITA) hingga akhir jam ke-8 pembelajaran (13.30 WITA). Data
yang diperoleh dianalis dengan uji t-group (independent sample t-test) pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian ini
menunjukkan bahwa terjadi penurunan tingkat stres belajar sebesar 18,54% dan peningkatan motivasi belajar sebesar 6,73% (p
< 0,05). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pemberian aromaterapi lavender dapat menurunkan stres belajar dan
meningkatkan motivasi belajar peserta didik di SMA Negeri 4 Singaraja.
Kata-kata kunci: Aromaterapi Lavender; Stres Belajar; Motivasi Belajar
Jurnal Pendidikan Biologi 94
Vol. 7 No. 2
PENDAHULUAN
Usaha pemerintah dalam meningkatan sistem pendidikan di Indonesia saat ini cukup disayangkan
masih terhambat oleh beberapa permasalahan. Permasalahan yang cukup kentara yang dialami oleh negara
ini adalah kesiapan dari beberapa pihak sekolah yang belum mampu untuk mengimbangi perkembangan
kurikulum terhadap kesiapan fasilitas serta kualitas pengajaran yang memadai untuk peserta didik. Hal
tersebut bila tidak segera dicari jalan keluarnya, tentunya akan mempengaruhi kondisi peserta didik
khususnya pada aspek psikologis mereka. Aspek psikologis yang berkaitan erat dengan peningkatan
kualitas diri peserta didik antara lain adalah stres belajar dan motivasi belajar.
Stres belajar merupakan bentuk tekanan yang dihadapi oleh peserta didik yang berkaitan dengan
proses pembelajaran yang dipersepsikan secara negatif oleh tubuh (Oon, 2007; Desmita, 2011). Stres
belajar yang dihadapi oleh peserta didik ini timbul akibat dari, (1) meningkatnya beban pelajaran dalam
sehari akibat pemberlakuan Full Day School yang makin bertambah apabila peserta didik juga mengikuti
bimbingan belajar di luar sekolah, (2) semakin sukar dan kompleksnya materi pembelajaran yang harus
mereka terima akibat tuntutan kurikulum pendidikan yang semakin berkembang, (3) Sulit memenuhi
tekanan dari orang tua maupun pihak sekolah untuk dapat terus berprestasi, (4) belum maksimalnya
fasilitas yang diberikan oleh pihak sekolah seperti ruangan kelas yang memadai untuk dilakukan proses
pembelajaran Full Day selama 5 hari dalam seminggu, (5) serta permasalahan yang timbul dari diri peserta
didik maupun yang berasal dari lingkungan belajar mereka.
Motivasi belajar merupakan salah satu faktor psikologis pada peserta didik yang mampu
meningkatkan gairah, rasa senang, dan semangat sehingga mampu mengarahkan mereka pada tindakan
yang konsisten agar mencapai tujuan pembelajaran yang diinginkan (Sardiman, 2011; Schunk & Pintrich,
2012; Hamdu & Agustina, 2015). Apabila stres belajar ini terus mengalami peningkatan pada peserta didik
dan tidak diatasi sesegera mungkin, hal ini dapat mempengaruhi fisik dan psikis peserta didik yang akan
berdampak pada motivasi belajar mereka (Oon, 2007; Mulya & Indrawati, 2016; Barselii & Ifdil, 2018).
Hubungan tersebut tentunya memiliki pengaruh yang cukup besar pada prestasi belajar dari peserta didik
(Adiputra & Mujiyati, 2017; Barseli & Ifdil, 2018.
Untuk dapat mengatasi permasalahan yang timbul akibat peningkatan stres belajar serta penurunan
motivasi belajar pada peserta didik, tentunya sudah menjadi tantangan bagi pihak sekolah serta pemerintah
untuk dapat me (...truncated)