SOSIALISASI PANGAN FUNGSIONAL DARI SUMBER DAYA LAUT KEPADA MASYARAKAT PESISIR SAMBOANG KECAMATAN BONTOTIRO
JURNAL PKM
BINA BAHARI
Vol. 2 No.3 Oktober 2023 Hal: 64 – 69
e-ISSN:2963-1432
SOSIALISASI PANGAN FUNGSIONAL DARI SUMBER
DAYA LAUT KEPADA MASYARAKAT PESISIR
SAMBOANG KECAMATAN BONTOTIRO
Tahirah1, Nurdaya2
¹ Jurusan Kimia Fakultas MIPA Universitas Islam Makassar
2 Sekolah Dasar Negeri No 219 Ara Bontobahari
E-mail:
*Koresponden penulis
Info Artikel
Abstract
Diajukan: 21-10-2023
Diterima: 24-10-2023
Diterbitkan: 31-10-2023
Back to nature is a term about returning to nature both in terms of
medicine and in terms of food and drink. The sea is a food resource
that provides many sources of nutrients such as protein,
carbohydrates and fats, but it has not yet been utilized optimally by
local communities. The aim of this activity is to increase the
understanding of the Samboang coastal community in utilizing marine
resources such as fish, seaweed, shellfish and several other types of
marine biota. The results of the activity evaluation showed that the
activity participants had expertise in selecting food for health from the
sea. The activity was attended by 20 local people, delivered using a
lecture method containing material relevant to the topic.
Keyword:
Back to nature, nutrition, sea
Kata Kunci:
Kembali ke alam, nutrisi, laut
Abstrak
Back to nature adalah istilah tentang kembali ke alam baik dalam hal
pengobatan ataupun dalam hal makanan dan minuman. Laut
merupakan salah satu sumber daya pangan yang sangat banyak
menyediakan sumber nutrisi seperti protein, karbohidrat dan lemak,
tetap belum dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat setempat.
Tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan pemahaman
Masyarakat pesisir Samboang dalam memanfaatkan sumber daya
laut seperti ikan, rumput laut, kerang dan beberapa jenis biota laut
lainnya. Hasil evaluasi kegiatan menunjukkan peserta kegiatan telah
memiliki kepandaian dalam memilah makanan untuk kesehatan yang
berasal dari laut. Kegiatan dihadiri oleh 20 orang Masyarakat
setempat, disampaikan dengan metode ceramah yang berisi tentang
materi-materi yang relevan dengan topik.
PENDAHULUAN
Kesehatan merupakan anugerah Tuhan paling berharga, sehingga
perlu dijaga. Dengan sehat, kita dapat melaksanakan semua aktivitas tanpa
gangguan, sehingga tujuan dari aktivitas dapat tercapai. Sehat jasmani dan
rohani, adalah impian semua manusia, untuk itu setiap manusia akan
mengupayakan segala cara untuk mewujudkannya. Status sehat seseorang
sangat ditentukan berbagai faktor umum, seperti yang dijabarkan WHO (2017)
64
JURNAL PKM
BINA BAHARI
Vol. 1 No.1 April 2022 Hal: xx – xxx
e-ISSN:2528-116X p-ISSN:2527-5216
bahwa determinan kesehatan itu meliputi lingkungan ekonomi dan sosial,
lingkungan fisik dan karakteristik individu (antara lain : gender, tingkat
pendidikan, besaran penghasilan dan status sosial), sikap dan perilaku individu,
genetika serta pelayanan kesehatan. Salah satu usaha untuk mendapatkan
kesehatan yang prima juga adalah melalui konsumsi makanan sehat, seperti
sumber protein ataupun vitamin dan mineral serta prebiotik (Neha, et al, 2012).
Peradaban yang makin maju, berdampak besar terhadap tersedianya
makanan olahan yang beraneka ragam jenis, bentuk maupun pengolahannya
dan menjadi kegemaran anak-anak bahkan orang dewasa untuk
mengonsumsinya, dari harga yang murah ekonomis sampai yang berharga
mahal (Paratmanitya & Aprilia, 2016). Hal ini sedikit menimbulkan kekhawatiran
di kalangan masyarakat desa terutama oleh orang tua yang mengkhawatirkan
keamanan dari sekian banyak pilihan makanan dan menjadi kegemaran anakanak sebagai jajanan. Karena itu, Kemenkes RI (2011) menerbitkan peraturan
tentang panduan penggunaan bahan tambahan pangan.
Dengan banyaknya permasalahan dari pangan yang dijual beraneka
ragam itu mendorong masyarakat untuk kembali mengonsumsi makanan
alamiah atau disebut sebagai natural food untuk mempertahankan kesehatan
melalui manfaat masing-masing bahan pangan tersebut. Laut, sebagai salah
satu sumber pangan telah memberikan banyak pilihan hasil laut untuk
dikonsumsi dengan cara pengolahan yang benar untuk mendapatkan manfaat
sehatnya. Kegiatan PKM Mandiri ini bertujuan untuk meningkatkan
pengetahuan masyarakat pesisir Samboang terkait pangan fungsional dari laut.
METODE PELAKSANAAN
Yang menjadi mitra dalam kegiatan ini adalah masyarakat pesisir Pantai
Samboang Desa Tritiro Kecamatan Bontotiro. Sebagai daerah pesisir, pantai
Samboang merupakan salah satu sentra perdagangan ikan segar, yang baru
ditangkap dari perairan lepas sekitar Bulukumba, Sinjai dan Selayar. Kegiatan
ini dibagi dalam beberapa tahap kegiatan :
Persiapan
Persiapan kegiatan ini meliputi perizinan atau administrasi ke kantor pemerintah
desa Tritiro sekaligus mengkonfirmasi rencana kegiatan dan jumlah peserta
yang akan diundang dalam kegiatan tersebut. Selanjutnya adalah
mempersiapkan perlengkapan kegiatan seperti ruangan/tempat pertemuan,
speaker dan konsumsi.
Pelaksanaan
Kegiatan ini dilaksanakan pada bulan Juli 2023, bertempat di halaman warga
masyarakat yang berada di tengah-tengah lingkungan wisata bahari
Samboang. Kegiatan dihadiri oleh 20 warga masyarakat pesisir Samboang,
berlangsung secara offline dan menggunakan metode diskusi.
65
JURNAL PKM
BINA BAHARI
Vol. 1 No.1 April 2022 Hal: xx – xxx
e-ISSN:2528-116X p-ISSN:2527-5216
Evaluasi
Kegiatan ini dievaluasi melalui interview di awal kegiatan dan di akhir kegiatan
dengan pertanyaan yang sama.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Back to nature adalah istilah yang berarti kembali ke alam, terkait
dengan pengobatan ataupun konsumsi makanan, dan sedang trend saat
sekarang ini. Salah satu usaha yang sejalan dengan semboyan ini adalah
dengan menggali potensi-potensi obat atau pangan dari berbagai sumber untuk
dimanfaatkan dengan sebesar-besarnya bagi kesehatan manusia. Pangan
fungsional adalah pangan atau bahan makanan yang dikonsumsi dengan
tujuan selain dapat mengenyangkan dan menjadi sumber energi, juga dapat
digunakan untuk mengatasi gangguan kesehatan baik ringan maupun parah.
Pangan fungsional yang berasal dari laut, terdiri dari bahan mentah atau bahan
segar yang dapat dikonsumsi langsung tanpa pengolahan seperti rumput laut,
dan bahan makanan yang harus diolah dengan berbagai teknik terlebih dahulu
seperti ikan, kerang dan sejenisnya.
Gambar 1. Pantai Samboang
Kegiatan PKM mandiri ini dengan mitra masyarakat pesisir Samboang
adalah mensosialisasikan dan mengedukasi warga pesisir dalam
memanfaatkan bahan pangan yang berasal dari laut sebagai pangan
fungsional, karena pantai Samboang terkenal dengan keanekaragaman biota
lautnya yang tinggi dan menjadi tempat pendaratan kapal ikan. Tujuan dari
kegiatan ini adalah meningkatkan pemahaman masyarakat terkait dengan
jenis-jenis pangan fungsional yang banyak di laut dan belum termanfaatkan
dengan optimal. Kegiatan dilaksanakan dengan metode ceramah dan diskusi.
Dalam kegiatan tersebut disampaikan beberapa biota laut yang banyak
terdapat di wilayah pesisir tersebut dengan manfaat masing-masing.
66
JURNAL PKM
BINA BAHARI
Vol. 1 No.1 April 2022 Hal (...truncated)