PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN ARIAS (ASSURANCE, RELEVANCE, INTEREST, ASSESSMENT, AND SATISFACTION) UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA

de Fermat : Jurnal Pendidikan Matematika, Jun 2019

This research is a classroom action research that aims to improve mathematics learning in class VIII Junior High School 1 at Bontonompo through the ARIAS learning model. The problem in this research are less then 75% of students have mathematics learning under KKM and students less learning activites. The research was carried out during two cycles. The obtained data were analyzed qualitatively and quantitatively. Based on the results of the research in Cycle I, only 26% of students fulfilled the KKM value were continued to Cycle II and the results met individual and classical completeness is 78% of students fulfilled KKM scores and student activities increased. Keywords : ARIAS Learning Model, Activity, Learning Outcomes

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://jurnal.pmat.uniba-bpn.ac.id/index.php/DEFERMAT/article/download/35/24

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN ARIAS (ASSURANCE, RELEVANCE, INTEREST, ASSESSMENT, AND SATISFACTION) UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA

Nur Ismiyati de Fermat : Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 2 | No. 1 Juni 2019 PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN ARIAS (ASSURANCE, RELEVANCE, INTEREST, ASSESSMENT, AND SATISFACTION) UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS SISWA DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA Nur Ismiyati Universitas Balikpapan pos-el : ABSTRAK Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas bertujuan untuk memperbaiki pembelajaran matematika di kelas VIII SMP Negeri 1 Bontonompo melalui model pembelajaran ARIAS (Assurance, Relevance, Interest, Assesment, and Satisfaction). Masalah dalam penelitian ini adalah kurang dari 75% siswa memiliki hasil belajar matematika di bawah nilai KKM dan aktivitas siswa dalam proses belajar yang masih kurang. Penelitian dilaksanakan selama dua siklus. Data diperoleh secara kualitatif dan kuantitatif. Berdasarkan hasil penelitian pada Siklus I diperoleh data hanya 26% siswa yang memenuhi nilai KKM sehinggga dilanjutkan ke Siklus II dan hasilnya memenuhi ketuntasan individu maupun klasikal yaitu 78% siswa memenuhi nilai KKM dan aktivitas siswa mengalami peningkatan. Kata kunci : model pembelajaran ARIAS, aktivitas, hasil belajar ABSTRACT This research is a classroom action research that aims to improve mathematics learning in class VIII Junior High School 1 at Bontonompo through the ARIAS learning model. The problem in this research are less than 75% of students have mathematics learning under KKM and students less learning activities. The research was carried out during two cycles. The obtained data were analyzed qualitatively and quantitatively. Based on the results of the research in Cycle I, only 26% of students fulfilled the KKM value were continued to Cycle II and the results met individual and classical completeness is 78% of students fulfilled KKM scores and student activities increased. Keywords : ARIAS learning model, activity, learning outcomes 1. PENDAHULUAN Matematika berasal dari kata Yunani “mathein” atau “manthenein”, yang artinya “mempelajari”. Kata tersebut erat hubungannya dengan kata Sanskerta “medha” atau “widya” yang artinya “kepandaian”, “ketahuan”, atau “intelegensi” (Masykur & Abdul Halim, 2009). Proses belajar matematika tidak hanya sekadar menerima informasi, mengingat dan mengafal. Siswa harus bekerja untuk memecahkan masalah dan menemukan ide-ide agar siswa dapat memahami dan dapat menerapkan ilmu pengetahuan serta mampu mengimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Menurut Ruseffendi ET (Suerman et al., 2003) Matematika terbentuk sebagai hasil pemikiran manusia yang berhubungan dengan ide, proses dan penalaran. Guru harus dapat memilih strategi yang tepat untuk dapat mengaktifkan siswa dalam proses 28 Nur Ismiyati pembelajaran, agar terdapat perubahan pada diri siswa dalam kegiatan belajar. Berdasarkan observasi awal pada pembelajaran matematika di SMP Negeri 1 Bontonompo dengan melakukan wawancara dengan guru bidang studi matematika ditemukan keragaman masalah, yakni tentang rendahnya aktivitas siswa dalam mengikuti pembelajaran matematika ketika diberikan kesempatan untuk bertanya tidak lebih dari 2 orang yang mengajukan tangan untuk bertanya, kurangnya keberanian siswa untuk mengerjakan soal di depan kelas, siswa kurang aktif dalam berdiskusi di dalam kelas, adanya siswa yang tidak dapat mengikuti pelajaran dengan baik, kurangnya persiapan siswa dalam mengikuti pelajaran, sebagian siswa tidak membawa peralatan belajar matematika yang lengkap sehingga siswa meminjam peralatan alat tulis kepada temannya, siswa pasif dalam proses pembelajaran. Hanya beberapa siswa yang mau memperhatikan penjelasan guru, mencatat materi pelajaran, bertanya pada guru bila ada kesulitan dan mau menjawab soal di depan kelas. Kurangnya pengimplementasian terhadap materi matematika dengan kejadian-kejadian nyata di sekeliling siswa sehingga berakibat pada hasil belajar siswa yang masih rendah. Beberapa penyebab rendahnya hasil belajar di kelas tersebut diantaranya adanya kesalahan-kesalahan yang dilakukan oleh siswa itu sendiri. Salah satu kesalahan yang dimaksud adalah kesalahan konsep yang terkadang dilakukan oleh siswa sehingga mereka mengalami kesulitan bahkan tidak dapat menyelesaikan soal yang diberikan. Kelalaian siswa dalam de Fermat : Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 2 | No. 1 Juni 2019 belajar menjadi penyebab utama timbulnya kesalahan-kesalahan tersebut. Selain itu, ketercapaian hasil belajar matematika terhadap KKM yang telah ditetapkan yaitu tuntas apabila telah mencapai minimal 72% siswa telah mendapat nilai ≥ 72. Berdasarkan hasil ulangan semester ganjil tahun ajaran 2015/2016 diketahui bahwa dari 27 siswa kelas VIII tidak ada satupun siswa yang mencapai nilai KKM. Menurut Reigulth (Suprihatingrum, 2013) berpendapat bahwa hasil belajar atau pembelajaran dapat juga dipakai sebagai pengaruh yang memberikan suatu ukuran nilai dari metode (strategi) alternative dalam kondisi yang berbeda. Selain itu, siswa mengatakan bahwa saat belajar matematika dan harus mengikuti pelajaran matematika ternyata menganggap bahwa matematika merupakan pelajaran yang sulit dan tekadang menjadi pelajaran yang menakutkan dan tidak menjadi hal menarik bagi sebagian besar siswa, minat siswa terhadap pelajaran matematika siswa begitu rendah membuat interaksi belajar mengajar di kelas menjadi begitu kaku atau monoton sehingga sebagian besar kegiatan di kelas didominasi guru. Paradigma di dalam pikiran siswa bahwa matematika itu sulit membuat siswa tidak begitu tertarik untuk mengikuti kelas matematika dengan baik. Paradigma ini dapat menyebabkan rendahnya kepercayaan diri siswa terhadap kemampuan yang dimiliki sehingga membuat pelajaran matematika semakin menakutkan. Akibat dari percaya diri rendah, siswa tidak memiliki minat untuk mengikuti proses pembelajaran dengan baik saat mereka belajar di 29 Nur Ismiyati kelas. Minat rendah siswa merupakan bagian dari penolakan untuk terlibat dalam proses pembelajaran di kelas. Hal ini menunjukkan bahwa aktivitas siswa dan hasil belajar siswa dalam proses pembelajaran masih relatif rendah. Untuk menyikapi hal tersebut perlu adanya suatu tindakan agar aktivitas dan hasil belajar matematika siswa meningkat. Oleh karena itu, sebaiknya guru berupaya agar mampu menciptakan suasana pembelajaran yang dapat meningkatkan aktivitas pembelajaran siswa dengan baik. Berkenaan dengan hal itu, maka dengan memperhatikan berbagai konsep dan teori belajar dikembangkanlah suatu model pembelajaran yang disebut dengan pembelajaran ARIAS yang dikembangkan oleh Keller dan Koop (Rahman & Amri, 2014) sebagai upaya merancang pembelajaran yang dapat mempengaruhi motivasi berprestasi dan hasil belajar. Berdasarkan latar belakang di atas peneliti ingin mengetahui sejauh mana model pembelajaran ARIAS dapat membantu siswa dalam meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa yang akan dikaji melalui Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang berjudul “Penerapan Model Pembelajaran ARIAS (Assurance, Relevance, Interest, Assessment, dan Satisfaction) untuk meningkatkan aktivitas (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://jurnal.pmat.uniba-bpn.ac.id/index.php/DEFERMAT/article/download/35/24
Article home page: https://jurnal.pmat.uniba-bpn.ac.id/index.php/DEFERMAT/article/view/35/24

Nur Ismiyati. PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN ARIAS (ASSURANCE, RELEVANCE, INTEREST, ASSESSMENT, AND SATISFACTION) UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA, de Fermat : Jurnal Pendidikan Matematika, 2019, pp. 28-38,