Ni Kadek Rini Purwati1, Ni Ketut Erawati2
de Fermat : Jurnal Pendidikan Matematika
Vol. 4 | No. 1 Juni 2021
PANDEMIC CHALLENGE:
EVALUASI PEMBELAJARAN ONLINE MENGGUNAKAN
IMPORTANCE PERFORMANCE ANALYSIS (IPA)
Ni Kadek Rini Purwati1, Ni Ketut Erawati2
Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas PGRI Mahadewa Indonesia
Jalan Seroja Tonja Denpasar Utara, Indonesia
pos-el :
[email protected] ,
[email protected]
ABSTRAK
Pembelajaran matematika secara online merupakan suatu tantangan bagi pengajar
mengingat matematika memiliki karakteristik yang abstrak. Oleh karena itu,
pembelajaran online perlu dirancang agar efektif. Penelitian ini bertujuan untuk
mengevaluasi pembelajaran online pada Program Studi Pendidikan Matematika dengan
menggunakan Importance Performance Analysis (IPA). Pengambilan sampel dilakukan
dengan menggunakan teknik random sampling di setiap angkatan mahasiswa Program
Studi Pendidikan Matematika Universitas PGRI Mahadewa Indonesia. Berdasarkan hasil
analisis dan pembahasan diperoleh bahwa perkuliahan online telah berjalan sesuai
harapan mahasiswa. Hal ini ditunjukkan dari hasil pengolahan data menggunakan metode
IPA, yakni sebagian besar indikator berada di Kuadran I dengan label “Pertahankan
Kinerja”.
Kata Kunci : Pembelajaran online, Importance Performance Analysis, Evaluasi
Pembelajaran
ABSTRACT
Learning mathematics online is a challenge for teachers considering that
mathematics has abstract characteristics. Therefore, online learning needs to be designed
to be effective. This study aims to evaluate online learning in the Mathematics Education
Study Program using Importance Performance Analysis (IPA). Sampling was carried out
using random sampling techniques in each batch of students of the Mathematics
Education Study Program, PGRI Mahadewa University, Indonesia. Based on the results
of the analysis and discussion, it was found that online lectures had gone according to
student expectations. This is shown from the results of the IPA, namely that most of the
indicators are in Quadrant I with the label "Keep Up the Good Work".
Keywords : Online learning, Importance Performance Analysis, Learning Evaluation
1.
PENDAHULUAN
Pandemi Covid 19 berdampak di
segala aspek kehidupan baik ekonomi,
sosial, maupun pendidikan. Berbagai
kebijakan telah diambil oleh pemerintah
dalam mengatasi penyebaran virus ini
khususnya dalam bidang pendidikan,
diantaranya adalah dengan menerapkan
Pembelajaran
Jarak
Jauh
(PJJ).
Pembelajaran
Jarak
Jauh
ini
memanfaatkan jaringan internet dimana
pembelajaran dilakukan secara online
(pembelajaran berbasis digital). Menurut
Firman (2020), pembelajaran online
44
Ni Kadek Rini Purwati1, Ni Ketut Erawati2
merupakan
pembelajaran
yang
menggunakan jaringan internet dengan
aksesibilitas, konektivitas, fleksibilitas,
dan kemampuan untuk memunculkan
berbagai jenis interaksi pembelajaran
yang
mampu
merombak
cara
penyampaian pengetahuan dan dapat
menjadi alternatif pembelajaran yang
dilaksanakan dalam kelas tradisional.
Hal ini seperti dinyatakan juga oleh
Lestariyanti (2020) bahwa pembelajaran
online/
pembelajaran
daring
memungkinkan adanya fleksibilitas
akses yaitu belajar dapat dilakukan
dimana saja, dari mana saja dan kapan
saja.
Pembelajaran
online
perlu
dirancang
dengan
tepat
agar
penerapannya efektif. Seperti dinyatakan
oleh
Mustakim
(2020)
untuk
meningkatkan kualitas pembelajaran
online maka pembelajaran perlu
dilakukan melalui video call, pemberian
materi pembelajaran yang ringkas,
meminimalisir mengirim materi dalam
bentuk video berat untuk menghemat
kuota, pemilihan materi dalam video
harus berdasarkan kriteria bahasa yang
mudah dipahami, tetap memberikan
materi sebelum penugasan, pemberian
soal yang variatif dan berbeda tiap
peserta didik, pemberian tugas harus
disertakan cara kerjanya, memberikan
tugas sesuai dengan jadwal pelajaran,
mengingatkan peserta didik jika ada
tugas yang diberikan, mengurangi tugas.
Tentunya hal ini menjadi tantangan
tersendiri khususnya pada pembelajaran
matematika, baik dalam hal penyiapan
materi maupun cara penyampaian
mengingat matematika merupakan
pembelajaran
yang
agak
sulit
disampaikan secara lisan karena sifatnya
yang abstrak. Ulfa (2019) menyatakan
de Fermat : Jurnal Pendidikan Matematika
Vol. 4 | No. 1 Juni 2021
bahwa matematika dapat memberikan
kemampuan untuk berfikir logis dalam
memecahkan masalah, memberikan
keterampilan tinggi dalam berfikir kritis,
sistematis
dan
kreatif
untuk
memecahkan
masalah,
namun
matematika selalu dianggap sulit bagi
peserta didik karena objek matematika
yang abstrak menggunakan banyak
rumus.
Menurut
Utami
(2020)
pembelajaran online pada matematika
memiliki banyak kekurangan di
antaranya yaitu, kurangnya interaksi
antara guru dan siswa yang bisa
memperlambat terbentuknya penilaian
serta
penalaran
pada
pelajaran
matematika dalam proses belajar dan
mengajar. Hal ini sejalan dengan
pernyataan Firman (2020) bahwa
interaksi dalam pembelajaran online
memiliki batasan sehingga tidak
memungkinkan dosen untuk memantau
secara langsung aktivitas mahasiswa
selama perkuliahan, mahasiswa juga
kesulitan memahami bahan ajar yang
disampaikan secara online, komunikasi
antara dosen dengan mahasiswa yang
terbatas melalui aplikasi pesan instan
ataupun melalui kelas-kelas virtual
dirasa tidak cukup oleh mahasiswa.
Oleh karena itu, untuk dapat
meningkatkan kualitas pembelajaran
online perlu diketahui bagaimana
pandangan mahasiswa terkait dengan
pelaksanaan perkuliahan online. Untuk
itu perlu dilakukan penelitian yang
bertujuan
untuk
mengevaluasi
pembelajaran online pada Program Studi
Pendidikan
Matematika
dengan
menggunakan Importance Performance
Analysis (IPA). Melalui pendekatan IPA
dapat ditunjukkan atribut produk/jasa
yang perlu ditingkatkan ataupun
45
Ni Kadek Rini Purwati1, Ni Ketut Erawati2
dikurangi untuk menjaga
mahasiswa (Syukhri, 2018).
2.
kepuasan
METODE PENELITIAN
Penelitian
ini
merupakan
penelitian dasar (fundamental research)
karena bertujuan untuk mengevaluasi
pembelajaran online. Data penelitian
diperoleh dari hasil pengisian kuisioner
penilaian perkuliahan online yang
dimodifikasi dari kuisioner Student’s
Evaluation of Educational Quality
(SEEQ). Kuisioner SEEQ yang
dikembangkan oleh Marsh digunakan
untuk mendapatkan umpan balik siswa
tentang kualitas
dan
efektivitas
pengajaran (Rozina, 2016). Berkaitan
dengan tujuan penelitian ini, kuisioner
yang telah dimodifikasi terdiri dari 20
pertanyaan dengan 6 dimensi, yakni
penguasaan materi, pengorganisasian,
ujian, kepribadian dosen, pembelajaran,
dan interaksi. Setiap item pertanyaan
kuisioner telah dinyatakan valid
berdasarkan hasil uji validitas, dimana
pada taraf signifikansi 5% diperoleh nilai
Pearson Correlation > 𝑟𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙 (0,361).
Berdasarkan hasil uji reliabilitas
diperoleh bahwa kuisioner tersebut
memiliki reliabilitas sangat baik yang
de Fermat : Jurnal Pendidikan Matematika
Vol. 4 | No. 1 Juni 2021
ditunjukkan dengan nilai Alpha
Cronbach sebesar 0,966.
Analisis data dilakukan dengan
menggunakan (...truncated)