Implementasi Kebijakan Pemerintah Daerah Terhadap Penanggulangan Sampah (Studi Kasus Jln Rs Haji Percut Sei Tuan,Desa Medan Estate)
e-ISSN 2828-1799
Implementasi Kebijakan Pemerintah Daerah Terhadap
Penanggulangan Sampah
(Studi Kasus Jln Rs Haji Percut Sei Tuan,Desa Medan Estate)
Tania Larasita Situmeang1) Laurenty Simanjuntak2) Rahmat Fitra Daulay3) Julia Ivanna4)
1)Pendidikan
1)
Pancasila dan Kewarganegaraan Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Medan
; 2) ;
3) ; 4)
ARTICLE HISTORY
Received [23 Mei 2023]
Revised [26 Juni 2023]
Accepted [05 Juli 2023]
KEYWORDS
Role, Village Government,
Waste Management.
This is an open access
article under the CC–BY-SA
license
ABSTRAK
Pemerintah Desa berperan terhadap pengelolaan dan pelaksanaan pemerintahan di Desa
guna mewujudkan otonomi desa.Tujuan dari penelitian yang kami lakukan ini adalah untuk
mengetahui seberapa besar peran Pemerintah Derah dalam menanggulangi sampah di Jln RS
Haji Medan Estate.Metode dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan
menggunakan metode kualitatif, di mana data dan informasi yang terkait dengan permasalahan
penelitian yang diperoleh melalui studi kepustakaan dan tinjauan ke lapangan yang dianalisis
secara kualitatif,untuk kemudian diinterpretasikan sesuai dengan makna yang terkandung
dalam data dan informasi tersebut.Melihat banyaknya sampah yang berserakan di sepanjang
jalan RS Haji Medan akan menyebabkan dampak yang buruk bagi penduduk sekitar.Setelah
menelusuri lebih dalam ternyata pemerintah desanya kurang peduli terhadap
masyarakat,karena sampah yang dibiarkan menumpuk dan berserakan bisa menjadi sumber
penyakit bagi warga desa Medan Estate.Namun materi yang terkandung dalam surat
keputusan Kepala Desa belum tersistematis yang berkesesuaian dengan standar pengelolaan
dan perlindungan lingkungan hidup sebagaimana yang diatur dalam Undang-Undang No.32
Tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.Oleh karena itu,kami
ingin meninjau mengapa pemerintah daerah tidak menetapkan aturan khusus di desa tersebut
agar tidak sembarangan membuang sampah yang tidak pada tempatnya.
ABSTRACT
The Village Government plays a role in the management and implementation of government
in the Village in order to realize village autonomy. The purpose of this research we are
conducting is to find out how big the role of the Regional Government is in tackling waste on
Jln RS Haji Medan Estate. The method in this research is descriptive research using the
qualitative, where the data and information related to research issues obtained through
literature studies and field visits are analyzed qualitatively, to then be interpreted according to
the meaning contained in the data and information. Medan will have a bad impact on the
surrounding residents. After investigating more deeply, it turns out that the village government
does not care about the community, because garbage that is allowed to accumulate and
scatter can be a source of disease for Medan Estate villagers. However, the material
contained in the Village Head's decision letter has not been systematically which is in
accordance with the standards of environmental management and protection as stipulated in
Law No. 32 of 2009 concerning environmental protection and management. Therefore, we
would like to review why the local government does not set special rules in the village so that
it does not dispose of waste carelessly which is out of place.
PENDAHULUAN
Lingkungan adalah salah satu faktor yang menunjang keberlangsungan kehidupan manusia.
Dalam Pasal 1 ayat (1) Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan
Lingkungan Hidup menyatakan bahwa “Lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda,
daya, keadaan, dan makhluk hidup, termasuk manusia dan perilakunya, yang mempengaruhi alam itu
sendiri, kelangsungan perikehidupan, dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lain.” Di masa
sekarang sering muncul masalah menyangkut pencemaran lingkungan yang memberikan dampak negatif
terhadap keberlangsungan kehidupan manusia. Tujuan pembangunan nasional adalah untuk
meningkatkan masyarkat yang adil dan makmur berdasarkan pancasila UUD RI Tahun 1945. Kebijakan
pembangunan tidak lepas dari upaya pemerintah untuk meningkatkan kesejehteraan masyarkat. Sehingga
tujuan yang ingin di capai dalam pembangunan untuk meningkatkan tarap hidup yang baik bagi
masyarakat. Banyak sekali masalah-masalah sosial yang selama ini masih menjadi bagian dalam tatanan
kehidupan masyarakat, salah satunya adalah permasalahan sampah. Untuk mencpai kondisi masyarakat
yang hidup sehat dan sejahtera di masa yang akan datang, maka di perlukan adanya lingkungan
Jurnal Multimedia Dehasen, Vol. 2 No. 3 Juli 2023 page: 321 – 328 | 321
permukiman yang sehat. Dari aspek persampahan, kata sehat akan berarti sebagai kondisi yang akan
dapat di capai bila sampah dapat di kelola secara baik sehingga bersih dari lingkungan permukiman dimana
manusia beraktifitas di dalamnya (Permen PU nomor:21/PRT/M2006).
Masalah mengenai sampah sudah bukan menjadi masalah yang baru di Indonesia,khususnys di
Desa Medan Estate,Jln RS Haji Medan.Volume sampah yang terus meningkat sejalan dengan
pertumbuhan penduduk dan keterbatasan lahan untuk pembuangan akhir adalah masalah yang harus
segera dipecahkan. Apabila sampah-sampah tersebut dibiarkan, akan terjadi penimbunan sampah yang
pada akhirnya menimbulkan kerusakan lingkungan dan merugikan masyarakat. Selain itu, polusi udara,
tanah, dan air yang disebabkan oleh sampah juga dapat menjadi sumber penyakit bagi manusia. Salah
satu bentuk upaya yang telah dilakukan oleh pemerintah dalam mengatasi dan mengelola persoalan
mengenai sampah adalah telah dirumuskannya Perda Kota Tanjungpinang No. 14 Tahun 2009 tentang
Sistem Pengelolaan Sampah. Mengapa sampah perlu dikelola?Program pengelolaansampah sengaja
dilakukan oleh pemerintah guna mengurangi tumpukan sampah yang semakin hari semakin bertambah.
Faktor-faktor yang mempengaruhi sampah adalah: 1) Jumlah Penduduk. Bahwa semakin banyak
penduduk maka akan semakin banyak pula jumlah sampahnya. Pengolahan sampah inipun berpacu
dengan lajunya pertumbuhan penduduk. 2) Keadaan Sosial Ekonomi. Apabila semakin tinggi keadaan
sosial ekonomi masyarakat, maka semakin banyak pula jumlah perkapita sampah yang dibuang. Kualitas
sampahnya pun semakin banyak bersifat tidak dapat membusuk, perubahan kualitas sampah ini
tergantung pada bahan yang tersedia, peraturan yang berlaku serta kesadaran masyarakat akan persoalan
persampahan. Kenaikan kesejahteraan inipun akan meningkatkan kegiatan dan kontribusi dan
pembaharuan bagunan-bagunan dan transformasi bertambah, peduduk pertanian, industri akan
mendapatkan konsekuensi dengan bertambahnya volume dan jenis sampah. 3) Kemajuan Teknologi.
Kemajuan teknologi akan menambah jumlah maupun kualitas sampah, karena bahan baku yang digunakan
beragam (Soemirat, 2011).
Aparat Pemerintah Desa berkewajiban mempertanggungjawabkan pengelolaan dan pelaksanaan
pemerintahan di Desa dalam rangka otonomi desa guna mencapai tujuan yang telah ditetapkan baik dari
segi kualitasnya maupun (...truncated)