Pengaruh Functional Attributes, Non-functional Attributes, dan Corporate Ability Association terhadap Brand Loyalty Java Paragon Hotel and Residences
JURNAL MANAJEMEN PEMASARAN PETRA Vol. 1, No. 2, (2013) 1-8
1
Pengaruh Functional Attributes, Non-functional Attributes, dan Corporate Ability
Association terhadap Brand Loyalty Java Paragon Hotel and Residences
Flora Natalia Regal dan Edwin Japarianto S.E., M.M.
Jurusan Manajemen Pemasaran, Universitas Kristen Petra
Jl. Siwalankerto 121-131, Surabaya
E-mail: ;
Surabaya adalah kota terbesar kedua di Indonesia
dengan pertumbuhan industri yang sangat pesat, terutama
di bidang hospitality. Meraih loyalitas konsumen dan
mempertahankannya adalah hal yang penting bagi hotelhotel di Surabaya. Penelitian ini dimaksudkan untuk
mengetahui sejauh mana pengaruh functional attributes
association, non-functional attributes, dan corporate ability,
yang merupakan dimensi dari brand association, terhadap
brand loyalty. Penelitian dilaksanakan secara kuantitatif,
dengan jumlah responden sebanyak 135 responden.
Teknik pengambilan data dilakukan dengan nonprobability sampling, teknik purposive sampling. Metode
pengolahan data dilakukan dengan menggunakan
validitas, reliabilitas, analisa statistik deskriptif, dan uji
asumsi klasik. Sedangkan metode analisis data yang
dipakai adalah analisa regresi linear berganda, uji F dan
uji t. Dari hasil penelitian diketahui bahwa functional
attributes association, non-functional attributes, dan
corporate ability berpengaruh terhadap brand loyalty Java
Paragon Hotel and Residences. Dan variabel corporate
ability association adalah variabel yang paling
berpengaruh terhadap brand loyalty.
Kata kunci: Brand association, functional attributes, nonfunctional attributes, corporate ability, brand loyalty
I. PENDAHULUAN
Surabaya adalah kota terbesar kedua di Indonesia
dengan perkembangan bisnis yang sangat pesat. Fakta ini
mengakibatkan banyaknya investor yang melirik sektor-sektor
industri yang ada di Surabaya, terutama bisnis hospitality,
dalam hal ini perhotelan. Pada tahun 2013 saja, akan banyak
hotel baru yang bermunculan di kota ini (Ni Luh Made Pertiwi
F, 2013). Dengan munculnya kompetitor-kompetitor baru ini,
persaingan di industri perhotelan tentu akan semakin ketat.
Perlu trik dan treat khusus untuk mendekatkan merek hotel
kepada konsumen dan meningkatkan loyalitas konsumen.
Java Paragon Hotel and Residences merupakan salah
satu hotel berbasis bisnis yang bergerak di bidang jasa. Hotel
berbintang empat ini menawarkan keunggulan-keunggulan
yang dicari oleh konsumen, seperti lokasi yang strategis
dengan akses yang mudah dijangkau, room yang luas dan
bersih, harga yang affordable dan lainnya. Namun, dengan
ketatnya persaingan di industri hotel saat ini, perlu adanya
keunggulan lain yang dimiliki oleh Java Paragon.
Promosiyang dilakukan olehJava Paragon Hotel and
Residences untuk menarik konsumennya memliki budget
tahunan yang berkisar ± Rp700juta tiap tahunnya. Kegiatan
promosi yang rutin dilakukan oleh Java Paragon Hotel and
Residences adalah pemasangan poster promotion guest lift
yaitu poster yang terpasang di lift pengunjung, newsletter yang
diperbaharui setiap tiga bulan, TV broadcast, website Java
Paragon, media sosial yaitu facebook dan twitter. Selain itu,
PR manager Java Paragon selalu mengundang wartawan untuk
meningkatkan brand awareness dan memperkenalkan promo
terbaru. Untuk promosi penjualannya
Sales and
Marketingteam selalu mengadakan entertainment bagi para
booker dan teman media, hal ini ditujuankan supaya
konsumen dapat merasakan produk yang ditawarkan Java
Paragon terlebih dahulu dan juga dapat menjalin hubungan
yang erat kepada konsumen. Tidak hanya entertainment yang
dilakukan, tetapi untuk menarik konsumen baru, tim akan
melalukan direct promotion yaitu sales call,sehingga bukan
menunggu konsumen datang melainkan tim Sales and
Marketing
yang
menjemput
konsumennya
untuk
menggunakan jasa Java Paragon Hotel and Residences.
Dalam survey awal yang dilakukan oleh peneliti,
didapati bahwa motivasi utama konsumen memilih Java
Paragon adalah terdorong dari motivasi konsumen secara
rasional, yaitu dari benefit-benefit fungsional yang ditawarkan
oleh Java Paragon, seperti lokasi, akses, dan sebagainya.
Untuk menangani itu, Java Paragon telah dan sedang
mengadakan program membership untuk meningkatkan
motivasi emosional konsumen saat melakukan purchase
decision, serta meningkatkan peluang konsumen untuk
melakukan repeat purchase. Program yang diadakan adalah
Java Paragon Inspiring Card dan Java Paragon Exclusive
Dining Card.
Java Paragon Exclusive Dining Card adalah program
membership yang terbuka untuk umum, dimana calon member
dapat membeli kartu membership. Java Paragon Exclusive
Dining Card (JPEDC) menawarkan berbagai diskon khusus
bagi member untuk menikmati kuliner di outlet-outlet Java
Paragon, mulai dari The Lounge, The Cafe, hingga Citilites.
Selain diskon untuk jamuan di outlet Java Paragon, JPEDC
juga menyediakan berbagai tawaran dan benefit lain khusus
bagi para member.
Java Paragon Inspiring Card adalah program
membership yang ditujukan kepada para booker dari
perusahaan, dan merupakan salah satu bentuk apresiasi Java
Paragon Hotel and Residences terhadap regular booker
mereka. Setiap member dapat mengumpulkan poin dengan
menginap sendiri di Java Paragon atau dengan
membookingkan tamu perusahaan mereka di Java Paragon.
Poin-poin yang terkumpulkan nantinya dapat ditukarkan
dengan berbagai macam reward, dari voucher belanja di
beberapa department store maupun supermarket, voucher VIP
treatment, upgrade kamar hingga voucher menginap. Selain
JURNAL MANAJEMEN PEMASARAN PETRA Vol. 1, No. 2, (2013) 1-8
reward ini, Java Paragon juga sering mengadakan gathering
yang dihadiri oleh semua member, dan private gathering
dengan undangan yang terbatas. Semua event ini diadakan
untuk mempererat hubungan antara Java Paragon dengan para
member JPIC.
Asosiasi merek atau brand association didefinisikan
sebagai segala sesuatu yangterdapat di dalam ingatan atau
memori seseorangmengenai suatu merek (Aaker, 1994 : 79).
Brand Java Paragon Hotel and Residences sendiri
diasosiasikan dengan kata minimalis, business meeting, dan
terjangkau. Brand association sendiri terdiri dari empat
dimensi utama yaitu functional attributes, non-fuctional
attributes (social image, perceived value, trustworthiness,
differentiation, country of origin), corporate ability
association, dan corporate social responsibility (Chen, 2001).
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh
functional attributes, non-fuctional attributes (social image,
perceived value, trustworthiness, differentiation), dan
corporate ability association terhadap brand loyalty di Java
Paragon.
RUMUSAN MASALAH
1.
2.
Apakah brand association berpengaruh terhadap brand
loyalty Java Paragon Hotel and Residences?
Diantara variabel functional attributes, non-fuctional
attributes, dan corporate ability association, manakah
yang paling dominan?
TUJUAN PENELITIAN
1. Untuk mengetahui pengaruh brand association terhadap
2.
brand loyalty di Java Paragon Hotel and Residences.
Untuk mengetahui diantara vari (...truncated)