Gambaran Pengetahuan tentang Pencegahan Kanker Serviks dengan Vaksin HPV pada Mahasiswi S1 Keperawatan di Daerah Istimewa Yogyakarta

Jurnal Keperawatan Klinis dan Komunitas (Clinical and Community Nursing Journal), Feb 2022

Background: Lack of knowledge is one of the factors that may lead to an increase risk of cervical cancer. Lack of the knowledge can also affect the attitude of a health worker to the patient. Therefore, it is important to find out the knowledge about cervical cancer prevention with HPV vaccine among undergraduate nursing students. Moreover, the research around this topic is underexplored.Objective: To know the level of knowledge of cervical cancer prevention with HPV vaccine among undergraduate nursing students.Method: This research is a descriptive qualitative research. The sample taken consists of 95 female students from two universities, recruited by simple random sampling and consecutive sampling. The instrument used in this study was a cervical cancer prevention knowledge questionnaire with HPV vaccine compiled by researchers. Validity test result was r >0,174 and reliability test result was 0,460. The data analisys was conducted through univariat technique.Result: The results show that total of 49 (52%) respondents have general knowledge regarding cervical cancer and the HPV vaccine. For details per domain, most respondents had good knowledge of cervical cancer risk factors (94,7%), signs and symptoms of cervical cancer (56,8%), and causes of cervical cancer (51,6%), and HPV vaccine administration (44,2%). While in the domain of understanding and administering vaccines the majority of respondents still have less knowledge (81,1% and 55,8%).Conclusion: Nursing undergraduate students have good knowledge about cervical cancer prevention with HPV vaccine, but knowledge on some indicators is still lacking. Knowledge about cervical cancer prevention with HPV vaccine in nursing undergraduate students still needs to be improved especially in indicators of understanding cervical cancer, causes, signs and symptoms of cervical cancer and the administration of HPV vaccine. ABSTRAKLatar Belakang: Rendahnya pengetahuan merupakan salah satu faktor penyebab tingginya kejadian kanker serviks. Pengetahuan yang rendah juga dapat memengaruhi sikap seorang tenaga kesehatan terhadap pasien. Sementara, penelitian terkait tingkat pengetahuan pencegahan kanker serviks dengan vaksin HPV pada mahasiswi keperawatan, masih sedikit. Oleh karena itu penelitian terkait pengetahuan pencegahan kanker serviks dengan vaksin HPV pada mahasiswi keperawatan perlu dilakukan.Tujuan: Mengetahui gambaran pengetahuan mahasiswi S1 Keperawatan tentang pencegahan kanker serviks dengan vaksin HPV.Metode: Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Responden penelitian adalah mahasiswi di 2 universitas. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 95 mahasiswi dengan teknik pengambilan sampel simple random sampling dan consecutive sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner pengetahuan yang disusun oleh peneliti dengan hasil uji validitas (r > 0,174) dan reliabilitas sebesar 0,460. Analisis data dilakukan secara univariat.Hasil: Sebanyak 49 (52%) responden mempunyai pengetahuan baik. Sebagian besar responden memiliki pengetahuan baik terkait faktor risiko kanker serviks (94,7%), penyebab kanker serviks (51,6%), tanda dan gejala kanker serviks (56,8%) dan pemberian vaksin HPV (44,2%). Namun, responden masih memiliki pengetahuan yang kurang tentang pengertian kanker serviks dan pemberian vaksin HPV (81,1 % dan 55,8%).Kesimpulan: Secara umum mahasiswi S1 keperawatan memiliki pengetahuan baik mengenai pencegahan kanker serviks dengan vaksin HPV, namun pada beberapa indikator pengetahuan mahasiswa masih kurang. Pengetahuan tentang pencegahan kanker serviks dengan vaksin HPV pada mahasiswi S1 Keperawatan masih perlu ditingkatkan terutama pada indikator pengertian kanker serviks, penyebab, tanda dan gejala kanker serviks dan pemberian vaksin HPV.

Article PDF cannot be displayed. You can download it here:

https://jurnal.ugm.ac.id/jkkk/article/download/44248/33170

Gambaran Pengetahuan tentang Pencegahan Kanker Serviks dengan Vaksin HPV pada Mahasiswi S1 Keperawatan di Daerah Istimewa Yogyakarta

Gambaran Pengetahuan tentang Pencegahan Kanker Serviks dengan Vaksin HPV pada Mahasiswi S1 Keperawatan di Daerah Istimewa Yogyakarta Knowledge about Cervical Cancer Prevention with HPV Vaccine on The Bachelor Nursing Student in Special Province Of Yogyakarta Rafita Ramdan Nurul Fuadah1, Wenny Artanty Nisman2, Wiwin Lismidiati2* Program Studi Ilmu Keperawatan, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta 2 Departemen Anak dan Maternitas, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta 1 ABSTRACT Background: Lack of knowledge is one of the factors that may lead to an increase risk of cervical cancer. Lack of the knowledge can also affect the attitude of a health worker to the patient. Therefore, it is important to find out the knowledge about cervical cancer prevention with HPV vaccine among undergraduate nursing students. Moreover, the research around this topic is underexplored. Objective: To know the level of knowledge of cervical cancer prevention with HPV vaccine among undergraduate nursing students. Method: This research is a descriptive qualitative research. The sample taken consists of 95 female students from two universities, recruited by simple random sampling and consecutive sampling. The instrument used in this study was a cervical cancer prevention knowledge questionnaire with HPV vaccine compiled by researchers. Validity test result was r >0,174 and reliability test result was 0,460. The data analisys was conducted through univariat technique. Result: The results show that total of 49 (52%) respondents have general knowledge regarding cervical cancer and the HPV vaccine. For details per domain, most respondents had good knowledge of cervical cancer risk factors (94,7%), signs and symptoms of cervical cancer (56,8%), and causes of cervical cancer (51,6%), and HPV vaccine administration (44,2%). While in the domain of understanding and administering vaccines the majority of respondents still have less knowledge (81,1% and 55,8%). Conclusion: Nursing undergraduate students have good knowledge about cervical cancer prevention with HPV vaccine, but knowledge on some indicators is still lacking. Knowledge about cervical cancer prevention with HPV vaccine in nursing undergraduate students still needs to be improved especially in indicators of understanding cervical cancer, causes, signs and symptoms of cervical cancer and the administration of HPV vaccine. Keywords: cervical cancer, HPV vaccine, knowledge, undergraduate student ABSTRAK Latar Belakang: Rendahnya pengetahuan merupakan salah satu faktor penyebab tingginya kejadian kanker serviks. Pengetahuan yang rendah juga dapat memengaruhi sikap seorang tenaga kesehatan terhadap pasien. Sementara, penelitian terkait tingkat pengetahuan pencegahan kanker serviks dengan vaksin HPV pada mahasiswi keperawatan, masih sedikit. Oleh karena itu penelitian terkait pengetahuan pencegahan kanker serviks dengan vaksin HPV pada mahasiswi keperawatan perlu dilakukan. Tujuan: Mengetahui gambaran pengetahuan mahasiswi S1 Keperawatan tentang pencegahan kanker serviks dengan vaksin HPV. Corresponding Author: Wiwin Lismidiati Gedung Ismangoen, Kompleks FKKMK UGM, Jl.Farmako Sekip Utara, Sendowo, Sinduadi, Mlati, Sleman, Yogyakarta 55281 Email: 32 Vol 3 (1) Maret 2019, Jurnal Keperawatan Klinis dan Komunitas Gambaran Pengetahuan tentang Pencegahan Metode: Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Responden penelitian adalah mahasiswi di 2 universitas. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 95 mahasiswi dengan teknik pengambilan sampel simple random sampling dan consecutive sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner pengetahuan yang disusun oleh peneliti dengan hasil uji validitas (r > 0,174) dan reliabilitas sebesar 0,460. Analisis data dilakukan secara univariat. Hasil: Sebanyak 49 (52%) responden mempunyai pengetahuan baik. Sebagian besar responden memiliki pengetahuan baik terkait faktor risiko kanker serviks (94,7%), penyebab kanker serviks (51,6%), tanda dan gejala kanker serviks (56,8%) dan pemberian vaksin HPV (44,2%). Namun, responden masih memiliki pengetahuan yang kurang tentang pengertian kanker serviks dan pemberian vaksin HPV (81,1 % dan 55,8%). Kesimpulan: Secara umum mahasiswi S1 keperawatan memiliki pengetahuan baik mengenai pencegahan kanker serviks dengan vaksin HPV, namun pada beberapa indikator pengetahuan mahasiswa masih kurang. Pengetahuan tentang pencegahan kanker serviks dengan vaksin HPV pada mahasiswi S1 Keperawatan masih perlu ditingkatkan terutama pada indikator pengertian kanker serviks, penyebab, tanda dan gejala kanker serviks dan pemberian vaksin HPV. Kata kunci: kanker serviks, mahasiswa keperawatan, pengetahuan, vaksin HPV PENDAHULUAN Kanker serviks merupakan salah satu dari 4 jenis kanker yang sering terjadi pada wanita. Diperkirakan pada tahun 2013, penderita kanker serviks mencapai 528.000 sedangkan angka kematian akibat kanker serviks adalah 266.000 dengan persentase sekitar 87% kasus kejadian di negara berkembang.1 Pada tahun 2030, jumlah penderita kanker serviks di Indonesia diperkirakan akan terus meningkat hingga sebesar tujuh kali lipat.2 Provinsi di Indonesia yang memiliki angka prevalensi kanker serviks tertinggi salah satunya adalah Daerah Istimewa Yogyakarta yang memiliki prevalensi kanker serviks sebesar 1,5 % selain Maluku Utara dan Kepulauan Riau dengan prevalensi yang sama atau sekitar 2.703 jiwa dalam satu tahun.3 Pencegahan primer terhadap kanker serviks antara lain dengan melakukan vaksinasi HPV. Saat ini terdapat dua jenis vaksin HPV yaitu vaksin Bivalen (16, 18) dan vaksin quadrivalen (16, 18, 6, 11).4 Tingkat keberhasilan vaksinasi HPV dapat mencapai 100% jika diberikan dua kali kepada wanita yang belum pernah terinfeksi HPV.5 Untuk pemberian vaksin HPV, The Advisory Committee on Immunization Practices merekomendasikan pemberian vaksin HPV untuk remaja usia 11 dan 12 tahun dan populasi Catch-Up vaksinasi juga direkomendasikan untuk semua perempuan muda berusia 13 sampai 26 tahun yang belum pernah divaksinasi.6 Di Indonesia sendiri baru tercatat 5.000 orang yang mengikuti imunisasi kanker serviks. Kecilnya angka ini karena penyebarluasan informasi masih belum maksimal, sehingga belum dikenal masyarakat luas.7 Program pencegahan kanker serviks menggunakan vaksinasi HPV (human papillomavirus) seharusnya sudah diperoleh dan diketahui remaja dalam proses pendidikan baik di lingkungan sekolah maupun kampus serta melalui media cetak maupun elektronik.8 Vol 3 (1) Maret 2019, Jurnal Keperawatan Klinis dan Komunitas 33 Fuadah et al. Mahasiswa keperawatan adalah penyedia layanan kesehatan di masa depan yang nantinya akan memberikan pendidikan kesehatan kepada pasien atau masyarakat. Sebuah penelitian di luar negeri menyebutkan bahwa pengetahuan tenaga kesehatan mengenai HPV dan vaksin HPV dalam batas rendah hingga sedang.9 Sebagai (...truncated)


This is a preview of a remote PDF: https://jurnal.ugm.ac.id/jkkk/article/download/44248/33170
Article home page: https://jurnal.ugm.ac.id/jkkk/article/view/44248/33170

Fuadah Rafita Ramdan Nurul, Nisman Wenny Artanty, Wiwin Lismidiati. Gambaran Pengetahuan tentang Pencegahan Kanker Serviks dengan Vaksin HPV pada Mahasiswi S1 Keperawatan di Daerah Istimewa Yogyakarta, Jurnal Keperawatan Klinis dan Komunitas (Clinical and Community Nursing Journal), 2022, pp. 32-41,